Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA DINI MELALUI PROYEK KEHIDUPAN HEWAN DI TK TUNAS BANGSA DESA BAGAN LIMAU KECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN Asih, Tri; Wilyanita, Nopa; Rahmah, Rahmah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan mengukur efektivitas pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini di TK Tunas Bangsa. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains anak masih kurang optimal karena metode pembelajaran yang cenderung pasif dan berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 14 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Tunas Bangsa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan sains anak. Pada pra-siklus, rata-rata nilai keterampilan sains anak adalah 37,57% (Belum Berkembang). Setelah Siklus I (fokus pada siklus hidup kupu-kupu), nilai rata-rata meningkat menjadi 71,5% (Berkembang Sesuai Harapan). Meskipun ada kemajuan, ditemukan kendala seperti kurangnya alat individual dan anak yang masih malu. Pada Siklus II (fokus pada siklus hidup katak), perbaikan dilakukan dengan menyediakan alat individual dan motivasi yang lebih intensif, sehingga nilai rata-rata mencapai 96,43% (Berkembang Sangat Baik), melampaui target keberhasilan 85%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini, khususnya dalam kemampuan mengamati, mengklasifikasikan, dan mengomunikasikan. Metode ini menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, serta mendorong pengembangan berpikir ilmiah sejak dini.
IMPLEMENTASI CERITA SAINS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BUSTANUL HUDA DESA UKUI DUA KECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN Sari, Rina Maya; Wilyanita, Nopa; Rahmah, Rahmah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6688

Abstract

Implementasi cerita sains melalui pendekatan saintifik di TK Bustanul Huda Desa Ukui Dua Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan masih kurang maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi cerita sains melalui pendekatan saintifik berpengaruh terhadap keterampilan sains anak 5-6 tahun di TK Bustanul Huda Desa Ukui Dua Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas B2 yang berjumlah 13 orang, informan adalah kepala sekolah dan guru di TK Bustanul Huda yang berjumlah 3 orang. Proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui pengamatan (observasi), wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis data melalui reduksi, display dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Implementasi cerita sains melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan keterampilan sains peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari persentase pada setiap aspek saintifik berikut: Mengamati sebesar 76,93%, Menanya sebesar 86,81%, Mencoba sebesar 79,26%, Menalar sebesar 76,56% dan Mengkomunikasikan sebesar 86,62%.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SAINS ANAK USIA DINI MELALUI PROYEK KEHIDUPAN HEWAN DI TK TUNAS BANGSA DESA BAGAN LIMAU KECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN Asih, Tri; Wilyanita, Nopa; Rahmah, Rahmah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan mengukur efektivitas pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini di TK Tunas Bangsa. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains anak masih kurang optimal karena metode pembelajaran yang cenderung pasif dan berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 14 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Tunas Bangsa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan sains anak. Pada pra-siklus, rata-rata nilai keterampilan sains anak adalah 37,57% (Belum Berkembang). Setelah Siklus I (fokus pada siklus hidup kupu-kupu), nilai rata-rata meningkat menjadi 71,5% (Berkembang Sesuai Harapan). Meskipun ada kemajuan, ditemukan kendala seperti kurangnya alat individual dan anak yang masih malu. Pada Siklus II (fokus pada siklus hidup katak), perbaikan dilakukan dengan menyediakan alat individual dan motivasi yang lebih intensif, sehingga nilai rata-rata mencapai 96,43% (Berkembang Sangat Baik), melampaui target keberhasilan 85%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini, khususnya dalam kemampuan mengamati, mengklasifikasikan, dan mengomunikasikan. Metode ini menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, serta mendorong pengembangan berpikir ilmiah sejak dini.
Pemanfaatan Makanan Tradisional Sebagai Sumber Belajar Berbasis Kearifan Lokal pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Mardatillah Desa Padang Tanggung Kecamatan Pangean Kuantan Singingi Nopratilova, Septi; Ariyani, Nini; Wilyanita, Nopa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan makanan tradisional sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal pada anak usia 5–6 tahun di TK Mardatillah Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman anak terhadap makanan tradisional daerah serta minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD. Makanan tradisional, khususnya pulut kucung, dipandang memiliki nilai budaya, sosial, dan edukatif yang relevan untuk menstimulasi perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, anak didik, serta orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan makanan tradisional sebagai sumber belajar mampu meningkatkan minat belajar anak, memperkuat pemahaman mereka tentang budaya lokal, serta menumbuhkan sikap menghargai makanan tradisional. Anak tidak hanya mengenal bentuk dan rasa makanan, tetapi juga memahami proses pembuatan, nilai kebersamaan, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran yang mengintegrasikan pulut kucung juga berdampak positif terhadap perkembangan bahasa, sosial-emosional, kognitif, dan motorik anak. Selain itu, kegiatan ini mendorong peran aktif sekolah dan orang tua dalam melestarikan budaya lokal. Sumber belajar dalam penelitian ini memanfaatkan lingkungan sekitar dan kearifan lokal sebagai media pembelajaran, khususnya melalui pengenalan makanan tradisional.Dengan demikian, makanan tradisional terbukti efektif dijadikan sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual yang bermakna serta berakar pada budaya daerah.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia 5-6 Tahun Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Tk Qu Al-Izzah Dumai Putri, Febri Inike; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4302

Abstract

Penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan anak, karena pada masa ini anak berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam membentuk kebiasaan dan perilaku. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini. Peran tersebut terlihat melalui beberapa indikator, yaitu guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada anak, guru menjadi teladan dalam berbagai kegiatan pembiasaan, guru membimbing anak secara konsisten dalam melakukan berbagai kegiatan positif, serta guru berperan sebagai penghubung antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan kebiasaan baik kepada anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini.
Kinerja Guru dalam Mewujudkan PAUD Berkualitas di TPA Hidayatus Shibiyan Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Yerita Yerita; Swandra Rahayu; Nopa Wilyanita
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.9273

Abstract

Early Childhood Education (ECE) constitutes an important foundation in shaping children’s cognitive, social, emotional, and moral development, so the quality of its services is largely determined by teacher performance as the main implementer of the learning process. However, in practice, the optimization of teacher performance still faces various constraints, such as discipline, creativity in the use of learning media, flexibility in curriculum implementation, and parental involvement in supporting children’s educational process. These conditions were also found at TPA Hidayatus Shibiyan, Pangean Subdistrict, Kuantan Singingi Regency. This study aims to describe and analyze teacher performance in realizing quality ECE at the institution and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that teacher performance was in the fairly good category, as reflected in the commitment to preparing lesson plans and implementing activities in accordance with the curriculum. Nevertheless, several aspects were still not optimal, especially the consistency of time management, the variety and creativity of learning media, the flexibility of curriculum implementation oriented toward children’s individual needs, and the partnership system with parents, which had not yet been structured. Thus, improving the quality of ECE requires strengthening supervision, continuous training, and the development of systematic partnership programs between the institution and families. These findings emphasize that the continuous improvement of teacher performance is an important prerequisite for realizing higher-quality ECE services.
SiMGeBU Circuit Play for Early Childhood Earthquake Preparedness: Effects on Mitigation Skills, Gross Motor Development, and Cognitive Development Aryani, Nini; Swandra Rahayu; Wilyanita, Nopa; Noorseha; Gadiza Raden
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.112-08

Abstract

Disaster preparedness in early childhood has received increasing global attention, yet empirical evidence remains limited on play-based interventions that simultaneously address disaster-specific skills and developmental outcomes. This study evaluates the SiMGeBU game, an Earthquake Mitigation Circuit designed to introduce earthquake preparedness through structured activity stations involving protective action, balance, route-following, and assembly-point practice. The study employed a quantitative quasi-experimental design with a multi-group dosage structure involving 36 children aged 5 to 6 years from three ’Aisyiyah Bustanul Athfal kindergartens in Kampar Regency, Indonesia. Data on earthquake mitigation skills, gross motor development, and cognitive development were collected using structured observation instruments and analyzed through MANOVA after normality, variance homogeneity, covariance homogeneity, and multicollinearity checks. The multivariate results showed a significant difference across intervention intensity groups for the combined outcomes, Pillai’s Trace = 0.412, F(8, 64) = 3.892, p = 0.001. Follow-up univariate analyses indicated significant effects on earthquake mitigation skills, F(2, 33) = 4.123, p = 0.025, η² = 0.200, and cognitive development, F(2, 33) = 4.567, p = 0.017, η² = 0.216. However, the effect on gross motor development was not statistically significant, p = 0.183. These findings suggest that circuit-based disaster preparedness play is more strongly associated with domain-specific mitigation skills and cognitive outcomes than with general motor development. By providing empirical evidence from an earthquake-prone Indonesian early childhood setting, this study contributes to global debates on child-centered disaster risk reduction, embodied preparedness education, and developmentally appropriate play-based interventions for young children. It also offers practical guidance for integrating preparedness routines into early childhood curricula without replacing motor education.
Pola Asuh Orangtua dalam Penanaman Nilai Agama dan Budi Pekerti di KB Uwais al Qorni Desa Sungai Harapan Kabupaten Kampar Yusmaleni Yusmaleni; Nopa Wilyanita; Herwina Herwina
Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education Vol 4 No 2 (2026): Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajecee.v4i2.9363

Abstract

Although the instillation of religious values and moral character in early childhood has become an important concern in family education, studies that specifically describe parenting patterns in this context remain relevant for further exploration. This study aims to describe parenting patterns in instilling religious values and moral character in early childhood at KB Uwais Al Qorni, Sungai Harapan Village, Kampar Regency. This study used a field research method with a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of six parents of students who were selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that parents applied three types of parenting patterns, namely democratic, authoritarian, and permissive. Democratic parenting was the most dominant pattern, characterized by two-way communication, role modeling, habituation of worship, and the application of clear boundaries while still respecting the child’s opinions. Authoritarian and permissive parenting patterns were also found, although they were generally combined with democratic parenting. These findings show that the appropriate application of parenting patterns has a positive effect on the formation of children’s discipline, responsibility, politeness, and worship habits. The conclusion of this study emphasizes the importance of parents’ consistency in applying democratic parenting and the need for good cooperation with the school to strengthen the instillation of religious values and moral character in a sustainable manner.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAKAN SHOLAT ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DI KB CAHAYA BUNDA DESA TELUK PAUH KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Murda Wingsih; Herwina; Nopa Wilyanita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.43774

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam menirukan gerakan salat di KB Cahaya Bunda Desa Teluk Pauh Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Pembelajaran yang dilakukan sebelumnya belum menggunakan media yang menarik sehingga anak kurang memahami urutan gerakan salat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerakan salat anak melalui penggunaan media gambar berseri. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan perhitungan persentase perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan gerakan salat anak. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata anak pada pra tindakan sebesar 5,3, kemudian meningkat pada siklus I pertemuan I menjadi 5,8, siklus I pertemuan II menjadi 7,1, siklus II pertemuan I menjadi 10, dan pada siklus II pertemuan II mencapai 13. Selain itu, anak menunjukkan respon yang positif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, media gambar berseri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan gerakan salat anak usia 4–5 tahun.
PENGARUH PERMAINAN BOWLING KARAKTER TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MIFTAHUL JANNAH RAWANG BINJAI KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Apri densi; Herwina; Nopa Wilyanita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.43830

Abstract

Perkembangan fisik/motorik adalah merupakan semua gerakan yang mungkin dilakukan oleh seluruh tubuh. Perkembangan motorik di artikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, dan perkembangan tersebut erat dengan kaitannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bowling karakter terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Miftahul Jannah Rawang Binjai Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen bentuk pre-test dan post-test control group design dengan jumlah sampel 20 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur berdasarkan indikator koordinasi mata dan tangan, keseimbangan tubuh, ketepatan lemparan, serta kekuatan dan kontrol gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan motorik kasar kelompok eksperimen meningkat dari 29 pada pre-test menjadi 55,8 pada post-test, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 23,7 menjadi 45,4. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan bowling karakter berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun.