Claim Missing Document
Check
Articles

Esports Basketball dan Transformasi Industri Olahraga Digital di Indonesia dan Upaya Perlindungan Hukumnya Amrizal Amrizal; Arda Tonara; Seri Mughni Sulubara
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i2.595

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi berbagai sektor kehidupan, termasuk industri olahraga. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah munculnya Esports Basketball, yaitu kompetisi bola basket berbasis platform digital yang mengintegrasikan unsur olahraga, teknologi, dan bisnis digital. Esports Basketball tidak hanya menjadi sarana hiburan dan kompetisi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari industri olahraga digital yang memiliki nilai ekonomi melalui sponsorship, hak siar digital, monetisasi konten, dan berbagai aktivitas komersial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Esports Basketball sebagai bentuk transformasi industri olahraga digital di Indonesia serta mengkaji upaya perlindungan hukum yang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan industri tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan olahraga digital, hukum bisnis, hak kekayaan intelektual, dan perlindungan data pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Esports Basketball telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang melibatkan berbagai pihak, seperti atlet, organisasi esports, pengembang permainan, sponsor, investor, dan platform digital. Namun, perkembangan tersebut masih menghadapi berbagai permasalahan hukum, antara lain belum adanya regulasi khusus yang mengatur esports secara komprehensif, perlindungan kontrak atlet yang belum optimal, potensi pelanggaran hak kekayaan intelektual, risiko penyalahgunaan data pribadi, serta keterbatasan mekanisme penyelesaian sengketa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan perlindungan hukum melalui pembentukan regulasi khusus esports, standarisasi kontrak atlet, perlindungan hak kekayaan intelektual, optimalisasi perlindungan data pribadi, dan pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif. Dengan adanya kepastian hukum yang memadai, Esports Basketball berpotensi menjadi salah satu sektor strategis dalam pengembangan industri olahraga digital Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Pendekatan Integratif Revitalisasi Sanitasi dan Penguatan Manajemen dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Pesantren Amrullah Akbar Rajasyah Amrizal Amrizal; Khairul Rahmi; Zulhendri Zulhendri; Bintarto Purwo Seputro; Elkadi Elkadi
Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya) Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning environment quality and institutional management effectiveness are essential factors in improving educational quality, particularly in Islamic boarding schools (pesantren). This community service project aimed to examine the effectiveness of an integrative approach through sanitation revitalization and strengthening of pesantren management at Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Amrullah Akbar, Medan. The primary issues identified were the imbalance between sanitation facilities and the number of users, where only 5 out of 15 toilet units were functional for 68 students and 18 teachers, as well as limited institutional management capacity. The program employed a participatory, collaborative approach consisting of four stages: needs assessment, planning, implementation, and evaluation. The results demonstrated that the rehabilitation of four sanitation units and ablution facilities significantly improved environmental hygiene and user comfort. Furthermore, management training enhanced the administrators’ capacity in educational governance and institutional planning. The findings indicate that integrating physical and non-physical interventions provides more effective and sustainable outcomes compared to partial approaches. This study contributes an integrative community empowerment model that can be replicated in other community-based educational institutions, particularly Islamic boarding schools in developing areas.