Articles
DESIGN OF ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) SYSTEM BY INTEGRATING PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) AND INVERTER
MARCEAU A.F HAURISSA;
MARSELIN JAMLAAY
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 3 No. 04 (2023): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - JANUARY-APRIL 2023
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Continuous and reliable electricity cannot be ensured to be available at all times. Therefore, to meet the needs of electrical energy continuity, backup or alternative sources of electrical energy are also utilized such as generators. Genset as a backup energy source will replace the function of PLN electricity which is the main energy source. Switching from PLN electricity to generators or vice versa requires equipment to regulate it known as ATS, but conventional ATS responds when there is a change in the electrical system usually has a generator starting time lag (up to 30 seconds). This is certainly detrimental to users who need a continuous source of electricity, such as shop cash registers. In this research, an ATS panel is built with the integration of PLC and inverter control. PLC will replace the limitations of relays and timers as controllers with simple wiring and programmable logic circuits as needed. The ATS system built is able to switch the inverter load in approximately less than 0.05 seconds when the PLN power source goes off and is able to run the generator on the first start to supply power to the main load as well as switching the inverter load to the main load supplied directly from the generator. So that lighting or other loads can be maintained in the order of a long time for the generator starting process or until the generator repair conditions if it fails to start.
ANALISA POTENSI KECELAKAAN KERJA PADA PLTD POKA AMBON MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOP)
Talia Corneli Makapuan;
Elisabeth T. Mbitu;
Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v3i1.55
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk kota ambon dan sebagian wilayah kabupaten Maluku tengah. Dan dari peralatan yang ada di PLTD yang paling berpotensi sangat besar yaitu pada mesin pembangkit listrik karena kebisingan yang dihasilkan dapat mengakibatkan gangguan pendengaran atau tuli apabila tidak mengggunakan pelindung pada telinga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) sumber bahaya yang ada di PLTD Poka Ambon (2) Resiko sumber bahya yang ada di PLTD Poka Ambon, dan (3) Tingkat resiko dari sumber bahaya yang ada di PLTD Poka Ambon. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode HAZOP (Hazard and Operability Study). Titik kajian dilakukan berdasarkan semua pekerjaan yang di lakukan pekerja pada masing-masing peralatan. Langkah selanjutnya setelah proses identifikasi adalah penilaian resiko pada masing-masing peralatan. Hasil penelitian menemukan: (1) Sumber bahya di PLTD Poka ada 17 peralatan. (2) Resiko dari sumber bahaya yang ada di PLTD Poka antara lain: gangguan pada pendengaran, tersengat listrik, bisa luka bakar, pingsan, bahkan meninggal, pata tulang, dehidrasi, pusing, dan pinsan. (3) Berdasarkan penilaian level resiko terdapat 15 peralatan sumber bahaya tergolong sangat besar, dan 2 sumber bahaya tergolong besar pada PLTD Poka Ambon.
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PADA PENYULANG LAHA
Imanuel Latuny;
H.L. Latupeirissa;
Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v2i2.46
Peralatan sistem tenaga seperti transformator distribusi memiliki umur desain yang ditentukan oleh perusahaan manufaktur sehingga dapat beroperasi dalam kurun waktu tertentu. Namun sejalan dengan pemakaiannya dilapangan, umur transformator distribusi tersebut dapat berkurang atau bertambah dari umur desainnya. Umur transformator dapat berkurang akibat beberapa hal. Salah satu penyebab berkurangnya umur penggunaan transformator adalah pembebanan, pembebanan mengakibatkan peningkatan temperatur pada transformator. Panas yang timbul mengakibatkan terjadinya penguraian dari bahan-bahan transformator yang dapat mempercepat proses penuaan suatu transformator. Terjadinya panas yang terlalu tinggi akan dapat merubah sifat konstruksi bagian-bagian transformator. Setiap kenaikan sekitar 6°C dari batas yang diizinkan akan mengakibatkan berkurangnya umur. Kenaikan suhu ini harus dibatasi. Isolasi dari penghantar (conductor) pada belitan transformator akan mengakibatkan kerusakan jika dikenai suhu yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah, (i) menghitung seberapa besar presentasi sisa umur pakai transformator distribusi setelah digunakan sekian tahun. (ii) menghitung prediksi umur pakai transformator distribusi untuk setiap transformator yang digunakan. Penelitian ini di laksanakan pada PT. PLN Area Ambon, khususnya pada transformator distribusi yang terpasang pada penyulang/feeder Laha, dengan jumlah total transformator ada 18unit yang terdiri dari transformator tiga phasa dengan kapasitas (rating) 50 kVA 6unit, 100 kVA 4unit, 160 kVA 7 unit, dan 200 kVA 1 unit, terdapat 10unit transformator yang terbeban di atas 80% dari rating daya transformator. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada transformator yang memiliki beban 80÷100%, diperoleh bahwa susut umur pada transformator masih normal atau tidak banyak berpengaruh pada umur pemakaian transformator. Rata-rata perkiraan sisa umur transformator masih di atas 20 tahun atau masih sesuai standard.
SIMULASI GANGGUAN UNTUK PENENTUAN BREAKING CAPACITY CIRCUIT BREAKER PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV ULPLTD POKA AMBON
Axello R Wattimena;
Lory Marcus Parera;
Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v3i1.56
Sistem proteksi dalam sebuah sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting yang akan menjadi pengaman ketika terjadi gangguan listrik. Sistem proteksi paling umum yang ada pada jaringan listrik yaitu CB (Circuit Breaker). Circuit Breaker adalah peralatan proteksi rangkaian listrik yang berguna untuk memisahkan secara otomatis bagian yang mengalami gangguan, misalnya gangguan hubung singkat, arus beban lebih, dan tegangan lebih. Penentuan nilai kapasitas CB didasarkan atas kapasitas pemutusan atau breaking capacity yaitu batas kemampuan kerja atau daya tahan CB ketika dilewati arus hubung singkat. Studi gangguan hubung singkat merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembuatan sistem tenaga listrik. Dalam penentuan breaking capacity diperlukan metode analisa gangguan hubung singkat untuk mengetahui nilai arus gangguan hubung singkat yang terjadi pada sistem tenaga listrik. Analisa gangguan hubung singkat ini dilakukan dengan simulasi piranti lunak ETAP 12.6.0. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh beberapa nilai arus gangguan hubung singkat 3-Phase Fault, L-G Fault, L-L Fault, dan L-L-G Fault yang berbeda pada setiap bus dikarenakan perbedaan komponen pada setiap sistem jaringan dan juga jumlah beban yang beroperasi. Nilai arus hubung singkat terbesar dari hasil analisa, kemudian digunakan untuk menentukan nilai breaking capacity pada CB.
Analisa Stabilitas Transien Sistem Tenaga Listrik Multi Mesin 11 Bus
Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v3i1.57
Analisa stabilitas transien merupakan sebuah studi mengenai gangguan seperti hilangnya pembangkitan, pengalihan beban dan gangguan hubung singkat. Pada saat terjadi gangguan maka frekuensi pada mesin mengalami penyimpangan dari frekuensinya. Tujuan dari analisa ini adalah untuk menentukan apakah mesin akan kembali ke frekuensi sinkron setelah terjadi gangguan. Analisa dilakukan dengan membangun sistem 11 bus yang terdiri dari tiga generator. Untuk mengetahui stabilitas sistem dibuat gangguan tiga fasa pada line 4-9, di dekat bus 4. Hasil percobaan menunjukan sistem stabil saat tc = 0.4 detik, generator pada bus 10 dan bus 11 menghasilkan kurva swing bersama sehingga dikatakan stabil jika gangguan dihilangkan 0.4 detik. Namun jika tc=0.8 detik, kurva swing kedua generator menyebar sehingga dikatakan sistem tidak stabil. Berdasarkan hasil perhitungan waktu kritis CB trip pada masing-masing generator diperoleh waktu kritis CB trip pada generator bus 11 adalah tc= 0.5445 detik, dan waktu kritis CB trip pada generator bus 10 adalah tc = 0.619 detik. Berdasarkan hasil tersebut harus diatur CB untuk trip line 4-9 adalah kurang dari 0.5445 detik agar kurva daya tidak terpisah dan sistem tetap stabil setelah gangguan hilang.
PENGOPTIMALAN STABILITAS PEMBANGKIT MELALUI KONTROL ARUS EKSITASI MENGGUNAKAN PSS (POWER SYSTEM STABILIZER)
Marselin Jamlaay
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31959/js.v13i1.1497
Gangguan dan perubahan beban secara mendadak baik karena pengalihan beban atau penambahan beban menyebabkan perubahan parameter pada Sistem Tenaga Listrik yang begitu cepat. Hal ini berdambak pada mesin pembangkit yang terhubung ke sistem karena harus menjaga kestabilan putaran dan tegangan. Jika mesin pembangkit mengalami osilasi maka harus dibangun sistem yang dapat mengurangi dampak osilasi tersebut agar pembangkit tetap berada dalam kondisi stabil. PSS (Power System Stabilizer) merupakan salah satu perangkat kontrol tambahan untuk menjaga kestabilan mesin pembangkit (prime mover dan generator). Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan PSS dengan mengatur sudut eksitasi dan variabel. Dengan demikian PSS dapat dioptimalkan untuk meredam osilasi ketika diberikan perubahan beban. Diberikan penambahan beban dan pengurangan beban untuk menguji keoptimalan PSS. Hasil menunjukan PSS mampu meredam osilasi lebih cepat jika dibandingkan dengan sistem tanpa PSS. Jika menggunakan PSS waktu stabil generator 8 detik lebih cepat dibandingkan tanpa PSS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran eksitasi dan governor pada pembangkit dalam merespon perubahan tegangan dan frekuensi sistem.
KAJIAN UNJUK KERJA BEBAN TIDAK SEIMBANG PADA TRAFO DELTA
Pelpinus Sinay;
Marselin Jamlaay
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v4i1.78
Transformator (trafo) adalah suatu alat yang dapat memindahkan (menyalurkan) dan mengubah energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian listrik yang lain dengan frekuensi yang sama berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Trafo yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah trafo tiga fasa hubungan delta., yang dapat difungsikan untuk menyalurkan daya listrik tiga fasa ke beban, yang tersambung dengan beban terhubung delta. Unjuk kerja yang dimiliki dari pengaruh beban tidak seimbang pada trafo open delta, saat dibebani dengan beban tidak seimbang yang tidak sama besar pada setiap fasa, menyebabkan terjadi kenaikan arus pada setiap fasa, sehingga terjadi kenaikan daya input yang diserap oleh beban tidak seimbang mengakibatkan rugi daya (loses) yang lebih besar dengan efisiensi yang mengecil. Tujuan penelitian adalah kajian unjuk kerja beban tidak seimbang pada trafo delta dan Metode penelitian adalah metode eksperimen pada laboratorium, yang meliputi pengujian pada trafo tiga fasa hubungan delta dalam keadaan beban tidak seimbang. Hasil pengukuran menunjukan bahwa terdapat perbedaan unjuk kerja (hasil keluran) pengaruh dari beban tidak seimbang antara rata- rata arus dengan loses maupun dengan efisiensi pada trafo delta.
Analisa Potensi Kecelakaan Kerja Pada Gardu Induk Wayame Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control (HIRARC)
Mega Lidiya Wonmaly;
Marselin Jamlaay
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v4i2.99
Abstrak - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan suatu faktor yang paling penting dalam pencapaian sasaran tujuan pekerjaan. Hal ini dikarenakan hasil kinerja yang maksimal tidak ada artinya jika tingkat keselamatan kerja terabaikan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa pengendalian risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment & Risk Control atau biasa dikenal dengan HIRARC, metode ini merupakan proses mengidentifikasi bahaya pada aktifitas rutin maupun non rutin yang selanjutnya dilakukan penilaian risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, menilai kemudian melakukan pengendalian risiko bahaya tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada GARDU INDUK (GI) WAYAME, Ambon telah diperoleh hasil melalui penilaian pada 11 peralatan yang terdapat di GI Wayame, maka dapat disimpulkan Terdapat 54% potensi bahaya dengan dengan resiko sedang, 8% potensi bahaya pada sikap kerja, 41% potensi bahaya pada prosedur kerja, 20% potensi bahaya pada lingkungan kerja, dan 32% potensi bahaya pada tempat kerja. Terdapat 11 peralatan dengan resiko sangat besar masuk dalam klasifikasi potensi bahaya prosedur kerja.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGISIAN AIR MINERAL BERBASIS MONITORING ANDROID
Denny R Pattiapon;
Marselin Jamlaay
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v5i1.113
Desain prototype ini bertujuan untuk merealisasikan sebuah perangkat yang bekerja secara otomatis yang terdiri dari perangkat keras berupa perangkat mekanik dan listrik serta perangkat lunak berupa mikrokontroller dengan peralatan yang diatur oleh android menggunakan sambungan wireless yaitu bluetooth dan komponen elektronika lainnya yang dapat mengendalikan pengisian, pengendalian dan pencatatan pada mengisi depot air isi ulang. Metode yang digunakan yaitu metode rancang bangun dengan membuat sebuah perancangan alat yang dapat memudahkan pengguna depot air isi ulang melakukan pengisian secara otomatis. Hasil penelitian ini dititik beratkan pada sensor ultrasonic dengan memodifikasi jarak transmitter dan receive 1,5 cm dari jarak standar 2,5 cm, maka hasil yang didapatkan sangat maksimal pada pengisian dan pengandalian air untuk semua jenis atau merak galon. Level ketinggian air yang terukur mendapatkan level terendah 2,4 cm dengan waktu 06.39 menit dan level tertinggi 8 cm dengan waktu 06.31 menit.
Analisa Kualitas Daya Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Lory Marcus Parera;
Marselin Jamlaay;
Alven Fidel Lokollo
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54463/je.v5i1.93
PLTS memiliki permasalahan pada kualitas daya listrik yang dihasilkan pada proses switch pada inverter atau beban - beban non-linear. Kualitas daya listrik merupakan aspek yang penting dari sistem tenaga listrik. Peninjauan dan pengukuran kualitas daya listrik pada PLTS di Laboratorium Mini-grid Pungao Pattimura untuk mengetahui kualitas daya yang dihasilkan PLTS.Penelitian dilakukan dengan Metode Kuantitatif dengan cara direct observation. Penelitian ini dilakukan pengambilan data tegangan, arus dan daya yang dihasilkan PLTS terhadap beban – beban. Pengukuran dilakukan pada 3,4,dan 7 agustus 2023 dengan jangka waktu 6 jam pada pukul 09.00WIT hingga 15.00WIT. Hasil pengukuran pada hari ke -1 hingga ke-3 menemukan gangguan distorsi gelombang arus dan tingginya THD I khususnya pada orde ganjil harmonisa yang memiliki nilai maksimal 3 hari pengukuranan sebesar 107% melebihi standar SPLN yang ditetapkan serta adanya tegangan pada aliran netral instalasi. Mendapat permasalahan harmonisa pada PLTS maka diberiikan rekomendasi pemasangan filter pasif dengan perhitungan secara matematis untuk mengeliminasi harmonisa dan memperbaiki faktor daya dengan menggunakan data hari ke-2, dengan hasil perhitungan didapat perbaikan faktor daya dari 0.5 menjadi 0.85 . Diperlukan pemasangan filter pasif untuk memperbaiki faktor daya dan mengeliminasi harmonisa khusunya pada orde 3 dan 5 serta dilakukan pengecekan isolasi dan peralatan listrik.