Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off Grid Dusun I Negeri Hutumuri: Studi kasus di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon Matakena, Chelsya; Parera, Lory Marcus; Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3390

Abstract

This research aims to design an Off-Grid Solar Power Plant (PLTS) in Dusun I Negeri Hutumuri, to overcome the limited electricity supply from PLN, which often experiences periodic blackouts. Off-Grid PLTS was chosen as an alternative solution because it uses abundant solar energy in the region, is environmentally friendly, and does not depend on conventional power grids. This research begins with an analysis of the daily load requirements in Dusun I Negeri Hutumuri, which include household needs, public facilities such as schools and health centers, with total energy consumption reaching 605.064 kWh. In the design of this Off-Grid PLTS system, the main components used include solar modules, batteries, and inverters. The peak capacity required for this solar system is 172 kWp with a total energy of 168,073 Wh. Based on the calculation results, this system uses 210 solar modules connected in a series-parallel configuration, as well as five inverters with a capacity of 20 kW each. Keywords: PLTS Off-Grid, DOD, MPPT
Penggunaan Kapasitor Bank untuk Perbaikan Profil Tegangan Pada Penyulang Makariki Area Masohi Muzakkir, Dita Arisandy; Haurissa, Marceau A F; Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3414

Abstract

In the implementation of electric power distribution, various issues are frequently encountered. The distribution of electric energy through the distribution network often faces problems such as voltage drops. Power delivery through the distribution network to the load is prone to several challenges, particularly voltage drop. The Makariki feeder is classified as a relatively long radial feeder, with a total line length from the ULPL Masohi substation to the terminal point in Beben, Moti, measuring 63.37 km. Therefore, an analysis is needed to determine the voltage profile both before and after the use of a capacitor bank on the Makariki feeder distribution network. The longer the distribution line, the greater the voltage drop it experiences. The single-line diagram of the Makariki feeder was modeled in ETAP based on the obtained data. The simulation results showed that the voltage drop in the Makariki feeder under installed load conditions was 6.30%, under peak load conditions was 4.25%, and under off-peak load conditions was 3.25%. Based on these results, it can be seen that the voltage drop under installed load conditions exceeds the SPLN NO. 72 standard of 1987, which sets a maximum of 5%. After corrective measures using capacitor banks were applied to the installed load condition, voltage drops were reduced to 3.60% in scenario 1, 1.55% in scenario 2, and 2.85% in scenario 3. Among the three scenarios, all improvements showed a reduction in voltage drop on the Makariki feeder voltage profile under installed load conditions. However, the voltage drop percentages differed across scenarios. Scenario 2 demonstrated the most effective reduction in voltage drop among the three. Keywords: Voltage Profile, Capacitor Bank, Makariki Feeder, Etap Software  
KINERJA TRANSFORMATOR DAYA PADA GARDU INDUK PASSO AREA AMBON Dance Leunufna; Jamlaay, Marselin; Haurissa, Marceau
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Elko
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/08v3mk16

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja transformator daya pada gardu induk passo Area Ambon. Penelitian ini berfokus pada ketidakseimbangan beban, Rugi daya dan efisiensi transformator daya pada gardu induk passo. Data diperoleh melalui Obeservasi, Wawancara dan Studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan beban transformator daya gardu induk passo pada tahun 2022 dikatakan sangat baik karena presentasenya tidak melebihi standarisasi. Hasil perhitungan menunjukkan rugi daya tertinggi pada waktu beban puncak sebesar 21172,44 kW yang terjadi pada bulan maret 2022 dan yang terendah terjadi pada bulan juni 2022 yaitu sebesar 9380,44 kW. Efisiensi transformator daya tertinggi pada waktu beban puncak sebesar 99,8935% yang terjadi di bulan april 2022. Hasil analisis perhitungan efisiensi transformator daya pada gardu induk passo dikatakan sangat baik. Kata Kunci : Transformator, Efisiensi, Rugi Daya, Ketidakseimbangan beban, Kinerja
ANALISA KINERJA RELAY DIFERENSIAL PADA TRANSFORMATOR DAYA DI GARDU INDUK SIRIMAU MENGGUNAKAN ETAP Dina Amalia Sella; Elisabeth T. Mbitu; Marselin Jamlaay
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Elko
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/mr7zpw27

Abstract

Sistem proteksi transformator daya merupakan komponen vital dalam menjaga keandalan dan keamanan sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja relay diferensial sebagai proteksi utama transformator daya 60 MVA pada Gardu Induk Sirimau dengan menggunakan software ETAP 19.01. Metode penelitian meliputi perhitungan parameter proteksi, setting relay diferensial, dan simulasi gangguan internal maupun eksternal pada sistem transformator. Hasil perhitungan menunjukkan arus nominal pada sisi primer 150 kV sebesar 230,94 A dan sisi sekunder 22 kV sebesar 1574,59 A. Nilai error mismatch diperoleh sebesar 0,1955% pada sisi primer dan 0,2045% pada sisi sekunder, masih dalam batas toleransi standar maksimal 5%. Arus sekunder CT pada sisi primer (I?) sebesar 3,849 A dan sisi sekunder (I?) sebesar 3,936 A. Arus diferensial (Id) dihitung sebesar 0,087 A dengan arus penahan (Ir) 3,8925 A, menghasilkan persentase slope 2% dan arus setting relay 0,0778 A. Hasil simulasi rele diferensial menunjukan rele diferensial bekerja dengan optimal pada saat terjadi gangguan internal hubung singkat pada transformator dengan mentripkan CB untuk mengamankan Transformator dan agar gangguan tidak merambat ke komponen lainnya. Kata Kunci: relay diferensial, sistem proteksi, transformator
PERANCANGAN PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK PADA GARDU HUBUNG POKA Rikumahu, Jacob; Pattiapon, Denny; Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i1.286

Abstract

Proses pendistribusian di Pusat Listrik Poka dimulai dari Gardu Hubung (GH) Poka dimana terdapat 4 busbar (rel daya) 20 KV yaitu busbar 20 KV Ansaldo, busbar 20 KV Siemens, busbar 20 KV CAT dan busbar 20 KV ABC, dimana ke 4 busbar tersebut menyalurkan listrik berdasarkan output dari setiap generator yang dalam kondisi generator sementara beroperasi. Jika terjadi gangguan pada 4 busbar yang ada maka : pemakaian sendiri (P.S) seperti saparator, elektromotor, radiator, pompa-pompa yang terhubung pada busbar 20 KV tidak dapat difungsikan, pemakaian sendiri (P.S) untuk penerangan sentral PLTD Poka akan padam, mesin-mesin yang ada tidak dapat dioperasikan. Bila terjadi gangguan di CAT 20 KV busbar kita dapat memanufer di gardu hubung Poka dengan memasukan Coupling (2) agar pemakaian sendiri (P.S) dan generator CAT yang terhubung ke CAT 20 KV busbar dapat menggunakan busbar lain yaitu GMT 20 KV busbar dan ABC 20 KV busbar. Dengan begitu pemakaian sendiri dan CAT unit 4 dan 5 dapat difungsikan.
PENGGUNAAN MOTOR SINKRON TIGA PHASA TIPE SALIENT POLE SEBAGAI GENERATOR SINKRON Pattiapon, Denny Richard; Rikumahu, Jacob J; Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i2.386

Abstract

Suatu motor sinkron bila hendak digunakan sebagai generator sinkron, maka motor tersebut harus digerakkan oleh suatu penggerak mula pada kecepatan sinkron dan belitan rotornya harus dieksitasi melalui suatu catu daya DC. Dalam mengoperasikan motor sinkron sebagai generator sinkron adalah motor sinkron tidak memiliki penguatan medan atau eksitasi sendiri (self excitation), sehingga dibutuhkan catu daya tegangan DC yang dapat diatur untuk kebutuhan eksitasi medan rotor. Penguat atau eksitasi sendiri digunakan untuk menghasilkan eksitasi medan pada motor sinkron agar dapat beroperasi sebagai generator sinkron. Rangkaian catu daya DC dapat berupa rangkaian yang terpisah dari generator ataupun rangkaian yang tidak terpisah dalam hal ini tegangan keluaran (output) generator disearahkan dan digunakan sebagai catu daya eksitasi medan.Metode yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah riset dan pengembangan yaitu suatu metode yang dipakai untuk mengembangkan model, alat atau aplikasi tertentu berdasarkan proses penelitian.Dimana motor sinkron dioperasikan sebagai generator sinkron yang menggunakan penguat medan terpisah, dengan beban 0 – 210 Watt, ternyata yang terjadi adalah semakin besar beban yang diberikan  pada generator, maka putaran generator dan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator mengalami penurunan, sehingga putaran generator harus distabilkan kembali pada putaran 1500 Rpm dan tegangan keluaran pada masing-masing fasa harus distabilkan pada 220 VAC, sedangkan dengan menggunakan penguat medan sendiri dengan beban 0 - 240 Watt, yang terjadi adalah tegangan eksitasi generator yang dihasilkan dari penguat medan sendiri (self excitation) akan tetap stabil, dan akan adalah putaran motor sinkron menurun dan harus distabilkan kembali pada putaran 1500 Rpm, tegangan eksitasi generator yang disuplai dari penguat medan sendiri tetap stabil. Sedangkan tegangan keluaran pada generator sinkron mengalami penurunan dari 252 VAC pada beban nol sampai 220 VAC pada beban maksimum dan arus mengalami peningkatan
DISAIN KONTROL AIRBLAST BERBASIS PLC SEBAGAI MODUL PEMBELAJARAN PRAKTIK OTOMATISASI INDUSTRI Haurissa, Marceau A. F.; Jamlaay, Marselin; Parera , Lory M.
JURNAL SIMETRIK Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v12i2.1242

Abstract

Kontrol airblast pada modul praktik sebelumnya telah didisain secara konvensional dengan menggunakan sejumlah relai kontaktor sebagai otak kontrol menggunakan sistem pengkabelan yang banyak. Modul praktik airblash yang merupakan kontrol konvensional, diaplikasikan menggunakan kontrol otomatis berbasis PLC. Disain ladder diagram dibuat berdasarkan kondisi logika kontrol konvensional sesuai modul praktik airblast. Kemudian dilakukan simulasi test menggunakan CX One-Programmer untuk mengetahui kesesuaian logika kontrol sesuai tahapan kerja sistem airblast dan menginstalasikan pada PLC. Penelitian ini bertujuan mendisain ladder diagram PLC dan memprogramkan pada PLC agar dapat berkerja sesuai diskripsi kontrol konvensional sistem airblash. Hasil disain ladder diagram PLC mampu menjalankan kontrol pusat airblash dan bekerja sesuai diskripsi kontrol pada posisi operasi normal dan posisi operasi manual. Sistem instalasi kontrol airblash berbasis PLC lebih sederhana dibandingkan instalasi airblash pada sistem konvensional yang banyak menggunakan kabel penghubung didalam panel kontrol.
PENGOPTIMALAN STABILITAS PEMBANGKIT MELALUI KONTROL ARUS EKSITASI MENGGUNAKAN PSS (POWER SYSTEM STABILIZER) Jamlaay, Marselin
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1497

Abstract

Gangguan dan perubahan beban secara mendadak baik karena pengalihan beban atau penambahan beban menyebabkan perubahan parameter pada Sistem Tenaga Listrik yang begitu cepat. Hal ini berdambak pada mesin pembangkit yang terhubung ke sistem karena harus menjaga kestabilan putaran dan tegangan. Jika mesin pembangkit mengalami osilasi maka harus dibangun sistem yang dapat mengurangi dampak osilasi tersebut agar pembangkit tetap berada dalam kondisi stabil. PSS (Power System Stabilizer) merupakan salah satu perangkat kontrol tambahan untuk menjaga kestabilan mesin pembangkit (prime mover dan generator). Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan PSS dengan mengatur sudut eksitasi dan variabel. Dengan demikian PSS dapat dioptimalkan untuk meredam osilasi ketika diberikan perubahan beban. Diberikan penambahan beban dan pengurangan beban untuk menguji keoptimalan PSS. Hasil menunjukan PSS mampu meredam osilasi lebih cepat jika dibandingkan dengan sistem tanpa PSS. Jika menggunakan PSS waktu stabil generator 8 detik lebih cepat dibandingkan tanpa PSS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran eksitasi dan governor pada pembangkit dalam merespon perubahan tegangan dan frekuensi sistem.
Coordination and Setting of Overcurrent Relays on The PLTMG BMPP Nusantara 1 Generator Ronal Siregar; Marceau Haurissa; Marselin Jamlaay
Jurnal JEETech Vol. 7 No. 1 (2026): Nomor 1 May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jeetech.v7i1.71001

Abstract

The electrical power system can distribute electrical energy optimally if power plants generate electrical energy with high reliability. However, disturbances in the electrical system can affect reliability. Therefore, safety equipment is necessary. In electrical power systems, protection devices are used to minimize disturbances, and protection relays must function properly. One of the protection devices used in generators is an overcurrent relay. To avoid relay failure, it is important to evaluate the overcurrent relay and test the reliability characteristics of the relay. Based on the overcurrent relay coordination test results, the calculation settings show that the relay is capable of handling maximum and minimum short-circuit currents, but with the existing settings, the relay does not function properly at minimum short-circuit currents. The maximum short-circuit current is 17.185A, and the minimum fault current is 13.828A. Comparing the calculation results with the existing settings, there are differences: for the inverse relay, the primary setting current is 494A and the secondary setting current is 0.988A, while for the definite time relay, the primary current is 3.666A and the secondary current is 7.3A with a relay operating time setting of 0.5 seconds. Meanwhile, the primary setting current value for the definite time relay is 526A and the secondary current is 1.05A, while the primary setting current for the definite time relay is 1.173A and the secondary current is 2.34A with an operating time of 0.6s. In the inverse relay, the calculated setting current value is lower than the existing setting. For the definite-time relay, the test results show a faster operating time and a higher setting current compared to the existing conditions, so the calculated results have the potential to improve the reliability of protection against overcurrent faults. By evaluating existing relay settings against calculated minimum and maximum short circuit currents, this study identifies critical gaps in generator protection. The data suggests that current settings lack the necessary sensitivity for low level fault detection. Consequently, we developed more responsive inverse and definite time relay configurations. This approach enhances the overall dependability of the protection scheme and serves as a vital technical guide for engineers tasked with optimizing overcurrent relay coordination in complex power grids."