Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : agriTECH

Analisis Strategi Penanganan Risiko Kekurangan Pasokan pada Industri Pengolahan Rumput Laut: Kasus di Sulawesi Selatan Sarinah Sarinah; Taufik Djatna
agriTECH Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.517 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9410

Abstract

Risk management plays a critical role in improving the efficiency of supply chain of raw materials to support industrial production processes. It is critical in the sense that it can be employed to identify any potential risks before they be used to reduce the potential shortage of dried seaweed supply needed by PT XYZ using pemasok selection. This supply chain model. The best selected suppliers were determined through assessing different assigned weights to the criteria and sub-criteria constructed in a Analytic Hierarchy Process (AHP) tree. PT XYZ is an alkali treated cottoni (ATC) chips and SRC powder supplier network with low risk supply chain partnership. ABSTRAKStrategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya. Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode  risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP) untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC)-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah.
Rancangan Model Performansi Risiko Rantai Pasok Agroindustri Susu dengan Menggunakan Pendekatan Logika Fuzzy Winnie Septiani; Taufik Djatna
agriTECH Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.21 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9423

Abstract

The critical point of performance and risk supply chain in a dairy product agro-industries was found in the product’s perishable characteristics. Bacterial and antibiotic contaminations have been identified as the major risks. This risks arise from a series of activities strarting from farms, cooperatives and Milk Processing Industry that will affect the entire supply chain performance. This paper aimed to design performance and risk supply chain model for agroindustrial dairy product supply chain risks by using Fuzzy Associative Memories (FAMS) approach. The approach is used to translate a quantity that is expressed using the language (linguistic). The fuzzy logic system provides four basic elements, namely : (i) rule base; (ii) inference engine; (iii) fuzzification; (iv) defuzzification. There are three proposed components in the model, namely : (i) performance profile; (ii) risk profile and (iii) risk exposure, which were expressed in time, cost and quality. The initial stage began with the analysis of invetible exposure risk exposure, including analysis of environmental and configuration characteristics, as well as dairy agro-industries supply chain. The second stage was analysis of evitable exposure risk, while the third stage was to change, risk exposure into time, cost and quality performance units. The second stage generateds risk magnitude of risk as a function of probability and severity, the two value that were measured with Fuzzy Associative Memories (FAMS). The Model, therefore  showed the  impact of emerging risks damage to the agro-industry supply chain, which could be measured and be minimized in order to improve the robustnesss of the supply chain.ABSTRAKTitik kritis dari performansi dan risiko rantai pasok agroindustri susu terletak pada karakteristik produknya yang mudah rusak. Risiko tertinggi yang teridentifikasi pada rantai ini adalah risiko susu terkontaminasi bakteri dan antibiotik. Risiko ini muncul dari rangkaian aktivitas yang terjadi mulai dari peternakan, koperasi dan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang akan mempengaruhi performasi rantai pasok keseluruhan. Paper ini bertujuan untuk merancang model performansi dan risiko rantai pasok agroindustri susu dengan menggunakan pendekatan Fuzzy Assosiated Memories (FAMs). Logika fuzzy digunakan untuk menerjemahkan suatu besaran yang diekspresikan menggunakan bahasa (linguistic). Secara umum dalam sistem logika fuzzy terdapat empat buah elemen dasar, yaitu: basis kaidah (rule base), mekanisme pengambilan keputusan (inference engine), proses fuzzifikasi (fuzzification) dan proses defuzzifikasi (defuzzification). Ada tiga komponen yang dipertimbangkan dalam rancangan model yaitu profil performansi, profil risiko dan eksposur risiko dalam ukuran waktu, biaya dan kualitas. Tahap pertama dimulai dengan menganalisis eksposur risiko yang tidak terhindarkan yang meliputi analisis karakteristik lingkungan dan konfigurasi serta karakteristik rantai pasok agroindustri susu. Tahap kedua adalah menganalisis eksposure risiko yang dapat dihindari. Tahap ketiga adalah mengubah eksposur risiko ke dalam ukuran performansi waktu, biaya dan kualitas. Pada tahap kedua dihasilkan magnitude risiko, yang merupakan fungsi dari nilai probabilitas dan severity yang dilakukan dengan menggunakan Fuzzy Assosiated Memories (FAMs).Dengan model ini diharapkan dampak kerusakan dari risiko yang muncul pada rantai pasok agroindustri susu dapat terukur dan dapat diminimasi sehingga dapat meningkatkan ketangguhan (robustnes) dari rantai pasok.
Prediksi Masa Kedaluwarsa Wafer dengan Artificial Neural Network (ANN) Berdasarkan Parameter Nilai Kapasitansi Erna Rusliana Muhamad Saleh; Erliza Noor; Taufik Djatna; Irzaman Irzaman
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.948 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9541

Abstract

Wafer is type of biscuit frequently found on expired condition in market, therefore prediction method should be implemented to avoid this condition. apart from the prediction of shelf-life of wafer done by laboratory test, which were time-consuming, expensive, required trained panelists, complex equipment and suitable ambience, artificial neural network (ANN) based dielectric parameters was proposed in nthis study. The aim of study was to develop model to predict shelf-life employing aNN based capacitance parameter. Back propagation algorithm with trial and error was applied in variations of nodes per hidden layer, number of hidden layers, activation functions, the function of learnings and epochs. The result of study was the model was able to predict wafer shelf-life. The accuracy level was shown by low MSE value (0.01) and high coefficient correlation value (89.25%).ABSTRAKWafer adalah jenis makanan kering yang sering ditemukan kedaluwarsa. Penentuan masa kedaluwarsa dengan observasi laboratorium memiliki beberapa kelemahan, diantaranya memakan waktu, panelis terlatih, suasana yang tepat, biaya dan alat uji yang kompleks. alternatif solusinya adalah penggunaan artificial Neural Network (ANN) berbasiskan parameter kapasitansi. Tujuan kerja ilmiah ini adalah untuk memprediksi masa kedaluwarsa wafer menggunakan aNN berbasiskan parameter kapasitansi. algoritma pembelajaran yang digunakan adalah Backpropagation dengan trial and error variasi jumlah node per hidden layer, jumlah hidden layer, fungsi aktivasi, fungsi pembelajaran dan epoch. Hasil prediksi menunjukkan bahwa aNN hasil pelatihan yang dikombinasikan dengan parameter kapasitansi mampu memprediksi masa kedaluwarsa wafer dengan MSE terendah 0,01 dan R tertinggi 89,25%.
Penerapan Fuzzy TOPSIS dalam Penentuan Lokasi Kawasan Pengembangan Rantai Pasok Bioenergi Kelapa Sawit Petir Papilo; Taufik Djatna; Yandra Arkeman; Marimin Marimin
agriTECH Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.361 KB) | DOI: 10.22146/agritech.12528

Abstract

This study aims to obtain the best location of the target area of agro-industrial development of bioenergy in the supply chain. Through a systems approach, using fuzzy TOPSIS, an analysis of various key criteria was conducted, including availability of raw materials, land conditions and prices, the ease of access to transportation, the distance to the city center, the availability of labor at the target location, availability of infrastructure – such as water and electricity, the use of the location and orientation of multiplier effect. Based on the results of the analysis that has been done, from the five areas being targeted for locations of bioenergy agro-industry development in the province of Riau, including Industrial Area Kuala Enok; Palm Oil Region in Rokan Hulu; Pelintung Dumai Industrial Area; Palm Oil Region in Bagan Batu Rokan Hilir and Teknopolitan Region in Pelalawan, the one that has been voted the best location is Pelintung Dumai Industrial Area. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh lokasi terbaik yang menjadi target kawasan pengembangan agroindustri bioenergi dalam satu mata rantai pasokan. Melalui pendekatan sistem, dengan menggunakan metode fuzzy TOPSIS, dilakukan analisis terhadap berbagai kriteria penting diantaranya ketersediaan bahan baku, kondisi lahan dan harga, kemudahan akses transportasi, jarak lokasi dengan pusat kota, ketersediaan tenaga kerja pada lokasi sasaran, ketersediaan infrastruktur seperti air dan listrik, orientasi pemanfaatan lokasi serta multiflier effect.  Berdasarakan hasil analisis yang telah dilakukan, dari lima target kawasan yang menjadi sasaran lokasi pengembangan agroindustri bioenergi di Provinsi Riau, diantaranya Kawasan Industri Kuala Enok, Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit di Rokan Hulu, Kawasan Industri Pelintung Dumai, Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit di Bagan Batu Rokan Hilir dan Kawasan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan, telah terpilih lokasi terbaik, yakni di Kawasan Industri Pelintung Dumai
Mitigasi Rantai Pasok Rumput Laut dengan Pendekatan House of Risk dan Fuzzy AHP di Kabupaten Maluku Tenggara Wellem Anselmus Teniwut; Kamilius Deleles Betaubun; Marimin Marimin; Taufik Djatna
agriTECH Vol 40, No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.072 KB) | DOI: 10.22146/agritech.27770

Abstract

Seaweed is among fishery commodities with great potential economy prospect. Southeast Maluku District is one of the main producers in Eastern region of Indonesia. Despite the high production since 2012, the number of farmers and the product has declined due to inadequate supply chain coordination and information dissemination among members. Therefore, this study aimed to mitigate the assymetric information in the region using the house of risk (HOR) to identify the risks to be addressed, and also provide response on the source of supply chain risk. Furthermore, Analytic hierarchy process (AHP) with fuzzy approach was used to determine the major factor, and then choose the best alternative to mitigate asymmetric information in the supply chain. Results showed there were five factors that contributed 70% risks. The results also indicated that dependence on local distributor was a factor that had to be prioritized and addressed. In addition, to mitigate the operational risks, findings showed it is necessary to establish seaweed farmers forum, which is the best approach based on the cost and effectiveness. This study also stated that local ,government of Southeast Maluku District was the main actor that helps to overcome the risks and asymmetric information problem. Therefore, the best alternative was to form an information center for seaweed cultivation, which will provide the knowledge of prices and potential buyer outside the region.
Co-Authors Afifah Nur Arfiana Agus Buono Agus Mulyana Aisah Rini Susanti Akhmad Fatikhudin Andri Agung Riyadi Annisa Annisa Asep Herman Suyanto Basrum Basrum Betaubun, Kamilius D Dadan Kusdiana Delfitriani Dianawati Dianawati Dianawati Dinar Ajeng Kristiyanti Ditdit N Utama E Gumbira Said Eddy Prasetyo Nugroho Erliza Hambali Erliza Noor Erna Rusliana Muhamad Saleh Erni Krisnaningsih Fadly Akbar Saputra Faqih Udin Galih Kurniawan Sidik Galih Kurniawan Sidik Hasbi Rahma Yani Helynda Mulya Arga Retha Hendra Utama Heru Sukoco Hidayat, Agriananta Fahmi Ifri Handi Lubis Imas Sukaesih Sitanggang Indah Yuliasih Irfan Wahyudin Irman Hermadi Irwansyah Saputra Irwansyah Saputra Irzaman, Irzaman Kamilius Deleles Betaubun Khusun, Helda Laksana Tri Handoko Lira Ruhwinaningsih M Amirul Ghiffari M. Syamsul Maarif Machfud Machfud Marimin , Ma’ruf Pambudi Nurwantara Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muslich Muslich Nastiti S Indrasti Nastiti S.I. Nastiti Siswi Indrasti Neny Rosmawarni Nina Hairiyah Paduloh Paduloh Petir Papilo Puspa Eosina Rahmat Fadhil Rahmat Wahyudi Nasution Ramdani, Ahmad Luky Riki Ruli A. Siregar Riki Ruli A. Siregar, Riki Ruli A. Rina Fitriana Rina Fitriana Ruhul Amin Sambas Sundana Sapta Rahardja Sarinah Sarinah Sergius Sarmose Manggara Putra Sarmose Manggara Putra Silmi Azmi Sitanggang, Imas S. Siti Yuliyanti, Siti Sony Hartono Wijaya Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Suprihatin Suprihatin Tanti Novianti Teniwut, Wellem Anselmus Thabed Tholib Baladraf Ummi Safrianti Vonny Setiaries Johan Windi Habsari Winnie Septiani Wisnu Ananta Kusuma Yandra Arkeman Yandra Arkeman Yani Nurhadryani Yogi Purna Rahardjo Yusianto Rindra Zulfikar Dabby Anwar