Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Model Program Magang Guru Industri untuk Meningkatkan Kompetensi dan Keterampilan Guru Pendidikan Vokasi Tantri Kusuma Dewi; Yoto; Nurul Hidayati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1206

Abstract

Program magang guru industri menjadi strategi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menganalisis model-model program magang yang efektif, mengidentifikasi strategi peningkatan kompetensi guru, dan mengeksplorasi tantangan implementasi serta solusinya. Melalui studi literatur komprehensif, ditemukan bahwa desain program yang fleksibel, integrasi pengalaman industri ke dalam kurikulum, dan kemitraan yang kuat antara sekolah dan industri merupakan faktor-faktor kritis keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam relevansi pembelajaran, pengembangan soft skills siswa, dan kesiapan lulusan menghadapi tuntutan industri modern. Rekomendasi meliputi standardisasi program nasional, integrasi teknologi dalam pelaksanaan, dan pengembangan sistem monitoring berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program magang guru industri, dengan implementasi yang tepat, dapat menjadi katalis transformasi pendidikan vokasi di Indonesia.
Trapunto Quilting Innovation on Sasirangan Fabric and Community Response in South Kalimantan Lusi Arianti; Nurul Hidayati
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.65917

Abstract

The Akara Jukun Sasirangan fashion collection is inspired by the unique destination of Pasar Terapung. “Akara” comes from the Sanskrit language meaning form, while ‘Jukun Sasirangan’ comes from the Banjar language, meaning boat and Sasirangan fabric. This concept depicts the activities of people who conduct buying and selling transactions on a boat floating on the river. This urban style fashion design was developed based on Sasirangan fabric by applying trapunto quilting technique, adjusted to the character of modern, dynamic, and functional urban style. The design process began with an exploration of the latest fashion trends to determine silhouettes and design details that suit the tastes of women aged 17-35 years in South Kalimantan. This research uses a qualitative descriptive method that includes the stages of exploration, design, realization, and data collection of community responses. The results of the data indicators show that this fashion design innovation can be well received by the community, especially in the Pelaihari City area, especially in the aspects of comfort and visual appeal. This positive response indicates a great opportunity to develop traditional fabrics into the realm of modern fashion without losing cultural values, but still paying attention to market segmentation and consumer tastes.
Optimalisasi Kapasitas Digital UMKM Fashion melalui Pengembangan Platform Bisnis Digital dan Strategi Pemasaran Berkelanjutan di Kota Malang Ajeng Atma Kusuma; Nurul Hidayati; Rizka Sarah Heydarina F A; Bunga Fefiana Mustikasari; Agus Sunandar; Febrilian Sudrajat; Al Fiandini
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.26201

Abstract

Sebagian besar UMKM fashion di Kota Malang telah hadir secara daring, namun kehadiran tersebut belum disertai kapasitas digital yang memadai. Pemetaan awal terhadap 15 pelaku usaha dari 11 UMKM menunjukkan seluruh peserta (100%) aktif di Instagram, tetapi tidak satu pun memiliki situs web resmi yang aktif, dan 67% menjalankan promosi secara spontan tanpa perencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas digital mitra melalui tiga luaran, yaitu pengembangan platform bisnis digital berupa situs web resmi, penyusunan strategi pemasaran digital terintegrasi, serta penguatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dalam empat tahap: analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan platform, implementasi dan pelatihan, serta evaluasi. Mitra utama kegiatan adalah Dua Sisi Fashion Studio, dengan pelibatan sepuluh UMKM fashion lain sebagai mitra ekstensi. Hasil kegiatan menunjukkan telah dihasilkan situs web resmi yang responsif dan memuat profil, program, galeri karya, serta kanal kontak terintegrasi. Rata-rata skor pemahaman peserta meningkat dari 22,33 (44,66%) menjadi 43,73 (87,46%) dari skor maksimal 50, dengan nilai N-Gain 0,77 yang tergolong kategori tinggi. Capaian keterampilan praktis mencapai 87,47% dan tingkat kepuasan mitra mencapai 92,67% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyediaan platform bisnis digital yang disertai pelatihan dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas digital UMKM fashion.
FASHION DESIGN CREATIVITY IN THE DIGITAL ERA: THE INFLUENCE OF AI ON PINTEREST, DESIGN APPS, AND K-POP TRENDS Sriwahyuningsi Hamar; Nurul Hidayati; Muhammad Aris Ichwanto; Marsono; Inas Amatullah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8278

Abstract

Study This aim For analyze influence Pinterest AI usage , app digital design , and K-pop trends towards creativity design fashion Vocational high school students majoring in Fashion Design. Research use approach quantitative with method survey correlational , involving 232 students from three different vocational schools . Data analyzed use Structural Equation Modeling (SEM) via device AMOS software . Research results show that Pinterest's use of AI has influence significant to use application digital design and in direct increase creativity design fashion students . Application digital design is also proven give contribution positive to creativity student in designing fashion . Although K-pop trend is not show influence significant direct​ to creativity , but own potential influence No direct through improvement Pinterest AI usage and apps design . findings This indicates that integration digital technology and culture popular can be an effective strategy in increase competence creative students in the field design fashion . Research This give implications important for development curriculum and learning strategies that are oriented towards needs digital fashion industry .
SMART VISUAL DETECTION BERBASIS DEEP LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA YOLO UNTUK INDENTIFIKASI CACAT PADA PRODUK GARMEN Ajeng Atma Kusuma; Rais Amin; Nurul Hidayati; Agus Sunandar; Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan; Rizki Yulianingrum Pradani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.9319

Abstract

Industri garmen merupakan sektor yang sangat bergantung pada ketepatan dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Namun, proses pemeriksaan cacat pada bahan maupun produk akhir masih banyak dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan mengurangi efisiensi produksi. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan sistem deteksi otomatis berbasis teknologi terkini untuk membantu proses quality control. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Smart Visual Detection berbasis Deep Learning dengan menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) sebagai metode utama untuk mengidentifikasi berbagai jenis cacat pada produk garmen. Penelitian ini menggunakan metode deep learning dengan menggunakan algoritma YOLO v11 sebagai sistem utama untuk mendeteksi cacat secara visual pada produk garmen yaitu Rok A-Line, dengan tahapan meliputi pengumpulan data gambar cacat garmen, pelabelan dataset, pelatihan model YOLO, serta pengujian performa sistem dalam mendeteksi jenis dan lokasi cacat pada gambar. Proses pelatihan dilakukan dengan parameter yang disesuaikan agar model dapat mengenali pola cacat seperti robekan, noda, atau ketidakteraturan jahitan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi cacat dengan tingkat akurasi yang tinggi dan waktu pemrosesan yang efisien. Program ini dinilai berhasil berfungsi sebagai alat bantu dalam proses identifikasi cacat produk garmen secara otomatis. Meskipun masih berupa tahap awal, sistem ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi perangkat terintegrasi dengan kamera Industri sehingga dapat diterapkan langsung di lini produksi. Penelitian ini menjadi langkah awal menuju implementasi teknologi Artificial Intelligence dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi di industri fesyen. 
TRANSFORMASI DESAIN FESYEN VIRTUAL 3D DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE LUMA Ajeng Atma Kusuma; Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan; Nurul Hidayati; Agus Sunandar; Sri Eko Puji Rahayu; Rizki Yulianingrum Pradani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.8885

Abstract

Industri fesyen masih banyak yang belum menerapkan prinsip leberlanjutan baik dari segi produksi maupun hasil produk. Tujuan pemanfaatan teknologi artificial intelligence LUMA untuk membantu mengubah desain fesyen dari model 2D statis ke model 3D bergerak yang outputnya berupa video virtual show. Hal ini merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan prinsip fashion yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode mixed metode, pengambilan data kualitatif menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur yang dilakukan pada dua puluh tiga fesyen desainer yang tergabung dalam anggota IFC Chapter Malang. Metode kuantitatif digunakan untuk validasi hasil desain LUMA yang dilakukan oleh validator ahli menggunakan angket dengan skala likert. Proses digitalisasi desain dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan analisis tren, mind mapping dan storyboard, moodboard digital, ilustrasi digital menggunakan Ibispaint dan teknologi LUMA untuk mengubah gambar visual menjadi video 3D, total waktu keseluruhan yang dibutuhkan hanya sekitar 56 menit. Hasil video LUMA menampilkan visual 3D yang realistis seperti model berjalan di atas runway dengan tidak merubah desain awal. Keuntungan lain adalah proses revisi desain dapat dilakukan dengan mudah tanpa menghasilkan limbah material. Video desain hasil generate LUMA juga dapat dijadikan sebagai digital sample produksi untuk komunikasi dengan konsumen secara efektif dan efisien. Teknologi LUMA mrnunjukkan dapat digunakan dalam desain fesyen untuk mempercepat siklus produksi, meningkatkan kualitas visual, dan mendukung prinsip keberlanjutan dengan mengurangi limbah tekstil dan kertas. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi pelaku industri fesyen untuk beralih ke proses produksi yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.