Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Evaluasi Status Reproduksi Domba Garut Jantan Tipe Tangkas Surya Kusuma Wijaya; Ligaya ITA Tumbelaka; Iman Supriatna; Daisy Tambajong
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 7 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.527 KB) | DOI: 10.29244/avi.7.1.55-63

Abstract

Domba garut merupakan salah satu aset plasma nutfah Jawa Barat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber daging. Domba garut memiliki keunikan tersendiri, terutama untuk jenis garut jantan tipe tangkas, sebagai daya tarik wisata daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara ukuran fisik domba garut jantan tipe tangkas, yaitu bobot badan, lingkar skrotum, dan produksi semen dengan status reproduksi domba jantan. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur hewan coba secara fisik pada kelompok umur 3 bulan, 6-12 bulan, 13-18 bulan, 19-24 bulan, dan 36-48 bulan. Evaluasi semen dilakukan pada semua kelompok umur. Pemilihan domba jantan garut tipe tangkas didasarkan pada sifat kualitatif dan kuantitatif. Sifat kualitatif (bentuk tanduk) yang dipilih oleh petani ialah gayor (44,44%), ngabendo (33,33%), leang (16,67%), dan ngagolong tali (5,56%). Sifat kuantitatif meliputi bobot badan, lingkar skrotum, dan panjang skrotum pada domba jantan, yang meningkat sampai kelompok usia 18-24 bulan. Evaluasi semen menunjukkan nilai tertinggi ditemukan pada kelompok usia 18-24 bulan. Bentuk tanduk tipe tangkas tidak memiliki korelasi dengan bobot badan, lingkar skrotum, dan panjang skrotum garut jantan secara statistik.
Identifikasi Penyebab Penyakit Kulit pada Domba di Peternakan Kandangku Bogor Erni Sulistiawati; Heryudianto Vibowo; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Tekad Urip Pambudi Sujarnoko
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.1.29-36.2023

Abstract

Penyakit kulit menjadi salah satu isu penting pada peternakan karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat dampak zoonosis, penurunan kualitas dan harga jual ternak domba. Penyebab penyakit kulit seperti dermatofit dan infestasi ektoparasit menjadi perhatian serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi penyebab penyakit kulit pada ternak domba yang baru didatangkan ke peternakan guna membantu peternak agar tidak terjadi kesalahan dalam mengenali jenis penyakit kulit sehingga dapat membantu dokter hewan dalam penentuan penanggulangan yang tepat. Penelitian dilakukan pada 10 ekor domba yang baru hadir pada lokasi peternakan Kandangku, Bubulak Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 23 September 2022. Teknik koleksi data primer diperoleh dari hasil pemeriksaan klinis dan pencatatan body condition score (BCS), hasil evaluasi mikroskopik dari sampel rambut dan kulit menggunakan metode kerokan kulit dan trichogram. Jika hasil mikroskopik menemukan spora jamur, selanjutnya dilakukan kultur dermatofit menggunakan Kruse Dermatophyte Test serta pemeriksaan sitologi kultur. Gejala klinis pada kedua penyebab penyakit kulit sangat serupa yakni alopesia, rambut rapuh, berketombe dan keropeng sedangkan rata-rata BCS sekitar 1.3. Hasil pemeriksaan kerokan kulit ditemukan ektoparasit Bovicola ovis pada dua ekor domba, hasil pemeriksaan trichogram berupa temuan spora jamur dermatofit ditemukan pada seluruh domba yang diteliti, sedangkan pemeriksaan lanjut kultur dermatofit menunjukkan hasil mikroskopik adanya bentuk hifa dan jenis konidia jamur non dermatofit yaitu Aspergillus sp. Pencegahan dan penanggulangan dini terhadap kedua penyebab penyakit kulit memerlukan perhatian untuk mencegah kerugian peternak diantaranya dengan peningkatan BCS melalui pemenuhan nutrisi hewan didukung dengan sanitasi.
Keragaman Jenis Lalat Pengganggu pada Kuda di Istana Kepresidenan Cipanas Zaman, Syifa Faujiah; Siagian, Tetty Barunawati; Wijaya, Surya Kusuma; Nuriman, Trian Gustiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15595

Abstract

Kuda merupakan jenis mamalia pemakan rumput yang cukup berperan penting dalam kehidupan manusia sejak bertahun-tahun yang lalu. Permasalahan yang sering terjadi pada kuda, yaitu akibat infestasi ektoparasit. Salah satu ektoparasit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan pada kuda, yaitu lalat. Lalat merupakan ektoparasit sebagai vektor penyakit dari agen virus, bakteri, protozoa, dan telur cacing. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis lalat pengganggu pada kuda serta mengevaluasi faktor lingkungan yang mendukung keberadaannya. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu. Lalat ditangkap menggunakan perangkap lem kertas dan secara manual dilakukan dengan cara mengambil atau menangkap lalat secara langsung pada setiap bagian tubuh kuda. Lem kertas dipasang di lingkungan sekitar kandang kuda, area paddock, dan area umbaran. Waktu penangkapan lalat pada pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore. Lalat yang terperangkap dalam lem kertas dieuthanasi menggunakan alkohol dan disimpan dalam pot sampel yang berisi alkohol 70% hingga pemeriksaan. Semua sampel kemudian dibawa ke laboratorium stable kuda Istana Cipanas untuk diamati dan diidentifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi. Hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kepadatan lalat yang dinyatakan sebagai kelimpahan nisbi dan dominasi spesies. Lalat pengganggu yang ditemukan di stable kuda Istana Kepresiden Cipanas, yaitu Musca domestica 53, 31%, Chrysomya megacephala 4,61%, Sarcophaga sp. 0,01%, dan Tabanus sp. 0,04%. Lalat pengganggu yang paling dominan adalah jenis lalat Musca domestica. Keberadaan lalat ini erat kaitannya dengan suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan manajemen kebersihan yang kurang baik, sehingga mempengaruhi tingginya populasi lalat di stable kuda Istana Kepresidenan Cipanas. Kata kunci : Kuda, lalat penggaggu, Musca domestica
Study on Sheep Animal Welfare in Traditional Farmer, Located in Agro Edutourism Mulyaharja Bogor Regency Astini, Wining; Endah Anggraeni, Henny; Barunawati Siagian, Tetty; Sulistiawati, Erni; Vibowo, Heryudianto; Wijaya Kusuma, Surya; Budiono, Dwi; Fardesiana Putri, Miranti; Zahidah, Siti; Haikal, Muhammad; Faisal, Agus
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian farmers do not understand about the meaning of animal welfare. It makes to be difficult to implement the animal welfare. It also impacts to the production and reproduction of the animal. On the other side, the sheep livestock in Mulyaharja are maintained traditionally. This study aims to evaluate the implementation of animal welfare principle in traditional sheep farming  in Mulyaharja subdistrict. This study used purposively sampling. The data analysis method is descriptive by processing data from interviews. The Animal Needs Index were used in this study. This study highlights significant shortcomings in sheep welfare under traditional farming practices in Mulyaharja Subdistrict with average ANI index 16.49. Targeted interventions in comfort of the lie down, number days of outside/year, pasture months/year, comfort of flooring, cleanliness sheep and pen, slipperiness, ease of passage, quality of light, quality of air and air flow, ind exposure in the lying area, condition of integument and animal health.
PERMASALAHAN INFESTASI EKTOPARASIT PADA PETERNAKAN DI KELURAHAN MULYAHARJA : Ectoparasite Infestation Problems in Livestock in Mulyaharja Subdistrict Tetty Barunawati Siagian; Henny Endah Anggraeny; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Miranti Fardesiana Putri; Wining Astini; Muh Rifky Rachman; Kukuh Amru Dhiya Rahmat; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1829

Abstract

Mulyaharja merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kota Bogor. Pekerjaan masyarakatnya sebagai petani dan juga peternak. Beternak domba dan kambing dilakukan secara tradisional tanpa memiliki pengetahuan. Permasalahan dihadapi peternak di Kelurahan Mulyaharja yaitu infestasi ektoparasit. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi infestasi ektoparasit pada domba dan kambing pada peternakan rakyat di Kelurahan Mulyaharja. Penelitian menggunakan 48 ekor domba dan 14 ekor kambing. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan secara natif. Hasil pemeriksaan menunjukkan ditemukannya kutu Bovicola ovis, dan tungau Sarcoptes scabiei. Kutu Bovicola ovis ditemukan pada domba dan kambing, sedangkan infestasi Sarcoptes scabiei hanya ditemukan pada satu ekor kambing. Bovicola ovis merupakan kutu pengunyah dan pengigit pada domba namun dapat menginfestasi kambing. Penyebarannya sangat cepat dalam satu kandang. Sarcoptes scabiei merupakan tungau yang hidup dibawah kulit dan membentuk terowongan. Tungau Sarcoptes scabiei  bersifat zoonosis. Infestasi ektoparasit merupakan salah satu permasalahan peternakan di Kelurahan Mulyaharja.   Kata kunci: Domba, Damalinia ovis, kambing, Oribatid mite, Sarcoptes scabiei,
INFESTASI ENDOPARASIT CACING PADA TERNAK DOMBA MASYARAKAT DI KELURAHAN MULYAHARJA BOGOR JAWA BARAT: Endoparasite Worm Infestation in Sheep Livestock in Mulyaharja Village, Bogor, West Java Miranti Fardesiana Putri; Henny Endah Anggraeni; Tetty Barunawati Siagian; Heryudianto Vibowo; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Dwi Budiono; Wining Astini; Siti Zahidah; Muhammad Haikal Adhim; Agus Faisal
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1892

Abstract

Mulyaharja merupakan kecamatan yang berlokasi di kota Bogor, Jawa Barat. Pada kecamatan ini terdapat kawasan agrowisata yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai daya tarik wisata utama. Selain pertanian, masyarakat di Kecamatan Mulyaharja juga beternak domba secara tradisional. Domba sering terjangkit berbagai penyakit, salah satunya parasit, seperti infeksi cacing. Gejala infeksi cacing ini seringkali tidak terdeteksi. Pada penelitian ini pengambilan sampel feses dilakukan secara acak pada 10 ekor domba milik peternak di Kawasan Agrowisata Mulyaharja, Bogor. Pemeriksaan feses yang dilakukan berupa pemeriksaan kualitatif dengan metode pemeriksaan natif dan flotasi serta pemeriksaan kuantitatif dengan metode McMaster. Hasil penelitian menunjukkan 90% fesesnya positif mengandung telur cacing. Telur cacing yang ditemukan merupakan jenis telur strongyl. Hasil pemeriksaan EPG secara kuantitatif menunjukkan adanya variasi tingkat infeksi. Hasil EPG menunjukkan 40% domba mengalami infeksi berat, dan 60% mengalami infeksi rendah. Dari hasil penelitian domba ternak masyarakat kecamatan Mulyaharja perlu diberikan pengobatan cacing dan perbaikan pengelolaan sanitasi kandang serta pemberian pakan rumput.   Kata kunci:  Infestasi, Endoparasit cacing, Mulyaharja, Domba, Strongyl
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIP PDF CORPORATE EDITION PADA PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK 2 KELAS X DPIB Hidayat, Nur; Kusuma, Muhammad Surya Wijaya; Syamsudin, Rudi Nur; Wahyuni, Indah; Asmarawati, Dhian Fitri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.7298

Abstract

ABSTRACT The limited relevance of existing teaching materials in Engineering Mechanics 2 and the low level of student engagement in the Building Modeling and Information Design Expertise Concentration at SMK Negeri 1 Seyegan present significant challenges in the learning process. The purpose of the research is to develop an interactive E-module to increase learning interest in the subject. The research uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data were obtained through interviews and observations, then analyzed descriptively. Validation was carried out by material experts, media experts, and student responses. The validation results show that the E-module is suitable for use: material experts are included in the “Feasible” category, media experts are included in the “Very Feasible” category, and student responses to the content, language, graphics and usefulness aspects are included in the “Very Feasible” category. Thus, the developed Engineering Mechanics 2 E-module was declared suitable as a teaching material for teachers as well as a learning medium that increases learning interest for students. E-modules have the advantage of interactivity so that students can use them as independent learning media. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan sebagai respon terhadap adanya keterbatasan media pembelajaran pada mata pelajaran Mekanika Teknik 2 yang dinilai belum sejalan dengan kemajuan teknologi, serta rendahnya minat belajar peserta didik Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 1 Seyegan. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengembangkan e-modul interaktif yang dapat mendorong peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Metode penelitian mengacu pada metode Research and Development (RnD) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, serta respon peserta didik. Hasil validasi menunjukkan E-modul layak digunakan: ahli materi termasuk kategoti “Layak”, ahli media termasuk kategori “Sangat Layak”, serta respon peserta didik pada aspek isi, kebahasaan, kegrafikan dan kemanfaatan termasuk kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, E-modul Mekanika Teknik 2 yang dikembangkan dinyatakan layak sebagai bahan ajar bagi guru sekaligus media belajar yang meningkatkan minat belajar bagi peserta didik. E-modul mempunyai keunggulan dari sisi interaktivitas sehingga peserta didik dapat menggunakannya sebagai media pembelajaran mandiri.
Electrical impedance tomography for meat marbling prediction Mokhamad Fakhrul Ulum; Adelaide Jose Pereira Cristovao; Surya Kusuma Wijaya; Fitra Aji Pamungkas; Jakaria Jakaria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.19-20

Abstract

Tomografi Impedansi Listrik (EIT) merupakan teknologi noninvasif yang menjanjikan untuk memprediksi ciri-ciri kualitas daging, seperti marbling pada daging sapi. Marbling, yang dicirikan oleh lemak intramuskular, secara signifikan memengaruhi kualitas daging sapi dengan meningkatkan rasa, kelembutan, dan kesegaran. Tinjauan ini mengevaluasi penerapan EIT dalam pengendalian kualitas daging, menyoroti kemampuannya untuk mengukur perubahan konduktivitas guna menilai marbling dan atribut kualitas lainnya. Mengintegrasikan EIT dengan teknik pembelajaran mesin semakin menyempurnakan kemampuan prediktifnya. Meskipun EIT menyediakan penilaian noninvasif secara real-time dengan biaya yang lebih rendah, tantangan seperti rasio signal-to-noise yang lebih rendah dan persyaratan algoritma yang kompleks tetap ada. Arah masa depan mencakup integrasi EIT dengan sistem pengemasan modern dan alat otomatisasi untuk meningkatkan pemantauan kualitas daging dan efisiensi industri.
Blood cholesterol and glucose levels of sheep after being given feed supplemented with Pluchea indica leaf flour Dwi Budiono; Tekad Urip Pambudi Sujarnoko; Erni Sulistiawati; Surya Kusuma Wijaya; Novia Amalia Sholeha; Raditya Teja Sukmana
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.25-26

Abstract

Domba merupakan salah satu jenis ternak yang umum dikonsumsi oleh penduduk. Daging domba mengandung kolesterol yang tinggi sehingga dapat menyebabkan hiperkolesterolemia pada individu yang mengonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak pemberian Pluchea indica terhadap kadar kolesterol dan glukosa darah pada domba. Sebanyak 15 ekor domba dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang berbeda. Kelompok-kelompok tersebut dikategorikan menurut konsentrasi tepung P. indica dalam konsentrat, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 8%. Hewan-hewan tersebut menjalani terapi makan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung P. indica 4% dalam konsentrat menghasilkan penurunan kadar kolesterol darah pada domba yang signifikan (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan kadar glukosa yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung P. indica 4% ke dalam konsentrat merupakan formulasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah.
Damaged pen floors reduce pregnancy rates in Garut sheep: A comparative study across ram breeds Mokhamad Fakhrul Ulum; Ali Omar Alahmad; Adelaide Jose Pereira Cristovao; Surya Kusuma Wijaya
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.59-60

Abstract

Kondisi lantai kandang sangat penting untuk keberhasilan perkawinan alami pada ternak. Penelitian ini membandingkan dampak lantai kandang yang rusak, berlubang dan permukaannya tidak rata, dengan lantai kandang yang tidak rusak dan stabil terhadap tingkat kebuntingan domba Garut (n=89) yang dikawinkan dengan domba jantan dari berbagai ras, seperti Dorper (n=4), Batur (n=1), Garut (n=4), dan persilangan Garut×Batur (JxBat; n=2). Domba jantan ditempatkan bersama 3–16 domba betina selama 45–60 hari, dan kebuntingan dinilai melalui ultrasonografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba betina pada lantai kandang yang tidak rusak memiliki tingkat kebuntingan yang jauh lebih tinggi (100,0%) dibandingkan dengan domba betina pada lantai kandang yang rusak (85,3%). Pada semua ras domba jantan, lantai kandang yang rusak berdampak negatif pada perkawinan dan mengurangi reproduksi. Pemeriksaan dan pemeliharaan lantai kandang secara teratur selama periode perkawinan sangat penting untuk mengoptimalkan kesuburan domba Garut.