Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal VORTEKS

Studi Koordinasi Pengaman Motor Arus Bolak-Balik Sari Novalianda; Sri Indah Rezkika; Susilawati Susilawati; Wahyu Adrian
Jurnal VORTEKS Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v1i1.11

Abstract

Sejalan dengan perkembangan teknologi dalam bidang sistem tenaga listrik dan penggunaan mesin mesin listrik sebagai penggerak industri. Motor arus bolak balik (AC) berperan penting dalam dunia industri sebagian besar penggerak yang terdapat didalam pabrik menggunakan motor – motor listrik tersebut, baik dengan supply tiga fasa maupun satu fasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai studi koordinasi pengaman motor arus bolak balik maka diperoleh setting rele untuk beban lebih sebesar 0.08 dari arus nominal dan setting waktu 20 detik, setting rele untuk arus lebih sebesar 0.58 dari arus nominal dan setting waktu 0.1 detik, setting rele untuk tegangan lebih sebesar 0.7 dari tegangan nominal, setting arus untuk rele gangguan tanah 5A sampai 20A dengan setting waktu 1 time dial, setting rele panas lebih untuk CB pada suhu 171.95 oC dan setting sinyal alarm 162.9 oC. Untuk menjaga kehandalan dari sistem pengaman maka perlu digunakan rating dan setting arus serta waktu yang tepat pada rele pengaman. Hal ini perlu diperhatikan karena jika menggunakan setting yang keliru akan mengakibatkan arus gangguan yang besar timbul melewati motor dimana akan mengakibatkan kerusakan motor.
Evaluasi sistem penggroundingan tower base transceiver station pada PT. X Panangian Mahadi; Ela Vonica; Sri Indah Rezkika; Sari Novalianda
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan telekomunikasi nirkabel telah mendorong peningkatan jumlah tower di Indonesia yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima (Base Transceiver Station – BTS) sinyal komunikasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi diantara pengguna layanan telekomunikasi. Namun, untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai maka tower dirancang dengan ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah. Sehingga, hal tersebut menyebabkan tower berpeluang terhadap dampak sambaran petir khususnya pada daerah dengan jumlah petir pertahun yang tinggi. Dengan demikian, peluang kerusakan peralatan tower atau BTS akibat sambaran petir juga tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada tower dipasang sebuah sistem penangkal petir yang umumnya tersusun dari penangkal petir eksternal dan penangkal petir internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem penangkal petir eksternal khususnya pada bagian tahanan pentanahan di salah satu BTS di Kota Medan. Untuk mengetahui kinerja tahanan pentanahan tersebut maka telah dilakukan perbandingan hasil pengukuran tahanan pentanahan terhadap standar PUIL 2000. Selain itu, dilakukan juga perbandingan nilai tahanan pentanahan berdasarkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data spesikasi sistem pentanahan pada BTS yang diperoleh dari lapangan maka diketahui nilai tahanan pentanahan pada BTS sebesar 0,43?, nilai tahanan pentanahan kaki tower sebesar 0,70? dan tahanan pentanahan penangkal petir 0,78?. Sedangkan hasil pengukuran tahanan pentanahan menggunakan alat earth tester diperoleh nilai tahanan pantanahan BTS sebesar 0,5?, tahanan pentanahan kaki tower 0,70? dan tahanan pentanhan penangkal petir 0,78?. Dengan demikian, tahanan pentanahan pada BTS tersebut telah memenuhi Standar PUIL 2000 yaitu tidak lebih dari 1 Ohm
Evaluasi sistem penggroundingan tower base transceiver station pada PT. X Panangian Mahadi; Ela Vonica; Sri Indah Rezkika; Sari Novalianda
Jurnal VORTEKS Vol. 3 No. 1 (2022): Sustainable Energy and IoT
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v3i1.160

Abstract

Kebutuhan layanan telekomunikasi nirkabel telah mendorong peningkatan jumlah tower di Indonesia yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima (Base Transceiver Station – BTS) sinyal komunikasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi diantara pengguna layanan telekomunikasi. Namun, untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai maka tower dirancang dengan ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah. Sehingga, hal tersebut menyebabkan tower berpeluang terhadap dampak sambaran petir khususnya pada daerah dengan jumlah petir pertahun yang tinggi. Dengan demikian, peluang kerusakan peralatan tower atau BTS akibat sambaran petir juga tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada tower dipasang sebuah sistem penangkal petir yang umumnya tersusun dari penangkal petir eksternal dan penangkal petir internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem penangkal petir eksternal khususnya pada bagian tahanan pentanahan di salah satu BTS di Kota Medan. Untuk mengetahui kinerja tahanan pentanahan tersebut maka telah dilakukan perbandingan hasil pengukuran tahanan pentanahan terhadap standar PUIL 2000. Selain itu, dilakukan juga perbandingan nilai tahanan pentanahan berdasarkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data spesikasi sistem pentanahan pada BTS yang diperoleh dari lapangan maka diketahui nilai tahanan pentanahan pada BTS sebesar 0,43?, nilai tahanan pentanahan kaki tower sebesar 0,70? dan tahanan pentanahan penangkal petir 0,78?. Sedangkan hasil pengukuran tahanan pentanahan menggunakan alat earth tester diperoleh nilai tahanan pantanahan BTS sebesar 0,5?, tahanan pentanahan kaki tower 0,70? dan tahanan pentanhan penangkal petir 0,78?. Dengan demikian, tahanan pentanahan pada BTS tersebut telah memenuhi Standar PUIL 2000 yaitu tidak lebih dari 1 Ohm
Studi Koordinasi Pengaman Motor Arus Bolak-Balik Sari Novalianda; Sri Indah Rezkika; Susilawati Susilawati; Wahyu Adrian
Jurnal VORTEKS Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v1i1.11

Abstract

Sejalan dengan perkembangan teknologi dalam bidang sistem tenaga listrik dan penggunaan mesin mesin listrik sebagai penggerak industri. Motor arus bolak balik (AC) berperan penting dalam dunia industri sebagian besar penggerak yang terdapat didalam pabrik menggunakan motor – motor listrik tersebut, baik dengan supply tiga fasa maupun satu fasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai studi koordinasi pengaman motor arus bolak balik maka diperoleh setting rele untuk beban lebih sebesar 0.08 dari arus nominal dan setting waktu 20 detik, setting rele untuk arus lebih sebesar 0.58 dari arus nominal dan setting waktu 0.1 detik, setting rele untuk tegangan lebih sebesar 0.7 dari tegangan nominal, setting arus untuk rele gangguan tanah 5A sampai 20A dengan setting waktu 1 time dial, setting rele panas lebih untuk CB pada suhu 171.95 oC dan setting sinyal alarm 162.9 oC. Untuk menjaga kehandalan dari sistem pengaman maka perlu digunakan rating dan setting arus serta waktu yang tepat pada rele pengaman. Hal ini perlu diperhatikan karena jika menggunakan setting yang keliru akan mengakibatkan arus gangguan yang besar timbul melewati motor dimana akan mengakibatkan kerusakan motor.
Evaluasi kebutuhan daya listrik pada gedung distributor kertas PT. X Dwiyanto, Dwiyanto; Azhari, Muhammad Dimas; Sihombing, Panangian Mahadi; Padli, Ridho; Rezkika, Sri Indah; Novalianda, Sari
Jurnal VORTEKS Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v4i1.266

Abstract

Beban penerangan, beban air conditioner (AC) dan peralatan listrik portabel memainkan peranan penting dalam menentukan kebutuhan daya listrik pada sebuah gedung. Penentuan kebutuhan daya listrik yang tepat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik sehingga dapat menurunkan biaya tagihan listrik. Selain itu juga dapat menanggulangi resiko kebakaran akibat listrik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kebutuhan daya listrik pada Gedung Distributor Kertas PT X Medan sesuai dengan standar kelistrikan yang berlaku. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan kebutuhan daya listrik hasil perhitungan sesuai dengan standar PUIL 2011 terhadap daya listrik yang terpasang pada gedung. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh total kebutuhan daya listrik untuk Gedung Distributor Kertas PT X Medan sebesar 22.290 Watt dengan perincian kebutuhan daya listrik untuk penerangan sebesar 2.250 Watt dan kebutuhan listrik untuk AC sebesar 20.040Watt. Berdasarkan hasil observasi, daya listrik terpasang pada gedung sebesar 23.000 VA. Dengan demikian, daya terpasang Gedung Distributor Kertas PT X Medan perlu dinaikkan hingga 26.000VA untuk menanggulangi dampak faktor daya dan pemakaian peralatan listrik portabel