Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Recycle Performance of Heterogeneous Catalyst Metal Oxides-Based Layered Double Hydroxide for Oxidative Desulfurization Process of 4-methyldibenzothiophene Ahmad, Nur; Rohmatullaili, Rohmatullaili; Hanifah, Yulizah; Wibiyan, Sahrul; Amri, Amri; Wijaya, Alfan; Mardiyanto, Mardiyanto; Mohadi, Risfidian; Royani, Idha; Lesbani, Aldes
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2023: BCREC Volume 18 Issue 4 Year 2023 (December 2023)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20034

Abstract

The desulfurization of oil must be resolved as soon as possible due to a variety of issues, including environmental contamination and protection regulations. It was believed that oxidative desulfurization (ODS) was the most promising method. In this research, metal oxide-based layered double hydroxides (TiO2@Ni-Al and ZnO@Ni-Al) were effectively synthesized for the ODS of 4-methyldibenzothiophene (4-MDBT). TiO2@Ni-Al and ZnO@Ni-Al exhibited superior catalytic performance and high recycling capacity, achieving a 99% removal rate after five reactions in 30 min. The heterogeneous catalyst TiO2@Ni-Al/ZnO@Ni-Al is easy to separate and recover from a reaction system. Increased temperature facilitates the transformation of 4-MDBT into 4-MDBTO2. The influence of H2O2's rapid decomposition rate, which can inhibit oxidation reactions, reduces the catalytic activity as the temperature increases. 4-MDBT Sulphur removal on TiO2@Ni-Al and ZnO@Ni-Al is 99.48 and 99.51%, respectively. TiO2@Ni-Al and ZnO@Ni-Al have great potential for use in the industry based on these results. Copyright © 2023 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). 
Serat Nanofiber Berbasis PVA dengan Penambahan Ekstrak Daun Pepaya dan Sirsak: Tinjauan Sistematis dalam Perspektif Nanoteknologi Sastia, Eti Desti; Johan, Akmal; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1231

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis terhadap pengembangan serat nanofiber berbasis Poly(vinyl) alcohol (PVA) yang dimodifikasi dengan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai inovasi bahan aktif untuk perawatan jerawat (acne treatment). Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), studi ini mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah dari berbagai basis data (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan lainnya) dalam rentang 10 tahun terakhir yang membahas sintesis nanofiber, teknologi elektrospinning, dan aplikasi bahan alam sebagai antibakteri. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun pepaya dan daun sirsak mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan acetogenin yang bersifat anti-inflamasi, antioksidan, serta antibakteri. Kombinasi kedua ekstrak tersebut dalam matriks PVA melalui teknik elektrospinning berpotensi menghasilkan serat nanofiber dengan karakteristik fisikokimia yang mendukung efektivitas terapi topikal jerawat. Studi ini merekomendasikan kelanjutan pengembangan formulasi dan pengujian in vitro/in vivo guna memastikan keamanan dan efikasi nanofiber berbahan dasar alami untuk aplikasi dermatologis berkelanjutan.
Pemasangan Modem Detektor Gempa Ekonomis di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung berbasis Sensor Getaran Khairul Saleh; Menik Ariani; Fitri Suryani Arsyad; Erry Koriyanti; Fiber Monado; Idha Royani; Assaidah, Assaidah
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 1 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i1.11202

Abstract

Telah diimplementasikan modem detektor gempa di kota Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung pada Bulan Agustus 2025. Wilayah yang berada di area ring of fire ini memerlukan banyak sensor untuk mendeteksi gempa agar mitigasi bencana dapat dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, riset yang dilaksanakan oleh Jurusan Fisika dengan output berupa modem detektor gempa berbasis sensor getaran dipasang di dua lokasi berbeda di Krui. Penentuan lokasi tersebut ditetapkan oleh tim bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Krui setelah melakukan serangkaian survey di beberapa tempat. Setelah lokasi pemasangan diputuskan, BPBD mengerahkan komunitas nelayan di sekitar Pantai Walur dan warga di Kampung Sunda untuk membantu tim dalam proses instalasi modem dan sel surya yang menjadi sumber tenaga listrik mandiri bagi detektor. Data yang diukur oleh sensor pada modem dapat dipantau melalui website yang telah dibangun oleh tim riset Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Sriwijaya.