Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM FILM CAHAYA CINTA PESANTREN SUTRADARA RAYMOND HANDAYA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Dewi Damayanti; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.809 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Cahaya Cinta Pesantren sutradara Raymond Handaya; (2) bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Cahaya Cinta Pesantren sutradara Raymond Handaya; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan ekspresif dalam film Cahaya Cinta Pesantren sutradara Raymond Handaya di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Film Cahaya Cinta Pesantren. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif dan ekspresif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Cahaya Cinta Pesantren meliputi: memerintah, memohon, menyarankan, mengajak, memesan, dan menasihati; (2) bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Cahaya Cinta Pesantren meliputi: memuji, megucapkan terima kasih, mengeluh, dan menyalahkan; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan ekspresif dalam film Cahaya Cinta Pesantren di kelas XI SMA diawali dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran Discovery Based Learning. Adapun rician skenario pembelajaran tersebut meliputi: pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran, pendidik menyampaikan materi tindak tutur direktif dan ekspresif, peserta didik berkelompok, peserta didik berdiskusi dan menganalisis mengenai tindak tutur direktif dan ekspresif pada film Cahaya Cinta Pesantren, peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok, peserta didik menanggapi dan menilai hasil presentasi kelompok, pendidik dan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran. Kata Kunci : Tindak tutur direktif dan ekspresif, film, Skenario pembelajaran.
IDENTIFIKASI TOKOH UTAMA DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL JOKOWI SI TUKANG KAYU KARYA GATOTKOCO SUROSO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Yudi Setyawan; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.104 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu; (2) nilai pendidikan novel Jokowi Si Tukang Kayu; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Jokowi Si Tukang Kayu di SMA;Metode yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: subjek penelitian novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso; objek penelitian berupa tokoh utama, nilai-nilai pendidikan pada novel Jokowi Si Tukang Kayu, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA; fokus penelitian berupa perwatakan tokoh utama (dimensi fisiologis, dimensi psikologis, dan dimensi sosiologis), nilai pendidikan (nilai pendidikan agama, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan budaya), dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA; teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka; teknik analisis data dilakukan teknik analisis isi (content analisys); teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal.Dari pembahasan data, penulis memperoleh simpulan (1) identifikasi perwatakan tokoh utama dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso, antara lain: (a) dimensi fisiologis, meliputi: badan kurus, tubuh kuat, laki-laki, dan rambut panjang; (b) dimensi psikologis, meliputi: beriman, keberanian, mandiri, optimis, pandai, pekerja keras, percaya diri, mempunyai prinsip, realistis, rela berkorban, tegar, dan usil; (c) dimensi sosiologis, meliputi: masyarakat kelas bawah, mahasiswa, beragama Islam, orang Jawa, dan menyukai musik rock; (2) nilai-nilai pendidikan dalam novel Jokowi Si Tukang Kayu antara lain: (a) nilai pendidikan agama, meliputi: berdoa, beribadah, bersyukur, ikhlas, sabar, dan tawakal; (b) nilai pendidikan moral, meliputi: disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, pantang menyerah, percaya diri, rajin belajar, sungguh-sungguh, tanggung jawab, dan tekad kuat; (c) nilai pendidikan sosial, meliputi: berbakti kepada orang tua, kasih sayang, memberi motivasi, dan persahabatan; (d) nilai pendidikan budaya, meliputi: melestarikan tembang Jawa, dan menggunakan bahasa daerah; (3) Novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di SMA. Dalam pembelajaran novel Jokowi Si Tukang Kayu karya Gatotkoco Suroso digunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab.Kata kunci: tokoh utama, nilai-nilai pendidikan, pembelajaranya di SMA
KAJIAN FEMINISME TOKOH UTAMA PADA NOVEL SEKUNTUM LAILA KARYA RISMA BUDIYANI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Nysha Agustyanti; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.106 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan struktur novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani, (2) kajian feminisme tokoh utama dalam novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani, (3) skenario pembelajaran kajian feminisme tokoh utama pada novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani dalam pembelajaran di SMA. Fokus penelitian ini adalah citra tokoh wanita, perjuangan tokoh utama dan pertukaran gender. Instrumen yang digunakan penulis adalah alat catat, kartu data dan rencana pelaksanaan pembelajaran.Hasil penelitian disimpulkan bahwa, unsur intrinsik yang terdapat pada novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani antara lain, (a) tema: ketegaran seorang perempuan dan kesetiaan terhadap kariernya (b) penokohan dibagi menjadi dua yaitu tokoh utama Laila dan tokoh tambahan adalah Ali,Ibu, dan Mbok Nah, (c) alur: alur campuran (d) latar tempat:  kantor, restoran, dan rumah sakit; latar waktu: malam, jam, dan bulan; latar sosial: kebiasaan hidup ,dan cara berpikir (e) sudut pandang yang digunakan adalah diaan. Feminisme tokoh utama pada novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani meliputi, citra tokoh wanita, perjuangan tokoh utama dan pertukaran gender. (a) citra tokoh wanita antara lain citra wanita dalam aspek fisik, psikis, dan sosial, (b) perjuangan tokoh utama antara lain beban kerja semakin banyak, menjadi reporter di Libya, rela menolak beasiswa menulis demi suami, (c) pertukaran gender antara lain Ali mampu merawat dan membesarkan anaknya.Skenario pembelajaran novel Sekuntum Laila karya Risma Budiyani di SMA menggunakan modelpailkem. Adapun rincian dari skenario tersebut adalah pembelajaran yang aktif: siswa mencari materi dengan diskusi kelompok, inovatif: mencermati latar belakang kehidupan pengarang, lingkungan: perpustakaan, kreatif: guru mengajak siswa untuk mengapresiasi karya sastra, efektif: siswa dituntut berpikir kritis dan bertindak efisien melalui pemberian tugas, menarik: memanfaatkan teknologi (pemutaran film). Kata kunci:kajian feminisme, dan skenario pembelajarannya.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL GERANIUM BLOSSOM KARYA WYLVERA WINDAYANA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Muhammad Febriansyah Qodri; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.923 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Geranium Blosom; (2) nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Geranium Blosom; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah teks novel Geranium Blosom. Objek adalah nilai-nilai pendidikan karakter, penelitian difokuskan pada unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan karakter dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di Kelas XII SMA. Dalam pengumpulan data ini digunakan teknik pustaka. Dalam menganalisis data digunakan teknik analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis ini digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) unsur intrinsik dalam novel Geranium Blosom yang meliputi (a) tema minor dan tema mayor, tema mayor perjuangan mencapai cita-cita, tema minor persaingan desainer fesyen, masalah percintaan, dan kenangan manis, (b) tokoh utama: Dian Amira berwatak sabar, dan tidak mudah menyerah, tokoh tambahan: Wily Hermawan, Rafli Kurniawan, Sita Adila, Papa, Mama, Nina, dan Kay, (c) latar tempat: Dian’s Boutique, hotel, gedung pagelaran, dapur, Medan, kamar, mobil, bandara, Switzerland, Zurch, Bern, dan Interlaken, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam, latar suasana: menegangkan, mengagetkan, keributan, menyedihkan,  (d) alur yang digunakan dalam novel menggunakan alur maju.(e) sudut pandang: orang pertama serba tahu, (f) amanat jika kita mempunyai cita-cita sebaiknya kita mengejarnya hingga tercapai dan kita tidak boleh menyerah dan putus asa; (2) nilai-nilai pendidikan karakter: religius, jujur,  toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, tanggung jawab; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran: (a) kompetensi inti: KI 1, menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, KI 2, memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, koseptual, prosedural, dan metakognitif, KI 3, memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi, KI 4, menalar, mengolah, menyaji, dan mencipta terkait dengan pengembangan yang dipelajari; (b) kompetensi dasar dan indikator: 1.1, mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia, 2.1, menunjukkan perilaku jujur, responsif, dan imajinatif, 3.1, memahami struktur dan kaidah teks novel, 4.1, menginterpretasikan teks novel; (c) indikator, 1.1 mensyukuri anugerah Tuhan, 2.1 menunjukkan perilaku jujur, responsif, dan imajinatif, 3.1 memahami unsur intrinsik dan pendidikan karakter dalam novel. (c) tujuan pembelajaran, peserta didik dapat mengerti jalan cerita novel, menemukan unsur intrinsik, dan nilai pendidikan karakter; (d) materi pembelajaran: menemukan unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter dalam novel; (e) metode pembelajaran: jigsaw, (f) alat: LCD, laptop, dan alat tulis; sumber belajar: buku cetak bahasa Indonesia, dan buku pelengkap materi.   Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY-INQUIRY SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PAGENTAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nurhayati Nurhayati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.285 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry, 2) pengaruh metode Discovery-Inquiry terhadap pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014, dan 3) peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pagentan tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan metode Discovery-Inquiry. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan menulis puisi, sedangkan teknik nontes yang berupa observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian data digunakan teknik informal dan teknik formal. Minat dan sikap belajar siswa terhadap pembelajaran menulis puisi dengan metode Discovery-Inquiry menjadi lebih baik. Minat belajar siswa prasiklus sebesar 58,9% (baik), siklus I sebesar 73,52% (baik), dan siklus II sebesar 100% (baik sekali). Peningkatan kualitas hasil menulis puisi menggunakan metode Discovery-Inquiry dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata prasiklus adalah 52,61, Pada siklus I nilai rata-rata adalah 74,97 dan pada siklus II rata-rata siswa adalah 80,35.Kata kunci: pembelajaran, keterampilan menulis puisi, Discovery-Inquiry
ANALISIS SEMIOTIKA PADA BUSANA ADAT KABUPATEN KEBUMEN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONENSIA SISWA SMP KELAS VII Arina Dina Sofiyatun; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) makna yang terkandung dalambusana adat Kabupaten Kebumen; (2) relevansi kajian semiotik busana adat Kabupaten Kebumen terhadap materi pembelajaran bahasa Indonesia siswa SMP kelas VII.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah busana adat Kabupaten Kebumen. Fokus penelitian ini adalah kajian semiotika busana adat Kabupaten Kebumen dengan teori Roland Barthes. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dokumentasi Peraturan Bupati Kebumen. Instrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan dengan teknik dasar daya pilah sebagai referen. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) hasil temuan semiotika busana adat Kabupaten Kebumen meliputi: busana laki-laki terdapat Ikat kepala memiliki makna hubungan yang harus dijaga manusia, Surjan memiliki makna pelita/penerang, Ikat Pinggang memiliki makna manusia menggunakan badannya untuk bekerja sungguh-sungguh, Lancingan Bebed Panjenmemiliki makna manusia harus tekun dan rajin dalam bekerja mencari rezeki, Celana Komprang memiliki makna hidup itu harus sesuai aturan, Sandal bandolanmemiliki makna manusia harus menghargai apapun dan siapapun; busana perempuan terdapat Jilbab Warna Krem memiliki makna kelembutan dan klasik, Kebaya Kartini memiliki makna perempuan dengan tipikal lemah lembut, Stagenmemiliki makna perempuan yang mampu menyesuaikan diri, Kain Jagatan Latar Putih dengan Wiron Mataraman memiliki makna jangan mudah iri terhadap orang lain, (2) relevansi materi pembelajaran bahasa Indonesia pada busana adat Kabupaten Kebumen di kelas VII SMPdapat dilaksanakan sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.1.mengidentifikasikan informasi dalam teks deskripsi tentang objek yang didengar maupun dibaca.Kata kunci:Semiotika, busana adat Kabupaten Kebumen, relevansi materi
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Muhammad Khayatul Khikam; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.393 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang berupa tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan amanat pada novel Amelia karya Tere Liye, (2) nilai-nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye di kelas XI SMA.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai akhlak dalam novel Amelia karya Tere Liye dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini novel Amelia karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi kepustakaan, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal.Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Amelia karya Tere Liye adalah sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kehidupan Amelia sebagai anak bungsu yang suka menolong dan peduli pada orang lain, berjuang keras mengubah tradisi bertani yang turun-temurun menjadi bertani yang lebih baik yang didasarkan ilmu pengetahuan, (b) tokoh utama: Amelia, sedangkan tokoh tambahan yang dominan: Syahdan, Mamak, Paman Unus, Pak Bin dan Nek Kiba; tokoh protagonis: Amelia; tokoh antagonis: Bakwo Hasan; (c) alur: alur maju; (d) latar: ada yang dihadirkan secara utuh sehingga dapat menimbulkan imajinasi pembaca mengenai latar tersebut, tetapi ada pula yang hanya disebutkan nama tempatnya saja; (e) amanat dalam novel ini dikemas dalam cerita sehingga tidak bersifat menggurui pembaca; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan lingkungan; (3) skenario pembelajaran menggunakan metode inkuiri, diskusi, dan penugasan.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak dan Skenario Pembelajaran
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL DASAMUKA KARYA JUNAEDI SETIYONO DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Misbakhumunir Misbakhumunir; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.698 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono; (2) strukturalisme genetik novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono; (3) rencana pembelajaran novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono di kelas XI SMA. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) unsur intrinsik novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono terdiri dari: (a) tema: perjuangan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia; (b) tokoh utama: Willem berwatak pandai, penuh keyakinan, dan penuh rasa ingin tahu; Dasamuka berwatak cerdik dan percaya diri; tokoh tambahan: Den Wahyana, Ki Sena, Pieter, Kiai Ngarip, Den Mas Suryanata, Rara Ireng, Sutan Jarot, Semi, dan Ngusman; (c) alur: maju; (d) latar tempat: Keraton Ngayogyakarta, Loji Tuan Thompson, dan Puri Tegalreja; latar waktu: pagi, siang, sore, malam hari, tahun 1811, 1816, 1823, dan tahun 1824; latar sosial: kebudayaan Jawa yang meliputi, adat istiadat, pandangan hidup, dan bentuk tempat tinggal; (2) strukturalisme genetik novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono terdiri dari (a) fakta kemanusiaan: fakta kemanusiaan kreasi kultural, aktivitas sosial, dan fakta kemanusiaan aktivitas politik; (b) subjek kolektif: perbedaan kelompok priyayi dan kelompok wong cilik (orang kecil); (c) pandangan dunia pengarang: pandangan kemanusiaan; (3) rencana pembelajaran novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono sesuai dengan kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan; model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif model Team Game Tournament (TGT); metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan; langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.   Kata kunci: strukturalisme genetik, novel, rencana pembelajaran
NILAI RELIGUS PADA NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 2 KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSNAAN PEMBELAJARANNYA PADA KELAS XI SMA Arif Rifai; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.247 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai religius, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia pada kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia. Fokus penelitian ini adalah nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah penulis selaku peneliti sebagai instrumen utama dengan bantuan kartu pencatat data dan alat tulis. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 karya Asma Nadia, meliputi (a) tema masalah keikhlasan, percintaan, dan penyakit; (b) tokoh dan penokohan Arini (sabar, ikhlas, penyayang), Mei Rose (pengertian), Pras (baik, penyayang  dan suka menolong), Sheila (baik dan cekatan), Sita (pemarah), Lia (emosional), Nadia (baik pendongeng), Hartono (tidak bisa ), Arman (playboy) Syarief Kristof (sabar dan santun), dan Panji ( baik dan humoris) ; (c) alur maju; (d) latar tempat: bandara, kamar Nadia, kota Szentendre, apartemen, dan rumah Mei Rose, latar waktu; pagi hari, siang hari, dan malam hari, latar sosial; kehidupan penulis, seorang Agen, seorang Guide, seorang pasien, dan seorang Dokter; (e) sudut pandang orang pertama pelaku utama; (2) nilai religius meliputi (a) hubungan manusia dengan Tuhan: salat berjamaah, salat, memuji Tuhan, berdoa, ikhlas, sabar menerima cobaan, menutup aurat, bersyukur, menikah, tobat, dan takwa, (b) hubungan manusia dengan manusia lain tolong-menolong, memberi semangat, memberi salam, pemaaf, dan bersikap adil, (c) hubungan manusia dengan diri sendiri: sikap pantang menyerah, bersikap bijak, amanah, dan syaja’ah; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel di kelas XI SMA dilakukan dengan metode inquiri dengan langkah-langkah siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, yang terdiri dari dua sampai enam orang, siswa diberi kesempatan mencari materi sesuai dengan kompetensi dasar pembelajaran yang berupa teori unsur intrinsik dan aspek nilai religius novel, kemudian siswa mendiskusikan hasil pencarian materinya. Kata kunci : nilai religius, rencana pelaksanaan pembelajaran, metode inquiri
Analisis Teks Ulasan Film Sang Pemimpi Sutradara Riri Riza dan Skenario Pembelajaran Menyunting Teks Ulasan Film dengan Pendekatan Saintifik di Kelas XI SMA Hafizda Amandari Azzaki; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) analisis struktur dan unsur kebahasaan pada teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza dan (2) skenario pembelajaran menyunting teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza, sedangkan objek dalam penelitian ini berupa teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka, baca, dan catat. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi atau content analysis. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Dalam teks ulasan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza terdapat (a) struktur teks ulasan: identitas dengan judul film Sang Pemimpi, sutradara Riri Riza, produser Mira Lesmana, produksi Miles  Film dan Mizan Production, tanggal rilis 4 Desember 2009, dan durasi 120 menit; orientasi pada teks ulasan film tersebut berisi kisah kehidupan di Pulau Belitong yang dililit kemiskinan; tafsiran isi pada teks ulasan film tersebut menceritakan mereka yang diajarkan guru untuk berani bermimpi; evaluasi pada teks ulasan film tersebut berisi kelebihan dan kekurangan film Sang Pemimpi sutradara Riri Riza; dan rangkuman pada teks ulasan film tersebut menceritakan semangat dan sifat pantang menyerah yang dapat mengalahkan ketidakmungkinan; (b) kaidah kebahasaan teks ulasan yang meliputi: kata sifat sikap (Mereka pernah mengejek Pak Mustar saat upacara bendera sehingga Pak Mustar marah); kata benda (Seorang guru bernama Balia (Nugie) yang menjadi sumber inspirasi bagi Ikal, Arai, dan Jimbron); kata kerja (Pertama merantau ke Jakarta untuk kuliah di UI); kalimat kompleks (Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu pengetahuan dan luasnya kehidupan.); dan kata rujukan (Selain itu, banyak kejadian lucu yang menarik bagi penontonnya), dan (2) Skenario pembelajaran dalam penelitian ini disesuaikan dengan silabus kurikulum 2013 dengan Kompetensi Dasar 4.3 menyunting teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan film/drama sesuai dengan sturktur dan kaidah baik melalui lisan maupun tulisan. Skenario pembelajaran teks ulasan film dengan materi menyunting di kelas XI SMA, diantaranya (a) mengamati; (b) menanyakan; (c) mengeksplorasi; (d) mengasosiasi; (e) mengomunikasikan.Kata kunci: teks ulasan film, skenario pembelajaranAbstract: This study aims to describe: (1) analysis of the structure and linguistic elements in the text review film Sang Pemimpi director Riri Riza and (2) learning scenarios editing the text review film Sang Pemimpi director Riri Riza with a scientific approach to class XI high school students. The data source in this study is the film Sang Pemimpi directed by Riri Riza, while the object in this study is the text of the review of the film Sang Pemimpi directed by Riri Riza. In data collection, library, read, and note techniques were used. In data analysis used content analysis techniques or content analysis. From this research it is concluded that (1) In the review text of the film Sang Pemimpi director Riri Riza, there is (a) the structure of the review text: identity with the film title Sang Pemimpi, director Riri Riza, producer Mira Lesmana, production of Miles Film and Mizan Production, release date 4 December 2009, and the duration is 120 minutes; the orientation to the text of the film review contains the story of life on the poverty-ridden island of Belitong; the interpretation of the content in the text of the film review tells those who were taught by the teacher to dare to dream; evaluation on the text of the film review contains the advantages and disadvantages of the film Sang Pemimpi director Riri Riza; and the summary in the film's commentary text tells of the passion and resilience that can overcome the impossible; (b) the language rules of the commentary text which include: attitude adjectives (They once taunted Mr. Mustar during the flag ceremony so that Mr. Mustar was angry); noun (A teacher named Balia (Nugie) who is a source of inspiration for Ikal, Arai, and Jimbron); verb (First to migrate to Jakarta to study at UI); complex sentences (Class Balia takes them to the wonders of science and the breadth of life.); and reference words (In addition, many funny events that are interesting to the audience), and (2) The learning scenario in this study is adjusted to the 2013 curriculum syllabus with 4.3 Basic Competencies in editing short story texts, rhymes, retelling, complex explanations, and film / drama reviews in accordance with the structure and rules both orally and in writing. Learning scenarios for film review text with editing material in class XI SMA, including (a) observing; (b) ask; (c) explore; (d) associate; (e) communicate.Key words: film review text, learning scenario
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti