Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Aprilia Alvianti; Khabib Sholeh; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.544 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) penerapan pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual pada siswa kelas X TN 2 SMK Negeri 1 Kebumen; (2) pengaruh media audio visual terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual pada siswa kelas X TN 2 SMK Negeri 1 Kebumen; dan (3) peningkatan kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual pada siswa kelas X TN 2 SMK Negeri 1 Kebumen. Pengumpulan data dengan teknik tes dan non tes. Data dianalisis dengan teknik kualitatif dan kuantitaif. Pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual meliputi: guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, guru menayangkan video, siswa mencatat poin-poin penting (cara kerja/prosedur) pada video tersebut, siswa mengembangkan poin-poin (cara kerja/prosedur) tersebut menjadi teks prosedur kompleks, dan guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pengaruh media audio visual terhadap minat siswa sangat baik dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Hal ini terbukti dari rata-rata persentase minat siswa yang diperoleh pada tahap prasiklus sebesar 54,87%. Setelah diterapkannya media audio visual, minat siswa meningkat menjadi 63,87% dan meningkat lagi menjadi 76,5% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa. Pada tahap prasiklus nilai diperoleh siswa sebesar 66,54, pada siklus I meningkat menjadi 69,97 dan pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 85,1. Dengan demikian, media audio visual dapat meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks prosdesur kompleks. Kata kunci: kemampuan menulis, teks prosedur kompleks, media audio visual
KESALAHAN EJAAN PADA KARANGAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Dwi Rita Setiawati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.074 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan penggunaan huruf kapital; (2) kesalahan penggunaan tanda baca titik; (3) kesalahan penggunaan tanda baca koma; (4) kesalahan preposisi pada karangan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Purworejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalaha teknik agih. Adapun dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan (1) kesalahan huruf kapital sebanyak 131 kesalahan dari 2604 huruf kapital atau 5,07% yang berarti kemampuan menggunakan huruf kapital termasuk dalam kategori baik sekali; (2) kesalahan tanda baca titik sebanyak 25 kesalahan dari 488 tanda baca titik atau 5,13% yang berarti tingkat kemampuan menggunakan tanda baca titik dalam kategori baik sekali; (3) kesalahan tanda baca koma sebanyak 38 kesalahan dari 443 tanda baca koma atau 8,57% yang berarti kemampuan menggunakan tanda baca koma dalam kategori baik sekali, (4) kesalahan preposisi sebanyak 65 kesalahan dari 463 preposisi atau 14,04% yang berarti kemampuan menggunakan preposisi dalam kategori baik sekali.Kata kunci: kesalahaan ejaan, karangan siswa
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ARGUMENTASI RUBRIK “PIKIRAN PEMBACA” SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT EDISI JANUARI 2013, RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MENULIS ARGUMENTASI, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS X SMA Eti Suryati; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.599 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan bentuk pematuh-an prinsip kesantunan berbahasa pada rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013; (2) mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013; (3) mendeskripsikan relevansi kesantunan berbahasa dalam rubrik “Pikiran Pem-baca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 dengan pembelajaran menulis argumentasi pada siswa kelas X semester 2 SMA; dan (4) mendeskripsikan skenario pembelajaran menulis argumentasi menggunakan media rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 pada siswa kelas X semester 2 SMA. Peng-umpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik padan jenis pragmatis. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa lebih banyak ditemukan daripada bentuk pe-langgaran prinsip kesantunan berbahasa, (2) bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa lebih sedikit ditemukan daripada bentuk pematuhan prinsip kesantunan ber-bahasa, (3) kesantunan berbahasa dalam rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulat-an Rakyat edisi Januari 2013 relevan sebagai bahan pembelajaran menulis argumentasi pada siswa kelas X semester 2 SMA pada kompetensi dasar 12.1., dan (4) skenario pem-belajaran menulis argumentasi menggunakan media rubrik “Pikiran Pembaca” surat ka-bar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 pada siswa kelas X semester 2 SMA dengan langkah-langkah, yakni pendahuluan, inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), dan pe-nutup.Kata kunci: kesantunan berbahasa, argumentasi, rubrik “Pikiran Pembaca”, bahan pem-belajaran, dan skenario pembelajaran.
KAJIAN FEMINISME: PERJUANGAN TOKOH UTAMA WANITA NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI SMA Insan Dewi; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.752 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perjuangan tokoh utama wanita novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia; (2) citra tokoh utama wanita novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia; (3) skenario pembelajaran novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian ini berupa kutipan berkaitan dengan perjuangan dan citra wanita novel Cinta 2 Kodi. Sumber data dalam penelitian ini novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik observasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan kertas pencatat. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) perjuangan tokoh utama wanita, Kartika berjuang dalam melawan ketidakadilan gender yang dilakukan oleh ayahnya (2) citra tokoh utama wanita novel Cinta 2 Kodi meliputi (a) citra diri: aspek fisik: memiliki wajah cantik berbentuk bulat, rambut bergelombang, berkulit halus berwarna kuning langsat, yang mengenakan hijab dan aspek psikis: wanita dewasa yang siap bekerja, selalu ingin mengembangkan diri, pantang menyerah, dan tegar. Citra sosial keluarga: sebagai seorang ibu rumah tangga merangkap menjadi wanita karier yang awalnya hanya mementingkan karier kemudian dia mampu menyeimbangkannya dan citra sosial masyarakat: seorang wanita yang ramah dan mampu memberikan lapangan pekerjaan pada masyarakat, (3) skenario pembelajaran novel Cinta 2 Kodi karya digunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan. Pendekatan saintifik KD. 3.3 Kata kunci: feminisme, perjuangan, citra wanita, novel, skenario pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI PENERAPAN MODEL ROUND TABLE DENGAN MEDIA KONKRET PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ghaida Hardian Nissa; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.803 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran menulis puisi melalui penerapan model round table dengan media konkret, (2) pengaruh penerapan model round table dengan media konkret terhadap aktivitas belajar menulis puisi, dan (3) peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Karanganyar tahun ajaran 2016/2017 setelah mengikuti pembelajaran melalui penerapan model round table dengan media konkret. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Karanganyar tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Alat yang digunakan dalam pengambilan data berupa observasi, angket, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik kualitatif dan kuantitatif. Selanjutnya, dalam teknik uji validitas data digunakan triangulasi yaitu data, teori, dan metode, sedangkan dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik deduksi dan induksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan pada prasiklus tanpa menggunakan model dan media, sedangkan siklus I dan siklus II menggunakan model round table dengan media konkret dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru memberi gambaran pembelajaran menulis puisi dan motivasi, guru membagi satu kelompok terdiri 4-6 siswa mengelilingi meja, siswa mengamati media konkret, masing-masing anggota kelompok menyumbangkan idenya secara bergiliran, siswa pertama menyumbangkan idenya dilanjutkan siswa kedua dan seterusnya hingga terakhir, ide-ide yang terkumpul dijadikan untuk bahan setiap anggota menyusun puisi, siswa membacakan hasil puisi terbaik di kelompoknya; (2) pengaruh model round table dengan media konkret terhadap pengaruh belajar dari kesiapan saat mengikuti pembelajaran 73,52% pada siklus I meningkat menjadi 94,11% pada siklus II, perhatian terhadap pembelajaran 52,94% pada siklus I meningkat menjadi 67,64% pada siklus II, interaksi kerjasama 52,94% pada siklus I meningkat menjadi 82,35% pada siklus II, tanggungjawab terhadap pembelajaran 55,88% pada siklus I, meningkat menjadi 82,35 pada siklus II dan sikap saat mengikuti pembelajaran 70,58% pada siklus I meningkat menjadi 88,23% pada siklus II; (3) peningkatan hasil menulis puisi dengan KKM 76 dapat dilihat yaitu 62,61% pada prasiklus, meningkat menjadi 77,35%  siklus I, dan 82,50% siklus II.   Kata kunci : keterampilan menulis puisi, model  round table, media konkret.
NILAI RELIGIUS FILM SANG KIAI SUTRADARA RAKO PRIJANTO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA. Arisun Arisun; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.765 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tema, fakta cerita, dan nilai estetis film Sang Kiai; (2) nilai religius film Sang Kia; dan (3) skenario pembelajaran film Sang Kiai Sutradara Rako Prijanto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pada nilai religius dalam film Sang Kiai dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dan observasi. Istrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis. Analisis data menggunakan analisis isi. Dalam Penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema film Sang Kiai adalah perjuangan membela tanah air dan berjihad menegakkan akidah agama Islam. Tokoh utamanya adalah KH Hasyim Asy’ari dan tokoh tambahannya adalah Nyai Kapu, Harun, Sari, Wahid Hasyim, dll. Alurnya adalah alur maju. Latar tempatnya adalah Jombang Jawa Timur. Latar waktunya adalah pagi, siang, malam, bulan, dan tahun. Latar suasana yang digunakan suasana menyenangkan, suasana menegangkan, suasana mengharukan, dan suasana mencemaskan. Nilai estetis yang terkandung adalah unsur keindahan pada alur, unsur keindahan pada latar, dan unsur keindahan pada tokoh; (2) nilai religius yang terdapat dalam film Sang Kiai adalah (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi melaksanakan salat tepat waktu,jujur, memakai kerudung, menahan hawa nafsu, menjaga akidah Islam, syaja’ah/berani, istirja’/kalimat toyibah mendapat musibah, berbuat adil, salat jamaah, membaca Al-Quran, berdoa, istighfar, memperbaiki niat, perintah menuntut ilmu, (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi tolong menolong, husnudon/berprasangka baik, menikah, berbakti kepada suami, musyawarah, berbagi, dermawan, memberi nasihat, mengucapkan salam, membela tanah air, mengajar ngaji, dan (c) hubungan manusia dengan alam sekitar yaitu menanam padi; (3) skenario pembelajaran film Sang Kiai di kelas XI SMA dengan materi nilai religius film Sang Kiai pada pembelajaran drama berdasarkan KTSP dengan KD mengidentifikasi peristiwa pementasan drama adalah sebagai berikut: (a) kegiatan awal: guru dan siswa memulai dengan berdoa, menjelaskan indikator dan tujuan yang ingin dicapai(b) tahap inti: tahap inti meliputi, tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, (c) penutup: guru dan siswa bersama sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan sebagai evaluasi siswa diberi tugas oleh guru untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan oleh guru.Kata Kunci: Nilai Religius, film Sang Kiai, dan Skenario Pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PREMBUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Dwi Suharsih; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.431 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan media gambar peristiwa sebagai peningkatan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014; (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan media gambar peristiwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar peristiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini: (1) penggunaan media gambar peristiwa sebagai peningkatan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas prasiklus, siklus I dan siklus II; (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi dapat diketahui melalui hasil angket yang telah diisi siswa. Hasil angket terhadap minat belajar siswa rata-rata prasiklus sebesar 59,37%, sedangkan pada siklus I sebesar 65,62%, dan pada siklus II sebesar 71,87%. Hasil angket terhadap sikap belajar siswa rata-rata prasiklus sebesar 37,5%, sedangkan pada siklus I sebesar 56,25%, dan pada siklus II sebesar 81,25%; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan media gambar peristiwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar peristiwa mengalami peningkatan. Pada prasiklus rata-rata kelas sebesar 59,40 dan siswa yang sudah memenuhi KKM ada 3 orang atau 9,37%. Pada siklus I rata-rata kelas menjadi 68,78 dan siswa yang sudah memenuhi KKM ada 15 orang atau 46,87%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 74,31.Kata kunci: menulis puisi dan media gambar peristiwa
NILAI RELIGIUS NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Ratri Mei Adhadilla; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.136 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, (2) nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, dan (3) skenario pembelajaran novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Artinya, penulis membahas dan mengkaji novel tidak menggunakan angka, tetapi menekankan pada deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Surga Yang Tak Dirindukan saling berkaitan dan menyatu dengan nilai religius yang terdapat di dalamnya, (2) nilai religius novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia mencakup empat aspek, yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan alam sekitar; (d) hubungan manusia dengan diri sendiri, dan (3) skenario pembelajaran novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia menggunakan model pembelajaran kooperatif group investigation. Dalam model pembelajaran group investigation langkah-langkahnya, yaitu: (a) membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari ± 5 siswa; (b) memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis; (c) mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati.Kata Kunci: nilai religius, novel, skenario pembelajaran
Kajian Nilai Keislaman Novel Ketika Embun Merindukan Cahaya Karya Hadis Mevlana dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA Siti Masruroh; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.17 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) kebahasaan, (3) nilai keislaman dalam novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karya Hadis Mevlana dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran nilai keislaman di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai keislaman pada novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karya Hadis Mevlana dan rencana pelaksanaan pembelajarannya pada Siswa kelas XII di SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi.Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karya Hadis Mevlana, meliputi: (a) tema: keteguhan iman dan keyakinan sepenuh hati pada Allah Swt. (b) tokoh utama: Sofyan (religius, bijaksana, pandai, dan penyayang), tokoh tambahan: Kiara, Felix, Fritz, Olivia, Emak, Aini, Mario, Eva, Om Thimoty, Paman Daud, Tante Anna, Hezron, dan Paman Gamaliel, (c) alur campuran; (d) latar tempat: Kanada, Kuantan, Regina, Universitas of Saskatchewan, lobi apartemen, taman, masjid, apartemen, dan Murray Library; latar waktu: malam, subuh, pagi, jumat; latar sosial: dakwah, tolong menolong, dan tradisi; (e) amanat: teruslah berikhtiar dan bertawakal kepada Allah Swt.; (2) kebahasaan meliputi: ungkapan, majas personifikasi, peribahasa perumpamaan; (3) nilai keislaman novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karya Hadis Mevlana mencakup: (a) akidah meliputi: iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul, iman kepada hari kiamat, iman kepada   qada   dan   qadar;   (b)   akhlak   meliputi;   akhlak   mahmudah,   dan madzmumah; (c) syariah meliputi; menutup aurat, wudu, salat, doa, dan; (d) takwa meliputi; hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karya Hadis Mevlana di kelas XII SMA yang disesuaikan dengan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan modelpembelajaran group investigation yang  dilakukan  dengan tahap  pendahuluan  guru  mengondisikan siswa, lalu pada tahap inti guru mengelompokkan siswa untuk berdiskusi, dan tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran.   Kata Kunci: nilai keislaman, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.  
ANALISIS MAKNA KIAS DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS X Supriyanto Supriyanto; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.415 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis majas yang terkandung dalam lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Kuli Jalan, Tak Biru Lagi Lautku, Libur Kecil Kaum Kusam, Opiniku, Buktikan, dan Besar dan Kecil karya Iwan Fals dan (2) kesesuaian majas yang terdapat dalam lirik lagu Iwan Fals sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskripsi kualitatif. Dalam penyajian data digunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) makna yang terdapat dalam lirik lagu Tikus-Tikus Kantor, Kuli Jalan, Tak Biru Lagi Lautku, Libur Kecil Kaum Kusam, Opiniku, Buktikan, dan Besar dan Kecil karya Iwan Fals terdapat beberapa makna yang bukan makna sebenarnya. (2) bahan pembelajaran makna kias dalam lirik lagu Tikus-Tikus Kantor, Kuli Jalan, Tak Biru Lagi Lautku, Libur Kecil Kaum Kusam, Opiniku, Buktikan, dan Besar dan Kecil karya Iwan Fals terdapat dalam silabus yang bertujuan untuk memahami puisi yang disampaikan secara langsung/tidak langsung dengan pencapaian meliputi, Kompetensi Dasar: mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman, Indikator: (a) mengidentifikasi (majas, rima, kata-kata, berkonotasi dan bermakna lambang), (b) menanggapi unsur-unsur puisi yang ditemukan, (c) mengartikan kata-kata berkonotasi dan makna lambang, dan Materi Pembelajaran: rekaman puisi atau pembacaan langsung untuk menentukan majas, irama, kata-kata konotasi, kata-kata bermakna lambang.Kata Kunci: makna kias, lirik lagu Iwan Fals, pembelajaran sastra di kelas X SMA
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti