Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI MORAL NOVEL SURGA YANG DIRINDUKAN 2 KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XIISMA Suci Amalia; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.601 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia di kelas XII SMA.  Sumber data diperolehdari novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia.Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia. Pengumpu­lan data dilakukan dengan observasi.Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi.Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik meliputi: (a) tema mayor: keikhlasan kedua perempuan dalam poligami; dan tema minor: masalah persahabatan, masalah datangnya musibah, dan masalah rumah tangga; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Prasetya berwatak: penolong, tanggung jawab, dan bijaksana, Arini berwatak: pengertian, bijaksana, kuat menghadapi sakitnya, dan empati; yang didukung oleh beberapa tokoh tambahan meliputi:  Mei Rose, Syarief Kristof, Lia, Sita, dan Arman; (c) alur maju; (d) latar tempat: Budapest Hungaira, Bandung, dan rumah sakit, Waktu meliputi: malam dan pagi, sosial: keagamaan; (e) sudut pandang persona ketiga dia mahatau;(2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: bersyukur, berdoa, beribadah, ikhlas, dan mengenakan jilbab; (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi: persahabatan, tolong menolong, peduli terhadap orang lain, member nasihat, dan kasih sayang; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: eksistensi diri, memiliki cita-cita, rindu, sedih, dan tidak mudah menyerah; (d) hubungan manusia dengan alam sekitarmeliputi: memuji keindahan alam; dan (3) Skenariopembelajaran novel denganmaterinilai moral pada novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia berfokus pada aspek membaca Skenario pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan silabus kompetensi dasar 3.9 menganalisisisi dan kebahasaan novel. Pembelajaran sastra novel Surga Yang Dirindukan 2 karya Asma Nadia dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran yang digunakan adalah kooperatif tipe group investigation berbasis saintifik. Aktivitas pada pertemuan pertama meliputi kegiatan mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi. Adapun aktivitas pada pertemuan kedua meliputi kegiatan mengasosiasikan dan mengomunikasikan.   Kata kunci      : nilai moral, novel,skenario pembelajaran SMA
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 31 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Mujiharti Mujiharti; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.92 KB)

Abstract

ABSTRAK:penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan media gambar peristiwa untukmeningkatkan kemampuan siswa kelas VIII SMP N 31 Purworejo dalam pembelajaran menulis puisi; (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar dalam menulis puisi; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan media gambar peristiwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar peristiwa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menulis puisi menggunakan media gambar peristiwa meliputi: siswa mengamati gambar yang telah diberikan oleh guru, siswa mencatat poin-poin penting tentang setiap peristiwa dalam gambar tersebut, siswa mulai membuat kata yang sesuai dengan poin-poin yang telah dicacat, dan siswa mengembangkan kata-kata tersebut menjadi sebuah puisi (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 menulis puisi dapat diketahui melalui hasil observasi. Pengaruh media gambar peristiwa terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis puisi mengalami peningkatan.Pada prasiklus atau sebelum diterapkan media gambar peristiwa siswa yang berminat mengikuti pembelajaran menulis sebesar 36,83%. Setelah diterapkan media gambar peristiwa, minat siswa meningkat menjadi 58,67% dan meningkat lagi menjadi 73,5% pada siklus II; 3) peningkatan Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Purworejo dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan media gambar peristiwa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa sudah mencapai KKM (75). Pada prasiklus nilai rata-rata yang diperoleh siswa hanya 69,03 atau masuk dalam kategori kurang. Setelah diterapkan media gambar peristiwa, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 76,94 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,94 pada siklus II. Kata kunci: menulis puisi, media gambar peristiwa, siswa kelas VIII  
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Model Kancing Gemerincing dan Media Poster pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017 Dian Rahmawati; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.408 KB)

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan : (1) proses pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 36 Purworejo. (2) aktivitas dan motivasi siswa kelas VII SMP Negeri 36 Purworejo dalam pembelajaran menulis puisi setelah menggunakan model kancing gemerincing dan media poster. (3) peningkatan menulis puisi menggunakan model kancing gemerincing dan media poster pada siswa kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pengamatan, (4) tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) teknik tes, dan (2) teknik nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah tenik kualitatif dan kuantitatif. Adapun dalam teknik penyajian hasil digunakan metode penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) penerapan pembelajaran menulis puisi dengan model kancing gemerincing dan media poster pada siswa kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (a) guru menyampaikan materi yang dipelajari yaitu tentang menulis puisi; (b) guru menjelaskan langkah-langkah menulis puisi; (c) guru memberikan contoh puisi; (d) guru membagikan media poster untuk dicermati siswa; (e) guru menjelaskan model pembelajaran kancing gemerincing yang akan digunakan; (f) guru menghimbau siswa menulis puisi sesuai poster yang diamati dengan model kancing gemerincing; (g) guru menghimbau siswa menulis puisi dengan bahasa sendiri; (2) peningkatan kualitas menulis puisi dapat dikategorikan baik. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya aspek-aspek yang selalu di[erhatikan oleh peneliti dari tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II; (3) peningkatan kualitas hasil menulis siswa dapat dilihat berdasarkan hasil pretes, nilai rata-rata menulis puisi masih dibawah KKM yaitu 61,13. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 79,52. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 81,77. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi dengan baik sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yakni dengan nilai 75. Kata Kunci: menulis puisi, media poster, model kancing gemerincing.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL PADA SENJA YANG MEMBAWAMU PERGI KARYA BOY CANDRA DAN RENCANA PELAKASANAAN PEMBELAJARANNYA Arum Kusumawardani; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.987 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) unsur intrinsik novel Pada Senja yang Membawamu Pergi karya Boy Candra; (2) aspek-aspek sosiologi sastra dan hubungan antaraspek sosiologi sastra novel Pada Senja yang Membawamu Pergi Karya Boy Candra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Pada Senja yang Membawamu Pergi Karya Boy Candra di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer: novel Pada Senja yang Membawamu Pergi Karya Boy Candra, dan sumber data sekunder: buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini adalah aspek sosiologi sastra dan hubungan antaraspek sosiologi sastra. Fokus penelitian ini, yaitu: unsur intrinsik (tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, dan amanat); aspek-aspek sosiologi sastra (kekerabatan, cinta kasih, pendidikan, dan moralitas); hubungan antaraspek (hubungan aspek kekerabatan dengan cinta kasih, kekerabatan dengan pendidikan, dan aspek pendidikan dengan moralitas); dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik meliputi (a) tema: sebuah pencapaian suatu pendidikan; (b) tokoh dan penokohan, meliputi tokoh utama: Gian, tokoh tambahan: Kaila, Andre, Randi, Putri, Aira, Ayah, Ibu; (c) latar: waktu; pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, tempat; Kos, Kampus, Kafe Uni Eva, Taman, Pantai, suasana; sedih, tegang, bahagia, sosial; budaya masyarakat Minangkabau (d) alur berdasarkan jenisnya: alur campuran (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) amanat: jatuh cinta dan patah hati seharus­nya tidak menghambat seseorang untuk meraih mimpi; (2) aspek-aspek sosiologi sastra meliputi: aspek kekerabatan, aspek cinta kasih, aspek pendidikan, dan aspek moralitas (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra meliputi: hubungan aspek kekerabatan dengan cinta kasih, kekerabatan dengan pendidikan, dan pendidikan dengan moralitas; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel ini di kelas XII SMA, menggunakan model TPS (Think, Pair, Share) dengan langkah-langkah: guru mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pelajaran, guru meminta siswa untuk berpasangan dan berdiskusi, guru meminta setiap pasangan untuk berbagi. Evaluasi dalam pembelajaran ini meliputi: aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif. Kata kunci: sosiologi sastra, novel Pada Senja yang Membawamu Pergi, rencana    pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA KUMPULAN CERPEN PUTIK-PUTIK BUNGA DI GUNUNG KARYA MAYON SOETRISNO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Rais Sulaiman; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.594 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek sosial dalam kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung karya Mayon Soetrisno, hubungan antaraspek sosial kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung, dan pembelajaran kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung karya Mayon Soetrisno di kelas X SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) aspek-aspek sosial dalam kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung karya Mayon Soetrisno meliputi aspek: cinta kasih, ekonomi, moralitas, kekerabatan, dan pendidikan; (2) hubungan antaraspek kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung meliputi hubungan: aspek cinta kasih dengan aspek perekonomian, aspek cinta kasih dengan kekerabatan, aspek cinta kasih dengan aspek moral, aspek cinta kasih dengan aspek pendidikan, aspek perekonomian dengan aspek kekerabatan, aspek perekonomian dengan aspek moral, aspek perekonomian dengan aspek pendidikan, aspek kekerabatan dengan aspek moral, aspek kekerabatan dengan aspek pendidikan, dan aspek moral dengan aspek pendidikan; (3) skenario pembelajaran kumpulan cerpen Putik-putik Bunga di Gunung di kelas X SMA mengguanakan metode pembelajaran  jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran Jigsaw adalah membagi siswa menjadi dua kelompok, yaitu tim asal dan tim ahli. Kata kunci:analisis sosiologi sastra, cerpen Putik-putik Bunga di Gunung, skenario pembelajaran cerpen.  
ANALISIS TOKOH UTAMA DAN NILAI MORAL DALAM NOVEL CANTING KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI SMK Mochammad Yusuf; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.84 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini untukmendeskripsi (1) karakter atau watak tokoh utama yang terdapat dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto;(2) nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto;dan (3) skenario pembelajarannovel Canting karya Arswendo Atmowiloto di SMK.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti, kartu pencatat data dan alat tulisnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1)karakter tokoh utama (Pak Bei) yang terdapat di dalam novel Canting karya Arswendo Atmiwilotomeliputi bijaksana, dermawan, pemberani, berpengalaman luas, penolong juga tanggung jawab;(2) wujud nilai moral yang terdapat dalam novel Canting karya Arswendo Atmiwiloto meliputi nilai moral agama, sosial, dan individu;(3) pembelajaran novelCanting karya Arswendo Atmiwiloto didasarkan pada standar kompetensi 3.berkomunikasi dengan bahasa Indonesia sastra tingkat unggul dan kompetensi dasar 3.2 mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana. Langkah-langkah pembelajarannya adalah: (a) peserta didik dikelompokan 4-6 siswa dalam satu tim; (b) setiap kelompok diberi materi subtopik yang berbeda; (c) membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli terbentuk diambil dari salah satu orang dari kelompok asal, dan tim ahli mendiskusikan subtopik yang telah dibagikan; (d) setelah selesai, sebagai tim ahli tiap anggota kelompok kembali ke kelompok asal dan berdiskusi dengan teman satu tim asal.   Kata kunci :tokoh utama, nilai moral,dan skenario pembelajaran  
NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL SULUK GUNUNG JATI KARYA E. ROKAJAT ASURA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Heru Heru; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.882 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura, (2) nilai religius novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura, (3) Skenario  pembelajaran unsur intrinsik novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif.  Sumber data penelitian adalah novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura. Objek penelitian adalah nilai religius novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura. Fokus penelitian adalah nilai religius hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan lingkungan sosial. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi. Instrumen penelitian adalah kartu pencatat data. Teknik analisis data adalah teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang berupa tema novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura meliputi: cinta kasih, (b) tokoh, meliputi  tokoh utamanya adalah Syarif Hidayatullah yang bersifat cerdas, sabar, dan berani, serta tokoh tambahan: Patih Keling, Pangeran Cakrabuana, Nyimas Pangkuwati, Ki Gedeng Bababadan, Nyimas Ratna Babadan, Hasan Ali, Syarifah Mudaim, Syarif Abdullah, Sunan Giri, Prabu Surawesisa, Adipati Unus, Fadhilah Khan, Sunan Kalijaga Sunan Bonang, dan Ki Gedeng Kemuning, (c) latar, meliputi latar tempat: Caruban Larang, Pesantren Amparanjati, Babadan, Yunan, Istana Nangkring, Ampel Delta, Masjid Agung Demak, dan Pelabuhan Kalapa, latar waktu: pagi, sore, dan malam, dan latar sosial: ajaran Syaikh Lemah Abang, dan perbedaan akidah, (d) alur: alur maju; (2) nilai religius novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura digolongkan menjadi tiga, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan sesama,.; (3) Skenario pembelajaran novel Suluk Gunung Jati Karya E. Rokajat Asura di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang disampaikan, lalu pada tahap inti guru menjelaskan materi pembelajaran tentang unsur intrinsik dan nilai religius novel Suluk Gunung Jati, kemudian dalam tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran sastra yang terdapat dalam novel untuk membangun karakter siswa.Kata kunci: nilai religius, skenario pelaksanaan pembelajaran, kelas XII SMA
ANALISISIS NILAI MORAL NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE KUANTUM DI SMA Eva Suciyana; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.194 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsurintrinsik, (2) nilai moral, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data penelitianiniadalahteks novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy, Objek penelitian yang menjadi sasaran dalam sebuah penelitian yaitu nilai moral. Penelitian ini difokuskan pada unsur intrinsik dan nilai moral, teknikpengumpulan data dalampenelitianiniadalahteknik pustaka. Instrumen dalam peneliti adalah peneliti sebagai unsur pertama dibantu dengan alat tulis kartu pencatat data. Menganalisis data penulis menggunakan teknik(analisis isi) dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Dari hasilpenelitiandisimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy meliputi: (a) tema terbagi menjadi dua yaitu tema mayor dan tema minor. Tema mayor seorang gadis yang menempuh perjalanan cinta yang berliku demi menggapai Ridho Allah. Tema minor terdiribeberapamasalah, yaitumasalah perjodohan, masalah perjodohan, Masalah berbakti kepada orang tua, masalah restu Ummi, dan ekonomi;(b) tokohterbagi menjadi dua yaitu tokoh utama Ayna berwatak baik, berani, sabar, suka menolong, dantokohtambahannya Neneng, Afif, Kyai Sobron, Atikah, Aripah, Kyai Yusuf, Nyai Nur Fauziyah, Darsun, Tumijah, Kusmono, Yoyok, Brams, Ibu Rosidah, Ratih, dan Ameera; (c) alur campuran; (d) latar terbagi menjadi tiga yaitu latarwaktu: pagihari, siang hari, malamhari, pukul, hari,dan bulan, latartempat:Pasar, Pesantren, Rumah Ayna, Bandara, Hotel lombok, Rumah kumuh, Rumah Ratih, Kafe, Rumah Ibu Rosidah, Bait Ibnu Sabil, Rumah sakit Sardjito dan Yordania, latar suasana: senang, marah, sedih, haru dan hening, latar Alam: cerah, hujan, panas, dan gerimis, latar sosial: Gaya hidup masyarakat perkotaan dan Gaya hidup masyarakat di Pesantren; (e) sudut pandangnya menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan (f) amanat: Jangan menikah karena harta duniawi, tetapi carilah yang sama-sama mendatangkan berkah; (2) nilai moral digolongkanmenjadi tiga, yaitu (a) hubungan manusia dengan Tuhan: yakni berdoa, bersyukur, mengingat Tuhan, shalat, dosa, dan puasa,(b) hubungan manusia dengan manusia lain: kekeluargaan, menghormati orang tua, menepati janji, bersahabat, menasihati, dan dermawan, (c) hubungan Manusia dengan Alam sekitar: menikmati Indahnya Alam (d) hubungan manusia dengan diri sendiri: pantang menyerah, berani, bertanggung jawab, dan kasih sayang (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bidadari Bermata BeningKarya Habiburrahman El Shirazy di SMA dilaksanakan dengan menggunakan kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan indikator belajar sebagai tujuan pembelajaran menggunakan metode kuantum dengan langkah TANDUR.   Kata kunci:nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE ROUND TABLE PADA SISWA KELAS X AK 2 SMK MUHAMMADIYAH 1 WONOSOBO TAHUN AJARAN 2013/2014 Winda Dwi Suprihantini; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.788 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendiskripsikan: (1) penerapan model kooperatif tipe Round Table dapat meningkatkan kreativitas proses pembelajaran menulis deskripsi pada siswa kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo tahun ajaran 2013/2014; (2) penerapan model kooperatif tipe Round Table dapat meningkatkan kemampuan menulis deskripsi pada siswa kelas X AK 2 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui yes, observasi, jurnal, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dan kualitatif. Dalam penyajian data digunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) penerapan model kooperatif tipe round table dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis deskripsi. Hal ini terbukti dengan meningkatnya presentase keantusiasan, perhatian, dan keaktifan. Pada prasiklus siswa yang antusias mengikuti pembelajaran sebesar14 siswa atau 36,9%, pada siklus I menjadi 25 siswa atau 65,7%, pada siklus II menjadi 29 siswa atau 76,3%, perhatian prasiklus 17 siswa atau 44,8%, siklus I 27 siswa atau 71,1% siklus II 35 siswa atau 92,1%, dan keaktifan pada prasiklus 13 siswa atau 34,3%, siklus I 24 siswa atau 62,2%, dan siklus II 34 siswa atau 89,4%, (2) penerapan model kooperatif tipe round table dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis deskripsi. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan nilai pembelajaran menulis deskripsi siswa. Pada prasiklus diperoleh rerata 64,68, 20 dari 38 siswa atau 52,63% , pada siklus I diperoleh rerata 73,54, 34 dari 38 siswa atau 89,46%, dan pada siklus II diperoleh rerata 79,63 38 siswa mencapai KKM semua.Kata kunci: keterampilan menulis deskripsi, model kooperatif tipe round table.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIRKARYA KIRANA KEJORA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Laras Nilamsari; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.704 KB)

Abstract

ABSTRAK: penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan: (1) unsurintrinsik novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora; (2) aspek sosiologi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora; dan (3) RencanaPelaksanaanPembelajarannya di kelas XII SMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) unsur intrinsik novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora terdiri dari: (a) tema: cobaan hidup yang dialami seorang ayah. Tokoh utamanya Arjuna Dewangga; (b) alur: maju; (c) latar tempat: Solo, Jakarta, Yogyakarta, dan Jepang. Latar suasana: menyenangkan, menegangkan, dan mengharukan. Latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam; (d) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) aspek sosiologi dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora mencakup lima aspek yaitu: (a) pendidikan ; (b) cinta kasih; (c) moralitas; (d) religius; dan (e) kekerabatan. (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA dengan materi aspek sosiologi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir Karya Kirana Kejora pada pembelajaran sastra berdasarkan kurikulum 2013 dengan KD menganalisis isi dan kebahasaan novel adalah sebgai berikut: (a) kegiatan pendahuluan guru mengucapkan salam, berdoa, memberi motivasi, dan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator; (b) kegiatan inti meliputi guru menjelaskan tentang pembelajaran sastra khususnya novel, guru memberikan kesempatan kepada  peserta didik untuk membaca dan memahami isi novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi mengnasi isi novel, kemudian guru memberikan  tugas kepada peserta didik untuk menganalisis unsur intrinsik dan aspek sosiologi yang terkandung dalam novel. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pemberian tugas; (c) kegiatan akhir/ penutup meliputi kegiatan refleksi dan pemberian tugas.   Kata kunci : aspek sosiologi sastra, novel,danrencanapelaksanaanpembelajaran SMA.
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti