Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH KAKEK DALAM FILM TANAH SURGA SUTRADARA HERWIN NOVIANTO, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENYIMAK, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Sri Utami Fatimah; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.968 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk dan wujud tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh kakek pada film Tanah Surga; (2) relevansi kelima kategori tindak tutur ilokusi (asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif) tokoh kakek pada film Tanah Surga dengan pembelajaran menyimak di kelas X SMA; dan (3) skenario pembelajaran menyimak dengan menggunakan media film Tanah Surga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode simak bebas lipat cakap (SBLC). Analisis dilakukan dengan metode padan dan metode agih. Bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang dipakai tokoh kakek pada film Tanah Surga ditinjau dari kategori Searle terdiri dari (a) asertif; (b) direktif; (c) komisif; (d) ekpresif; dan (e) deklaratif; (2) relevansi tindak tutur ilokusi tokoh kakek dalam film Tanah Surga dengan pembelajaran menyimak di kelas X SMA menggunakan dua tujuan pembelajaran yaitu persepsi dan resepsi, dengan strategi pembelajaran meliputi: (a) materi, (b) proses, dan (c) hasil; (3) skenario pembelajaran didasarkan pada standar kompetensi 9. memahami informasi melalui tuturan. Kompetensi dasar yang menjadi acuan adalah 9.2 menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung. Metode yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode ceramah, penugasan, dan diskusi.Kata kunci: ilokusi, film Tanah Surga, tokoh kakek, skenario pembelajaran menyimak.
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Ranna Ranna; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.632 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur Intrinsik dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; (2) strukturalisme Genetik novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; dan (3) skenario pembelajaran novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel, buku sastra, kutipan langsung dan tidak langsung. Objek penelitian ini adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode teknik studi pustaka. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Hasil penelitian ini adalah (1) unsur intrinsik novel Bidadari Bermata Bening karya habiburrahman El Shirazy terdiri dari: (a) tema: berusaha mempertahankan komitmen dan martabat; (b) tokoh utama: Ayna berwatak pandai dan tegas; tokoh tambahan: Bu Nyai Njur Fauziyah, Kyai Sabron, dan pakde Darsun; (c) alur: maju; (d) latar tempat: Pesantren Kanzul Ulum; latar waktu: siang, sore, dan tahun 1948; latar sosial: kebudayaan Jawa yang meliputi adat istiadat dan pandangan hidup; (2) strukturalisme genetik novel Bidadari Bermata Bening terdiri dari (a) fakta kemanusiaan: fakta kemanusiaan kreasi kultural, fakta kemanusiaan aktivitas sosial, fakta kemanusiaan aktivitas politik; (b) subjek kolektif: perbedaan kelompok priyayi dan kelompok orang biasa (orang kecil) dan orang kaya dengan orang yang sederhana/orang bawah; (c) pandangan dunia pengarang: pandangan agama Islam dalam sebuah pesantren; (3) skenario pembelajaran novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy sesuai kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel; model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif Group Investigation; metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas; langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.   Kata kunci: strukturalisme genetik, skenario pembelajaran
Tindak Tutur Ekspresif Tokoh Utama dalam Film Lima Penjuru Masjid Sutradara Humar Hadi dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA Ummi Khasanah; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan tokoh utama dalam film Lima Penjuru Masjid sutradara Humar Hadi, (2) fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan tokoh utama dalam film Lima Penjuru Masjid sutradara Humar Hadi, dan (3) skenario pembelajaran keterampilan mendengarkan dengan media film Lima Penjuru Masjid sutradara Humar Hadi pada siswa kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini berupa percakapan yang termasuk tuturan ekspresif dalam film Lima Penjuru Masjid, sedangkan objek dalam penelitian ini berupa tindak tutur ekspresif. Dalam pengumpulan data digunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Dalam teknik analisis data digunakan metode padan dengan teknik daya pilah pragmatis. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan tokoh utama dalam film Lima Penjuru Masjid sutradara Humar Hadi adalah tindak tutur ekspresif meminta maaf, tindak tutur ekspresif memuji, tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih, tindak tutur ekspresif mengeluh, dan tindak tutur ekspresif menyalahkan; (2) fungsi tindak tutur ekspresif tokoh utama yang ditemukan dalam film Lima Penjuru Masjid sutradara Humar Hadi, meliputi fungsi tuturan ekspresif meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat, tuturan ekspresif memuji untuk memberi apresiasi yang sifatnya positif atas hal yang dianggap baik, tuturan ekspresif mengucapkan terima kasih karena telah menerima bantuan, tuturan ekspresif mengeluh untuk menyatakan susah karena penderitaan dan kekecewaan, serta tindak tutur ekspresif menyalahkan seseorang; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ekspresif dalam Lima Penjuru Masjid disesuaikan dengan materi dalam keterampilan mendengarkan/menyimak kurikulum 2013 yang terdapat pada KD 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan film/drama yang dibaca atau ditonton. Materi pembelajaran dalam penelitian ini meliputi pengertian drama, jenis-jenis drama, struktur drama, unsur-unsur drama, dan ciri-ciri kebahasaan drama. Pembelajaran dilakukan dengan metode Problem Based Learning. Kata kunci: tindak tutur ekspresif, film, skenario pembelajaran. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT DENGAN MEDIA GAMBAR KARIKATUR PADA SISWA KELAS X MAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Haryanti Haryanti; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.448 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan media gambar karikatur pada siswa kelas X MAN Purworejo dan peningkatan kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 setelah memperoleh pembelajaran dengan media gambar karikatur. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat penulis simpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan media gambar karikatur pada siswa kelas X MAN Purworejo dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Selanjutnya, peningkatan kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 terjadi setelah memperoleh pembelajaran menulis teks anekdot dengan media gambar karikatur. Peningkatan terjadi pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 75 atau 68,75% mencapai KKM. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 28,13% dari siklus I atau 96,88% siswa mencapai KKM dengan ketuntasan belajar 100%.Kata kunci: kemampuan menulis teks anekdot, media gambar karikatur
ANALISIS STRUKTURAL NOVEL BERLAYAR KE SURGA KARYA RAMADHA TSULATSI HAJAR DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SMA Adi Nugroho; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.571 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsi-kan unsur-unsur struktur novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar, (2) mendeskripsikan hubungan antarunsur novel Berlayar ke Surga, dan (3) mendeskripsikan analisis unsur struktural dalam novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar dan implementasinya sebagai bahan pembelajaran di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah teks novel Berlayar ke Surga. Fokus penelitian pada struktur sastra meliputi tema, fakta cerita, sarana sastra, hubungan antarunsur dan implementasinya sebagai bahan pembelajarannya di SMA. Dalam teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam novel Berlayar ke Surga adalah teknik analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar bertemakan perjuangan seorang anak yang mencari anggota keluarganya yang hilang akibat bencana tsunami. Fakta cerita mencakup alur, tokoh dan penokohan, dan latar. Plot yang digunakan adalah plot maju (progresif). Tokoh dan penokohan dibagi berdasarkan tokoh utama yaitu Iqbal. Tokoh tambahan Sukma, Firdaus, Najla, Badli, Antin, Samsul, Najla, Zahra, Kakek Nurdin, Pak Widodo/juragan, Ustadz Haris, Ustadz Fauzan. Latar menggunakan latar tempat: Banda Aceh, kota Manado, Medan, Jakarta, Masjid Baiturrahman, pelabuhan, vila, Bunaken, Jakarta, Semarang, penjara, panti asuhan, Bandung, Cibodas, puskesmas, dan lain-lain. Latar waktu terdiri dari: pagi, siang, malam, jam, tahun, dan latar sosial masyarakat Aceh dengan kelas sosial menengah kebawah. Sarana sastra meliputi: judul, sudut pandang, gaya bahasa, dan nada dan ironi. Judul novel Berlayar ke Surga. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa dan nada menggunakan gaya bahasa retoris dan kiasan. Nada dan ironi yang digunakan adalah ironi dramatis dan nada ironis. (2) Hubungan antarunsur terjalin begitu erat sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang padu. (3) Novel Berlayar ke Surga dapat diimplemen-tasikan sebagai bahan pembelajaran dan diajarkan di SMA kelas XI karena dalam novel Berlayar ke Surga dapat memberikan pesan yang baik bagi siswa.Kata kunci: analisis struktural, bahan pembelajaran di SMA
KAJIAN FONOLOGI KEMASAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA PRODUK INDOFOOD DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS VIIISMP Angga Prianto; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.596 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan tataran fonologi dalam kemasan makanan dan minuman produk Indofood, dan(2) rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks iklan di SMP.Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, maupun kalimat dalam kemasan makanan dan minuman yang tersebar pada produk Indofood. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam.Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.Dari hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) tataran fonologi kemasan makanan dan minuman pada produk Indofood masih terdapat penyimpangan, yakni a) penghilangan fonem pada kata tekita b) perubahan fonem pada kata kare, c) penambahan fonem terdapat pada kata saluut, dan mancaap. Pemberian nama produk yang menyimpang dalam tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood bertujuan untuk menambah kesan unik dan menarik bagi konsumen. Penyimpangan tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood merupakan penyimpangan bahasa yang ditemukan pada penelitian ini. Hal tersebut ka­rena bahwa penulis produk ingin menonjolkan keistimewaan pada produk makanan dan minuman yang ditawarkan dengan menggunakan unsur-unsur berlebihan pada tataran fonologi tersebut dan ingin mendefinisikan suatu produk tersebut ke dalam suatu kalimat yang menarik melalui perbandingan langsung yang singkat. Penelitian mengenai penyimpangan bahasa pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood perlu dilakukan untuk mengetahui fakta-fakta kebahasaan yang beredar pada produk-produk komersial. (2) rencana pelaksanaan pembelajaran KD 3.3 maka kemasan makanan dan minuman produkIndofood dapat dijadikan media pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, dan poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. kata kunci: kajian fonologi, produk Indofood, dan rpp menulis SMP  
Analisis Nilai Moral Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA Riska Dwi Kurniawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dalam Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian di Kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa tindak tutur nilai moral pada Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian. Objek penelitian ini adalah nilai moral. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik meliputi: (a) tema mayor: kisah perjalanan cinta sejati; dan tema minor: masalah percintaan, masalah keluarga, dan masalah percobaan pembunuhan; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Iqbal berwatak: suka menolong, pandai, dan rendah hati, Syanum berwatak: cuek, pemberani, dan kekanak-kanakan; yang didukung oleh beberapa tokoh tambahan meliputi: Dr. Syarif, Arsa, dan Anza; (c) alur maju; (d) latar tempat: puskesmas, villa, dan masjid, Waktu meliputi: pagi dan malam hari, Suasana: sedih dan tegang; (e) sudut pandang persona ketiga serba tahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: berdoa, taubat, dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi: kasih sayang, silaturahmi, kepedulian, menasehati, dan memuji; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: rindu, sabar, rela berkorban, berpikir cerdas, dan malu; (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran pada Kd 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel yang dibaca menggunakan novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian di kelas XII SMA, dilakukan dengan model cooperative learning dan menggunakan metode pembelajaran jigsaw. Kata Kunci: nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI MORAL NOVEL TAHAJUD CINTA DI KOTA NEW YORK KARYA ARUMI EKOWATI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Tri Sugiarti; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.721 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati; (2) nilai moral novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati; (3) skenario pembelajaran sastra pada novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Tahajud Cinta di Kota New York jalin terjalin menyatu dengan nilai moral yang ada di dalamnya, (2) nilai moral novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati meliputi tiga aspek, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan, b) hubungan manusia dengan manusia lain termasuk hubungan manusia dengan lingkungan sekitar, c) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (3) skenario pembelajaran novel Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi Ekowati sesuai dengan kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan, yaitu: dengan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan pemberian tugas. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Tahajud Cinta di Kota New York secara tertulis dengan menggunakan tes esai.Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran
NILAI RELIGIUS PADA NOVEL DI PINTU LANGIT KU BERSUJUD KARYA WAHYU SUJANI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Asri Indah Lestari; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.48 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik yang terkandung dalam novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani, (2) nilai religius novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani, dan (3) skenario pembelajaran nilai religius dalam novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai religius novel Pintu Langit Ku Bersujud Karya Wahyu Sujani, dengan fokus penelitian nilai religius novel Pintu Langit Ku Bersujud yang meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam sekitar. Sumber data diperoleh dari novel Pintu Langit Ku Bersujud. Pengumpulan data disajikan dengan teknik observasi, teknik catat, serta teknik pustaka. Instrumen utama pengumpulan data, penulis sendiri sebagai peneliti denganalat bantu nota pencatat data, alattulis, danbuku yang berkaitan dengan penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Hasil analisis data dengan menggunakan teknik informal. Hasil analisis penelitian ini disimpulkan bahwa; (1) unsur intrinsik novelDi Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani meliputi (a) tema; (b) tokoh dan penokohan; (c) alur; (d) latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, dan (e) amanat; (2) nilai religius novel Di Pintu Langit Ku Bersujud meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya, yaitu menjaga wudu, salat lima waktu, rendah hati, sabar, dan berbakti pada orang tua, hubungan manusia dengan manusia, yaitu mengucapkan salam, menjenguk orang sakit, dan menerima tamu, serta hubungan manusia dengan alam sekitar, yaitu pasir; dan (3) skenario pembelajaran novel Di Pintu Langit Ku Bersujud karya Wahyu Sujani di kelas XI SMA yang disesuaikan dengan Kurikulum 2013, yaitu dengan langkah-langkah pembelajaran (a) pemanasan dan apersepsi, (b) eksplorasi, (c) konsolidasi pembelajaran, (d) pembentukan sikap, kompetensi, dan karakter, dan (e) penilaian formatif.Kata kunci: nilai religius, novel Di Pintu Langit Ku Bersujud, skenario pembela-jaran
NILAI-NILAI EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) PADA NOVEL KUTITIPKAN AZEL KEPADAMU KARYA ZAYYADI ALWY DAN PEMBELAJARAN DI SMA Ika Defi Riyanti; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.87 KB)

Abstract

Tujuanpenelitianiniadalah (1) mendeskripsikan nilai-nilai EQ tokoh utama dalam novelKutitipkan Azel Kepadamu, (2) mendeskripsikan pembelajaran nilai EQ dalam novel Kutitipkan Azel Kepadamu di SMA. Metodeanalisisyang digunakandalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasilpenelitiandisimpulkanbahwa(1) nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) novel Kutitipkan Azel Kepadamu karya Zayyadi Alwy mencakup sebelas aspek yaitu empati, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antarpribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat. Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) tersebut dikemas dalam cerita yang bernilai estetis dan tidak bersifat menggurui; (2) pembelajaran nilai-nilai EQ (Emotional Quotient)terdiridariatastigalangkah, yaitu (a) tahappersiapan, (b) kegiatanbelajarmengajar,(c)penutuppelajarandenganmenarikkesimpulan.Pembelajarannilai-nilaiEQ (Emotional Quotient)dalam novel KutitipkanAzel Kepadamu karyaZayyadiAlwymenggunakanKTSPdengankompetensidasaryaitumenganalisisunsur-unsurinstrinsikdanekstrinsik novel Indonesia atauterjemahan.Kata Kunci: Nilai-nilai EQ (Emotional Quotient), novel, pembelajaran sastra diSMA.
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia SUCI RIZKIANA Suci Rizkiana Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti