Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FILM PERTARUHAN SUTRADARA KRISHTO DAMAR ALAM DAN SKENARIO PEMBELAJARAN MENDENGARKAN KELAS XI SMK Lisa Dian Pertiwi; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.14 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) wujud tindak tutur direktif yang ada dalam film Pertaruhan Sutradara Krishto Damar Alam dan (2) skenario pembelajaran men­dengarkan dengan media film Pertaruhan Sutra­dara Krishto Damar Alam di kelas XI SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Film Pertaruhan Sutradara  Krishto Damar Alam. Objek penelitian ini adalah tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan simak catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri selaku peneliti sebagai instrument utama dibantu dengan alat pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah daya pilah pragmatik. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) wujud tindak tutur direktif dalam film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam terdiri dari: (a) jenis permintaan sebanyak 17 tuturan; (b) jenis pertanyaan sebanyak 7 tuturan; (c) jenis perintah sebanyak 6 tuturan; (d) jenis melarang sebanyak 3 tuturan; (e) jenis pemberian izin sebanyak 3 tuturan; (f) jenis nasihat sebanyak 6 tuturan; (2) skenario pembelajaran keterampilan mendengarkan dengan media film dengan materi tindak tutur langsung dan tidak langsung pada film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam di kelas XI SMK menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Langkah-langkah pem­belajaran mendengarkan dengan media film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam di kelas XI SMK sebagai berikut: (a) peserta didik mengamati materi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung yang disampaikan oleh pendidik; (b) peserta didik mendengarkan tuturan yang terdapat dalam film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam; (c) peserta didik bertanya pada pendidik mengenai materi yang belum dipahami; (d) peserta didik mendiskusikan informasi yang diperoleh mengenai tuturan langsung dan tidak langsung berdasarkan jenis dan fungsinya yang terdapat dalam karya sastra; (e) peserta didik menyiapkan hasil diskusi; (f) peserta didik mem­presentasi­kan hasil diskusi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung dan melakukan tanya jawab dengan kelompok lain; dan (g) peserta didik dibantu oleh pendidik untuk membuat kesimpulan tentang tuturan langsung dan tidak langsung. Kata Kunci: Tindak tutur diektif, film, skenario pembelajaran
KAJIAN INTERTEKSTUAL FILM BATAS KARYA RUDI SOEDJARWO DAN FILM SOKOLA RIMBA KARYA RIRI RIZA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.556 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) unsur intrinsik film Batas karya Rudi Soedjarwo dan film Sokola Rimba karya Riri Riza; (2) intertekstual sastra antara persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi unsur intrinsik film Batas karya Rudi Soedjarwodan film Sokola Rimba karya Riri Riza; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film Batas karya Rudi Soedjarwodan film Sokola Rimba karya Riri Riza. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan intertekstual. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mencari hubungan intertekstual antara film Batas dan film Sokola Rimba. Sumber data penelitian ini adalah film Batasdan film Sokola Rimba. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi danteknikpenyajianhasilanalisismenggunakanmetode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik film Batas (a) alur: lurus; (b) tokoh: (i) tokoh utama: Jaleswari: bersifat bertanggung jawab dan pemberani, (ii) tokoh tambahan: Arif, Panglima, Nawara, dan Otig; (c) dialog: penggambaran watak; (d) latar: (i) latar tempat: Jalan Entikong, sungai Kahayan, dan Border, (ii) latar waktu: pagi, siang, dan malam, (iii) latar sosial: pedesaan; (e) tema: mengangkat masalah pelecehan seksual dan pendidikan. Unsur intrinsik film Sokola Rimba (a) alur: lurus; (b) tokoh: (i) tokoh utama: Butet bersifat berani dan tekad kuat, (ii) tokoh tambahan: Dr. Astrid, Tumenggung, dan Ibu Bungo; (c) dialog: penggambaran watak; (d) latar: (i) latar tempat: belakang bukit, sungai bukit Duobelas, hulu, dan  hilir, (ii) latar waktu: pagi, siang, dan malam, (iii) latar sosial: masyarakat pedesaan; (e) tema: mengangkat masalah eksploitasi tanah dan pendidikan. (2) intertekstual sastra persamaan film Batasdan film Sokola Rimba: (a) alur: lurus mengalami modifikasi; (b) tokoh umata perempuan mengalami modifikasi; (c) dialog: penggambaran watak mengalami ekspansi; (d) latar (i) latar tempat: sungai mengalami modifikasi, (ii) latar waktu: pagi, siang, dan malam mengalami modifikasi, (iii) latar sosial: masyarakat pedesaan mengalami modifikasi; (e) tema: mengangkat masalah pendidikan mengalami ekspansi. Perbedaan film B dan film SR: (a) latar tempat: Kalimantan pada film Batas dan Jambi pada film Sokola Rimba; (b) tema, pada film Batas mengangkat masalah pelecehan seksual sedangkan pada film Sokola Rimbamengangkat masalah eksploitasi tanah. Hipogram: (a) ekspansi: tokoh utama; (b) konversi: dialog; (c) modifikasi: latar tempat, waktu, dan sosial; (d) ekserp: tokoh. Transformasi: wujud transformasi tokoh, alur, dan latar; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film Batas dan film Sokola Rimba di kelas XI SMA, yakni pada KD. 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks cerita pendek, pantun,cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan, dan KD. 3.2 membandingkanunsur intrinsik ulasan/reviu film/drama baik melalui lisan maupun tulisan dengan metode VAK (visual auditory kinestetik).   Kata kunci: intertekstual, film, rencana pelaksanaan pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS XI SMK TAMTAMA KARANGANYAR TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Istiana Ita Saputri; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.325 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskridpikan peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis paragraf narasi dan peningkatan prestasi keterampilan menulis paragraf narasi dengan menggunakan media gambar berseri yang dicapai siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Tamtama Karanganyar Tahun Ajaran 2013/2014. Teknik validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) triangulasi sumber data; (2) tringulasi metode; dan (3) reviu informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan kuantitatif. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini dapat peneliti simpulkan bahwa: (1) pada prasiklus, siklus I, dan siklus II kualitas proses meningkat. Pada prasiklus, siswa masih kurang tertarik mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus I, siswa sudah mulai tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar berseri. Pada siklus II, siswa lebih tertarik dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran menulis paragraf narasi dengan menggunakan media gambar berseri. Menulis paragraf narasi dengan menggunakan media gambar berseri mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa seperti keseriusan siswa dalam proses pembelajaran, keseriusan siswa saat menulis paragraf narasi, dan antusias siswa saat menulis paragraf narasi; (2) prestasi keterampilan menulis paragraf narasi pada prasiklus, siklus I, siklus II, terjadi peningkatan. Pada prasiklus nilai rata-rata menulis paragraf narasi masih rendah, yaitu 59,40. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat, yaitu 69,92. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat lagi mencapai 76,04.Kata kunci: keterampilan menulis, paragraf narasi, media gambar berseri.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL RAHASIA BATIK BERDARAH KARYA LEIKHA HA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY DI KELAS XII SMA Asri Tobibah; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.382 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra dan  (3)  rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Rahasia Batik Berdarah karya Leikha HA, objek penelitian menggunakan aspek sosiologi sastra dengan fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Instrumen penelitian adalah dengan bantuan kartu pencatat data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan penulis  untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa  (1) unsur intrinsik novel terdiri dari: (a) tema mayor: peristiwa pembunuhan sadis, dan tema minor: masalah pekerjaan, pembunuhan, percintaan, ilmu hitam, kecemburuan; (b) tokoh utama: tokoh protagonis adalah Fiska, seorang jurnalis berwatak cerdas dan pemberani. Tokoh antagonis adalah Bu Henidar mempunyai watak tega dan kejam, sedangkan tokoh tambahannya adalah: Pak Edi, Wid, Trinita Anggraini, Suwiryo Notoharjo/ Pak Wiryo, Pak Joko, Wagimin/ Diki, Bu Prapti, Rizal, Hendro, Rudi, Tomo, Mbak Surti; (c) alur maju; (d) latar tempat: Stasiun Tugu Yogyakarta, toko Batik Roro Jongggrang, kamar Fiska, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar suasana: menakutkan, menegangkan, panik; (e) sudut pandang:orang ketiga serba tahu; (f) amanat: agar tidak iri hati, dengki, harus menerima dengan sabar ketika ada masalah, tidak bersekutu dengan dukun dan tidak bermain dengan ilmu hitam; (2) aspek sosiologi sastra novel Rahasia Batik Berdarah mencakup lima aspek yaitu: (a) cinta kasih: Ibu Prapti terhadap Nita, cinta Diki terhadap Nita, cinta Bu Henidar terhadap Pak Wiryo; (b) kekerabatan: antara Trinita Anggraini dan Ibu Prapti, antara Pak Wiryo dan Bu Henidar, Fiska dengan Wid; (c) ekonomi mencakup: Bu Prapti (miskin), Pak Wiryo (kaya), Diki (miskin); (d) moralitas: Bu Henidar memiliki moral kejam, Pak Joko mempunyai moral kejam, Pak Wiryo moral yang baik, ia mempunyai sifat baik terhadap semua orang, Rizal moral tidak baik, ia mempunyai sifat yang kejam; (e) politik mencakup: Bu Henidar menghubungi Pak Joko dan menyuruhnya membunuh Nita karena adanya motif cemburu, SN mengaku kepada polisi sebagai pembunuh karena SN melindungi pelaku utama; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Two Stay Two Stray yaitu dengan cara siswa bertamu ke kelompok lain dan saling bertukar ide. Kata kunci: aspek sosiologi sastra, novel, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL AIR MATA SURGA KARYA E. ROKAJAT ASURA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA KELAS XI Ulfalilah Ulfalilah; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.262 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur intrinsik novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan dalam novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura, (3) mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran sastra di SMA kelas XI. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan dalam novel Air Mata Surga. Fokus penelitian ini adalah nilai agama, nilai moral, dan nilai sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Instrumen penelitian adalah penulis sendiri sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis.Analisis data menggunakan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tema novel Air Mata Surga karya E. Rokajat Asura adalah kisah tentang Baraah, gadis kecil yatim piatu yang berjuang melawan kanker. Tokoh utamanya Baraah dan tokoh tambahannya: Walamaha, Sameh shawky Hasanain, Dinia, Bibi, dll. Alurnya adalah alur maju. Latar tempatnya Distrik Sayyedah Zainab, Makkah, Apartemen, Madrasah Ibtidaiyah, dan Rumah Sakit. Latar waktunya adalah pagi, siang, sore, dan malam hari. Latar sosialnya adalah keadaan tempat tinggal, pendidikan, dan lingkungan. Amanat, amanat yang terkandung dalam novel Air Mata Surga diantarannya tabah dan sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup, selalu bersyukur, dan saling membantu. (2) Nilai pendidikan novel Air Mata Surga meliputi nilai pendidikan agama, moral, dan sosial. (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XI SMA khususnnya pada kelas XI semester II berdasarkan pada Standar Kompetensi 7. memahami hikayat novel indonesia/novel terjemahan dan Kompetensi Dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik novel dengan menggunakan metode pembelajaran Kuantum langkah TANDUR pembelajaranya: (a) tumbuhkan (b) alami (c) namai (d) demonstrasi (e) ulangi (f) rayakan.Kata Kunci: nilai pendidikan, novel Air Mata Surga, rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN NOVEL BUTIRAN DEBU KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Umi Hanik; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.639 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novelButiran Debu meliputi; tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, dan amanat, mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan novelButiran Debu meliputi; nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan skenario Pembelajaran di kelas XI SMA. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model Jigsaw. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif pada novelButiran Debukarya Taufiqurrahman Al-Azizy. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri, yang dibantu oleh kertas pencatat data dan alat tulis. Dari analisis unsur intrinsik, nilai-nilai pendidikan dan skenario pembelajaran di SMA diperoleh unsur intrinsik yang meliputi tema yang terdiri dari beberapa masalah,yaitu masalah impian, masalah ekonomi, dan  masalah cinta, tokoh yang terdiri dari tokoh utama yaitu Iwan, dan tokoh tambahan yaitu  Siti, Rohana, Rustam, Pemilik ladang, Bu Haji, Lelaki muda, Gadis berjilbab, H. Tatang, Hj. Juju, Mas Boy, Rohman, Bu Nining, Ratih, Pak Karnaen Kurniawan (lurah Tajur), alurnya campuran, latar yang terdiri dari latar tempat terjadi di Kali Cihideung (Jembatan Cidua), Bogor Trade Mall (BTM), Dalam Bis, Rumah Bu Nining, dan Jakarta, latar waktu yang terjadi pagi hari, siang hari, senja, malam hari, waktu ashar, dan waktu maghrib, sudut pandang menggunakan orang ketiga serba tahu, dan amanat seperti jangan mudah putus asa dan jadilah orang yang jujur, dannilai pendididkan meliputi (a) nilai pendidikan agama terdiri atas: beribadah, berdoa, bersyukur, dan sabar, (b) nilai pendidikan moral terdiri atas: pantang menyerah, sungguh-sungguh, kerja keras, mampu mengendalikan diri, rajin belajar, dan rasa ingin tahu, (c) nilai pendidikan sosial terdiri atas tolong menolong, berbakti kepada orang tua, kasih sayang, memberi semangat, dermawan, rela berkorban, solidaritas, dan memberi nasihat.NovelButiran Debu dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMA karena dalam novel tersebut banyak nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.   Kata kunci:Nilai Pendidikan, novelButiran Debudan Skenario Pembelajaran di Kelas XI SMA
ANALISIS KOHESI WACANA BERITA LINE TODAY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Lisvita Lidiyaningsih; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.734 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek kohesi gramatikal, (2) aspek kohesi leksikal, dan (3) skenario pembelajaran kohesi pada wacana berita Line Today yang diintegrasikan dalam pembelajaran teks eksposisi bagi siswa kelas X SMA. Objek penelitian ini adalah kohesi wacana berita Line Today. Fokus penelitian ini adalah kohesi gramatikal dan kohesi leksikal, dan skenario pembelajaran di kelas X SMA. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini adalahmetode agih. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik informal.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1)kohesi gramatikal meliputi 3 aspek, yaitu a) pengacuan (referensi) terdiri dari: pengacuan persona orang pertama: kita, saya, aku, dan kami; pengacuan persona orang kedua: anda dan -mu; pengacuan persona orang ketiga: ku, ia, dia, -nya; pengacuan demonstratif waktu: sekarang, saat ini, kemudian, kini, pukul 09.19, dulu, dan nanti; pengacuan demonstratif tempat: itu, sana, situ, Bandung, Bekasi;b) pelesapan (elipsis); c) perangkaian (konjungsi) terdiri dari: konjungsi koordinatif: tapi, seharusnya, dan, atau; konjungsi subordinatif: dengan, hingga, bahwa, maka, setelah, sebelum; konjungsi antarkalimat: bahkan, namun, oleh karena itu, setelah itu, lalu, kemudian; (2) kohesi leksikal meliputi 6 aspek, yaitu a) sinonimi; b) antonimi; c) repetisi; d) hiponimi; e) kolokasi; dan f) ekuivalensi, dan (3) skenario pembelajaran bahasa di kelas X SMA dilaksanakan model pembelajaran inkuiri, adapun lagkah-langkah pembelajaran inkuiri, yaitu guru mengajukan pertanyaan/permasalahan, peserta didik merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.   Kata kunci: kohesi, wacana berita Line Today, skenario pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BACAAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQRST PADA SISWA SMP NEGERI 2 SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Nur Canggih Tri Wiguna; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.225 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) proses pem-belajaran keterampilan membaca pemahaman teks narasi dengan metode PQRST; (2) perubahan perilaku siswa setelah mendapat pengajaran membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST; (3) peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik penyajian data yang digunakan, teknik penyajian hasil analisis data informal. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman teks bacaan narasi dengan metode PQRST meliputi guru memberikan materi mengenai pembelajaran membaca pemahaman, guru memberikan contoh teks bacaan narasi, siswa disuruh untuk membaca pemahaman teks narasi dengan menggunakan metode PQRST yang sudah diajarkan guru, guru mengevaluasi hasil yang ditulis oleh siswa; (2) perubahan perilaku siswa dapat dilihat dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dari prasiklus keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru diperoleh nilai sebesar 50% meningkat 16% menjadi 66,7% pada siklus I dan meningkat 23,3% menjadi 90% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa bertanya pada guru dari tahap prasiklus diperoleh nilai rata-rata 16,7% meningkat 13,3% menjadi 30% pada siklus I dan meningkat 23,3% menjadi 40% pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas diperoleh nilai rata-rata 53,3%, meningkat pada siklus I menjadi 90%, dan pada siklus II menjadi 100%; (3) peningkatan keterampilan siswa dalam memahami teks bacaan narasi dengan metode PQRST dapat dilihat dari hasil tes siswa dari prasiklus hingga siklus II. Pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata 56,6% meningkat 9,2% menjadi 65,8% pada siklus I dan meningkat 12,8% menjadi 77,9% pada siklus II.Kata kunci: kemampuan membaca pemahaman, teks narasi, metode PQRST.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 26 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dewi Astuti; Khabib Sholeh; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.09 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) penerapan pembelajaran menulis puisi berdasarkan Pengalaman Pribadi, (2) pengaruh pengalaman pribadi terhadap aktivitas dan minat siswa kelas VII F SMP Negeri 26 Purworejo, (3) peningkatan kemampuan menulis puisi berdasarkan Pengalaman Pribadi pada siswa kelas VII F SMP Negeri 26 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tesdan nontes. Teknik analisis dalam dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Dalam hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) penerapan pembelajaran menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi pada siswa kelas VII F SMP Negeri 26 Purworejo dilakukan dalam empat tahap, yaitu menulis pengalaman pribadi dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru, mengidentifikasi poin-poin penting dalam tulisan pengalaman pribadi, mengubah poin-poin penting dalam pengalaman pribadi ke dalam bentuk kata yang sederhana dan menarik, menyusun puisi dengan kata-kata sederhana dan menarik yang sudah disiapkan; (2) pengaruh pengalaman pribadi terhadap aktivitas dan minat siswa dapat dikategorikan menjadi lebih baik. Kriteria ketuntasan minimal SMP Negeri 26 Purworejo 76. Pengaruh tersebut dapat dibuktikan dari hasil observasi yang mengalami peningkatan dari tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Keaktifan siswa dalam menanggapi stimulus dari guru pada tahap prasiklus sebesar 37,93% siklus I mengalami peningkatan sebesar 66,68%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 93,55%. Keaktifan siswa bertanya pada guru saat pembelajaran berlangsung pada tahap prasiklus sebesar 17,24%, siklus I mengalami peningkatan sebesar 36,68%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 54,84%. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas menulis puisi pada tahap prasiklus sebesar 41,38%, pada siklus I sebesar 56,68%, dan pada siklus II sebesar 87,1%; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan pengalaman pribadi mengalami peningkatan yaitu, pada tahap prasiklus nilai rata-rata kelas sebesar 60,86.Tahap siklus I, nilai rata-rata kelas naik menjadi 72,70. Siklus II nilai rata-rata kelas kembali mengalami peningkatan menjadi 76,87. Berdasarkan hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa pengalaman pribadi menjadikan pembelajaran menulis puisi menjadi efektif.   Kata kunci: keterampilan menulis puisi, pengalaman pribadi, siswa SMP.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH AL-IMAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Khamid Khamid; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud kesantunan berbahasa guru saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas VIII MTs Al Iman Purworejo; (2) karakter siswa kelas VIII saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia di MTs Al Iman Purworejo; dan (3) relevansi kesantunan berbahasa saat kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia dengan pembentukan karakter siswa kelas VIII MTs Al Iman Purworejo. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Dalam analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif korelasi. Kadar hubungan dinyatakan dalam indeks koefisien korelasi. Indeks ini dihitung melalui korelasi product moment. Peneliti menyajikan hasil analisis dengan teknik penyajian verbal, yakni penyajian dengan kata-kata yang digunakan secara tegas menyatakan sesuatu yang dimaksud dalam konsep. Dari hasil analisis dapat disimpulkan: (1) wujud tuturan yang dipakai guru dalam KBM bahasa Indonesia dapat dikatakan cukup santun karena sudah memenuhi prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. Tingkat kesantunan berbahasa guru menurut siswa, yang sangat santun ada 7 orang atau 9 %, yang santun 21 orang atau 27 %, yang cukup santun 33 orang atau 43 % dan yang kurang santun 16 orang atau 21 %; (2) karakter siswa kelas VIII MTs Al-Iman Purworejo termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara dan rata-rata nilai angket tentang karakter siswa yang menunjukkan nilai 66,18; dan (3) ada relevansi yang erat antara kesantunan berbahasa guru dengan karakter siswa kelas VIII MTs Al Iman Purworejo tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: kesantunan berbahasa, relevansi, karakter siswa
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia SUCI RIZKIANA Suci Rizkiana Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti