Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN INTERTEKSTUAL ANTARA NOVEL DAN FILM BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Ismin Asmiarti; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.322 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan skripsi ini adalah mendeskripsikan hipogram dan teks transformasi novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais, persamaan dan perbedaan unsur intrinsik dan ekstrinsik nilai akidah antara novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais, skenario pembelajaran di kelas XII SMA tentang perbandingan karya fiksi novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalah novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Instrumen penelitian adalah peneliti, alat tulis dan kartu pencatat. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi, dan dalam penyajian hasil analisis peneliti menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais merupakan hipogram dari film Bulan Terbelah di Langit Amerika sutradara Hanum Salsabiela Rais dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika merupakan transformasinya, (2) persamaan unsur intrinsik novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika terdapat pada tema (perjuangan membela agama Islam), penokohan tokoh utama, alur, dan latar, sedangkan perbedaan dalam novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika terletak pada tema, penokohan tokoh tambahan dan antagonis, dan latar, (3) persamaan unsur ekstrinsik novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika terdapat pada iman kepada Allah, dan iman kepada Nabi dan Rasul, sedangkan perbedaan unsur ekstrinsik terletak pada iman kepada Allah, iman kepada kitab Allah, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar, (3) skenario pembelajaran novel dan film Bulan Terbelah di Langit Amerika dapat dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions. Dengan menggunakan model pembelajaran tersebut, siswa dapat mempelajari materi pelajaran dengan berkelompok dan menyenangkan.   Kata Kunci: Intertekstual, novel, film, skenario pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FILM KELUARGA CEMARA SUTRADARA YANDY LAURENS DAN RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Kharisma Annisa Febriani; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif yang ada dalam filmKeluarga Cemara sutradara Yandy Laurens dan (2) rencana pelaksanaan pembelajan mendengarkan pada kd. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca/ditonton menggunakan Film Keluarga Cemara Sutradara Yandy Laurens.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian ini berupa tindak tutur direktif pada Film Keluarga Cemara Sutradara Yandy Laurens. Objek penelitian ini adalah tindak tutur direktif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap.Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dibantu dengan alat pencatat data.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik daya pilah pragmatik.Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) jenis permintaan sebanyak 7 tuturan, yang terdiri dari fungsi meminta 5 tuturan, menekan 1 tuturan, dan memohon 1 tuturan; (2) jenis pertanyaan sebanyak 9 tuturan, yang terdiri dari fungsi bertanya 7 dan fungsi menginterogasi 2; (3) jenis perintah sebanyak 3 tuturan yang terdiri dari fungsi memerintah; (4) jenis melarang sebanyak 1 tuturan terdiri dari fungsi melarang; (5) jenis pemberian izin sebanyak 3 tuturan yang terdiri dari fungsi memaafkan (2) dan fungsi membolehkan 1; (6) jenis nasihat sebanyak 4 tuturan yang terdiri dari fungsi menasihati 2 tuturan dan menyarankan 2 tuturan; (2) Rencana pelaksanaan pembelajaran mendengarkan pada Kd 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton menggunakan film Keluarga Cemara Sutradara Yandy Laurens di kelas XI SMA, meliputi: (a) peserta didik mengamati materi mengenai tindak tutur direktif tuturan langsung dan tidak langsung yang disampaikan oleh pendidik; (b) peserta didik mendengarkan tuturan yang terdapat dalam film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens; (c) peserta didik bertanya pada pendidik mengenai materi yang belum dipahami; (d) peserta didik mendiskusikan informasi yang diperoleh mengenai tindak tutur direktif tuturan langsung dan tidak langsung berdasarkan jenis dan fungsinya yang terdapat dalam film Keluarga Cemara sutradara Yandy Laurens; (e) peserta didik menulis dan menyiapkan hasil diskusi; (f) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi; dan (g) peserta didik dibantu oleh pendidik untuk membuat kesimpulan tentang tentang tindak tutur direktif tuturan langsung dan tidak langsung dan penguatan untuk melakukan penerapan penggunaan tindak tutur direktif tuturan langsung dan tidak langsung dengan memperhatikan konteks tuturan. Kata Kunci: tindak tutur direktif, film, rencana pelaksanaan pembelajaran Abstract: The purpose of this study is to describe (1) the form of directive speech acts in the movie of Keluarga Cemara directed by Yandy Laurens and (2) learning implementation plan on kd. 3.19 to analyze the content and language of the drama read / watched by using the movie of Keluarga Cemara directed Yandy Laurens. This research is a qualitative descriptive study. The data source of this research is in the form of directive speech acts on the movie of Keluarga Cemara directed by Yandy Laurens. The object of this research is directive speech acts. The data collection technique used is the technique of listening without speaking.The instrument used in this research is the author himself as the main instrument assisted by data recording device. The data analysis technique used is the pragmatic sorting technique. The results of data analysis are presented using informal techniques. From this study it is concluded that (1) there were 7 types of requests, consisting of the functions of requesting 5 utterances, pressing 1 speech, and requesting 1 speech; (2) there are 9 types of questions, consisting of a questioning function 7 and an interrogating function 2; (3) 3 types of commands consisting of a commanding function; (4) the type of prohibiting as many as 1 utterance consists of the function of prohibiting; (5) types of permission granting consisted of 3 utterances consisting of the function of forgiving (2) and the function of allowing 1; (6) 4 types of advice consisting of the function of advising 2 speeches and suggesting 2 speeches; (2) The plan for implementing listening learning at Kd 3.19 analyzes the content and language of the drama / movie that is read or watched using the film Keluarga Cemara Directed by Yandy Laurens on second grade high school students; including: (a) students observe the material regarding direct and indirect speech acts delivered by the educator; (b) students listen to the speech contained in the movie of Keluarga Cemara directed by Yandy Laurens; (c) students ask educators about material that has not been understood; (d) students discuss the information obtained about direct and indirect speech acts based on the types and functions of the movie Keluarga Cemara, directed by Yandy Laurens; (e) students write and prepare the results of the discussion; (f) students present the results of the discussion; and (g) students are assisted by educators to make conclusions about direct and indirect speech acts and reinforcement to implement the use of direct and indirect speech acts by paying attention to the context of the speech. Keywords: directive speech act, film, lesson plan 
KESALAHAN PENGGUNAAN PREPOSISI PADA KARANGAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 25, SMP NEGERI 6, DAN SMP NEGERI 17 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2012-2013 Budi Sarwoko; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.406 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Kesalahan penggunaan Preposisi di, ke, dari pada karangan siswa kelas VII SMP Negeri 25, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 17 Purworejo tahun ajaran 2012-2013, (2) Objek karangan siswa kelas vn dari ketiga sekolahan berjumlah 288 siswa. Dalam pengumpulan data digunakan metode agih yang terjabarkan dalam tehnik lesap dan tehnik ganti. Selanjutnya dalam tehnik penyajian hasil analisa digunakan metode informal. Dari hasil penelitian diketahui kesalahan penggunaan preposisi di pada karangan siswa SMP Negeri 25 Purworejo adalah 27,08%, kesalahan penggunaan Preposisi ke adalah 17,71%, kesalahan penggunaan prposisi dari adalah 13,54%. Kesalahan penggunaan preposisi di pada karangan siswa SMP Negeri 6 Purworejo adalah 31,37%, kesalahan penggunaan preposisi ke adalah 27,54% , kesalahan penggunaan preposisi dari adalah 9,80%. Kesalahan penggunaan preposisi d; pada karangan siswa SMP Negeri 17 Purworejo adalah 40,19%,kesalahan penggunaan preposisi ke adalah 24,50%, kesalahan penggunaan preposisi dari adalah 12,74%. Jadi ratarata kesalahan penggunaan preposisi di, ke, dari pada karangan narasi siswa SMP Negeri 25, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 17 Purworejo termasuk dalam kategori Kurang baik.Kata Kunci : Kesalahan Preposisi Pada Karangan Siswa SMP Kelas VII
STRUKTUR DAN NILAI PENDIDIKAN NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Teguh Irianto; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.209 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro; (2) nilai pendidikan yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro; dan (3) Relevansi novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dibantu kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro terdiri dari: (a) tema dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro adalah persahabatan, (b) Tokoh utama Arial memiliki karakter sederhana, menarik, periang, tenang, murah senyum, kurang perhatian dan tidak sombong; tokoh tambahannya yaitu Riani memiliki karakter cerdas, pandai, berkarisma, sederhana dan pandai; Zafran memiliki karakter pandai, tidak berpendirian, jujur dan kocak; Ian memiliki karakter suka tantangan, penggila bola, suka film porno, suka makan; Genta memiliki karakter baik, berjiwa pemimpin, berjiwa sosial, cerdas dan pandai. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju.(d) Latar yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro: latar tempat meliputi: rumah Arial, Jakarta, Bogor, SMA, Cirebon, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan Puncak Mahameru;  latar waktu terjadi tahun 1998 sampai dengan 2012 ketika zaman reformasi; dan latar sosial terjadi pada masyarakat modern yang telah terpengaruh oleh budaya konsumerisme dan budaya Individualitas, karena interaksi dengan masyarakat yang kurang. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan sosial meliputi keadilan, toleransi, tolong menolong, demokratis dan menghormati orang tua; nilai pendidikan moral meliputi tanggung jawab, jujur, bijaksana, disiplin, sabar, pekerja keras; pendidikan religius meliputi bersyukur, percaya adanya Tuhan, dan berdoa; nilai pendidikan estetika meliputi memberikan gagasan, mendidik, mengajak, menyampaikan pesan, dan memahami orang lain. (3) Relevansi novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA pada standar kompetensi menyimak  dan pada kompetensi dasar membaca untuk memahami makna kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam konteks bekerja masih sangat relevan. Dengan melihat kenyataan dan keadaan tentang kegunaan serta manfaat keempat nilai pendidikan yang terdapat dalam novel untuk pembentukan sikap dan karakter anak didik di SMA.   Kata Kunci : nilai pendidikan, novel 5 Cm, relevansi pembelajaran sastra  
ANALISIS NILAI RELIGIUS NOVEL BAIT-BAIT MULTAZAM KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Eka Fatmawati; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.803 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik berupa tema dan fakta cerita, (2) nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy di kelas XII SMA. Sumber data penelitian: novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy. Objek penelitian: nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy. Fokus penelitian: unsur intrinsik tema dan fakta cerita, dan nilai religius. Teknik pengumpulan data: teknik pustaka. Instrumen penelitian: kartu nota pencatat data. Teknik analisis data: teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisismenggunakan metode informal.Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang berupa tema dan fakta ceritanovel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy meliputi: (a) tema, yakni tema mayor dan tema minor. Tema mayor: perjalanan menemukan Islam sebagai jalan hidup. Tema minor: mencari tahu misteri kehidupan seorang mualaf, kematian, kehilangan kasih sayang dan perhatian, kegelisahan tentang keyakinan beragama, mimpi aneh, dan keputusan untuk menganut agama Islam, (b) tokoh, meliputi tokoh utama: Hilya, dan tokoh tambahan: Henry, teman Hilya (Nina, Nita, Alien, Lina), Ibu Henry, Martha, Edward, Jonathan, Bang Muhsin, Bang Iqbal, Pak Agam, Haji Rambe, Ibu Rosna, dan Yusuf Bulutlu, (c) latar, meliputi latar tempat: Arab Saudi, Kedai Albaik, pinggiran pertokoan, Masjid, Tanah Haram, Sekretariat Mall di Sareq Sittin, hotel, lobi, Toko Baba Hamed, tepian laut merah, apotek, gereja, rumah, Masjid Baiturahim, seberang jalan, rumah dokter, Kedai Bang Muhsin, Ma’had Abu Ubaidah, bandara Suriah, kantin, terminal penerbangan domestik, Masjid Nabawi, latar waktu: malam hari, pagi hari, siang hari, sore hari, setelah satu jam, beberapa menit kemudian, beberapa saat kemudian, pagi setengah siang, dua puluh delapan tahun silam, dan latar sosial-budaya: adat pernikahan masyarakat Batak, adat Batak kristiani, hukum keselamatan bagi perempuan di Saudi, (d) alur: alur campuran; (2) nilai religius novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy digolongkan menjadi tiga, yakni akidah, akhlak, syariat.; (3) Rencana pembelajaran novel Bait-bait Multazam karya Abidah El Khalieqy di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divions).Langkah-langkah pembelajaran: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru melakukan presentasi, pembagian kelompok, siswa melakukan kegiatan belajar secara kelompok, kuis (evaluasi), penghargaan prestasi kelompok.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PEMANDANGAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 9 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Binan Herlinda; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.59 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui media gambar pemandangan pada siswa kelas VIII SMP N 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014; (2) pengaruh penggunaan media gambar pemandangan terhadap minat dan sikap siswa dalam menulis puisi; (3) peningkatan keterampilan menulis puisi melalui media gambar pada siswa kelas VIII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif, sedangkan dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal yang dipaparkan dengan uraian atau kata-kata. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa 1) pembelajaran menulis puisi dengan media gambar dilakukan dengan langkah-langkah a) mengamati gambar, b) menentukan judul, c) pemilihan diksi yang tepat sesuai dengan gambar, d) mengembangkan diksi menjadi sebuah puisi; 2) Minat dan sikap siswa dalam pembelajaran menulis puisi dilihat dari hasil nontes prasiklus sampai siklus II. Hasil observasi prasiklus, 13 siswa atau 40% yang berantusias mengikuti pembelajaran menulis. Pada siklus I peran aktif siswa sudah meningkat, 16 siswa atau 50% sudah mulai berantusias mengikuti pembelajaran. Sementara itu, siklus II 100% siswa sudah mulai berantusias mengikuti pembelajaran dengan baik; 3) Pembelajaran menulis puisi melalui media gambar pemandangan alam dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Peningkatan keterampilan menulis puisi siswa prasiklus (57,78), siklus I (63,24), dan siklus II (78,03). Prasiklus (57,78) ke siklus I (63,24) telah mengalami peningkatan sebesar 5,46, belum mencapai KKM. Pada siklus I (63,24) ke siklus II (78,03) siswa telah mengalami peningkatan sebesar 14,79, sudah mencapai KKM. Secara keseluruhan peningkatan hasil nilai rata-rata siswa dari prasiklus sampai siklus II sebesar 20,25.Kata kunci :pembelajaran, menulis, puisi, media gambar.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NASKAH DRAMA NYONYA-NYONYA KARYA WISRAN HADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Desty Rachmawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.46 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) fungsi tindak tutur, dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur dalam naskah drama Nyonya-Nyonya karya Wisran Hadi. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Nyonya-Nyonya. Objek penelitian yang digunakan berupa tindak tutur dalam naskah drama Nyonya-Nyonya. Dalam pengumpulan data ini digunakan teknik simak. Instrumen penelitian ini berupa nota pencatat dan alat tulis. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik padan.  Dalam  penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) fungsi tindak tutur meliputi (a) representatif (b) direktif  (c) ekspresif  (d) komisif (e) deklarasi, (2) Skenario pembelajaran tindak tutur representatif, deklarasi, ekspresi, komisif, dan deklarasi pada naskah drama Nyonya-Nyonya karya Wisran Hadi dapat diterapkan dalam pembelajaran drama/film dengan menggunakan metode Kuantum. Kegiatan awal pembelajaran dimulai dengan memberikan salam, memeriksa kehadiran peserta didik, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti yang dilakukan saat proses pembelajaran meliputi 6 langkah. Langkah pertama dilakukanmenumbuhkan pemahaman dan minat terhadap aspek kebahasaan dan tindak tutur dalam naskah drama. Kedua, pendidik mengajak peserta didik untuk mengalami pembelajaran. Ketiga, peserta didik menamai hasil identifikasi yang telah dilakukan peserta didik. Keempat,pendidik  mendemontrasikan pembelajaran. Kelima, pendidik dan peserta didik mengulangi pelajaran. Keenam, pendidik dan peserta didik merayakan hasil pengalaman belajar peserta didik. Kata kunci: tindak tutur, naskah drama, dan skenario pembelajaran.
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT “KAMANDAKA” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 GOMBONG Widji Setiowati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.294 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka” pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, (2) perubahan sikap perilaku siswa kelas X SMA Muham-madiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, setelah dilaksanakan pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, (3) peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, setelah dilaksanakan pembe-lajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan nontes.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan kuantitatif. Teknik penyajian hasil analisis yang digunakan adalah teknik informal. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi metode dan triangulasi instrumen. Berdasarkan hasil ana-lisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menyimak melalui pemanfa-atan cerita rakyat “Kamandaka” meliputi materi pembelajaran menyimak cerita rakyat, pemutaran rekaman cerita rakyat “Kamandaka”, diskusi unsur intrinsik dan ekstrinsik, mengerjakan soal, dan penyimpulan hasil belajar dan refleksi; (2) siswa mengalami perubahan perilaku positif terhadap proses pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, hasil prasiklus sebesar 32,14%, siklus I sebesar 57,14%, dan siklus II sebesar 78,58% siswa memiliki keaktifan baik selama kegiatan pembelajaran sedangkan perhatian siswa dalam pembelajaran pada prasiklus sebe-sar 35,71%, siklus I sebesar 60,71%, dan siklus II sebesar 82,14%; dan (3) hasil keterampilan menyi-mak siswa mengalami peningkatan melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, nilai rata-rata kelas prasiklus 60,87 meningkat sebesar 17,90% pada siklus I menjadi 71,77, siklus II nilai rata-rata kelas 79,58 yang berarti meningkat sebesar 11,14% dari siklus I.Kata kunci: keterampilan menyimak, cerita rakyat ”Kamandaka”.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS X SMA PANCASILA PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Wahyu Subodro; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.968 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode Latihan Terbimbing pada siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo, (2) pengaruh metode Latihan Terbimbing terhadap aktivitas belajar siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo, (3) peningkatan prestasi siswa dalam menulis cerpen setelah penggunaan metode Latihan Terbimbing pada siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo. Setelah dilaksanakan penelitian dengan metode Latihan Terbimbing dalam pembelajaran menulis cerpen, dapat disimpulkan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen terdiri dari tiga tahap yaitu tahap prasiklus, tahap siklus satu, dan tahap siklus dua. (2) pengaruh metode Latihan Terbimbing dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis cerpen. Pada setiap siklusnya aspek perhatian, gairah belajar, keaktifan dan motifasi meningkat. Pada siklus I, siswa memperhatikan penjelasan penulis 16 siswa atau 62,5%, pada siklus II meningkat sebanyak 21 siswa atau 87,5%. Pada siklus I siswa yang bergairah mengikuti pembelajaran menulis cerpen sebanyak 18 siswa atau 75%, pada siklus II meningkat sebanyak 22 siswa atau 95,9%. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 19 siswa atau 79,16%, pada siklus II meningkat menjadi 23 atau 95,9%. Pada siklus I siswa yang serius dan termotivasi sebanyak 15 atau 62,5%, pada siklus II meningkat menjadi 32 siswa atau 98,8%. Terlihat dari hasil tes menulis cerpen siswa pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II, (3) nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan setelah menggunakan metode Latihan Terbimbing pada kegiatan menulis cerpen, hal ini dapat dilihat dari tahap prasiklus mencapai 68,37 kemudian setelah dilakukan siklus I meningkat menjadi 73,75. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,45.Kata kunci: keterampilan menulis cerpen, metode Latihan Terbimbing.
ANALISIS GAYA BAHASA NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XII SMA Ririn Nurul Azizah; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.041 KB)

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gaya bahasa dalam novel Hujan Karya Tere Liye; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran gaya bahasa novel Hujan karya Tere Liye pada siswa kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah novel Hujan karya Tere Liyedengan fokus penelitian gaya bahasa dalam novel Hujan karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Penyajian data disajikan dengan metode penyajian informal. Dari hasil penelitian terbukti bahwa (1) gaya bahasa dalam  novel Hujan karya Tere Liye meliputi (a) gaya bahasa perbandingan meliputi: depersonifikasi 4 data, metafora 1 data, personifikasi 10 data, simile 2 data; (b) gaya bahasa pertentangan meliputi: antitesis 15 data, hiperbola 4 data, kontradiksi interminus 1 data, paradoks 1 data; (c) gaya bahasa penegasan meliputi: antiklimaks 2 data, asindeton 2 data, klimaks 1 data, koreksio 1 data, pleonasme 10 data, polisindeton 1 data, repetisi 9 data, retorik 4 data; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran gaya bahasa dalam novel Hujan karya Tere Liye dapat dilaksanakan pada siswa kelas XII SMA sesuai dengan KD 3.9 yaitu menganalisis isi dan kebahasaan novel dengan model pembelajaran Quantum yang terdiri atas penyampaian materi tentang jenis-jenis gaya bahasa,menganalisis unsur instrinsik dan gaya bahasa dalam novel Hujan Tere Liye; menyusun novel atau bagian cerita dalam novel dengan memperhatikan gaya bahasa; memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menukarkan hasil karyanya kepada teman sebangku; memberikan kesempatan peserta didik untuk melaporkan hasil pekerjaan, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Katakunci: gaya bahasa, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran  
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti