p-Index From 2021 - 2026
5.895
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Infinity Kontinu: Jurnal Penelitian Didaktik Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan IndoMath: Indonesia Mathematics Education Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Matematika (JP3M) Jurnal Pendidikan Matematika (Jupitek) JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Math Educa Journal Indonesian Journal of Community Services Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Berdaya Mandiri Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Griya Journal of Mathematics Education and Application Jurnal Abdimas Serawai PTK: Jurnal Tindakan Kelas Unnes Journal of Mathematics Education Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Jurnal Pendidikan Sultan Agung Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Hipotenusa: Journal of Mathematical Society Indonesian Journal of Education and Pedagogy Jurnal Infinity Jurnal Pendidikan Progresif Differential: Journal on Mathematics Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika

Pembelajaran Berbasis Science Technology Engineering and Mathematics Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematis Medi Dwi Utari; Imam Kusmaryono; Mochamad Abdul Basir
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Cartesian Vol. 4 No. 1 November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v4i1.6325

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah membekali siswa agar dapat memecahkan masalah. Namun, hasil observasi menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih belum maksimal atau tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembelajaran berbasis STEM dalam melatih kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIII F MTs Negeri 2 Kota Semarang yang berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, tiga jenis lembar kerja siswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEM pada materi statistika dilaksanakan melalui tahap ask, imagine, plan, create, dan improve dengan mengintegrasikan setiap aspek science, technology, engineering dan mathematics ke dalam proses pembelajaran. Siswa disajikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau dunia nyata yang relevan kemudian melalui tahap ask siswa mengidentifikasi masalah. Tahap imagine siswa memikirkan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah berdasarkan konsep dan pada tahap plan siswa membuat rancangan penyelesaian agar solusi yang dipilih dapat digunakan. Pada tahap create siswa melaksanakan penyelesaian masalah berdasarkan rancangan yang dibuat dan di tahap akhir yaitu improve siswa membuat kesimpulan atas hasil yang diperoleh. Kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 80,86% yang dikategorikan baik.
Proses Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Operasi Hitung Aljabar Hidayah, Nur; Kusmaryono, Imam; Abdul Basir, Mochamad
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Cartesian Vol. 4 No. 1 November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v4i1.6326

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis pada materi operasi hitung aljabar. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Sultan Agung Semarang dengan subjek penelitian adalah guru matematika dan 30 siswa kelas VII A5. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini yaitu langkah pembelajaran dengan identifikasi keragaman, membagi kelompok siswa, memberikan diferensiasi konten, memberikan diferensiasi proses, dan memberikan diferensiasi produk. Lembar kerja yang diberikan memuat langkah FRISCO. Focus difasilitasi dengan bentuk soal PGK (Pilihan Ganda Kompleks) berupa langkah-langkah, uraian, dan soal cerita. Reason difasilitasi guru memberikan pendekatan agar siswa dapat mengkonstruksi konsep dengan tahapan-tahapan yang telah diberikan guru. Inference difasilitasi guru membantu siswa membuat kesimpulan yang tepat. Situation difasilitasi guru memberikan arahan agar semua diisi dan dicek pengerjaan siswa secara berkala. Clarity difasilitasi guru memberikan tugas yang dikaitkan dengan kehidupan sehari- hari. Overview difasilitasi guru memberikan stimulus, waktu pengerjaan, dan arahan untuk mengecek ulang jawaban sebelum dikumpulkan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis terbukti dari nilai lembar kerja pertemuan pertama, kedua, ketiga, dan tes kemampuan berpikir kritis. Inteval nilai 81-100 dengan kategori sangat tinggi meningkat 100%. Indikator kemampuan berpikir kritis juga dipenuhi rata-rata 90% siswa.
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Kriteria Watson dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematika Persamaan Linear Dua Variabel Intan Utami; Abdul Basir, Mochamad; Risqi Maharani, Hevy
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 02 (2025): Cartesian Vol. 4 No. 2 April 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v4i02.6328

Abstract

Errors are a reflection of how students reason and illustration of the process of students’ building their own knowledge. The purpose of this study is to describe the types of errors in solving mathematics literacy problems on topic the system of linear equations of two variables based on Watson's criteria and the factors that cause students to make mistakes. The research subjects consisted of 6 students with high, middle, and low mathematical ability. This research used qualitative approach with data collection techniques were carried out by written tests and interviews. In general, the error made by students is indirect manipulation, namely by moving the coefficient value of a certain variable to another part to obtain the value of the variable being sought. Upper category students made indirect manipulation errors and response level conflicts. Medium category students made missing data errors, indirect manipulation and skill hierarchy problems. Lower group students made errors of improper procedure, missing data, indirect manipulation, skill hierarchy problem, missing conclusion and other than the seven categories. Factors causing errors made by students include, experiencing object-process error misconceptions, deliberate and hasty factors, lack of focus and thoroughness and lack of understanding of number operations, not thinking of writing steps and not knowing the next step to solve it, forgetting and not solving the problem so that he does not write conclusions, difficulty in understanding the problem.
Pembelajaran Berbasis Science Technology Engineering and Mathematics Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematis Medi Dwi Utari; Imam Kusmaryono; Mochamad Abdul Basir
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Cartesian Vol. 4 No. 1 November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v4i1.6325

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah membekali siswa agar dapat memecahkan masalah. Namun, hasil observasi menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih belum maksimal atau tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembelajaran berbasis STEM dalam melatih kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi statistika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIII F MTs Negeri 2 Kota Semarang yang berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, tiga jenis lembar kerja siswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEM pada materi statistika dilaksanakan melalui tahap ask, imagine, plan, create, dan improve dengan mengintegrasikan setiap aspek science, technology, engineering dan mathematics ke dalam proses pembelajaran. Siswa disajikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau dunia nyata yang relevan kemudian melalui tahap ask siswa mengidentifikasi masalah. Tahap imagine siswa memikirkan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah berdasarkan konsep dan pada tahap plan siswa membuat rancangan penyelesaian agar solusi yang dipilih dapat digunakan. Pada tahap create siswa melaksanakan penyelesaian masalah berdasarkan rancangan yang dibuat dan di tahap akhir yaitu improve siswa membuat kesimpulan atas hasil yang diperoleh. Kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 80,86% yang dikategorikan baik.
Proses Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Operasi Hitung Aljabar Hidayah, Nur; Kusmaryono, Imam; Abdul Basir, Mochamad
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Cartesian Vol. 4 No. 1 November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v4i1.6326

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis pada materi operasi hitung aljabar. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Sultan Agung Semarang dengan subjek penelitian adalah guru matematika dan 30 siswa kelas VII A5. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, tes, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini yaitu langkah pembelajaran dengan identifikasi keragaman, membagi kelompok siswa, memberikan diferensiasi konten, memberikan diferensiasi proses, dan memberikan diferensiasi produk. Lembar kerja yang diberikan memuat langkah FRISCO. Focus difasilitasi dengan bentuk soal PGK (Pilihan Ganda Kompleks) berupa langkah-langkah, uraian, dan soal cerita. Reason difasilitasi guru memberikan pendekatan agar siswa dapat mengkonstruksi konsep dengan tahapan-tahapan yang telah diberikan guru. Inference difasilitasi guru membantu siswa membuat kesimpulan yang tepat. Situation difasilitasi guru memberikan arahan agar semua diisi dan dicek pengerjaan siswa secara berkala. Clarity difasilitasi guru memberikan tugas yang dikaitkan dengan kehidupan sehari- hari. Overview difasilitasi guru memberikan stimulus, waktu pengerjaan, dan arahan untuk mengecek ulang jawaban sebelum dikumpulkan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis terbukti dari nilai lembar kerja pertemuan pertama, kedua, ketiga, dan tes kemampuan berpikir kritis. Inteval nilai 81-100 dengan kategori sangat tinggi meningkat 100%. Indikator kemampuan berpikir kritis juga dipenuhi rata-rata 90% siswa.