Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani di Kecamatan Lawang Ugik Romadi; Budianto Budianto; Fikri Islami Samantha
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 2 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.073 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i2.1739

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan dari lahan produktif menjadi Tol Pandaan Malang terhadap perubahan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis statistik deskriptif guna mengetahui kesejahteraan sesuai 11 indikator kesejahteraan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara menggunakan kuisioner dengan jumlah responden sebanyak 65 orang petani yang ditentukan dengan metode Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah alih fungsi lahan kesejahteraan rumah tangga petani menurun 0.4% dan termasuk dalam kategori kesejahteraan tinggi. Penelitian ini sangat penting agar pemangku kebijakan dapat menetapkan strategi dalam menyikapi alih fungsi lahan pertanian menjadi tol Pandaan – Malang agar kesejahteraan petani tetap terjaga, dan tidak terjerumus dalam kategori keluarga tidak sejahtera. Kata kunci— alih fungsi lahan ; tingkat kesejahteraan; kesejahteraan petani ABSTRACT This study aims to determine the impact of land transfer from productive land to Toll Road Pandaan Malang to changes in the welfare level of farmers' households in Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. The method used in this research is a survey method with descriptive statistical analysis to determine well-being according to 11 indicators. In this study, data collection techniques are interviews with respondents with as many as 65 farmers determined by the Simple Random Sampling method. The results showed that after the transfer of land function, the welfare of farmers' households decreased by 0.4% and fell into high interest. This research is critical so that policymakers can establish strategies in responding to the transfer of agricultural land functions into toll road Pandaan - Malang so that farmers' welfare is maintained and does not fall into the category of families not prosperous. Keywords— land transfer; the level of well-being; the welfare of farmers
Penyuluhan: Bagaimana dengan Rancangannya? Pravasta Wahyu Satriawan; Sugiyanto Sugiyanto; Keppi Sukesi; Lintar Brillian Pintakami; Ugik Romadi
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.3060

Abstract

Kehadiran evaluasi penyuluhan untuk menganalisa kemampuan dari penyuluhan menghadirkan suatu perubahan seringkali hanya terbatas pada pembahasan hasil kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan. Kesesuaian rancangan penyuluhan masih belum mendapatkan perhatian lebih dari agen pembaharuan sehingga perlu adanya upaya untuk mengevaluasi rancangan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan 1) merancang penyuluhan pemanfaatan sampah menjadi pupuk kompos dan migarium (Mini Garden Terarium) dan 2) mengevaluasi rancangan penyuluhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang disajikan secara deskriptif. Lokasi penelitian berlangsung di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan secara sensus 24 orang yang tergabung dalam pengelola bank sampah Desa Tulungrejo serta bersedia hadir mengikuti kegiatan penyuluhan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan bantuan kuesioner. Analisa dilakukan secara deskriptif untuk menjabarkan fenomena ada dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, dan media penyuluhan telah tepat dibuktikan dengan kesesuaian penggunaan rancangan penyuluhan pada hasil evaluasi rancangan penyuluhan. Rekomendasi penelitian ini yaitu melakukan pendampingan lebih lanjut terhadap masyarakat dalam pemanfaatan sampah menjadi barang berguna.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani dalam Penerapan PGPR Jakaba Pada Tanaman Tomat di Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Putry Jawahirul Hikmah; Ugik Romadi; Harwanto Harwanto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 23 No. 1 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v23i1.3229

Abstract

Tanaman tomat banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi petani dalam penerapan Planth Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Jakaba pada tanaman tomat di Desa Pujon Kidul. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember sampai April 2024 dan berlokasi di Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan teknik jenis non probability sampling, dengan populasi berasal dari 3 kelompok tani dengan jumlah 150 petani. Dengan menggunakan metode purposive sampling ditetapkan sebanyak 60 petani sebagai responden. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pendidikan (sig 0.02), metode penyuluhan (sig 0.03) dan media penyuluhan (sig 0.04) berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Petani sudah mengenal dan mencoba menerapkan pgpr jakaba, namun proses adopsi masih rendah dikarenakan oleh lama pendidikan petani dimana petani masih enggan untuk mulai menerapkan pgpr jakaba (2) metode dan media penyuluhan juga merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat minat petani. (3) sedangkan umur, pengalaman usahatani, luas lahan dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani.
Pemanfaatan Limbah Urine Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair di Petani Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar Mohamad Herru Kuniawan; Ugik Romadi; Himawan Prabowo
Jurnal Penyuluhan Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v5i1.3681

Abstract

Hadirnya limbah ternak baik dalam bentuk cair maupun padat dinilai merugikan terhadap lingkungan dan masyarakat. Akan tetapi, limbah tersebut (terutama limbah cair) dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan limbah urine sapi dan mengukur peningkatan pengetahuan, tingkat ketrampilan dan sikap petani terhadap pemanfaatan limbah urine sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Popoh, Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 orang yang ditetapkan secara purposive. Analisa data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menjelaskan fenomena di lapangan.  Data yang digunakan data primer dan sekunder yang didapatkan observasi, wawancara dengan kuesioner, studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani yaitu dari 47.8% menjadi 63.6%. Peningkatan ini juga tercermin dari pemahaman dan penerapan petani dalam penggunaan pupuk organik cair (POC) dan urine sapi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan. Sementara itu, pada aspek sikap dengan jumlah skoring hasil evaluasi sebesar 820 yang menunjukkan petani bersikap positif terhadap materi penyuluhan, dan aspek keterampilan petani memperoleh nilai 83% yang mencerminkan bahwa keterampilan petani termasuk dalam kategori baik dengan tingkat penguasaan yang tinggi dalam pemanfaatan limbah urine sapi menjadi pupuk organik cair yang berkualitas.
Improving the Quality of Corn Cob Compost Fertilizer with Various Raw Material Compositions Ugik Romadi; Selly Ika Damayanti; Rika Despita
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 1 (2026): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v10i1.911

Abstract

Farmers have not yet utilized corn cobs, one of the agricultural wastes. Corn cobs themselves contain organic material, which can be optimized as an ingredient for making organic fertilizer. However, the habit of farmers when the harvest season arrives is that they burn or pile up corn cobs on their agricultural land. This results in the accumulation of corn cob waste increasing every time the harvest season takes place. Methods to determine the best composition of corn cob compost by testing its effectiveness using various formulations. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 6 replications. P1 pure composition of corn cobs, P2 (2:1) corn cobs and cow cohe, P3 (1:2) corn cobs and cow cohe, P4 (1:1) corn cobs and cow cohe. Results In this research, the parameters observed include pH, temperature, macronutrients (N, P, K), C-organic, C/N ratio, color, odor/aroma, and texture. pH and temperature checks are carried out every 3 days in the morning. Laboratory tests are carried out to determine the content of macronutrients (N, P, K), C-organic, and the C/N ratio. Meanwhile, organoleptic tests were carried out on texture and aroma parameters by 3 expert panelists. Conclusion: Based on the results of observations and laboratory tests, the best composition of corn cob compost fertilizer is found in P2 with a composition of cow cobs and kohe (2:1).