Claim Missing Document
Check
Articles

Found 55 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Identical Parallel Machine Scheduling Using Genetic Algorithm To Minimize Total Tardiness For Cnc 4 Axis In Pt Dirgantara Indonesia (persero) Muflih Hafidz Danurhadi; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract in manufacturing operations, fulfilling the demand by the due dates is one way to keep customer satisfaction level. if the demand was delivered after the due dates, the tardiness penalty was occurred due to maintain the customer satisfaction level. scheduling was needed to reduce the tardiness that may occur in manufacturing operations. the production scheduling system in part fabrication is considered parallel machine scheduling due to several machine with same capabilities and characteristic. thus in order to get optimal solution to reduce tardiness, this research used genetic algorithm. keyword: parallel machine, scheduling, tardiness, genetic algorithm
Usulan Kebijakan Persediaan Produk Cat Dengan Menggunakan Metode Continuous Review (S, S) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Di Pt Xyz Fatia Mulyahati Yunus; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini menjual bahan material bangunan yaitu cat. Perusahaan menjual berbagai jenis cat seperti cat tembok, cat genteng, cat kayu dan besi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Perusahaan memiliki anggaran atau budget untuk masing-masing biaya operasional warehouse, transportasi dan inventory. Perusahaan mempunyai batas budget yang harus dikeluarkan untuk biaya persediaan pertahun yaitu Rp22.023.220,00. Dalam kenyatannya, pengeluaran biaya persediaan perusahaan masih belum dapat sesuai dengan target budgetnya. Penyebab tingginya biaya total persediaan pada PT XYZ disebabkan oleh overstock dan lost sales. Faktor-fakor penyebab terjadinya overstock dan lost sales adalah belum adanya perhitungan mengenai kebijakan persediaan. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan kebijakan persediaan sehingga permasalahan tingginya biaya persediaan dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode continuous review (s, S) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, maximum inventory level, reorder point, safety stock untuk meminimasi total biaya persediaan.. Hasil dari penelitian ini didapatkan kuantias optimal sebesar 60 unit, reorder point sebesar 46 unit, safety stock sebesar 17 unit, dan maximum inventory level sebesar 106 unit dan mampu meminimasi total biaya persediaan dari Rp234.032.558,47 menjadi Rp21.220.947,89 dengan penghematan sebesar 90,9%. Total biaya persediaan usulan dapat berkurang dibawah target budget biaya persediaan yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu Rp22.023.220,00. Kata Kunci: Kebijakan Persediaan, Overstock, Lost Sales, Continuous Review (s, S) Abstract PT XYZ is a company located in Kendari, Southeast Sulawesi. This company sells building materials, such as paint. The company sells various types of paints such as wall paint, tile paint, wood paint and iron to meet customer needs. The company has a budget or budget for each warehouse, transportation and inventory operating costs. The company has a budget limit that must be spent on annual inventory costs, which is Rp22.023.220,00. In reality, the company's inventory costs are still not in accordance with its target budget. The reason for the high total cost of inventory at PT XYZ is caused by overstock and lost sales. Factors causing overstock and lost sales are the absence of calculations regarding inventory policies. Based on these problems inventory policies are needed so that the problem of high inventory costs can be minimized. This study uses the continuous review method (s, S) to determine the optimal number of orders, maximum inventory level, reorder points, safety stock to minimize total inventory costs. The results of this study obtained an optimal quantias of 60 units, reorder points of 46 units, safety stock of 17 units, and a maximum inventory level of 106 units and is able to minimize the total inventory cost from Rp234,032,558,47 to Rp21.220.947,89 with savings of 90.9%. The total proposed inventory costs can be reduced below the target inventory cost budget set by the company, which is Rp22.023.220,00. Keywords: Inventory Policy, Overstock, Lost Sales, Continuous Review (s,S)
Penerapan Assembly Line Balancing Untuk Mengurangi Waste Waiting Pada Proses Perakitan Komponen Nose Fuselage Di Pt. Xyz Wening Ayomi Dhara Setyani; Dida Diah Damayanti; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang semakin pesat menimbulkan persaingan dalam pemenuhan permintaan konsumen membuat perusahaan yang bergerak dalam bidang industri penerbangan terus melakukan perbaikan. PT. XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur yang memproduksi pesawat terbang. Berdasarkan kondisi aktual, PT. XYZ memiliki permintaan sebanyak 6 unit per tahun, namun hasil produksi masih belum mencapai target. Pada proses perakitan komponen mengalami permasalahan karena terdapat waste waiting pada perakitan nose fuselage yang disebabkan adanya beban kerja tidak merata tiap stasiun kerja, seperti waktu siklus minimal sebesar 119,63 jam dan waktu siklus maksimal selama 326,14 jam. Agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut perlu dilakukan penyeimbangan lini perakitan dengan meminimasi jumlah stasiun kerja, dan meningkatkan efisiensi lini perakitan. Pada penelitian ini penyeimbangan lini perakitan dilakukan dengan metode Genetic Algorithm (GA). Hasil dari penyeimbangan lini perakitan dengan metode tersebut berupa minimasi dari stassiun kerja sebelumnya 6 stasiun kerja menjadi 4 stasiun kerja, peningkatan line efficiency aktual sebesar 54% menjadi 91%, dan menurunkan smoothness index sebesar 408,337 menjadi 89,78. Hasil usulan dari penyeimbangan lini perakitan nose fuselage menghasilkan lini perakitan yang lebih baik daripada sebelumnya. Kata kunci: Genetic Algorithm, penyeimbangan lini perakitan, waste waiting
Designing Electronic Kanban To Reduce Lead Time On Cone Assembly Line In Pt Xyz Nadhifah Aqilah Nugraha; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Airplanes manufacturing are growing along with the increasing demand from consumers. PT XYZ is a manufacturing company of aircraft included the design and development, manufacture, assembly, and services of aircraft. The helicopter's tail called Tailboom is a product of the helicopter division, where the Tailboom assembly line is a pull system. Based on observations of existing conditions that occur at PT XYZ, production is still unable to meet demands of consumers, Lead Time occurs greater than the plan agreed upon by the consumers. In the assembly process, each work station experiences a lack of parts and component needed to assemble. This happens because of the delay in getting the required part information and there is no warning about the availability of parts needed, it makes some parts unavailable in assembly warehouse. The lack of parts and components from the previous work station causes the assembly process to stop and the assembly line also stops at the next station. In its completion, the production time was late and not on schedule. In resolving these problems, controlling process is needed, which is controlling the assembly line to get all components and sub-assembly in the right amount and at the right time. This study applies one of Just In Time tools, namely Kanban and automation should be added as efficiently and effectively communication line becomes Electronic Kanban. The problem can be solved by reducing buffer such as waiting time and idle time. The proposed results of controlling the assembly line of Tailboom result in a smooth assembly line without waiting, reduced lead time and achieving production time according to the schedule agreement with the consumers. Keywords— Kanban, E-Kanban, Lead Time, Pull System. Abstrakt— Manufaktur pesawat terbang tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. PT XYZ adalah perusahaan manufaktur pesawat yang mencakup dalam desain dan pengembangan, pembuatan, perakitan, dan perawatan pesawat. Ekor helikopter yang disebut Tailboom adalah produk dari divisi helikopter, dengan lini perakitan Tailboom adalah sistem tarik. Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi saat ini di PT XYZ, produksi masih belum dapat memenuhi permintaan konsumen, Lead Time terjadi lebih besar dari rencana yang disepakati oleh konsumen. Dalam proses perakitan, setiap stasiun kerja mengalami kekurangan komponen yang dibutuhkan untuk merakit. Hal ini terjadi karena keterlambatan dalam mendapatkan informasi bagian yang diperlukan dan tidak ada peringatan tentang ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan, hal ini membuat beberapa komponen tidak tersedia di gudang perakitan. Kurangnya komponen dari stasiun kerja sebelumnya menyebabkan proses perakitan berhenti dan lini perakitan juga terhenti di stasiun berikutnya. Sehingga, waktu produksi terlambat dan tidak sesuai jadwal. Dalam menyelesaikan masalah ini, diperlukan adanya proses pengendalian, yaitu mengendalikan lini perakitan untuk mendapatkan semua komponen dan sub-perakitan dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat. Penelitian ini menerapkan salah satu alat Just In Time, yaitu Kanban dan ditambahkan otomatisasi sebagai jalur komunikasi yang lebih efisien dan efektif menjadi Elektronik Kanban. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengurangi buffer seperti waktu tunggu dan waktu idle. Hasil yang diusulkan untuk mengontrol jalur perakitan Tailboom menghasilkan jalur perakitan yang lancar tanpa menunggu, mengurangi lead time dan mencapai waktu produksi sesuai dengan perjanjian jadwal dengan konsumen. Kata Kunci- Kanban, E-Kanban, Lead Time, Sistem Tar
Rancangan Kanban Elektronik Untuk Mereduksi Keterlambatan Pada Proses Perakitan Komponen Rudder Di Pt Dirgantara Indonesia Thamara Thamara; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aircraft Industries) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pesawat terbang dan merupakan satu – satunya perusahaan yang memproduksi pesawat di Indonesia dan sudah menerapkan Just In Time (JIT). PT Dirgantara Indonesia menacakup dalam desain dan pengembangan, pembuatan, perakitan, dan perawatan pesawat. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada bagian helikopter yaitu ekor atau yang biasa disebut Tailboom pada komponen rudder di lini perakitan. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukkan terhadap kondisi saat ini PT Dirgantara Indonesia masih belum dapat menyelesaikan proses perakitan pada waktu yang telah ditentukan, ini terjadi karena adanya keterlambatan sehingga menyebabkan job stop pada lini perakitan rudder. Keterlambatan pada lini perakitan diakibatkan pula oleh sub - assy penyusun rudder yang disebabkan kurang nya sistem kontrol pada area lini perakitan serta informasi mengenai bagian yang diperlukan pada proses perakitan. Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah keterlambatan komponen atau sub - assydiperlukannya sistem kontrol serta pengendalian untuk mengontrol dan mengendalikan semua komponen dan sub - assy dalam jumlah dan waktu yang tepat. Salah satu alat dari Just In Time ini yaitu dengan menggunakan Sistem Kanban yang berbasis elektronik serta di otomatisasikan sebagai salah satu sistem yang dapat mengontrol aliran informasi serta aliran material pasa setiap komponen maupun sub – perakitan. Hasil yang diusulkan dari rancangan Sistem Kanban Elektronik ini untuk mengontrol lini perakitan rudder sehingga menghasilkan lini perakitan yang lancar tanpa adanya keterlambatan dan job stop. Kata kunci: Just In Time, Sistem Kanban, Kanban Elektronik, Keterlambatan, Job Stop. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6329 Abstratct PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aircraft Industries) is a company engaged in manufacturing airplanes and is the only company that manufactures aircraft in Indonesia and has implemented Just In Time (JIT). PT Dirgantara Indonesia cover in the design and development, manufacture, assembly, and maintenance of aircraft. Based on the observation that has been done on the helicopter part of the tail or commonly called the Tailboom on the rudder component in the assembly line. Based on the observations that have been made to the current condition of PT Dirgantara Indonesia is still not able to complete the assembly process at a predetermined time, this occurs due to delays causing a job stop in the rudder assembly line. The delay in the assembly line is also due to sub – the rudder assembly that caused less control system in the assembly line area as well as information on the necessary parts of the assembly process. Therefore, to solve the problem of delays in components or sub-assembly the system needs control and control to control and control all components and sub-assembly in the amount and the right time. One of the tools of Just In Time is that using the electronic-based Kanban system as well as in automatisated as one system that can control the flow of information and the flow of material in each component or sub – assembly. The proposed result of the design of this electronic Kanban system to control the rudder assembly line resulted in a smooth assembly line with no delays and a job stop. Keyword : Just In Time, Kanban System, Electronic Kanban, Delay, Job Stop
Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Kemeja Pria Di Cv. Xyz Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Jeremy Ray Cristian; Dida Diah Damayanti; Ayudita . Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan manufacture yang bergerak di bidang industri tekstil. Pada CV. XYZ sering sekali terjadi keterlambatan dalam pengirimanan produksi terutama pada produk kemaja pria, adapun keterlambatan ini terjadi dikarenakan terjadinya waste pada proses produksi salah satunya ialah waste motion. Waste Motion adalah pergerakan atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan dapat memperlambat proses produksi sehingga lead time menjadi lebih lama. Waste Motion dapat disebabkan oleh tata letak workstation yang buruk, desain metode yang buruk, ukuran batch yang besar, reorientasi material, dan organisasi tempat kerja yang buruk. Pendekatan penyelesaian masalah yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah pendekatan Lean Manufacturing. Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung. Hasil tugas akhir menunjukkan terdapat selisih lead time sebelum dan sesudah adanya rancangan usulan perbaikan, yaitu sebesar 151,08 detik. Hasil tugas akhir merupakan usulan penerapkan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Kata kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, 5S
Perancangan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Pabrik Di Cv Artana Engineering Dengan Menggunakan Algoritma Simulated Annealing Heuristik Gusti Ayu Dwitya Sari; Dida Diah Damayanti; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Artana Engineering merupakan perusahaan bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi tangki. Perusahan mengalami permasalahan dalam pemenuhan permintaan produk. Pada tata letak eksisting perusahaan, terdapat adanya aliran material yang bolak-balik sehingga menyebabkan total jarak perpindahan menjadi lebih besar hingga menghabiskan biaya perpindahan Rp 489,727 perharinya, selain itu jarak antar fasilitas saling berjauhan rata-rata lebih dari 10meter sehingga beberapa stasiun kerja tidak dapat dijangkau oleh material handling dikarenakan keterbatasan standar penggunaan bahan bakar. Hal ini menyebabkan proses perpindahan material menghabiskan banyak waktu sehingga menyebabkan keterlambatan produksi. Perusahaan harus merancang ulang tata letak dengan memperpendek jarak perpindahan dan penempatan fasilitas bedasarkan urutan aliran proses untuk menghilangkan aliran material yang bolak-balik. Metode algoritma yang digunakan adalah Simulated Annealing Heuristik dikarenakan algoritma ini sesuai dengan keadaan pabrik dimana ukuran setiap fasilitas berbeda-beda. Terdapat dua alternatif usulan dikarenakan perusahaan memiliki luas area terbatas. Tata letak usulan dengan luas area sesuai jumlah mesin yang dibutuhkan dapat mengurangi total perpindahan sebesar 69% dan biaya perpindahan sebesar 6% dari tata letak eksisting. Pada Tata letak usulan dengan luas area yang tersedia dapat mengurangi total perpindahan sebesar 81% dan biaya perpindahan sebesar 8% dari tata letak eksisting Kata Kunci : Perancangan Ulang Tata Letak, Simulated Annealing Heuristik
Designing Of Electronic Kanban As One Of The Ways To Reduce Delays On A Production Process For Assembly Line Of Elevator At Pt. Dirgantara Indonesia Tyara Silva Sagita; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Aircraft industry consists of several players those are the sellers as the original equipment manufacturers (OEMs), which include the aircraft and part manufacturers for Boeing, Airbus, etc. PT Dirgantara Indonesia or Indonesian Aerospace is an Indonesian aerospace company that engages in the field of aircraft design and development and manufacture. Currently PT Indonesian Aerospace is conducting an elevator project for an aircraft to meet a demand from customers. An Elevator is a pitch altitude controller of an aircraft, and therefore the angle of attack and the lift of the wing. Based on observations, there are still delays in the process of assembling the elevator. This happened because there are still mismatches between the planning process and actual process due to the lack of information of each worker, especially on an assembly line area, and also there is lateness in parts coming to the assembly line area. So, this research is focused on the parts that caused of delay of the assembling process because there are incomplete work package. To obtain these components and parts that are needed and to control the production system in the right item, right amount, and right time, the appropriate control system that can be used is Kanban. This research proposed to design the Electronic Kanban system to tackle the problem. Electronic Kanban also is known as e-Kanban includes all the features of the traditional Kanban system, using a mixture of technology to replace traditional elements such as Kanban cards in a way to reduce the delay and to achieving production time according to the schedule agreed with the customers. Keywords: Aircraft, Elevator, Electronic Kanban, Kanban, Delay.
Meminimalkan Total Maintenance Cost Pada Mesin Injection Molding Sendok Takar Obat Cv Xyz Menggunakan Analisis Repair Policy Dan Preventive Maintenance Policy Arfan, Zidnie; Damayanti , Dida Diah; Rachmat, Haris
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—CV XYZ, sebuah perusahaan yang bergerakdalam industri plastik di Bandung, Jawa Barat, menghadapitantangan dalam meminimalkan total maintenance cost padamesin injection molding yang digunakan untuk memproduksisendok takar obat. Dalam tugas akhir ini, tujuan utamanyaadalah untuk mengusulkan strategi optimal untuk minimisasibiaya maintenance mesin produksi, khususnya pada mesininjection molding, dengan fokus pada pengurangan biaya tanpamengorbankan kualitas dan keandalan operasional.Penelitian ini menggunakan metode Repair Policy danpreventive maintenance policy, karena metode ini dapatmembantu dalam meminimalkan biaya pemeliharaan sertamengoptimalkan kinerja mesin produksi. Dengan menganalisisRepair Policy dan preventive maintenance policy, strategipemeliharaan yang efektif dan efisien dapat dikembangkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategiminimasi biaya pemeliharaan yang berbasis pada analisisRepair Policy dan preventive maintenance policy secarasignifikan berhasil mengurangi total biaya pemeliharaan.Optimasi biaya pemeliharaan tidak hanya menurunkanfrekuensi kegagalan mesin tetapi juga meningkatkan efisiensioperasional secara keseluruhan. Ini berkontribusi padapenurunan biaya operasional dan peningkatan produktivitas.Dengan strategi ini, CV XYZ berhasil meningkatkankeandalan dan efisiensi operasional melalui pengurangandowntime dan biaya produksi. Implementasi kebijakanpemeliharaan yang optimal juga memberikan dampak positifpada kualitas produk, memastikan bahwa CV XYZ dapat terusmemenuhi kepuasan pelanggan dengan produk berkualitastinggi. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja yang dapatdiadaptasi oleh perusahaan lain dalam industri serupa untukmengatasi tantangan pemeliharaan mesin produksi. Kata kunci— Injection molding, Preventive maintenancepolicy, Repair policy, Total maintenance cost.
Penjadwalan Proses Machining Komponen Hydraulic pada PT XYZ untuk Mengurangi Makespan Menggunakan Metode Algoritma Campbell Dudek Smith (CDS) Pada Mesin Paralel Sari, Nilam Putri; Damayanti , Dida Diah; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerakdibidang manufaktur yang berfokus memproduksi danmemperbaiki berbagai macam jenis alat berat hydraulic. Dalamproses produksinya, PT XYZ menerapkan sistem make toorder dan biasanya hanya memproduksi dalam jumlah sedikit.Kendala yang dialami oleh PT XYZ terletak pada prosesproduksi komponen hydraulic. Aliran proses pada komponenhydraulic merupakan general flow shop dengan mesin paralel.Proses produksi hydraulic terdiri dari proses machining, prosesassembling, dan proses finishing berupa proses testing danpainitng. Proses machining memiliki alokasi waktu yang lebihbesar dibandingkan dengan proses lainnya. Metodepenjadwalan aktual yang terdapat pada perusahaan memilikimakespan yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap waktupenyelesaian proses selanjutnya. Maka dari itu, perusahaanharus melakukan upaya perbaikan dalam penjadwalan untukdapat mengurangi makespan. Algoritma Campbell DudekSmith merupakan salah satu metode penjadwalan yangmemberikan solusi heuristic dan memiliki tujuan untukmemperoleh nilai makespan terkecil dari urutan pengerjaanjob yang paling baik. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akanmelakukan penjadwalan menggunakan Algoritma CDS untukmengurangi makespan pada produksi komponen hydraulic diPT XYZ. Hasil yang diperoleh pada penjadwalan usulanmenggunakan metode CDS akan dibandingkan denganpenjadwlan aktual. Penjadwalan menggunakan CampbellDudek Smith menghasilkan nilai makespan sebesar 92 jam atau11,5 hari dengan nilai pengurangan sebesar 14% atau 15 jam. Kata kunci— flowshop makespan, algoritma CDS, mesinparalel
Co-Authors Abu Bakar, Nur Azaliah Addini, Haya Anuaryska Adi Tri Juliansyah Agus Kusnayat Aldwyn Hazaghi Andika Prayoga Sujana Andika Prayoga Sujana, Andika Prayoga Angela Merici Dinda Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Anissa Wulandari, Anissa Annisa Salma Hanifah Arfan, Zidnie Ayudita Oktafiani Bagja Satiaraharja Bagus Rahadian Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa David Simangunsong Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Denny Darlis Denny Sukma Eka Atmaja Deraman, Zakaria Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dinnurillah Febryanti Dino Caesaron Efrata Denny Saputra Yunus Endang Budiasih Erlangga Bayu Setyawan Erlangga Bayu Setyawan Evita Rengganis Fadiah Shabrina Winarno Fania, Farell Fatia Mulyahati Yunus Fitra Hananto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gilang Akbar Riyadi Giovanny, Tengku Khalida Zia Gusti Ayu Dwitya Sari Hadiyan Fathur Rahman Haris Rachmat Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Husni Amani Ilham Maulana Hakim Inaya Izzati Inaya Izzati Irfandi Juliansyah Jeremy Ray Cristian Julian, Widia Kama, Nazri Kemas Muslim Lhaksmana Liliana Liliana M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari, Maya Putri Meldi Rendra Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muflih Hafidz Danurhadi Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Naufal Amanullah Murman Dwi Praseti Murni Dwi Astuti Nadhifah Aqilah Nugraha Nadya Nadya Nasution, Shafira Tasyani Nia Novitasari Nopendri Nopendri Nurul Farhana Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Prafajar Suksessanno Muttaqin Prakasa, Syahidan Fauzan Pratya Poeri Suryadhini Putu Ayu Anggrasari Wirawardani Rahadian, Bagus Rahayu Novita Tanzil Rahma Sabrina Latifani Rahma Ulimanda Yulinasari Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Ratna Wulan Sari Rd. Rohmat Saedudin Rifa Rizka Anisah Rino Andias Anugraha Sandhika, Preity Shinta Adriana Sari, Nilam Putri Saskia Puspa Kenaka Seto Sumargo Suksessanno Muttaqin, Prafajar Tarmiji, Mohamad Fadzli Thamara Thamara Tony Iqbal Rahmadika Tri Widarmanti Tyara Silva Sagita Umarella, Rafif Fadhlurrahman Valdy Septyano Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari, Vita Ardiana Wening Ayomi Dhara Setyani Widia Juliani Widia Juliani Widia Juliani Wirandy Fajar Saputra Yossy Meidy Wijaya Yossy Meidy Wijaya Yusoff, Rohani Yusuf Nugroho Doyo Yekti