Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : HIMMAH

Pengaruh Sosialisasi Fatwa MUI N0. 4 Tahun 2014 Tentang Pelestarian Satwa Langka Terhadap Tingkat Pengetahuan, Persepsi, dan Preferensi Masyarakat di Kawasan Penyangga Kawasan Nasional Ujung Kulon, Banten Eko Yudha Prawira; Yeremiah Rubin Camin; Fachruddin M Mangunjaya
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 01 (2017): Volume 1 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8774.628 KB) | DOI: 10.47313/jkik.v1i01.334

Abstract

Indonesia ranks highest in biodiversity, but such invaluable wealth brings various natural resources and environmental problems. One of the problems is species extinction and it is a big cause for concern to know that the species under threat of extinction is Badak Jawa, local name for Rhinoceros sondaicus. This animal lives in the Ujung Kulon National Park, Banten Province. Winning support of the Indonesian Forestry Ministry and the Universitas Nasional, the Indonensian Ulemas Council (MUI) issues a fatwa on wildlife protection. It was not immediately clear whether or not the fatwa brings changes to the people’s behavior in treating the nature and the environment. The absence of such information is the reason behind this research, which examines the fatwa’s impacts, if any, of the religios sermon, to the knowledge, awareness and behavior of the nature and the environment in the TNUK area. Data collection is made three times during a threemonth period in the buffer zone of TNUK. The method used is purpose sampling involving questionnaires that are distributed before and after the sermon. The research finds an increase of knowledge after sermon preaching the fatwa; the variables of people’s perception increase but with unsignificant data due to the big p value (p>0.05), while variables of preference do not increase after sermon.Keywords: fatwa, knowledge, perception, preference, endangered species.Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, seiring dengan besarnya potensi tersebut Indonesia juga memiliki berbagai permasalahan terkait dengan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satunya adalah kepunahan jenis dan diantara hewan yang mengalami permasalahan kepunahan jenis paling memperihatinkan adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang terdapat di TNUK Banten. Majelis Ulama Indonesia (MUI)  mengeluarkan Fatwa No 4 tahun 2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem. Sejak diberlakukannya fatwa tersebut belum kajian yang mengkaji mengenai  dampak fatwa tersebut di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ceramah dan sosialisasi fatwa terhadap tingkat pengetahuan, persepsi dan preferensi masyarakat di Kawasan TNUK Banten. Pengumpulan data dilakukan selama tiga kali dalam jangka waktu tiga bulan di Kawasan Penyangga TNUK Banten. Metode yang digunakan adalah  purposive sampling dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan ceramah. Hasil penelitian menunjukan adanya korelasi peningkatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat setelah dilakukannya ceramah dan sosialisasi fatwa. Di sisi lain juga terjadi peningkatan terhadap variabel persepsi masyarakat namun data peningkatan tersebut dinilai tidak signifikan (p>0.05), sedangkan dalam variabel preferensi tidak terjadi peningkatan nilai rataan setelah dilakukannya kegiatan ceramah dan sosialisasi fatwa.Keyword: Fatwa, Pengetahuan, Persepsi, Preferensi, Satwa Langka
Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Partisipasi Masyarakat Islam dalam Upaya Konservasi di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten Nira Zulifa Silawane; Fachruddin Majeri Mangunjaya; Tatang Mitra Setia; Gugah Praharawati
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 6, No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v6i2.2037

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai tantangan keterancaman lingkungan yang tinggi, terutama kepunahan jenis dan kerusakan habitat, yang mengakibatkan menurunnya tingkat keanekaragaman hayati. Salah satu penyebab utama kepunahan satwa di Indonesia adalah kurangnya pengawasan terhadap sumber daya alam, di sisi lain pertumbuhan penduduk yang kian pesat dapat meningkatkan segala kebutuhan hidup,  hal ini disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan, perburuan liar serta penebangan hutan secara besar besaran oleh masyarakat pedesaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai manusia. Desa-Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Banten yakni Desa Ujung Jaya Kecamatan Sumur, Sebagian besar masyarakat Ujung Kulon sulit untuk mengakses kebutuhan dasar, sehingga potensi hutan di ujung kulon menjadi pilihan untuk menggantungkan sumber kehidupan masyarakat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang satwa dilindungi juga menjadi kesempatan bagi pelaku perburuan liar sering kali memanfaatkan masyarakat baik dengan mendanai perburuan maupun menampung satwa liar hasil buruan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui perubahan pengetahaun, sikap dan praktik konservasi masyarakat muslim melalui penyampaian Fatwa MUI no 4 Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kemudian jawaban responden dianalisa menggunakan program SPSS untuk mengetahui nilai tanggapan yang diperoleh responden dari setiap pertanyaan dalam kuesioner. Presentase nilai Tanggapan “ Sangat baik” dengan memperoleh nilai mean pada setiap pertanyaan sebanyak 6,81 yakni masuk pada kategori sangat tinggi, sehigga dapat disimpulkan bahwa terjadi perbuahan pengetahuan, sikap dan partisipasi konservasi pada masyarakat muslim dalam upaya konservasi di ujung kulon.Kata Kunci: Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Taman Nasional Ujung Kulon Banten, Muslim Coummunity.