Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Analysis of Factors Influencing Employee Performance in Palm Oil Harvesting at PT. Semadam Hanisah Hanisah; Mukti Hanjani; Supristiwendi Supristiwendi; Cut Gustiana; Rini Mastuti
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i5.733

Abstract

The palm oil industry has created business potential. Palm oil agribusiness is one of the industrial sectors in Indonesia that possesses a competitive advantage in the global market. The development of the palm oil industry in Indonesia has been carried out with a focus on achieving a balance among social, financial, and environmental aspects. The attention of oil palm plantation employees is crucial for increasing productivity. This research aims to analyze the influence of the harvest premium variables: length of service, age, education level, number of dependents, grants, and geology on the work implementation of oil palm harvesting workers at PT Semadam. This research was conducted in June 2022 at PT. Semadam, Aceh Tamiang. In this research, the survey method was employed. The number of samples was calculated using the Slovin Formula with an error rate of 10% or 0.1. This calculation obtained a sample size of 40 respondents from a population of 45 people. The research results indicate a collective influence of independent factors (premium collection, work involvement, age, education level, number of dependents, aid funds, and geographical location) on the dependent variable (work implementation). However, premium collection, education level, and geography significantly influence worker performance, while work involvement, age, work involvement, and grants do not substantially impact worker performance. The coefficient of determination, 0.825, indicates that the independent variables explain 82.5% of the variance in the dependent variable, while other factors influence 17.5%.
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN FROZEN HEALTHY FOOD Yani Rizal; Muhammad Fuad; Natasha Natasha; Rini Mastuti; Sorbakti Sinaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18029

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Karsa merupakan UMKM yang bergerak dalam sektor produksi sayur-sayuran. Untuk meningkatkan pendapatan kelompok maka perlu adanya modifikasi produk. Nuget sayur merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi dan sehat serta memiliki nilai ekonomi namun masih dapat terjangkau oleh semuan kalangan. Tujuan dilakukannnya pengabdian ini adalah meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam hal mengolah sayuran menjadi produk frozen healthy food, pemasaran produk, dan peningkatan pendapatan mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan dasar-dasar kewirausahaan, pengolahan nilai tambah produk sayuran, promosi dan pemasaran, Pendampingan, Monitoring dan evaluasi, Pendampingan pasca kegiatan, dan Persiapan pengabdian tahap 2. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa telah terjadi peningkatan hardskill dan softskill mitra hingga 90% serta mitra telah mampu memproduksi nuget sayur yang dapat diterima oleh pasar dan mitra telah mampu mendapatkan peghasilan Rp. 1.250.000 per bulan. Hasil pengabdian ini menunjukkan potensi yang sangat besar serta pentingnya pengabdian lanjutan untuk mengembangkan mitra KWT Citra Karsa lebih baik.Abstract: The Citra Karsa Women Farmers Group (KWT) is an MSME operating in the vegetable production sector. To increase the group's income, it is necessary to modify the product. Vegetable nuggets are a food item with nutritional and healthy content, as well as economic value, while remaining affordable for all groups. The aim of carrying out this service is to improve partners' hard skills and soft skills in processing vegetables into frozen healthy food products, product marketing, and increasing partners' income. The methods used in this service include Focus Group Discussions (FGD), training on the basics of entrepreneurship, value-added processing of vegetable products, promotion and marketing, mentoring, monitoring and evaluation, post-activity assistance, and preparation for stage 2 of the service. The results of the service show that there has been a 90% increase in partners' hard skills and soft skills. Partners have successfully produced vegetable nuggets that are accepted by the market, and they have been able to earn an income of Rp. 1,250,000 per month. The results of this service show enormous potential and emphasize the importance of continued service to better develop KWT Citra Karsa partners.
MAGANG MAHASISWA DI DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PROVINSI ACEH PADA PROGRAM MATCHING FUND Chairuddin Chairuddin; Muhammad Fuad; Fairus Fairus; Sorbakti Sinaga; Rini Mastuti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4224-4233

Abstract

Program magang yang dilakukan bagi mahasiswa merupakan sebuah kesempatan untuk mengikuti periode kerja sementara. Melalui kegiatan magang mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja awal yang berharga, yang dapat membantu memahami tantangan, tren, dan peluang di dunia kerja. Matching Fund menyediakan peluang magang bagi mahasiswa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan soft skill mahasiswa dalam mengatasi permasalahan di desa atau masyarakat. Kegiatan magang diikuti oleh 5 orang mahasiswa yang berasal dari program studi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah pendekatan partisipatif dimana mahasiswa terlibat secara menyeluruh pada hampir semua kegiatan DPMD pada sektor yang disesuaikan dengan latar belakang keilmuan masing-masing mahasiswa. Dosen berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama proses magang. Hasil menunjukkan bahwa, kegiatan magang dapat meningkatkan soft skill mahasiswa rata-rata mencapai 90% terkait pengelolaan desa. Melalui kegiatan ini, diketahui bahwa pentingnya
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS KELAPA PADA PROGRAM MATCHING FUND DI BUMDes MAKMUE BEURATA Rini Mastuti; Rita Meutia; Apridar Apridar; Indani Indani; Zuraini Zuraini; Nurul Faudiah; Natasha Natasha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4244-4252

Abstract

BUMDes Makmue Beurata bergerak dalam pengolahan U NeuLhee (bumbu masakan khas Aceh berbahan dasar kelapa). Usaha ini (stagnan) akibat kurangnya daya tarik konsumen. Berdasarkan hal tersebut Tim Matching Fund melakukan diversifikasi kepada U NeuLhee yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu : Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi transfer teknologi, pelatihan diversifikasi serundeng, monitoring dan evaluasi. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah : 1) Memperluas jangkauan pasar melalui diversifikasi produk U NeuLhee /Kelapa gonseng menjadi Serundeng, 2) Meningkatkan penjualan produk, 3) dan Meningkatkan pendapatan BUMDes Makmue Beurata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan melalui diversifikasi kelapa gongseng, pasar yang sebelumnya terbatas hanya di Banda Aceh kini telah berkembang ke Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Selain itu, diversifikasi produk juga berdampak positif. Dengan adanya diversifikasi produk mengakibatkan BUMDes memperoleh hasil yang lumayan besar yaitu sebesar Rp. 1.350.000/bulan dan hasil ini akan berpotensi menaikkan pendapatan masyarakat kedepannya. Pendampingan digital marketing sangat dibutuhkan agar pemasarankedepannya dapat dijangkau lebih luas lagi.
PENINGKATAN SKILL WANITA TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VERMIKOMPOS PADA KWT CITRA KARSA Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Vivi Mardina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4234-4243

Abstract

Pupuk kompos adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan dari bahan-bahan alami, seperti sisa-sisa tanaman, limbah dapur, dan kotoran hewan yang telah mengalami proses pelapukan atau dekomposisi. Desa Benua Raja, yang terletak di Kecamatan Rantau, Kab. Aceh Tamiang, menghasilkan sejumlah limbah organik, seperti kotoran ayam potong dan kotoran sapi, yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah-limbah ini saat ini hanya dibuang tanpa pengolahan. Di desa ini, terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra, yang fokus pada pengembangan usaha sayuran. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hard skill dan soft skill dari  KWT Citra Karsa dalam pembuatan vermikompos. Metode vermikomposting yang diperkenalkan dengan menggunakan cacing Lumbricus rubellus. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, dan sebagai akibat dari kegiatan ini, keterampilan teknis dan lunak  mengalami peningkatan hingga mencapai 85%. Dalam tahap selanjutnya, pendampingan lebih lanjut sangat diperlukan untuk membantu  dalam mengelola vermikompos sehingga bisa dipasarkan, serta dalam pengembangan usaha pertanian organik di Desa Benua Raja.
Physical Characteristics of Meat Chicken Cull Egg Sausage With The Addition Of Tapioca Flour Bulkaini Bulkaini; Rini Mastuti; Baiq Rani Dewi Wulandari; Maskur Maskur; Djoko Kisworo
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v6i2.80

Abstract

Sosis adalah daging yang telah dilumatkan yang dicampur dengan bumbu-bumbu, kemudian dimasukkan dalam selongsong dari usus hewan atau plastik berbentuk lonjong, sedikit pipih dan memanjang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh level penambahan tepung tapioka terhadap karateristik fisik sosis daging ayam petelur afkir. Materi penelitian adalah daging ayam petelur afkir yang diambil pada otot bagian dada dan paha, tepung tapioka dan sejumlah bumbu-bumbu. Daging ayam yang berjumlah 2000-gram dibagi secara acak sama bagian menjadi 4 perlakuan dengan 3 ulangan: 0% (P1), 10% (P2), 20% (P3) dan 30% (P4). Penelitian diawali dengan penyediaan tepung tapioka komersial dan dilanjutkan dengan pembuatan sosis dengan metode konvensional. Pengujian karateristik fisik sosis: daya ikat air (DIA) dilakukan dengan metode Hamm, susut masak dengan metode perebusan, keempukan dengan metode Warner-Bratzler dan nilai pH dengan metode Ockerman. Data karakteristik fisik sosis dianalisa dengan menggunakan Analisa Variansi berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola searah dan dilanjutkan dengan uji jarak Ganda Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil analisa varian menunjukkan bahwa level penambahan tepung tapioka dalam proses pembuatan sosis daging ayam memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap DIA dan susut masak, sedangkan terhadap pH dan keempukan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Penambahan tepung tapioka pada level 10% memberikan pH sosis yang normal yaitu 6,03±0,06 dan susut masak sebesar 13,33±5.77%.
ANALISIS SENSITIVITAS USAHATANI KARET (HEVEA BRASILIENSIS. MUELL. ARG) RAKYAT DI KECAMATAN GALANG KABUPATEN DELI SERDANG Zeta Novia Ramadhan; Rini Mastuti; Supristiwendi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 4: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the sensitivity of rubber farming to acceptance, income and feasibility of rubber farming in Galang District, Deli Serdang Regency. Researchers took 33 samples from the population using the slovin formula and taking samples with the sample random sampling technique. The data used in this research are primary data and secondary data. The results showed that the average total revenue for rubber farming was Rp. 13,937,848 with an average rubber farming income of Rp. 11,383,750 and the average feasibility R/C ratio for rubber farming was 5.6, which means that rubber farming in Galang District is feasible to run because it can provide benefits during farming. The level of sensitivity analysis is based on two scenarios, namely an increase in production costs and a decrease in price with a sensitivity level of 10%, 15% and 20% on the acceptance, income and feasibility of rubber farming in the area. The results of the analysis show that the sensitivity that occurs still provides benefits for farmers in Galang District, Deli Serdang Regency.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN GULA AREN (arenga pinnata) DI DESA AIR TENANG KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG (STUDI KASUS: USAHA PENGOLAHAN GULA AREN BAPAK NAZARUDIN). Zahwa, Annisa zahwa cahyani; Hafiz Saragih, Faoeza; Mastuti, Rini
grafting Vol 13 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v13i2.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial dari usaha pengolahan gula aren Bapak Nazarudin. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dan dilakukan di Desa Aer Tenang Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 1 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Untuk mengetahui kelayakan usaha pengolahan gula aren Bapak Nazarudin di Desa Aer Tenang Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan menggunakan Analisis Pendapatan dan Analisis Kelayakan Finansial yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Dan Payback Period (PP). Hasil penelitian ini memperoleh total biaya produksi sebesar Rp.19.935.000/Tahun. Total pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.11.265.000/Tahun, dengan demikian usaha pengolahan gula aren Bapak Nazarudin dinyatakan layak secara finansial. Berdasarkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.26.163.298/Tahun dengan kriteria NPV > 0 maka usaha tersebut layak. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar Rp.2,63 yang artinya setiap pengeluaran untuk biaya produksi sebesar 1 maka usaha tersebut layak. Internal Rate of Return (IRR) 0,6495 atau 64,95% dengan kriteria IRR > DF 10,5% maka usaha layak untuk dijalankan. Payback period (PP) 1,42 tahun. Dilihat dari sisi kriteria kelayakan investasi PP usaha pengolahan gula aren di Desa Aer Tenang Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang layak untuk dijalankan.
PEMBERDAYAAN NELAYAN TUNAS MUDA PADA PROGRAM KOSABANGSA DI CINTA RAJA Mustaqim, Mustaqim; Sari, Wenny Novita; Azhari, Azhari; Cholily, Yus Mochamad; Boedirochminarni, Arfida; Hakim, Riza Rahman; Mastuti, Rini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.20885

Abstract

Permintaan ikan bandeng yang tinggi mendorong banyak petani ikan membudidayakan ikan bandeng salah satunya yaitu kelompok nelayan Tunas Muda. Kelompok nelayan ini kesulitan memproduksi ikan bandeng dengan ukuran seragam yaitu 1 kg isi 4 ekor. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah meningkatkan soft skill kelompok nelayan Tunas Muda dalam manajemen pembuatan pakan apung dan manjemen budidaya ikan bandeng. Metode yang digunakan dalam manajemen pembuatan pakan yaitu Focus Group Discussion (FGD), manajemen formulasi pakan dan pelatihan penggunaan mesin pakan apung. Metode pelaksanaan pada manajemen budidaya ikan bandeng dilakukan dengan : Focus Group Discussion (FGD), manajemen lahan tambak, manajemen kualitas udara, manajemen pemberian pakan, dan pemanenan. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa kelompok nelayan Tunas Muda mengalami peningkatan hingga 85% pada kemampuan produksi pakan apung ikan bandeng dan 90% pada keterampilan budidaya ikan bandeng. Pengabdian yang dilakukan berhasil dengan terpenuhinya kebutuhan kelompok nelayan pada ikan bandeng dengan ukuran yang seragam. Kelompok nelayan ini mampu memproduksi ikan bandeng 30 kg/minggu.
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Echa Haikal; Hanisah Hanisah; Muhammad Fauzan Isma; Rini Mastuti
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.589

Abstract

Ikan bandeng merupakan ikan yang bernilai ekonomis dan digemari banyak orang. Ikan ini menjadi primadona di beberapa darerah dan menjadi komoditas budidaya salah satunya di Kecamatan Seruway. Produksi ikan bandeng pada kecamatan ini merupakan produksi terbesar di Kabupaten Aceh Tamiang.  Ikan bandeng dipelihara secara tradisional di daerah ini dengan rata-rata luas lahan 0,92 ha. Analisis efesiensi faktor produksi budidaya ikan bandeng penting untuk diketahui untuk meningkatkan produksi budidaya ikan bandeng lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya ikan bandeng (Chanos chanos) di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan menggunakan teknik pengambilan sampel yang disebut sampling jenuh, di mana semua pengusaha budidaya ikan bandeng (sebanyak 25 orang) di Kecamatan Seruway dijadikan sebagai sampel penelitian. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas tambak, pupuk Phonska, kapur, bibit, dan tenaga kerja dalam budidaya ikan bandeng belum optimal dalam hal efisiensi harga. Namun, penggunaan faktor produksi pupuk urea dalam budidaya ikan bandeng telah efisien dari segi efisiensi harga, dengan nilai efisiensi faktor pupuk Urea mencapai 1. Pemanfaatan teknologi budidaya semi intensif sangat  direkomendasikan untuk meningkatkan produksi dengan luas lahan yang dimiliki untuk meningkatkan total produksi. Pentingnya kegiatan penyuluhan secara berkala sehingga petani ikan mampu mengembangkan produksi budidaya untuk meningkatkan hasil pendapatan mereka.