Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PKMBP PENDAMPINGAN PERANCANGAN DESAIN LOGO DAN MEREK USAHA WISATA SAWAH DESA MATANG ARA JAWA SEBAGAI DAYA SAING MENUJU TOURISM 4.0 Muhammad Fuad; Rini Mastuti; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3677-3682

Abstract

Desa Matang Ara Jawa is one of the coastal areas that is currently trying to build rice field tourism as its BUMK business unit. It was identified that efforts to develop the competitiveness of the business unit towards the Tourism 4.0 era experienced a major obstacle, namely the absence of a business logo and brand design. Therefore, the focus of this activity is to offer assistance solutions in designing the logo and brand design of the rice field tourism business owned by BUMK Matang Ara Jawa. The service method uses an active participatory approach that positions Partners as the main actors in every stage, starting from material planning and activity schedules, preparing activity tools and materials, through implementing supervision and evaluation of the performance of activities. The result obtained is a logo or brand design of a rice field tourism business in Desa Matang Ara Jawa which has obtained an intellectual property rights (IPR) certificate.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG (Zea mays L) DI KECAMATAN DARUL HASANAH KABUPATEN ACEH TENGGARA Mamang Sari; Rini Mastuti; Kiagus M. Zain Basriwijaya
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i5.2044

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the income of corn farming (Zea mays L) in Darul Hasanah District, Southeast Aceh Tenggara. The method of determining the sample using a sampling technique, namely probability sampling as many as 62 respondents consisting of 8 villages with a simple random sampling method. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data processing was carried out using SPSS 22 computer software. The data analysis method used was the classical assumption test (normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test), multiple linear regression analysis and hypothesis testing (partial test/t test, simultaneous test/test F and test adjusted R Square2). The results of this study indicate that the variables of experience (X1), knowledge (X2), attitude (X3), skills (X4) and land area (X5) have a significant effect on maize farming income (Zea mays L) in Darul Hasanah District, Southeast Aceh Tenggara.
PENERAPAN FEED TECHNOLOGY PADA KELOMPOK PETERNAK KAMBING MAWAH FARM ACEH Rini Mastuti; Muhammad Fuad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12533

Abstract

Abstrak: Pakan merupakan komponen penting dalam pemeliharaan ternak, yang mempengaruhi produktivitas ternak serta biaya pemeliharaan. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberikan solusi dari permasalahan pakan ternak pada kelompok peternak dengan cara mengimplementasikan teknologi serta transfer ilmu melalui penerapan feed technology. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah kelompok peternak kambing yang tergabung dalam Kelompok Peternak “Mawah Farm” dengan jumlah anggota 11 orang berlokasi di Desa Rantau Panjang, Rantau Selamat, Aceh Timur, Aceh. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah edukasi dan workshop yang berbasis penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan pengolahan pakan hijauan dengan feed technology. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah kelompok Mawah Farm telah memperoleh edukasi dan workshop mengenai feed technology yaitu penggunaan mesin chopper dan pembuatan pakan silase. Mitra mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai feed technology sebanyak 50%. Penerapan dalam beternak kambing sangat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi pakan (30%), menghemat biaya (20%) serta tenaga kerja (20%). Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap kegiatan mitra khususnya kegiatan manajemen produksi silase. Abstract: Feed is an important component in raising livestock, which affects livestock productivity and maintenance costs. This Community Partnership Program aims to provide solutions to animal feed problems in farmer groups by implementing technology and transferring knowledge through the application of feed technology. The target audience of this activity is a group of goat farmers who are members of the "Mawah Farm" Breeder Group with 11 members located in Rantau Panjang Village, Rantau Selamat, East Aceh, Aceh. The method of approach used in the implementation of activities is education and workshops based on counseling in collaboration with the East Aceh District Plantation and Animal Husbandry Office, providing the necessary facilities, training and mentoring in forage feed processing with feed technology. The results of the service implementation are that the Mawah Farm group has received education and workshops on feed technology, namely the use of chopper machines and making silage feed. Partners experienced an increase in knowledge and skills regarding feed technology by 50%. Application in goat breeding is very useful for increasing feed efficiency (30%), saving costs (20%) and labor (20%). Counseling activities, provision of facilities, training and management of activities at the partner group level are running quite well. Further assistance programs are needed for partner activities, especially silage production management activities.  
EXPLORATION AND IDENTIFICATION OF SUCCESS FACTORS OF CATTLE POPULATION INCREASE PROGRAM Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Supristiwendi Supristiwendi; Hanisah Hanisah; Muhammad Jamil
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i2.18191

Abstract

The Langsa City area is one of the 9 implementation areas of the Beef Self-Sufficiency Program (PSDS) in Aceh Province. The implementation of this activity is supported by the Upsus SIWAB Program which requires cows to be mated and uses the latest Indonesian Animal Health Information System (iSIKHNAS). This study aims to investigate and identify the factors that exist in Langsa City, Aceh Province, Indonesia. To achieve this, data was collected through surveys, field observations and in-depth interviews with key respondents and 100 farmers, using questionnaires, tape recorders, and image documentation. The focus is on identifying PSDS leveraging factors, with the object of study related to breeders, inseminators, livestock, and supporting factors. Furthermore, the data collected was carried out quantitatively using Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) data analysis, and qualitatively using descriptive methods. The results showed that the condition of the livestock which was influenced by the characteristics of breeders and inseminators became a key factor in Langsa City, Aceh Province at this time. Considering these results, recommendations are made to the government to design better PSDS policies in the future.
PENERAPAN IPTEK PRODUKSI PAKAN IKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN LELE Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Muhammad Fauzan Isma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15780

Abstract

Abstrak: Pakan merupakan kebutuhan krusial yang sangat dibutuhkan dalam melakukan budidaya ikan. Kebutuhan akan pakan dalam usaha dapat mencapai 60% dari total biaya produksi. Tingginya harga pakan pabrikan dipasaran mengakibatkan meningkatknya biaya produksi sehingga menurunkan pendapatan pembudidaya, kondisi tersebut memerlukan inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pokdakan “Tiara Jaya” yang berada di Desa Bayeun Kabupaten Aceh Timur sebagai usaha kecil menengah (UKM) sangat membutuhkan solusi terhadap ketergantungan pada pakan pabrikan. Tim pengusul Pengembangan IPTEK bagi Masyarakat (PPIBM) Universitas Samudra melakukan inovasi memanfaatkan mesin pembuatan pakan mandiri berbahan dasar bensin. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah menjadikan UMKM mampu memproduksi pakan mandiri dengan penerapan IPTEK yang ada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Pemberdayaan Masyarakat berbasis Partisipatif yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan pihak Mitra secara aktif bersama dengan Tim PKM. Kegiatan ini melibatkan 11 orang anggota mitra, 3 dosen dan 3 orang mahasiswa. Bedasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan melihat tingkat kemampuan dalam mengolah pakan ikan lele, sdm mitra mengalami peningkatan skill sebesar 80%. Penilaian didasari dari hasil analisis kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan, meliputi skill memilih bahan pakan, modifikasi bahan pakan dan mengolah pakan. Berdasarkan evaluasi program, biaya produksi pakan mandiri biayanya relatif lebih hemat daripada pakan pabrikan.Abstract: Feed is a crucial need that is needed in fish farming. The need for feed in business can reach 60% of the total production cost. The high price of manufactured feed in the market has resulted in increased production costs thereby reducing farmers' income, these conditions require innovation to overcome these problems. Pokdakan "Tiara Jaya" located in Bayeun Village, East Aceh District as a small and medium enterprise (UKM) really needs a solution to dependence on manufactured feed. The team proposing Science and Technology Development for Society (PPIBM) Universitas Samudra made an innovation using a self-sufficient gasoline-based feed making machine. The purpose of this activity is to make UMKM able to produce feed independently with the application of existing science and technology. The method used in this service is the Participatory-based Community Empowerment method, namely the Participatory Rural Appraisal (PRA), which involves partners actively engaging with the PKM Team. This activity involved 11 partner members, 3 lecturers and 3 students. Based on the results of an evaluation carried out by looking at the level of ability in processing catfish feed, partner human resources experienced an increase in skill by 80%. The assessment is based on the results of the questionnaire analysis that was distributed before and after the activity, including skills in choosing feed ingredients, modifying feed ingredients and processing feed. Based on program evaluation, the cost of producing independent feed is relatively more economical than manufactured feed. 
PENINGKATAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI PROGRAM KOSABANGSA Rini Mastuti; Muhammad Fuad; Chairuddin Chairuddin; Wan Alamsyah; Edi Fadhil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15978

Abstract

Abstrak: Tunas Muda merupakan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang ada di Desa Cinta Raja yang bergerak dalam usaha bisnis air minum, jasa sewa tenda, penyewaan mesin molen untuk mengaduk semen, dan penganyaman daun pandan. Hasil produksi yang masih belum maksimal dan musiman mengakibatkan BUMG ini masih dari kata berhasil. Melalui adanya program pilot project Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSANGSA) di Gampong Cinta Raja dapat mengoptimalkan produksi BUMG lebih baik. Tujuan program ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan menggerakkan BUMG Tunas Muda, lembaga perekonomian desa, sebagai mitra kegiatan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam semua kegiatan. Program ini fokus pada produksi bandeng presto dan kerupuk bandeng. Proses dimulai dengan FGD, sosialisasi program, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi bertahap terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil yang dicapai yaitu telah meningkatnya pengetahuan mitra hingga 90% dan mampu menaikkan pendapatan ekonomi BUMG hingga 30% dari penjualan produk bandeng presto dan kerupuk bandeng, serta penerapan anyaman ukis sebagai program pendukung. Selain itu, keluaran utama lainnya adalah mahasiswa yang memiliki keahlian wirausaha dan usaha bandeng presto.Abstract: Tunas Muda is a Gampong-Owned Enterprise (BUMG) in Cinta Raja Village engaged in the businesses of drinking water, tent rental services, rental of mixer machines for cement mixing, and weaving of pandan leaves. The suboptimal and seasonal production results have affected the success of this BUMG. Through the Community Building Social Collaboration (KOSANGSA) pilot project program in Gampong Cinta Raja, BUMG's production can be optimized more effectively. The program aims to improve the economy of rural communities by involving BUMG Tunas Muda, a village economic institution, as an activity partner. Activities are carried out in a participatory manner, involving the community as the main actor in all aspects. This program focuses on the production of presto milkfish and milkfish crackers. The process starts with FGDs, program socialization, counseling and training, mentoring, as well as monitoring and gradual evaluation of the activities. The achieved results include a partner knowledge increase of up to 90% and a 30% increase in BUMG's economic income from the sales of presto milkfish products and milkfish crackers, alongside the implementation of ukis weaving as a supporting program. Additionally, the program helps students develop entrepreneurial skills and establish presto milkfish businesses.
Factors Supporting the Success of Artificial Insemination in Beef Cattle in East Langsa District Langsa City Rini Mastuti; Reza Setiawan; Kiagus M Zain Basriwijaya
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i3.633

Abstract

Cattle farming plays a crucial role in ensuring food security and meeting the protein requirements of humans. It is not only appealing due to its simplicity in care but also because it can make use of plant-based feed. Artificial insemination (AI) can be employed to boost the cattle population. This study aimed to analyze the factors influencing the success of AI in beef cattle within the East Langsa District of Langsa City. The sampling method utilized was purposive sampling, involving 42 respondents. Statistical analysis involved classical assumption tests, multiple linear regression, and hypothesis testing to identify the factors impacting the success of AI in beef cattle. Data processing was conducted using the SPSS computer software. The results revealed that the AI tool variables (X2), including inseminator origin, inseminator service, AI success rate, and AI equipment, had a significant effect (significance value 0.010) on the success of artificial insemination (Y). Similarly, the inseminator variable (X4), involving inseminator ability without special education, AI special education, inseminator ability to detect cattle in heat, and the inseminator's capability to insert frozen semen into the uterus even when the animal is not in heat, demonstrated a significant impact. Conversely, examining the livestock condition variable (X1), such as no sick cows in the last year, cows in good health before AI, and yearly calving, did not exhibit a significant effect (significance value 0.816). Further research is urgently required, incorporating additional variables to strengthen the factors that can enhance artificial insemination and increase livestock production.
Etawa Goat Business Development Strategy in Karanganyar Village Langsa City Rizki Hidal Muwahhid; Rini Mastuti; Rozalina Rozalina
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i3.645

Abstract

Karanganyar Village is located in Langsa City and has prospects for Etawa goat farming (Capra aegagrus hircus). The demand for meat produced by Etawa goats (milk and meat) constantly increases. Efforts have been made to increase the livestock population, production, and productivity to meet market demand. Quantitative descriptive research was conducted to analyze the external and internal factors influencing the development of the Village-owned enterprises (BUMG) for Etawa goat farming in Karanganyar Village, Langsa Baro District, Langsa City, and to formulate a business development strategy. The research locations were purposefully chosen using the purposive method, and the respondents were selected using the purposive sampling method. The study included 5 respondents: livestock owners, managers, disease supervisors and controllers, expert lecturers, and consumers. Data was collected through a questionnaire, and the respondents were determined using purposive sampling. The data were analyzed using the EFE matrix, IFE matrix, and SWOT matrix to analyze the external factors (opportunities and threats) and internal factors (strengths and weaknesses). The results of this study indicate that to increase goat milk production. Several measures can be taken, such as increasing the goat population, increasing the number of male broodstock to accelerate breeding, using substitute feed such as tofu dregs as an additional main feed along with forage, and utilizing goat manure as organic fertilizer. Establishing strict operational standards (SOP) and supervision by relevant agencies is urgently needed to ensure the effective implementation of the policies and the success of the goat farming business in Karanganyar Village.
Transfer Teknologi dan Manajeman Silase pada Pakan Domba di BUMDes Mancang pada Program Matching Fund Muhammad Fuad; Riezky Purnama Sari; Chairuddin Chairuddin; Fairus Fairus; Aileen Tan Shau Hwai; Rini Mastuti
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.798

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mancang Merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) milik Desa Meunasah Mancang. Salah satu usaha yang ditekuni BUMDes ini adalah peternakan domba. Sulitnya pakan hijauan pada saat musim hujan akibat lahan terendam banjir, kurangnya tenaga kandang serta pengolahan pakan silase yang telah dilakukan sejauh ini masih kurang baik. Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu meningkatkan kinerja sehingga lebih efesien, dan memperbaiki pakan silase sehingga lebih baik dan tahan lama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu: Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi transfer teknologi, pelatihan pembuatan silase, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa peningkatan BUMDes Mancang dalam mengolah pakan silase telah meningkat hingga 90\% dan silase yang dihasilkan mampu bertahan hingga dua minggu. Pemanfaatan mesin chopper mampu meningkatkan efesiensi waktu dan menghemat tenaga kerja yang sebelumya diselesaikan dalam waktu 2 jam/siklus pengolahan silase kini diselesaikan cukup 15 menit. Pengembangan peternakan lebih modern sangat dibutukan seperti inovasi pemilihan induk berkualitas, dan proses reproduksi sehingga BUMDes Mancang menjadi UKM yang mandiri.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI USAHA MURNISOY MILK (MINUMAN SEHAT PENCEGAH STUNTING SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENCEGAH STUNTING Riezky Purnama Sari; Rini Mastuti; Amelia Amelia; Ulya Nabilla; Fitra Muliani; Nurviana Nurviana; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3785-3791

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bukan hanya memiliki peran dalam peningkatan ekonomi masyarakat namun juga dapat berperan membantu peningkatan nilai gizi masyarakat. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pencegah stunting sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan produk berkualitas seperti minuman sehat susu kedelai.  Tujuan dari kegiatan pemberdayaan  ini adalah untuk membekali UMKM Usaha Maju Mandiri dengan kapasitas usaha mandiri yang maju untuk memperkuat usaha minuman susu kedelai yang sehat dan siap menjadi agen perubahan pencegah stunting di Desa Paya Bujok tungoh.  Hasil diskusi antara mitra dan tim PKM mengidentifikasi dua permasalahan prioritas, yaitu: (1) Produk mitra masih dikemas secara tradional dan tidak menarik (2) Produk susu kedelai mitra hanya di pasarkan di seputar desa Paya Bujok tungoh saja sehingga perlu dipasarkan secara luas dengan memanfaatkan pemasaran digital. Kegiatan PKM ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah PRA (Partisipatori Rural Appresial) dengan teknik ceramah, diskusi interaktif demontrasi dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa mitra mendapatkan pengetahuan dan pendampingan PkM untuk meningkatkan kualitas produk usahanya. Selain itu 97% mitra sangat setuju pendampingan PkM sesuai dengan Kebutuhan mitra dan 100% Mitra sangat setuju jika Tim PkM yang terlibat dalam kegiatan pengabdian   masyarakat.