Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Unleashing the potential of blended learning: An in-depth investigation in Indonesia and Malaysia Saputra, Setiya Yunus; Muzakki, Abdurrohman; Abdullah, Khairul Hafezad; Demir, Gonul Tekkursun; Setiawan, Edi
Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education Vol. 4 No. 3 (2023): Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education
Publisher : UIR Press Bekerjasama dengan International Association of Physical Education and Sports

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/es:ijope.2023.vol4(3).13256

Abstract

A limited literature on mixed method research to reveal the effect of blended learning in physical education turn out to be a gap in this research. Therefore, our study aims to investigate the perceptions of teachers about the effects, effectiveness, and challenges of blended learning in physical education classes through mixed-methods research. This study adopted a mixed-methods type with a mixed methods research. There were 12 participants involved in this study, which included elementary school teachers (n=4) and high school teachers (n=4) from Indonesia and elementary school teachers (n=2) and high school teachers (n=2) from Malaysia. The qualitative instrument included in-depth interviews. While, the quantitative instrument used a questionnaire. The qualitative study used statistical analysis with qualitative thematic methods. Meanwhile, in the quantitative study, all responses from 12 analyses were to find the frequency and percentage values of each response. Based on the results of the qualitative study, the majority of teachers perceived that blended learning in physical education classes had a significant effect on the development of students' domains and it was effective to implement physical education learning in elementary schools and high schools. While, results of quantitative study show that the biggest challenges due to the implementation of blended learning in physical education were the lack of technological facilities (86.2%), lack of understanding of teachers and students (72.7%), poor internet connection (64.8%), and limited learning duration in offline classes (50.0%). Therefore, the results of this study are essential and must be evaluated continuously, so that the physical education learning process through blended learning in a sustainable manner can have a positive effect on students at all levels of education in Indonesia and Malaysia or other countries in the world.
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Sesuai Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 03 Wajak Anshory, Ichsan; Saputra, Setiya Yunus; Amelia, Delora Jantung
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.034 KB) | DOI: 10.30651/else.v1i1.872

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman yang mulai memasuki tahun 2013 kurikulum yang mana pembelajarannya sudah bersentra pada pembelajaran tematik yang menggabungkan antara mata pelajaran satu dengan pelajaran lainnya. Dalam kurikulum tahun 2013 proses belajar sangat memperhatikan tingkat berpikir siswa yang masih melihat sesuatu yang merupahkan satu bagian utuh. Dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah Wajak telah menggunakan Kurikulum 2013 namun aplikasinya belum sesuai dengan kondisi ideal. Guru hanya menggunakan buku siswa dan buku guru dalam penerapan pembelajaran, guru tidak menggunakan bahan penambah lainnya dari sumber lain. Kreativitas guru kurang terlatih dalam penerapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan dari PPDS ini adalah up-dating pengetahuan guru SD Muhammadiyah 03 Wajak tentang kurikulum 2013, Bisa mengaplikasikan pembelajaran K13 sesuai dengan kurikulum yang tidak saling berpisah satu sama lain, terutama pada mata pelajaran PJOK selalu berpisah. dengan mata pelajaran lainnya, Kembangkan sekelompok guru SD Muhammadiyah 03 Wajak, yang mandiri dalam menerapkan pelajaran tematik sesuai kurikulum tahun 2013.  Secara umum dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik sesuai kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 03 Wajak berjalan dengan baik dan lancar. Meski awalnya para guru masih belum begitu mengenal dengan penerapan pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013. Namun, hal itu tidak membuat mereka putus asa untuk masih ingin mengerti, belajar, dan mencoba bagaimana proses pembelajaran tematik. Disarankan agar kegiatan PPDS lebih intensif agar hasilnya lebih maksimal lagi dalam hal penerapan pembelajaran tematik sesuai dengan kurikulum 2013. Kata Kunci : Tematik, Kurikulum 2013
Permainan Tradisional VS Permainan Modern Dalam Penanaman Nilai Karakter di Sekolah Dasar Saputra, Setiya Yunus
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.047 KB) | DOI: 10.30651/else.v1i1.873

Abstract

Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Anak-anak khsuusnya tingkat sekolah dasar bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, Permainan tradisional perlahan-lahan hilang, bahkan banyak sekalianak-anak yang tidak mengetahi tentang permainan tradisional. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter dalam permainan tradisional dan permainan modern. Dalam era global ini semakin lama semakin mengalami kemerosotan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi teori yang diperoleh dengan jalan penelitian studi literatur dijadikan sebagai fondasi dasar dan alat utama bagi praktek penelitian ditengah lapangan. Permainan modern merupakan permainan yang dilakukan dengan mengunakan alat- alat teknologi yang sudah berkembang dimasyarakat dan dimainan kan kurang lebih dari dua orang bahkan bisa dilakukan sendirian tanpa adanya teman bermain Sebelum  teknologi  berkembang,  perminan  modern  lebih  sulit untuk dijumpai dikalangan masyarakat pedesaan dengan perkembangan zaman dan teknologi semakin berkembang pertumbuhan anak sehingga nilai karakter anak semakin hilang. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Permainan Modern, Nilai Karakter
Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran olahraga: Peran modul elektronik, kreativitas guru, dan teknologi Fantiro, Frendy Aru; Muzakki, Abdurrohman; Prakoso, Bayu Budi; Saputra, Setiya Yunus; Cendani Putri, Adelya Dwi
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 2 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i2.24904

Abstract

Student engagement in physical education is essential for promoting active participation and effective learning. However, traditional teaching methods often struggle to maintain students’ interest and motivation. In response to technological advancements, this study explores how e-module development, teacher creativity, and technology use affect student engagement in sports education, with technology acting as a moderating variable. A quantitative approach was applied, involving 150 Indonesian high school students selected through purposive sampling, focusing on those actively participating in physical education and using e-modules. Data were collected via structured questionnaires measuring e-module development, teacher creativity, technology use, and student engagement. The data were analyzed using Partial Least Squares (PLS) 4.0. The results show that e-modules (β = 0.420, t = 7.746, p < 0.001), teacher creativity (β = 0.212, t = 3.668, p < 0.001), and technology (β = 0.200, t = 4.392, p < 0.001) significantly enhance student engagement. Moreover, technology strengthens the influence of both e-modules (β = 0.303, t = 5.908, p < 0.001) and teacher creativity (β = 0.214, t = 3.783, p < 0.001) on student engagement. These findings underscore the importance of integrating digital tools and creative teaching strategies in physical education. The study provides practical implications for educators aiming to boost student involvement through innovative, technology-supported instruction. 
Perencanaan pengembangan fasilitas pendidikan pondok pesantren entreprenur melalui pemetaan bangunan fisik Mahabella, Lintang Satiti; Karimah, Rofikatul; Alamsyah, Alik Ansyori; Darmawan, Azhar Adi; Saputra, Setiya Yunus
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.24099

Abstract

Sistem pendidikan pondok pesantren mengharuskan santri/santriwati untuk tinggal di kawasan pondok. Hal tersebut menjadi dasar bahwa kawasan pondok harus dapat memenuhi kebutuhan santri/santriwati. Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PPEM) dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, sebagai salah satu unit amal usaha. Sesuai dengan rencana pengembangan pondok di masa yang akan datang, bangunan pondok diharapkan dapat memberikan fasilitas yang memadai, bagi siswa pondok, maupun para anak didik panti asuhan yang diasuh dibawah PAY Muhammadiyah Gondanglegi. Target yang diharapkan pada program pengabdian ini yaitu mendampingi pengurus PPEM dalam menginventarisir bangunan fisik pondok, sebagai langkah awal perencanaan pengembangan fasilitas dan bangunan pondok. Inventarisasi tapak perlu dilakukan untuk merencanakan pengembangan ruang dengan strategis. Inventarisasi bangunan fisik dilakukan dengan pengukuran dan pendataan bangunan, yang dilanjutkan dengan panggambaran menggunakan Autocad dan pembuatan maket kondisi eksisting. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa as built drawing pondok yang menunjukkan konfigurasi ruang dalam bangunan, beserta maket yang menunjukkan keterkaitan bangungan dengan lahan pondok. Hasil gambar terbangun (as built) dan maket 3 dimensi dapat digunakan oleh pihak pondok untuk diajukan kembali pada pihak terkait, guna pengajuan internal PCM maupun badan yang menaungi kegiatan pondok.
Inovasi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar: Tinjauan Terhadap Literatur Saputra, Setiya Yunus; Kobandaha, Firmansah; Annas, Annisa Nuraisyah; Fantiro, Frendy Aru
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai inovasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat Sekolah Dasar melalui tinjauan literatur. Fokusnya adalah untuk memahami dampak inovasi-inovasi tersebut terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran, motivasi belajar siswa, dan pengembangan keterampilan motorik anak-anak pada mata pelajaran jasmani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dalam meninjau literatur terkait inovasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat Sekolah Dasar Dari tinjauan literatur yang dilakukan, didapati bahwa terdapat beragam inovasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar. Inovasi-inovasi tersebut mencakup penggunaan teknologi dalam pembelajaran, pendekatan yang berorientasi pada permainan dan tantangan, integrasi kurikulum jasmani dengan mata pelajaran lain, serta pemanfaatan strategi pembelajaran aktif dan kolaboratif. Ditemukan bahwa penerapan inovasi-inovasi tersebut dapat meningkatkan minat belajar siswa, efektivitas pembelajaran, dan pengembangan keterampilan jasmani pada tingkat Sekolah Dasar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan sistem pendidikan jasmani yang lebih efektif dan inovatif di tingkat dasar.
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Sesuai Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 03 Wajak Anshory, Ichsan; Saputra, Setiya Yunus; Amelia, Delora Jantung
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.872

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman yang mulai memasuki tahun 2013 kurikulum yang mana pembelajarannya sudah bersentra pada pembelajaran tematik yang menggabungkan antara mata pelajaran satu dengan pelajaran lainnya. Dalam kurikulum tahun 2013 proses belajar sangat memperhatikan tingkat berpikir siswa yang masih melihat sesuatu yang merupahkan satu bagian utuh. Dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah Wajak telah menggunakan Kurikulum 2013 namun aplikasinya belum sesuai dengan kondisi ideal. Guru hanya menggunakan buku siswa dan buku guru dalam penerapan pembelajaran, guru tidak menggunakan bahan penambah lainnya dari sumber lain. Kreativitas guru kurang terlatih dalam penerapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan dari PPDS ini adalah up-dating pengetahuan guru SD Muhammadiyah 03 Wajak tentang kurikulum 2013, Bisa mengaplikasikan pembelajaran K13 sesuai dengan kurikulum yang tidak saling berpisah satu sama lain, terutama pada mata pelajaran PJOK selalu berpisah. dengan mata pelajaran lainnya, Kembangkan sekelompok guru SD Muhammadiyah 03 Wajak, yang mandiri dalam menerapkan pelajaran tematik sesuai kurikulum tahun 2013.  Secara umum dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik sesuai kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 03 Wajak berjalan dengan baik dan lancar. Meski awalnya para guru masih belum begitu mengenal dengan penerapan pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013. Namun, hal itu tidak membuat mereka putus asa untuk masih ingin mengerti, belajar, dan mencoba bagaimana proses pembelajaran tematik. Disarankan agar kegiatan PPDS lebih intensif agar hasilnya lebih maksimal lagi dalam hal penerapan pembelajaran tematik sesuai dengan kurikulum 2013. Kata Kunci : Tematik, Kurikulum 2013
Permainan Tradisional VS Permainan Modern Dalam Penanaman Nilai Karakter di Sekolah Dasar Saputra, Setiya Yunus
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.873

Abstract

Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Anak-anak khsuusnya tingkat sekolah dasar bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, Permainan tradisional perlahan-lahan hilang, bahkan banyak sekalianak-anak yang tidak mengetahi tentang permainan tradisional. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter dalam permainan tradisional dan permainan modern. Dalam era global ini semakin lama semakin mengalami kemerosotan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi teori yang diperoleh dengan jalan penelitian studi literatur dijadikan sebagai fondasi dasar dan alat utama bagi praktek penelitian ditengah lapangan. Permainan modern merupakan permainan yang dilakukan dengan mengunakan alat- alat teknologi yang sudah berkembang dimasyarakat dan dimainan kan kurang lebih dari dua orang bahkan bisa dilakukan sendirian tanpa adanya teman bermain Sebelum  teknologi  berkembang,  perminan  modern  lebih  sulit untuk dijumpai dikalangan masyarakat pedesaan dengan perkembangan zaman dan teknologi semakin berkembang pertumbuhan anak sehingga nilai karakter anak semakin hilang. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Permainan Modern, Nilai Karakter
Pendampingan Pembuatan LKS Berorientasi Metakognisi Pada Guru Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 Batu AM, Ichsan Anshory; Amelia, Delora Jantung; Saputra, Setiya Yunus
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.772 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12595

Abstract

Implementation, Community Service Program With the Title "Ibm Assistance Group for Making LKS Based on Metacognition in Elementary School Teachers" begins with a workshop providing material for making worksheets and material on metacognition. This activity involved collaboration with partner schools namely SD Muhammadiyah 5 Kota Batu. In this service the teacher appointed was all teachers ranging from class I teachers to class VI teachers, the principal of Muhammadiyah 5 Elementary School also participated in this activity. For the sake of the creation of this service program, all teachers need to gain reinforcement of concepts and material about making worksheets, learning activities and practice questions that are oriented to metacognition, with the provision of material reinforcement the optimal LKS will be made. Furthermore, the activities carried out were assisted in making LKS. This activity was carried out by the way the dedication team came to partner schools. The dedication team checks the drafts made by the teachers, sees the progress that has been made, and discusses the obstacles faced by the teacher in preparing the LKS. The worksheets produced here are metacognitive-oriented LKS so that all activities in the LKS must reflect LKS-oriented activities starting from their activities and the questions in them. As the end of the series of programs, this service is the gathering of LKS oriented to metacognition. LKS collected is LKS that has been checked by the service team and has been revised by the teachers. Improvement notes are discussed together, with the aim of preparing a follow-up plan.