Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA PEMBELAJARAN DAN PEMBELAJARAN GEOMETRI SMP BERBANTUAN KOMPUTER Mujiyem Sapti
LIMIT - Pendidikan Matematika No 03 (2006): LIMIT No. 03\Oktober 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.688 KB)

Abstract

AbstrakDalam rangka menunjang pelaksanaan KBK, agar siswa dapat memahami konsep-konsep yang abstrak, perlu digunakan media pembelajaran yang sesuai. Pola belajar merupakan interaksi antara kurikulum, guru, media, dan siswa yang mengalami perubahan seiring dengan perjalanan waktu. Dengan interaksi tersebut menumbuhkan pemikiran untuk dapat membuat siswa mempunyai pengalaman belajar mengkonstruksikan konsep dengan menggunakan media berupa alat bantu belajar komputer dan program. Salah satu program yang dapat digunakan adalah program Wingeom. Dengan aplikasi program ini guru dan siswa memiliki tugas dan peranan yang berbeda dimana guru sebagai fasilitator dan motivator, sedangkan siswa berperan aktif dalam belajar mengkonstruksikan suatu konsep.Kata Kunci: kurikulum berbasis kompetensi, media pembelajaran,program wingeom
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DENGAN MODEL KONTEKSTUAL Dwijo Susanto; Mujiyem Sapti
LIMIT - Pendidikan Matematika No 02 (2006): LIMIT No 02\April 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.824 KB)

Abstract

Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang paling banyak dilaksanakan oleh guru selama ini. Banyak kalangan yang berpendapata bahwapemebalajaran ini adalah pembelajaran ala kadarnya Hal ini yang akan diperbaiki dalam tulisan ini, bahwa dengan menggunakan model kontekstual, ita dapat mengoptimalkan pembelajaran konmvensional yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, metode konvensional dengan model kontekstual efektif meningkatkan hasil pembelajaran.   Kata Kunci: metode konvensional, model kontekstual
TRANSFORMASI LINIAR DAN SIFAT-SIFATNYA Mujiyem Sapti
LIMIT - Pendidikan Matematika No 01 (2005): LIMIT No. 01\Oktober 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.636 KB)

Abstract

Dalam ruang vektor dapat dikembangkan hubungan antara masing-masing ruang vektor atas lapangan yang sama dengan suatu fungsi yang disebut transformasi liniar. Dalam transformasi linier selanjutnya dapat ditunjukan sifat-sifat yang dimilikinya. Dengan suatu transformasi linier f maka Kernel (f) dan Image (f) berturut-turut membentuk subruang dari V dan W.Kata kunci: transformasi linier, ruang vektor, sifat, matriks reperesentasi
DESAIN PEMBELAJARAN MATHEMATICAL LEARNING TRAJECTORIES Mujiyem Sapti
LIMIT - Pendidikan Matematika No 12 (2011): LIMIT No. 12\April 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.147 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang lintasan belajar matematika (Mathematical Learning Trajectories). Lintasan belajar merupakan suatu desain pembelajaran yang memperhatikan tingkat berpikir anak sesuai dengan teori Piaget dan Vigotsky. Lintasan belajar dapat dilakukan untuk membuat grand desain pembelajaran Matematika maupun untuk membuat rancangan pembelajaran pada level tertentu. Pada artikel ini disampaikan langkah membuat lintasan belajar atas dasar suatu ide besar tertentu dan bagian-bagian dari lintasan belajar matematika. Kata kunci: lintasan belajar, Learning Trajectory
Deskripsi tipe pertanyaan siswa berdasarkan sifatnya pada kegiatan menanya dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik Sudarmanti Sudarmanti; Supriyono Supriyono; Mujiyem Sapti; Abdul Rochim
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.082 KB) | DOI: 10.37729/jipm.v2i2.1010

Abstract

The purpose of this research to describe the type of student question on learning mathematics with a scientific approach. This research at the tenth-grade student of SMA Negeri 7 Purworejo in the academic year of 2019/2020. The design of the study used descriptive quantitative. This research uses purposive sampling. The research took 36 students of X MIA 6. The researchers analyzed the data by using observation, video records, and field notes. The result of the study show that the type of question many student convey a remember information, concept understanding and concept applying in learning material
Deskripsi Level Kemampuan Berpikir Matematis Berdasarkan Shafer dan Foster dalam Penyelesaian Masalah Materi Pecahan Farida Kurniawati; Mujiyem Sapti; Dita Yuzianah
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.251 KB) | DOI: 10.37729/jipm.v3i2.1646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level kemampuan berpikir matematis berdasarkan Shafer dan Foster dalam penyelesaian masalah materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan cara menafsikan data yang ada dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang level kemampuan berpikir matematis berdasarkan shafer dan foster dalam penyelesaian masalah materi pecahan. Subjek penelitian ini sebanyak 3 siswa SMP yang telah menempuh materi pecahan dan siswa pintar yang dapat menunjukkan level tertingginya sehingga diharapkan dapat mendeskripsikan hasil pekerjaannya. Teknik pemilihan subjek yang digunakan adalah teknik purposive. Pemilihan subjek dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir matematis. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir matematis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada penyelesaian soal level reproduksi siswa dapat menyelesaikan masalah sesuai langkah-langkah, mengetahui aturan dasar operasi pembagian bilangan dan dapat menerapkan materi aljabar untuk menyelesaikan soal pecahan (2) Pada penyelesaian soal level koneksi siswa dapat memahami informasi pada soal, menyusun penyelesaian tidak rutin, mengeterkaitkan masalah antara penyelesaian, dan dapat membuat rumus nilai pecahan yang terdapat pada soal (3) Pada penyelesaian soal level analisis siswa dapat mengubah masalah nyata menjadi bentuk matematika dan mengkomunikasikan hasil penyelesaiannya
COMPARING MODEL-BUILDING PROCESS: A MODEL PROSPECTIVE TEACHERS USED IN INTERPRETING STUDENTS’ MATHEMATICAL THINKING Mujiyem Sapti; Purwanto Purwanto; Edy Bambang Irawan; Abdur Rahman As'ari; Cholis Sa'dijah; Susiswo Susiswo; Ariyadi Wijaya
Journal on Mathematics Education Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.10.2.7351.171-184

Abstract

Mathematical thinking is an important aspect of mathematics education and, therefore, also needs to be understood by prospective teachers. Prospective teachers should have the ability to analyze and interpret students’ mathematical thinking. Comparing model is one of the interpretation models from Wilson, Lee, and Hollebrands. This article will describe the prospective teacher used the model of the building process in interpretation students' mathematical thinking. Subjects selected by considering them in following the students’ strategies in solving the Building Construction Problem. Comparing model is a model of interpretation in which a person interprets student thinking based on student work. There are two types comparing model building process prospective teacher use in interpreting students’ mathematical thinking ie. comparing work and comparing knowledge. In comparing works, prospective teachers use an external representation rubric. This is used to analyze student activities in order to provide an interpretation that is comparing the work of students with their own work. In comparing knowledge, prospective teachers use internal representation rubrics to provide interpretation by comparing the students' work with their knowledge or thought.
Hubungan Keaktifan Peserta Didik dan Kemampuan Ekonomi Orang Tua terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar Farah Farri Santhi; Mujiyem Sapti; Rintis Rizkia Pangestika
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan (1) keaktifan dan hasil belajar matematika, (2) kemampuan ekonomi dan hasil belajar matematika, (3) keaktifan dan kemampuan ekonomi dengan hasil belajar matematika. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif melalui teknik uji regresi ganda menggunakan SPSS. Uji Prasyarat yang dilakukan yaitu Normalitas, Linieritas, dan Multikolinieritas. Populasi sebanyak 49 peserta didik dan sampel sebanyak 25 dari teknik sampel sistematis, dimana diambil berdasarkan nomor urut ganjil. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, penyebaran angket, dan soal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) tidak adanya hubungan antara keaktifan dan hasil belajar matematika dari nilai korelasi sebesar 0,272, (2) tidak adanya hubungan kemampuan ekonomi dan hasil belajar matematika dari nilai korelasi 0,249, (3) tidak adanya hubungan antara keaktifan dan kemampuan ekonomi dengan hasil belajar matematika dari nilai Fhitung sebesar 1,654 < Ftabel sebesar 3,44. Disimpulkan bahwa tinggi rendahnya hasil belajar matematika belum tentu disebabkan oleh faktor keaktifan dan kemampuan ekonomi.
Deskripsi Kendala Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Baeti Rakhmah; Mujiyem Sapti; Rintis Rizkia Pangestika
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala-kendala dalam pembelajaran daring melalui whatsapp pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri di Kecamatan Kutowinangun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) terbuka dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika secara daring dapat menjadi kendala bagi: (1) siswa, (2) orang tua, dan (3) guru. Kendala siswa meliputi kebutuhan kuota, motivasi belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi matematika. Kendala orang tua meliputi pendampinganbelajar matematika daring, kesiapan pembelajaran matematika, dan keterbatasan pemahaman materi matematika. Kendala guru meliputi interaksi guru dan siswa kurang efektif, kurangnya kesiapan guru dalam mengajar, pemilihan kebutuhan materi ajar, dan kesulitan dalam penilaian afektif (sikap).
Deskripsi Kesadaran Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Daring Mata Pelajaran Matematika Mia Dwi Kusuma Ayu; Mujiyem Sapti; Titi Anjarini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran siswa SD Negeri kelas IV se-kecamatan Bagelen dalam mengikuti proses pembelajaran daring ditinjau dari aspek kesadaran diri menurut Solso. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Negeri se-kecamatan Bagelen yang berjumlah 23 SD Negeri. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD yang ada di SD Negeri Piji, SD Negeri Bedug, dan SD Negeri Kuwojo. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran secara daring membuat tingkat kesadaran diri siswa sedang. Hasil angket menunjukkan tingkat kesadaran yang berbeda dari setiap aspek kesadaran diri menurut Solso. Hasil persentase masing-masing aspek kesadaran diri menunjukkan jika aspek perhatian siswa memiliki tingkat kesadaran diri tinggi sebesar 82% siswa, aspek kesiagaan sebesar 88% siswa memiliki tingkat kesadaran diri sedang, aspek arsitektur sebesar 70% siswa memiliki tingkat kesadaran diri sedang, aspek mengingat pengetahuan sebesar 54% siswa memiliki tingkat kesadaran diri tinggi, dan pada aspek emotif sebesar 60% siswa memiliki tingkat kesadaran diri tinggi.