Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Negatif Gadget terhadap Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun di Daerah X Mediyana Samrotul Puadah; Huriah Rachmah; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1258

Abstract

Abstract. This research is based on the phenomenon of gadget addiction in children aged 5-6 years, this will actually cause various negative impacts on children, at this age known as the golden age period where children are in the most important phase in their development period. The purpose of this study was to describe: 1) the pattern of gadget use, 2) the attitude of parents towards gadget avid behavior in children and 3) the negative impact of using gadgets on the development of social interaction of children aged 5-6 years in the village of X. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Techniques Data collection is done by interview, observation and document study. The results of this study indicate that in the X area, children are introduced to gadgets at the age of 2-3 years, and what is often accessed is YouTube, games and social media. Parents supervise and make regulations regarding the pattern of gadget use. The negative impacts caused by gadget avid behavior include their children becoming angry and aggressive, lazy to study, lazy to socialize with friends and family, lazy to get along and become more closed to others. Abstrak. Penelitian ini bertolak pada fenomena keranjingan gadget pada anak usia 5-6 tahun, hal ini sejatinya akan menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak, pada usia ini dikenal dengan periode golden age dimana anak ada pada fase terpenting dalam periode perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) pola penggunaan gadget, 2) Sikap orang tua terhadap perilaku keranjingan gadget pada anak dan 3) Dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Desa Saguling Panjang Kawalu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan, kamera dan alat perekam percakapan. Analisis data berupa unitisasi data, kategorisasi dan penafsiran data serta uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di daerah saguling panjang anak mulai dikenalkan pada gadget di usia 2-3 tahun, dan yang sering di akses adalah youtube, game dan media sosial. Orang tua melakukan pengawasan dan membuat regulasi berkenaan pola penggunaan gadget. Dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku keranjingan gadget antara lain anak-anak mereka menjadi pemarah dan agresif, malas belajar, malas bersosialisasi baik dengan teman maupun keluarga, malas bergaul juga menjadi lebih tertutup pada orang lain.
Developing Core Competencies for Islamic Higher Education in Indonesia in the Era of Industrial Revolution 4.0 Alhamuddin Alhamuddin; Andi Murniati; Eko Surbiyantoro; Dewi Mulyani
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v5i2.279

Abstract

The curriculum has a role as an instrument to conserve the culture of a nation. Without a good curriculum, the culture of a nation can be extinct right away because there are no preservation efforts. By way of inclusion of culture in the curriculum, it is hoped that it can be passed on to the next generation. Then they will know at least their ancestors’ culture. It is called a conservative role. This research uses a quantitative approach with a case study method. Data collection was carried out by a questionnaire and in-depth interviews. Data were analyzed using an interactive model. This analysis technique started from data collection. Data was reduced after it had been collected. The next step was to presenting the data, verifying and drawing a conclusion. Based on the description above, this research is considered important to be carried out being an addition for existing policymakers in order to organize higher education. Moreover, it is in response to the demands and basic guidance of compiling a curriculum based on the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) which is being and will be implemented in higher education in Indonesia especially in Islamic colleges.
Mitigation Literacy of Fire Disaster for Early Childhood by Integrating Islamic Values Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Arif Hakim
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v7i1.460

Abstract

This research departs from our concern as researchers about the various disasters that have occurred in our beloved country, as well as our concern for the future of the children affected by the disaster. Therefore, with the aim that early childhood literate and aware of the causes of disasters, as well as avoiding disasters that occur and dealing with disasters that occur, our research on disaster mitigation literacy for early childhood carried out by integrating three fun learning methods and integrating Islamic values. The disaster theme raised was the theme closest to children, namely fire. This study used a classroom action research method. The subjects were early childhood education children at Ar-Rahman school in the city of Bandung. The lesson began by explaining the concept of fire by integrating Islamic values, such as verses, hadiths and mahfudzot related to disasters. Furthermore, materials strengthening was implemented with various activities that involved children. In addition, at the peak of fire simulation, activities were also carried out. The results showed that disaster mitigation through literacy for early childhood on the theme of fire, by integrating Islamic values ​​and involving children in learning, made children more sensitive to disasters, knew how to take action to prevent disasters from happening, knew the stages when facing fires, so that they can save themselves and become grateful servants of God.
Pendampingan Guru Madrasah Diniyyah dalam Melaksanakan Pembelajaran Literasi Al-Qur’an melalui Model PAIKEM Dinar Nur Inten; Helmi Aziz; Dewi Mulyani; Haditsa Qur’ani Nurhakim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman hidup seorang muslim, maka selayaknya setiap muslim mampu membaca Al-Quran dan memahmi isinya serta mengaplikasikan dalam keseharian. Guru madrasah diniyah sebagai tokoh utama dalam pengajaran Al-Quran dituntut untuk mampu memahami konsep pengajaran literasi Al-Quran dan mampu pula mengaplikasikan pemahamannya dalam bentuk pengajaran literasi Al-Quran yang melibatkan anak, penuh kreatifitas, menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para guru madarsah diniyah tentang model, metode dan media pengajaran literasi al-Quran bagi siswa madsarah diniyah. metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Asset based Community development (ABCD), metode berbasis asset, kekuatan serta mengembangkan potensi yang ada di masyarakat dalam hal ini guru madrasah diniyah. Hasil pengabdian membuktikan melalui pendampingan dan pelatihan yang berkesinambungan dapat meningkatkan pemehaman dan keterampilan guru dalam pengajaran literasi Al-Quran.
Literasi Budaya Lokal bagi Anak di Desa Jatisura Ike Junita Triwardhani; Dewi Mulyani; Raditya Pratama
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3962

Abstract

Anak merupakan pewaris peradaban. Mereka perlu dipersiapkan guna melanjutkan nilai-nilai luhur menjadi penerus. Untuk itu anak-anak perlu mengenal lingkungan dirinya, memahami sosial dan budaya sebagai jari dirinya. Pengenalan budaya dalam bingkai literasi budaya perlu dilakukan kepada anak-anak agar mereka mamahami budaya leluhurnya yang penuh dengan nilai kearifan. Desa Jatisura memiliki karifan lokal salah satunya memuliakan tanah sehingga menjadi sumber kehidupan dan penghidupan masyarakatnya. Hal ini perlu diwariskan kepada anak-anak di Jatisura. Proses literasi budaya ini penting untuk diteliti dengan tujuan untuk mengungkap pengembangan literasi budaya lokal di desa Jatisura. Informasi digali dari sejumlah informan yaitu kepala Desa, tokoh masyarakat, JAF, Guru dan masyarakat.  Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap proses literasi budaya lokal di desa Jatisura. Hasil penelitian mengungkap bahwa upaya literasi budaya lokal di Desa Jatisura dilakukan dengan inisiasi JAF (Jatiwangi Art Factori) yang mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal dalam rangka literasi budaya melalui : (1) Program Edukasi; (2) Wahana Ekspresi; (3) Apresiasi Karya; (4) Identifikasi nilai-nilai kearifan lokal; dan (5) Implementasi nilai-nilai kearifan lokal.
Pendampingan Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Mitigasi Bencana di Lembaga PAUD Kabupaten Bandung Helmi Aziz; Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Andalusia N Permatasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.117 KB)

Abstract

Pemahaman tentang bencana sangat penting dimiliki oleh semua elemen masyarakat termasuk anak usia dini. Berdasarkan hasil survey di Lembaga PAUD Kec. Pangalengan Kab. Bandung, maka dapat diketahui permasalahan mitra yaitu para guru di Lembaga PAUD masih membutuhkan pendampingan dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis mitigasi bencana. Fokus pemberdayaan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAUD di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis mitigasi bencana. Strategi pemberdayaan dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan, yaitu: persiapan, perencanaan program, pelaksanaan program, dan terakhir refleksi dan evaluasi program. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAUD dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis mitigasi bencana. Pendampingan dan pelatihan bagi guru PAUD harus selalu dilakukan sebagai upaya peningkatan kompetensi guru PAUD ke arah yang lebih baik.
Strategi Ibu dalam Menumbuhkan Literasi pada Anak Usia 5-6 Tahun Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Helmi Aziz
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4498

Abstract

Peran yang utama dan pertama dalam pengenalan dasar literasi yaitu keluarga. Aktor utama dan memiliki peranan yang penting dalam keluarga adalah ibu karena ia memiliki kelekatan dan intensitas aktivitas tinggi dengan anak. Tujuan dari penelitian ini membantu menemukan strategi ibu dalam mengajarkan literasi pada anak saat di rumah. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan metode pre experiment, dengan objek penelitian yaitu para ibu yang memiliki latarbelakang pendidikan dasarserta memiliki anak berusia dini. Sampel yang digunakan berjumlah lima belas orang, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji t, dan n gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pemberian pengetahuan dan pelatihan keterampilan pengajaran literasi untuk anak dapat membantu para ibu berpendidikan dasar memahami dan mampu mempraktekkan strategi literasi ibu dan anak saat di rumah. Bahkan para ibu dapat menyampaikan dan mengajak anak untuk berkisah Qurani seraya menghasilkan karya hasil dari bercerita yang menunjukkan bahwa pengajaran literasi bermakna bagi anak
Efektivitas Pengunaan Media Pop Up Book Audiovisual Tata Cara Sholat untuk Anak TK Nadia Michelle; Nan Rahminawati; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1765

Abstract

Abstract. This research is intended to see the extent of the understanding and abilities of group B chilDren aged 5-6 years in Al-Fithroh Kindergarten in carrying out prayer activities in early childhood which are usually applied in Al-Fithroh Cipaganti Kindergarten. The method used in this study is a quasi-experimental research method with a quantitative research approach, comparing the learning that is usually applied by teachers, namely without media and learning with researchers who use learning media related to student achievement in understanding prayer activities and the ability to carry out prayer activities. Data collection techniques through interviews, observations/observations, document searches and questionnaires. Data analysis techniques used in experimental analysis through data analysis Data collection, population normality test, normality test, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that student achievement in understanding prayer activities and the ability to carry out prayer activities using learning media in the form of an Audiovisual Pop Up Book about prayer procedures shows a good increase, inversely proportional to the results of student achievement applied learning without media has not shown a significant increase. big. The participation of chilDren and parents as well as teachers in prayer learning development activities was very responsive and showed a positive response. So that the results achieved are in accordance with what is expected. Abstrak. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pemahaman dan kemampuan anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Al-Fithroh dalam melakukan kegiatan ibadah sholat pada anak usia dini yang biasa diterapkan di TK Al-Fithroh Cipaganti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif, membandingkan antara pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru yaitu tanpa media dengan pembelajaran dengan peneliti yang menggunakan media pembelajaran terkait tentang pancapaian siswa dalam memahami kegiatan ibadah sholat dan kemampuan melaksanakan kegiatan sholat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan/observasi, penelusuran dokumen dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan secara analisis eksperimen melalui Analisis Data Pengumpulan data, Uji Normalitas Populasi , Uji normalitas, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pancapaian siswa dalam memahami kegiatan ibadah sholat dan kemampuan melaksanakan kegiatan sholat menggunakan media pembelajaran berupa Pop Up Book Audiovisual tentang tata cara ibadah sholat menunjukkan peningkatan yang bagus, berbanding terbalik dengan hasil pencapaian siswa yang diterapkan pembelajaran tanpa media belum menunjukkan peningkatan yang besar. Partisispasi anak dan orangtua serta guru-guru dalam kegiatan pengembangan pembelajaran ibadah sholat ini sangat responsif dan menunjukkan respon yang positif. Sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan.
Analisis Penyebab Keterlambatan Berbicara pada Salah Satu Anak Usia Dini Anisa Putri Alya; Enoh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1778

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berpusatkan pada bagaimana menganalisis penyebab keterlambatan berbicara (Speech Delay) pada salah satu anak usia dini berusia 4 tahun di daerah sekemerak kabupaten bandung, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi apa saja yang menjadi penyebab keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun, bagaimana pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak usia 4 tahun yang mengalami keterlambatan berbicara, bagaimana cara stimulasi secara sederhana yang diberikan agar mengurangi keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi penyebab keterlambatan berbicara pada anak usia 4 tahun adalah terdapat kelainan organ bicara pada gigi depan, pengasuhan yang diberikan oleh orang tua kurangnya memberikan stimulasi dan motivasi yang kurang diberikan. Abstract. This research is estimated at how to analyze the causes of delay in speaking "Speech Delay" in one of the 4 year old children in the Sekemerak area of Bandung district, this study aims to identify what are the causes of speech Delay in children aged 4 years, how is the parenting done by parents of children aged 4 years who experience speech Delays, how simple stimulation is given to reduce speech Delays in children aged 4 years. This study uses a qualitative method with the type of case study research. Data collection techniques used are interviews and observation. The results of the study showed that the causes of speech Delays in children aged 4 years were speech organ abnormalities in the front teeth, care provided by parents did not provide enough stimulation and motivation.
Pola Asuh Orang Tua pada Anak dengan Temper Tantrum Gulfi Nur Asyifa; Enoh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1779

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berdasarkan atas fenemona yang terjadi di lapangan yang menunjukan pola asuh orang tua dengan anak temper tantrum. Anak dengan ciri-ciri suka mengamuk, berteriak, memukul orang tuanya ketika keinginannya tidak terpenuhi,sering berebut dengan saudaranya, memaki dan merenggut barang jika apa yang di inginkan tidak terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tingkah laku temper tantrum anak, mengetahui pola asuh orang tua, mengetahui faktor-faktor penyebab anak mengalami temper tantrum, dan strategi yang dilakukan orang tua saat anak mengalami temper tantrum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Analisis data dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perilaku temper tantrum karena orang tua menerapkan pola asuh yang berbeda saat anak mengalami temper tantrum yaitu Ibu cenderung menerapkan pola asuh otoriter dengan cara memperhatikan kesalahan anak dan memberi hukuman sedangkan Bapak cenderung menerapkan pola asuh permisif, karena selalu menuruti keinginan anak sehingga pada saat keinginannya tidak terpenuhi, anak akan berperilaku temper tantrum agar keinginannya terpenuhi. Strategi yang dilakukan orang tua pada saat mengalami temper tantrum yaitu menuruti keinginannya, jika tidak bisa menuruti keinginanya mengalihkan dengan yang lebih baik, memberi hukuman agar jera, memberi pelukan, dan memberi nasihat. Abstract. This study is based on phenemona that occurs in the field which shows the parenting patterns of parents with temper tantrum children. Children with traits like to go berserk, scream, beat their parents when their wishes are not fulfilled, often scramble with their siblings, curse and snatch things if what they want is not fulfilled. The purpose of this study is to determine the condition of children's temper tantrum behavior, to find out parental parenting, to find out the factors that cause children to experience temper tantrums, and strategies that parents do when children experience temper tantrums. The type of research used is research using the case study method. Data analysis in this study is descriptive qualitative. The results of this study show that parental parenting affects temper tantrum behavior because parents apply different parenting patterns when children experience temper tantrums, namely mothers tend to apply authoritarian parenting by paying attention to children's mistakes and giving punishment while fathers tend to apply permissive parenting, because they always obey the wishes of the child so that When the wish is not fulfilled the child will behave in a temper tantrum so that his wish can be fulfilled. The strategy that parents do when experiencing a temper tantrum is to obey their wishes if they can't obey their wishes to divert better, to punish them to deter, to give hugs, and to give advice.