Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kompetensi Kepribadian Guru PAUD untuk Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak 5-6 Tahun Alisan Ridha Mushthafa; Enoh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i1.1783

Abstract

Abstract.This study entitled "Implementation of PAUD Teacher Personality Competence to Develop Self-Confidence in Children Aged 5 - 6" purposed to find out the implementation of personality competencies as reflected by the teacher to develop the self-confidence of children aged 5 - 6 years in X Kindergarten. This study use a mixed method, concurrent embedded model, which combines quantitative and qualitative methods in an unbalanced manner. This research is descriptive type research. Quantitative data analysis using descriptive statistical analysis. The data source used in this research is primary data obtained through observation and interviews, while secondary data is obtained through library research. Data collection techniques through questionnaires to one respondent. Statements in questionnaire were measured using a Likert scale to find out how the research subjects carried out the indicators listed on the questionnaire in teaching and learning activities. The results showed that implementation of teacher personality competencies to develop children's self-confidence was carried out through various activities such as singing, telling stories, and participating in competitions. The efforts made by teachers to develop personality competencies are by participating in training, comparative study activities, seminars, competitions, or being active in teacher training organizations for self-development. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Implementasi Kompetensi Kepribadian Guru PAUD untuk Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5 - 6 Tahun”. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pelaksanaan implementasi kompetensi kepribadian yang dicerminkan oleh guru untuk mengembangkan rasa percaya diri anak usia 5 - 6 tahun di TK X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method) model campuran tidak seimbang (Concurrent Embedded), yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara tidak seimbang. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap satu orang responden. Pernyataan dalam kuesioner diukur menggunakan skala Likert untuk mengetahui bagaimana subjek penelitian melaksanakan indikator yang tertera pada kuesioner dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kompetensi kepribadian guru untuk mengembangkan rasa percaya diri anak dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti bernyanyi, bercerita, dan mengikuti perlombaan. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kompetensi kepribadian yaitu dengan mengikuti pelatihan, kegiatan studi banding, seminar, perlombaan, atau aktif di dalam organisasi keguruan untuk pengembangan diri.
Mitigation Literacy of Fire Disaster for Early Childhood by Integrating Islamic Values Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Arif Hakim
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v7i1.460

Abstract

This research departs from our concern as researchers about the various disasters that have occurred in our beloved country, as well as our concern for the future of the children affected by the disaster. Therefore, with the aim that early childhood literate and aware of the causes of disasters, as well as avoiding disasters that occur and dealing with disasters that occur, our research on disaster mitigation literacy for early childhood carried out by integrating three fun learning methods and integrating Islamic values. The disaster theme raised was the theme closest to children, namely fire. This study used a classroom action research method. The subjects were early childhood education children at Ar-Rahman school in the city of Bandung. The lesson began by explaining the concept of fire by integrating Islamic values, such as verses, hadiths and mahfudzot related to disasters. Furthermore, materials strengthening was implemented with various activities that involved children. In addition, at the peak of fire simulation, activities were also carried out. The results showed that disaster mitigation through literacy for early childhood on the theme of fire, by integrating Islamic values ​​and involving children in learning, made children more sensitive to disasters, knew how to take action to prevent disasters from happening, knew the stages when facing fires, so that they can save themselves and become grateful servants of God.
Mitigasi Bencana di Madrasah Diniyah dengan Model Pembelajaran Katumbiri yang Terintegrasi Nilai-Nilai Islam Helmi Aziz; Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Andalusia Neneng Permatasari
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5676

Abstract

Penerapan model pembelajaran katumbiri yang terintegrasi nilai-nilai Islam dilatar belakangi karena daerah lokasi penelitian merupakan daerah rawan bencana alam khususnya banjir dan longsor. Setiap bencana, korban yang paling banyak berjatuhan adalah anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa Madrasah Diniyah terkait mitigasi bencana melalui model pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan bermakna untuk anak yaitu model Katumbiri. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian one group design yang diujikan pada sampel sebanyak 20 orang siswa Madrasah Diniyah yang diambil dengan purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui model pembelajaran katumbiri yang terintegrasi nilai-nilai Islam, siswa dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk mitigasi bencana yang menyenangkan dan syarat dengan nilai-nilai keislaman.
Program Rehabilitasi ODGJ melalui Terapi Spiritual di Pondok Pesantren X Fatimatuz Zahroh; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1264

Abstract

Abstract. This research has background that The Islamic School of X has a program to recovery Soul Disorder People (ODGJ) by spiritual therapy that gives medication to soul disorder patients and drug abuse victim by spiritual therapy such as dzikr and giving a shower. The aims of this research are to know : (1) Rehabilitation program of ODGJ in Dormitory of Islamic School X. (2) Rehabilitation process which is done in Dormitory of Islamic School X. (3) Evaluation in rehabilitation of ODGJ in Dormitory of Islamic School X. (4) The obstacles or the problems in rehabilitation of ODGJ in Dormitory of Islamic School X. This research is using descriptive method through cualitative approachment to research rehabilitation program of ODGJ through spiritual therapy in Dormitory of islamic School X. The data collections in this research are using observation, interview, and documentation,. The technique of analysis data in this research is using analysis data Miles and Huberman model. The result of this research is approving that : (1) Rehabilitation program of ODGJ by spiritual therapy through Dzikr and Sholawat (giving praises to Prophet Muhammad SAW). (2) Rehabilitation process which is done by some procedurs and activities. (3) The result of evaluation such as compatibility of schedule implementation, feedback from the patients, public and family responses about the patients recovery. (4) The obstacles or the problems which are found : the lack of food supply, places, and the keepers of ODGJ. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pondok Pesantren X yang membuka program rehabilitasi dengan terapi spiritual yang memberikan perawatan dan pengobatan pada pasien gangguan jiwa dan korban penyalahgunaan narkoba melalui terapi spiritual berupa dzikir dan mandi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) program rehabilitasi ODGJ di Pondok Pesantren X. (2) proses rehabilitasi yang dilakukan di Pondok Pesantren X. (3) evaluasi dalam rehabilitasi ODGJ di Pondok Pesantren X. (4) hambatan atau tantangan dalam rehabilitasi ODGJ di Pondok Pesantren X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk meneliti program rehabilitasi ODGJ melalui terapi spiritual di Pondok Pesantren X. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program rehabilitasi ODGJ berupa terapi spiritual dengan dzikir dan solawat. (2) Proses rehabilitasi dilakukan melalui beberapa prosedur dan kegiatan. (3) Hasil evaluasi berupa kesesuaian pelaksaan jadwal, feedback dari para pasien, dan tanggapan masyarakat serta keluarga mengenai kesembuhan pasien. (4) Hambatan atau tantangan yang ditemui yaitu kurangnya ketersediaan makanan, kurangnya ketersediaan tempat, dan kurangnya pengurus ODGJ.
Analisis Dampak Negatif Gadget terhadap Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun di Daerah X Mediyana Samrotul Puadah; Huriah Rachmah; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1258

Abstract

Abstract. This research is based on the phenomenon of gadget addiction in children aged 5-6 years, this will actually cause various negative impacts on children, at this age known as the golden age period where children are in the most important phase in their development period. The purpose of this study was to describe: 1) the pattern of gadget use, 2) the attitude of parents towards gadget avid behavior in children and 3) the negative impact of using gadgets on the development of social interaction of children aged 5-6 years in the village of X. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Techniques Data collection is done by interview, observation and document study. The results of this study indicate that in the X area, children are introduced to gadgets at the age of 2-3 years, and what is often accessed is YouTube, games and social media. Parents supervise and make regulations regarding the pattern of gadget use. The negative impacts caused by gadget avid behavior include their children becoming angry and aggressive, lazy to study, lazy to socialize with friends and family, lazy to get along and become more closed to others. Abstrak. Penelitian ini bertolak pada fenomena keranjingan gadget pada anak usia 5-6 tahun, hal ini sejatinya akan menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak, pada usia ini dikenal dengan periode golden age dimana anak ada pada fase terpenting dalam periode perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) pola penggunaan gadget, 2) Sikap orang tua terhadap perilaku keranjingan gadget pada anak dan 3) Dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Desa Saguling Panjang Kawalu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan, kamera dan alat perekam percakapan. Analisis data berupa unitisasi data, kategorisasi dan penafsiran data serta uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di daerah saguling panjang anak mulai dikenalkan pada gadget di usia 2-3 tahun, dan yang sering di akses adalah youtube, game dan media sosial. Orang tua melakukan pengawasan dan membuat regulasi berkenaan pola penggunaan gadget. Dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku keranjingan gadget antara lain anak-anak mereka menjadi pemarah dan agresif, malas belajar, malas bersosialisasi baik dengan teman maupun keluarga, malas bergaul juga menjadi lebih tertutup pada orang lain.
Pelatihan pengajaran hafalan quran melalui metode ritme otak sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengajar guru Madrasah Diniyah Kecamatan Pangalengan Dinar Nur Inten; Helmi Aziz; Haditsa Qurani Nur Hakim; Dewi Mulyani
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i2.22656

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman utama hidup seorang muslim, maka oleh karena itu kewajiban setiap muslim untuk mampu membaca Al-Quran dan mengajarkannya dengan baik dan benar. Namun dengan banyaknya anak yang belajar di madrasah diniyah menjadikan para guru kebingungan dalam menentukan metode yang tepat dan bermakna dalam membaca dan menghafal Al-Quran. Sehingga hal ini berdampak terhadap kurangnya kemampuan anak dalam membaca Al-Quran. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengenalkan guru-guru madrasah pada sebuah metode mengaji dan menghafal Al-Quran bagi anak madrasah yang menarik dan menyenangkan dengan melibatkan ragam kecerdasan. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu Community-Based Participatory Research (CBPR) merupakan sebuah metode yang berupaya memfasilitasi masyarakat dalam meningkatan kualitas akademik, yaitu kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran. Hasil pengabdian membuktikan dengan adanya pelatihan metode Ritme Otak untuk hafalan Quran, pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan metode pengajaran dan hafalan Al-Quran meningkat, dan hal ini berdampak terhadap tumbuhnya minat anak madrasah akan membaca dan menghafal Al-Quran.
Cultivating Character for Indonesia’s Golden Generation: Strengthening Student Values for National Progress Hernawati Hernawati; Supala Supala; Iim Ibrohim; Dewi Mulyani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6408

Abstract

Indonesia's national development depends on cultivating a "Golden Generation"—youth who combine intellectual prowess with strong moral character. Character education is viewed as essential to shaping ethical, responsible future leaders. This mixed-methods study investigated the role of character education in student development. Data were collected from 422 students across 30 Indonesian universities through surveys, interviews, and focus group discussions. Findings reveal that 78% of students and 85% of educators observed notable improvements in student behavior, including enhanced discipline, empathy, and responsibility. Despite these benefits, challenges persist. Overloaded curricula, limited funding, and a shortage of trained educators were cited as key barriers to effective implementation. Furthermore, students expressed a need for character education programs that are more practical and aligned with real-world scenarios. While character education significantly contributes to personal growth and social behavior, structural issues hinder its full potential. Integrating character education into existing curricula and investing in teacher training are essential steps forward. Character education plays a vital role in shaping the Golden Generation and, by extension, Indonesia’s future leadership. To maximize its impact, educational policies must address systemic barriers and promote accessible, context-relevant character development programs
BENTO Curriculum Design for Eating Habits of Early Children Dewi Mulyani; Dinar Nur Inten; Helmi Aziz
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5686

Abstract

The BENTO (Bersih, Sehat, Halalan Thoyyiban) Curriculum was developed to instill early childhood eating habits that are clean, healthy, and halal, incorporating religious values into daily routines. This study assesses the curriculum’s development and effectiveness in promoting these values. The curriculum was designed and tested using the ADDIE model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation phases. This structured approach allowed researchers to methodically develop and refine the curriculum based on its goals. The BENTO curriculum emphasizes a holistic, integrative approach, focusing on health, safety, and the meaningful incorporation of Islamic principles in early education. Through activities, children learn about the health and religious benefits of eating according to Islamic practices. Content areas include basic needs, animals, professions, plants, and culture, with learning resources drawn from children’s personal experiences, community environments, events, and designated learning times. The curriculum fosters moral education by teaching, internalizing, and adapting religious values in eating habits. It utilizes engaging and child-centered strategies to make the learning experience both enjoyable and meaningful, contributing to the development of moral awareness and actions in young children. The BENTO curriculum provides an effective framework for integrating religious and health-related values into early childhood eating habits. The authentic evaluation process highlights its potential for meaningful impact in early education. Further research should explore its applicability in diverse cultural contexts.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengantisipasi Gangguan Perilaku Siswa Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim; Fitroh Hayati; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8572

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the efforts of Islamic Religious Education teachers in anticipating student behavioral disorders. In the era of globalization, complex social dynamics influenced individual development, including the behavior of elementary school students. One form of emerging problem in student behavior was behavioral disorder. The behavioral disorders examined included aggressive attitudes, non-compliance, and other disruptive behaviors demonstrated by students. This research used a qualitative approach with a case study method, in which data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings showed that students’ behavioral disorders were influenced by unsupportive family environments, including the limited time parents had for childcare. Islamic religious education teachers applied various strategies, such as personal approaches, instilling Islamic values, spiritual guidance, and assigning responsibilities to students. In addition, islamic religious education teachers acted as educators, instructors, mentors, coaches, advisors, and role models, using a holistic approach based on Islamic values. The main challenges faced by the teachers included limited time, lack of parental support, and difficulties in creating a conducive school environment. Therefore, this study emphasized the importance of collaboration among teachers, parents, and the school environment in creating consistency to foster positive student behavior. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengantisipasi gangguan perilaku siswa di SDN 055 Jatihandap Kota Bandung. Dalam era globalisasi, dinamika sosial yang kompleks mempengaruhi perkembangan individu, termasuk perilaku siswa di sekolah dasar. Salah satu bentuk permasalahan yang muncul dalam perilaku tersebut adalah gangguan perilaku. Gangguan perilaku yang diteliti meliputi sikap agresif, ketidakpatuhan, dan perilaku mengganggu lainnya yang ditunjukkan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung, termasuk keterbatasan waktu orang tua dalam pengasuhan. Guru Pendidikan Agama Islam menerapkan berbagai strategi, seperti pendekatan personal, penanaman nilai-nilai Islam, pembimbingan spiritual, dan pemberian tanggung jawab kepada siswa. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, dan teladan, dengan pendekatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai Islam. Kendala utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kurangnya dukungan orang tua, dan tantangan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk menciptakan konsistensi dalam membentuk perilaku positif siswa.
PROGRAM LITERASI ISLAMI BERKELANJUTAN UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PELATIHAN BERCERITA PADA ORANG TUA SISWA DAN PENGUATAN PERPUSTAKAAN DI TK KARYA CENDIKIA Hernawati Hernawati; Dewi Mulyani; Imas Kurniasih; Muhtadin Muhtadin; Ijang Faisal; Sheila Sheila; Muhammad Wahyudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35400

Abstract

ABSTRAKPengembangan literasi Islami pada anak usia dini memerlukan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Namun, hasil observasi awal di TK Karya Cendikia, Bandung, menunjukkan beberapa tantangan, yaitu terbatasnya koleksi buku Islami, rendahnya pemanfaatan fasilitas perpustakaan, serta keterampilan orang tua dalam bercerita yang masih kurang. Kondisi ini menghambat tumbuhnya budaya literasi Islami berkelanjutan pada anak. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan bercerita bagi orang tua dan penguatan perpustakaan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi: (1) lokakarya interaktif dan pendampingan bagi orang tua untuk meningkatkan keterampilan bercerita; (2) perbaikan fasilitas perpustakaan melalui penataan ruang, penambahan koleksi buku Islami sesuai usia anak, serta penerapan katalog digital sederhana; dan (3) monitoring serta evaluasi keterlibatan anak dalam kegiatan literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua dalam bercerita secara kreatif, meningkatnya minat anak dalam mengakses perpustakaan, serta bertambahnya ketertarikan anak membaca buku bertema Islami. Selain itu, perpustakaan menjadi lebih ramah anak dan berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.Program ini menegaskan pentingnya integrasi peran orang tua dengan dukungan kelembagaan sekolah dalam menumbuhkan literasi Islami anak usia dini.Kata kunci: Literasi Islami; Anak Usia Dini; Pelatihan Bercerita; Perpustakaan Sekolah; Pemberdayaan Orang Tua. ABSTRACTThe development of Islamic literacy in early childhood requires collaboration between schools and families. However, preliminary observations at TK Karya Cendikia, Bandung, showed several challenges: limited Islamic book collections, underutilized library facilities, and insufficient parental skills in storytelling. These conditions hinder the growth of sustainable Islamic literacy among children. This community service program was designed to address these issues by implementing storytelling training for parents and strengthening the school library. The methods included: (1) interactive workshops and mentoring sessions for parents to enhance storytelling techniques; (2) improvement of library facilities through spatial arrangement, enrichment of age-appropriate Islamic book collections, and the introduction of a simple digital catalog; and (3) monitoring and evaluation of children’s engagement in literacy activities.The results demonstrated increased parental competence in creative storytelling, greater enthusiasm among children in accessing the library, and heightened interest in reading Islamic-themed books. Furthermore, the library environment became more child-friendly and functional, supporting continuous literacy practices at school. This program highlights the importance of integrating parental involvement with institutional support in fostering early Islamic literacy. Keywords: Islamic Literacy; Early Childhood Education; Storytelling Training; School Library; Parental Involvement.