Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Etika Keilmuan dan Moralitas Ulama dalam Perspektif Al-Ghazali: Relevansinya dalam Pendidikan Karakter Islam Yusti Dwi Nurwendah; Jepri Nugrawiyati
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis etika keilmuan dan menurunnya integritas moral di dunia pendidikan menunjukkan disorientasi dalam memandang ilmu dan peran pendidik, seperti plagiarisme, manipulasi akademik, dan penyalahgunaan otoritas ilmiah. Dalam khazanah keilmuan Islam klasik, Al-Ghazali menawarkan perspektif etis dan spiritual melalui Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, khususnya terkait tipologi ulama dan bahaya ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Al-Ghazali tentang etika keilmuan dan moralitas ulama serta menilai relevansinya dalam pendidikan karakter Islami kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan reflektif-normatif, melalui telaah kritis teks Ihyā’ untuk melakukan pemetaan tipologi ulama serta penggalian terhadap literatur lain yang terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengekstrak prinsip-prinsip etika dan spiritual yang aplikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipologi ulama dunia dan akhirat menekankan orientasi spiritual, keikhlasan, konsistensi akhlak, dan tanggung jawab moral. Pemikiran ini menjadi panduan praktis bagi pendidik untuk menyeimbangkan kompetensi akademik dengan karakter, membangun model pendidikan yang mengintegrasikan aspek intelektual, etika, dan spiritual. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer
Etika Keilmuan dan Moralitas Ulama dalam Perspektif Al-Ghazali: Relevansinya dalam Pendidikan Karakter Islam Yusti Dwi Nurwendah; Nugrawiyati, Jepri
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis etika keilmuan dan menurunnya integritas moral di dunia pendidikan menunjukkan disorientasi dalam memandang ilmu dan peran pendidik, seperti plagiarisme, manipulasi akademik, dan penyalahgunaan otoritas ilmiah. Dalam khazanah keilmuan Islam klasik, Al-Ghazali menawarkan perspektif etis dan spiritual melalui Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, khususnya terkait tipologi ulama dan bahaya ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Al-Ghazali tentang etika keilmuan dan moralitas ulama serta menilai relevansinya dalam pendidikan karakter Islami kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan reflektif-normatif, melalui telaah kritis teks Ihyā’ untuk melakukan pemetaan tipologi ulama serta penggalian terhadap literatur lain yang terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengekstrak prinsip-prinsip etika dan spiritual yang aplikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipologi ulama dunia dan akhirat menekankan orientasi spiritual, keikhlasan, konsistensi akhlak, dan tanggung jawab moral. Pemikiran ini menjadi panduan praktis bagi pendidik untuk menyeimbangkan kompetensi akademik dengan karakter, membangun model pendidikan yang mengintegrasikan aspek intelektual, etika, dan spiritual. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer
Transforming Learner Autonomy in Arabic Language Learning Through Artificial Intelligence Nugrawiyati, Jepri; Nurwendah, Yusti Dwi; Nasrullah, Muhammad; Abidin, Nadiah
Borneo Journal of Language and Education Vol 6 No 2 (2026): Borneo Journal of Language and Education, Vol.6 (No.2), Agustus 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeru Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/benjole.v6i2.12808

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in education has transformed the ways in which students learn Arabic, particularly in the context of fostering learner autonomy. This study aims to explore the role of AI as a facilitator of learning autonomy, identify emerging challenges, and examine pedagogical implications for higher education. The methodology employed is an integrative review, synthesizing recent literature on AI, self-regulated learning, and Arabic language acquisition. Findings indicate that AI can enhance learner autonomy through support for multimodal learning experiences, material personalization, and real-time feedback that promotes student reflection and self-regulation. On the other hand, AI also presents risks such as pseudo-autonomy, epistemological errors, and ethical and academic challenges, which necessitate critical digital literacy and pedagogical oversight. Effective AI integration requires instructors to act as facilitators, ethical guides, and quality controllers of learning processes. This paper concludes that AI holds significant potential to strengthen authentic and responsible learner autonomy, provided it is employed within a reflective, critical, and ethical pedagogical framework. These findings offer important implications for the design of technology-based Arabic language instruction and the development of strategies to reinforce learner autonomy among digital-native students
Internalisasinilai Pendidikan Perdamaian Melalui Pemahaman Perbedaan Peran Gender dalam Pertunjukan Kesenian Reog Ponorogo Nurwendah, Yusti Dwi; Nugrawiyati, Jepri
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.9925

Abstract

Culture is the result of the construction of society through ideas and norms, which are reciprocal with public social life. Plural community life certainly creates its own challenges because it is vulnerable to conflict. This paper’s aim is to determine the differences in gender roles in Reog art and the valuescontained in. Gender differences in their identities and roles both naturally and as result of social construction often arise conflicts within them. One feels as a passive and subordinating, while other as an active and dominating. This dichotomy of roles, traits, and positions between men and women born by the concept of gender causes its own stereotypes, so that misunderstandings and conflicts arise between one and another. The art of Reog Ponorogo essentially internalizes the values of peace as an effort to cultivate spirit of peace and mutual tolerance. The value of peace education is displayed through understanding diversity of men and womens’ identities and roles.