Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN FONDASI TIANG PANCANG DENGAN FONDASI TIANG BOR PADA GEDUNG KANTOR BUPATI PASURUAN Putri, Rosalia Isna; Zenurianto, Mohamad; Sholeh, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3454

Abstract

Gedung Kantor Bupati Pasuruan ini terdiri dari 4 lantai dengan tinggi 19 m dan memliki luas bangunan sebesar 7.295,32 m². Fondasi yang digunakan pada bangunan eksisting berupa fondasi tiang pancang. Skripsi ini bertujuan untuk membandingkan fondasi tiang pancang dan tiang bor ditinjau dari parameter daya dukung tanah, penurunan, metode pelaksanaan dan RAB. Disamping bertujuan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari pekerjaan pembangunan struktur fondasi. Perhitungan pembebanan struktur atas mengacu pada SNI 1727:2020 yang dihitung dengan menggunakan Software Robot Structural Analysis Professional 2021. Perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) menggunakan HSPK Kabupaten Pasuruan tahun 2022. Pengujian SPT dilakukan hingga kedalaman 30 m dan diketahui jenis tanah yang ada pada proyek dominan lempung. Didapatkan hasil dari analisis pembebanan, nilai gaya aksial terbesar pada kolom As 2/G untuk kombinasi ASD sebesar 2509,13 kN dan kombinasi LRFD sebesar 3645,25 kN. Didapatkan dari hasil perhitungan, dimensi fondasi tiang pancang dan tiang bor memiliki diameter 45 cm dengan panjang 16,5 m Pada fondasi tiang pancang yang dihitung berdasarkan data SPT didapatkan nilai daya dukung tiang tunggal sebesar 464,107 kN ; jumlah tiang sebanyak 183 tiang; metode pelaksanaan tiang secara hidraulik menggunakan alat berat hydraulic static pile driver (HSPD) ; untuk RAB sebesar Rp 4.071.790.054. Sedangkan pada fondasi tiang bor didapat nilai daya dukung ijin tiang tunggal untuk tiang bor yang dihitung berdasarkan data SPT sebesar 492,935 kN; jumlah tiang sebanyak 180 tiang; metode pelaksanaan tiang bor berupa metode kering dengan menggunakan alat rotary drilling machine untuk RAB sebesar Rp 3.746.479.580.
ANALISIS STABILITAS LERENG SPILLWAY SISI KIRI BENDUNGAN BAGONG STA 0+225 Dwi Cahyono, Muhammad; Sholeh, Moch.; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3547

Abstract

Lereng kiri spillway Bendungan Bagong STA 0+225 mengalami ketidakstabilan akibat longsor di sekitarnya. Penelitian ini mempunyai empat tujuan, diantaranya pertama, menganalisis stabilitas lereng eksisting dengan Rocscience Slide dan perhitungan manual. Kedua, menganalisis stabilitas lereng dengan perkuatan soil nailing menggunakan perhitungan manual metode baji (wedge) dan Rocscience Slide. Ketiga, menjelaskan metode pelaksanaan perkuatan soil nailing. Keempat, memperkirakan biaya perkuatan soil nailing. Analisis stabilitas dilakukan dengan metode Fellenius pada lereng eksisting dan metode baji (wedge) dengan soil nailing untuk perhitungan manual. Data yang dibutuhkan meliputi parameter tanah, hasil bor, koefisien gempa, data perencanaan soil nailing, dan HSPK Kab. Trenggalek 2022. Stabilitas lereng dibandingkan menggunakanRocscience Slide dan perhitungan manual Fellenius dan Baji (wedge) dalam kondisi tanpa dan saat gempa. Hasil denganRocscience Slide: faktor keamanan (FK) 1,496 dan FKbgempa 0,975 untuk lereng eksisting. Dari perhitungan manual Felleniusdidapatkan nilai FK 1,496 dan FKbgempa 0,956. Setelah perkuatan soil nailing, perhitungan manual baji (wedge) didapatkan nilai FK 2,517 dan FKbgempa 1,295. Dari analisis Rocscience Slide didapatkan nilai FK 2,294 dan FKbgempa 1,163. Metode pelaksanaan soil nailing, meliputi pembersihan area, galian tanah, pemasangan soil nailing, wheephole, shotcrete, dan muka permanen. Biaya perkuatan soil nailing diperkirakan sekitar Rp 9.911.916.686,-.
EVELUATION OF DRAINAGE SYSTEM IN SUKUN VILLAGE RW7 TO MITIGATE INUNDATION RISKS USING EPASWMM 5.1 Diing, Alek Roda Michael; Hapsari, Ratih Indri; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3611

Abstract

Sukun District frequently experiences flooding during the rainy season, particularly when rainfall exceeds two hours, due to blockages in drainage channels, population growth and a limited number of inlets. This study aims to evaluation flood discharge, determine the necessary dimensions for drainage channels and inlets, as well as estimate the cost of redesigning. The required data for this study included daily rainfall data from 2013-2022 obtained from Sukun, Ciliwung, and Dau stations, existing channel dimensions, a topographic map, and the 2022-unit price of work in Malang city. The data were processed using the Log-Pearson III distribution to determine the flood design for a 10-year return period. The intensity of rain was calculated using the Mononobe formula. The Storm Water Management Model (EPA-SWMM 5.1) was employed to simulate the quality of surface runoff, as well as the flow rate. The results of the Log-Pearson III distribution indicated that the maximum recorded rainfall was 93.827 mm/day, which was deemed acceptable based on the Chi-Square and Smirnov-Kolmogorov test results. The simulation revealed that the existing drainage channels have a capacity of 1.648 m3/sec, which is insufficient to handle the design discharge of 1.685 m3/sec. As a result, overflow occurs during peak flow conditions, indicating that four channels (RT4C, RT4F, RT4H and RT4I) are not effective to convey the 10 years return period of discharge. However, the simulation also demonstrated that the proposed redesign of the drainage channels, which involves increasing the channel height depending on the amount of discharge each channel should accommodate while keeping the width constant due to space limitations, significantly improves their capacity. The redesigned channels have a capacity of 2.278 m3/sec, exceeding the design discharge of 1.685 m3/sec. The new design ensures that the channels can accommodate the expected volume of water without experiencing overflow, even during peak flow conditions. The estimated cost of this redesign is IDR 280,450,000.
ANALISIS PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG DENGAN METODE SOIL NAILING DAN BATU KALI PADA PROYEK JALAN LINTAS SELATAN LOT 6A Pranaya, Rifqi Riftyan; Zenurianto, Mohamad; Supiyono, Supiyono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3728

Abstract

Perkuatan lereng sangat penting dalam menjaga kestabilan dan meningkatkan kekuatan lereng untuk mencegah erosi dan longsor, sehingga menjaga infrastruktur tetap aman. Pada proyek Jalan Lintas Selatan Lot 6A di STA 1+675 dan 1+750 L, ketidakstabilan lereng akibat adanya tanah lempung atau tanah berliat dengan pembengkakan dan penyusutan yang tinggi merupakan masalah yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan angka keamanan dan mengevaluasi efektivitas soil nailing dan batu kali sebagai langkah-langkah stabilisasi lereng. Penelitian ini mengatasi beberapa pertanyaan utama, termasuk angka keamanan lereng tanpa adanya perkuatan, biaya dan metode pemasangan soil nailing dan batu kali, serta angka keamanan yang dicapai setelah menerapkan teknik-teknik ini. Data sekunder yang digunakan meliputi data geometri (tinggi dan lebar lereng), data teknis (tinggi puncak dan kapasitas), dan data parameter tanah (hasil uji geser dan karakteristik tanah), HSPK Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keamanan stabilitas lereng pada STA 1+675 dengan gempa adalah 0,801. Pada STA 1+750, faktor keamanan dengan gempa adalah 0,635. Analisis stabilitas dengan perhitungan manual menghasilkan faktor keamanan untuk STA 1+675 dengan gempa sebesar 0,838. Untuk STA 1+750, faktor keamanan dengan gempa adalah 0,582. Dalam penelitian keamanan stabilitas lereng menggunakan perkuatan soil nailing, Pada kondisi gempa, faktor keamanan adalah 1,454 (STA 1+675) dan 1,307 (STA 1+750). Menggunakan program rocscience slide, perkuatan soil nailing memberikan faktor keamanan kondisi gempa, faktor keamanan adalah 1,165 (STA 1+675) dan 1,171 (STA 1+750). Dalam perkuatan dinding penahan tanah batu kali, faktor keamanan momen geser rata-rata adalah 1,58 (STA 1+675) dan 1,58 (STA 1+750), serta faktor keamanan guling rata-rata adalah 5,1 (STA 1+675) dan 4,22 (STA 1+750). Pada perkuatan soil nailing didapatkan harga sebesar Rp 1.115.240.574 pada STA 1+675 dan pada STA 1+750 didapatkan harga sebesar Rp5.126.574.096 sedangkan batu kali pada STA 1+675 didapatkan harga sebesar Rp. 1.669.576,828 dan pada STA 1+750 didapatkan harga sebesar Rp. 4.334.050,075 dan dari segi durasi, soil nailing didapatkan durasi 37 hari di STA 1+675 dan 42 hari pada STA 1+750 dan untuk batu kali durasi yang didapatkan adalah 44 hari di STA 1+675 dan 52 hari pada STA 1+750
Evaluation Of Implementation Strategies And Methods To Improve Efficiency In The Bagong Main Dam Project Trenggalek moch. khamim; Mohamad Zenurianto; Raden Ajeng Mariyana; Roland Gasenda Suryaningrat
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i2.2030

Abstract

Earthfill dam construction requires effective strategies to ensure structural safety, construction quality, and efficient use of time and resources. This study examines the construction strategy and implementation method of the Main Dam of the Bagong Dam Project, Indonesia, which is designed as a vertically zoned earthfill embankment with a length of 620 m, a crest width of 12 m, a crest elevation of +330 m, and a height of 82 m. The research focuses on the application of a zoning-based construction approach to improve construction efficiency under complex field condition. The results indicate that dividing the embankment into six functional zones enables systematic layer-by-layer construction and parallel work execution, resulting in a planned construction duration of 937 working days. The integration of material zoning, quality control procedures, and optimized equipment management ensured that all embankment layers achieved more than 95% of maximum dry density. Coordinated equipment utilization further improved productivity, allowing approximately 304,653 m³ of embankment work to be completed within 53 working days during critical construction stages. In addition, the implementation of a structured safety management system supported the achievement of zero-accident construction performance. These findings demonstrate that the integration of zoning strategy, systematic construction sequencing, quality management, equipment planning, and safety control significantly enhances time and cost efficiency while maintaining construction quality. The proposed approach provides a practical framework for earthfill dam construction projects in Indonesia and other regions with similar geological and climatic conditions.
Pembuatan Peta Kerawanan Salinitas di Wilayah Pesisir Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan Mohamad Zenurianto; Mona Shinta Safitri; Devi Zettyara; R. A. Mariyana
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7956

Abstract

Fenomena intrusi air laut, yaitu perembesan air asin ke dalam lapisan air tanah, menjadi perhatian serius di wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang memiliki garis pantai berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jarak garis pantai dengan tingkat salinitas air tanah dan memvisualisasikan sebaran spasial salinitas di Kecamatan Panggungrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei lapangan dan pemetaan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengambilan sampel air tanah dilakukan pada 10 titik yang tersebar di wilayah pesisir Kecamatan Panggungrejo, meliputi sumur dangkal warga, sumber air, dan area tambak. Parameter yang diukur meliputi salinitas (ppt), konduktivitas listrik (EC), dan pH. Analisis spasial dilakukan menggunakan metode heatmap berbasis SIG untuk memvisualisasikan sebaran salinitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai salinitas berkisar antara 0,1 hingga 0,8 ppt, dengan nilai tertinggi ditemukan pada titik yang berdekatan dengan kawasan tambak di bagian utara Kecamatan Panggungrejo. Analisis spasial menunjukkan adanya korelasi negatif antara jarak dari garis pantai dan nilai salinitas, di mana zona salinitas sedang (0,5–1,0 ppt) terkonsentrasi di bagian utara yang berdekatan dengan tambak, sedangkan zona salinitas rendah (<0,5 ppt) mendominasi bagian selatan wilayah penelitian. Peta kerawanan salinitas yang dihasilkan memberikan gambaran visual mengenai tingkat kerawanan dan arah persebaran pengaruh air asin dari pantai menuju daratan. Penelitian ini merekomendasikan pengendalian pemanfaatan air tanah, rehabilitasi mangrove, dan konservasi lingkungan pesisir untuk menjaga kualitas air dan keberlanjutan hidup masyarakat pesisir Kota Pasuruan.
Technical Guidance for The Development of The Basement Floor of Pos Paud Asparaga, Merjosari, Lowokwaru, Malang City moch. chamim; Mohamad Zenurianto; Raden Ajeng Mariyana; Roland Gasenda Suryaningrat
Journal of Community Engagement Vol. 01 No. 02, (2025)
Publisher : PT. ELSHAD TECHNOLOGY INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70822/jce.vi.90

Abstract

Adequate physical facilities are essential to support safe, comfortable, and developmentally appropriate learning in Early Childhood Education (ECE). Pos PAUD Asparaga, a community-based ECE institution in Merjosari, Lowokwaru, Malang City, faces challenges related to deteriorating infrastructure and limited learning facilities. This community service activity aimed to provide technical guidance for improving the physical learning environment at Pos PAUD Asparaga. The program employed a technical assistance approach involving stakeholder coordination, needs assessment through field surveys and observations, preparation of working drawings, and participatory decision-making with teachers and community members. The results indicate that wall repair and learning space enhancement, including temporary aesthetic solutions, improved classroom appearance, comfort, and perceived safety. Although learning outcomes were not measured quantitatively, the improved environment is expected to support children’s engagement and well-being. This activity highlights the importance of integrating technical expertise with community participation in community-based ECE facility improvement.
PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE DENGAN KOLAM RETENSI PADA PERUMAHAN TANGGULANGIN ANGGUN SEJAHTERA II KABUPATEN SIDOARJO Annastasya Nuraisyah Hermawan; Mohammad Zenurianto; Ayisya Cindy Harifa
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3666

Abstract

Perumahan Tanggulangan Anggun Sejahtera 2 adalah perumahan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo dengan luas area 22,6 ha. Sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan genangan air akibat saluran yang tidak mampu menampung aliran permukaan dari hujan dan limbah perumahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung curah hujan rancangan, merancang ulang sistem drainase dan kolam retensi, serta menghitung biaya konstruksi keduanya. Data primer yang digunakan adalah data dimensi saluran, sedang data sekunder meliputi peta kondisi perumahan, peta topografi, data curah hujan dari Stasiun Curah Hujan Tanggulangin, Porong, dan Candi dari tahun 2013 hingga 2022, dan harga satuan pekerjaan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2023. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Log Pearson III, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 10 tahun. Sedang untuk menghitung intensitas hujan, digunakan metode Mononobe, dan perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode rasional. Hasil yang diperoleh adalah curah hujan rancangan sebesar 101,382 mm/hari; debit banjir terbesar yang direncanakan sebesar 0,20 m3/detik; dimensi saluran yang dirancang adalah 0,6 m × 0,8 m, dan dimensi kolam retensi yang diterapkan adalah 33,21 m × 70 m x 2 m. Anggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp 5.760.383.404,00.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE DI KAWASAN JALAN RAYA BENJENG – JALAN RAYA KEDUNG RUKEM KABUPATEN GRESIK Alfi Nurul Hidayah; Agus Suhardono; Mohamad Zenurianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3800

Abstract

Drainase jalan diperlukan agar tidak terjadi genangan seperti pada Jalan Raya Benjeng – Jalan Raya Kedung Rukem. Genangan terjadi akibat pembangunan saluran drainase yang tidak merata sehingga jalan menjadi rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat. Saluran drainase yang ada tidak dapat menampung besarnya limpasan air hujan. Untuk meminimalisir masalah tersebut maka dirancang ulang saluran drainase yang berwawasan lingkungan, mengevaluasi aspek hidrolis bangunan drainase, dan menghitung biaya konstruksi. Data yang dibutuhkan yaitu peta topografi, data hujan dari 3 stasiun terdekat: Balongpanggang, Benjeng, dan Menganti tahun 2010 sampai 2019, dan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) Kabupaten Gresik tahun 2021. Data diolah dengan menggunakan metode Gumbel I, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 5 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe dan debit banjir rancangan dengan metode Rasional. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 78,696 mm/hari; debit banjir rancangan sebesar 2,5045 m3/detik; drainase berwawasan lingkungan menggunakan sumur resapan dengan dimensi 1 meter dengan kedalaman 2 meter; dimensi saluran terkecil 0,6 meter x 0,8 meter dan dimensi terbesar 1,2 meter x 1,2 meter; biaya konstruksi sebesar Rp18.788.579.985,46; dan durasi pembangunan 149 hari.
PENINGKATAN JARINGAN DAERAH IRIGASI SELOKAN MATARAM P.227-P.285 KECAMATAN MLATI, SLEMAN Kintan Dhea Priehita; Mohamad Zenurianto; Agus Suhardono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4115

Abstract

Daerah Irigasi Selokan Mataram merupakan daerah irigasi yang terletak di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman dengan panjang saluran 5 km. Dalam memenuhi ketahanan pangan nasional Daerah Irigasi Selokan Mataram belum dapat memenuhi produktivitas tanamnya dikarenakan kebutuhan air irigasi tidak dapat terpenuhi. Berdasarkan hasil survei Daerah Irigasi Selokan Mataram tidak dapat memenuhi kebutuhan air irigasi secara masimal karena rusak dan banyaknya sedimen didasar saluran. Oleh karena itu diperlukan tindakan peningkatan jaringan yaitu normalisasi saluran irigasi Selokan Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja jaringan irigasi. Penelitian ini menghitung dari kebutuhan air, debit dan dimensi salurannya. berdasarkan hasil pengukuran dan analisa diperoleh Kebutuhan Air terbesar untuk tanaman padi dan palawija sebesar 2,171 l/dt/ha dan untuk kebutuhan air terkecilnya sebesar 0,56 l/dt/ha. Kebutuhan debit air terbesar dengan pola tanam padi-palawija-bero pada jaringan irigasi Selokan Mataram yaitu 0,1793 m³/dt dan untuk debit terkecil pada jaringan irigasi Selokan Mataram sebesar 0,0043 m³/dt. Berdasarkan hasil perhitungan, diperlukan normalisasi melebarkan saluran, dengan lebar 3,23 m menjadi 4,77 m sehingga diperoleh Rencana Anggaran Biaya (RAB) normalisasi Daerah Irigasi Selokan Mataram sebesar Rp. 16.896.000.000,00.
Co-Authors Abrar Ikram Ilafi Ach Bustomi Zuhri Adi Triono Prayasa Agryani Purbaningtyas Agus Sugiarto Agus Suhardono Agus Suhardono Aininnadzifa, Anisa Akhmad Rizal Kurniawan Alfi Nurul Hidayah Annastasya Nuraisyah Hermawan Armin Naibaho Ayisya Cindy Harifa Bobby Asukmajaya Cahyani, Nur Virda Chatrine Dhania Warta Wijaya Dandung Novianto Deby Rohmatul Laili Devi Zettyara Diing, Alek Roda Michael Dr. Dra. Utami Retno Pudjowati, M.Si Dwi Cahyono, Muhammad Efendi, Medi Fadilah Pratama Fajar Purnomo Firmansyah, Erdin Garang Geu Deng Garang Garang Gerald Hakam Rahmadhany Hafshah Oknivina Putri Helmi, Farida Ikrar Hanggara, Ikrar Insan, Moh Syifaul Iqbal Miftachul Huda Irnawan, Muhammad Chofi Ivanda, Nabilah Permata Kintan Dhea Priehita Kusuma, Farahdiba Putri Mariyana, RA. Marjono moch. chamim Moch. Khamim moch. khamim Moch. Sholeh moch. sholeh Moch. Sholeh, Moch. Moh. Charits Mona Shinta Safitri Muh Abrar Abrar Mu’inul Mubin Nawir Rasidi Niendya Kinofa Sasmita Ninda Prabawanti Nunung Lutfiyah Agustiningsih Nuzi Laelatus Sakina Pranaya, Rifqi Riftyan Putri, Jami’atulail Rahma Putri, Rosalia Isna Putri, Savira Firdyanika R. A. Mariyana Raden Ajeng Mariyana Raden Ajeng Mariyana Ratih Indri Hapsari Reawaruw, Laurens Hany Rinto Sasongko Roland Gasenda Suryaningrat Roland Gasenda Suryaningrat Safa Sabitah Rasikah Utomo Sandoarta Seisar Sari, Nadya Silvana Permata Sitti Safiatus Riskijah Sugeng Riyanto SUGIHARTI Suhartono Suhartono Suhartono Sunarto Suryanto Supiyono, Supiyono Suselo Utoyo Suselo Utoyo SUTIKNO Sutikno Sutikno Tyas, Dimas Ayuning Utami Retno Pudjowati Winda Harsanti Winda Harsanti Wulansari, Cikita Surya Yasmin, Levina Sekar