Articles
Pentingnya Memahami Finalitas Kristus sebagai Dasar Iman yang Menyelamatkan ditengah isu Relativisme Agama
Mauclau, Ivo Arbie;
Stevanus, Kalis
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 3, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37731/log.v3i1.64
Isu relativisme, merupakan ancaman yang sangat serius bagi kehidupan beragama khususnya iman Kristen saat ini. Hal ini dilihat dari konsep bahwa segala sesuatu yang bersifat kebenaran tidak dapat dimutlakkan, disebabkan setiap elemen pembentuk masyarakat memiliki cara pandang yang berbeda dan tidak dapat saling memutlakkan. Pemaparan artikel ini; guna bertujuan memberikan pentingnya pemahaman Finalitas Kristus sebagai dasar iman yang menyelamatkan di tengah isu relativisme agama. adapun penelitian ini menggunakan metode fenomenologi disertai deskriptif kualitatif yang didukung studi kepustakaan yang didapat dari sumber literature. Sehingga kesimpulan berdasakan kajian tersebut diperoleh hasil bahwa, dewasa kristen saat ini untuk tidak terjebak dan terus memegang prinsip Finalitas Kristus sebagai Keselamatan yang tidak dapat diganggu gugat.
The Strategic Role of Theological School in Efforts to Formation of Excellent Indonesian Human Resources: Peran Strategis Sekolah Teologi dalam Upaya Pembentukan Sumber Daya Manusia Indonesia yang Unggul
Kalis Stevanus
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 1 No. 2 (2022): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
At this time, the era of disruption is characterized by technological developments and inventions that are all modern, there is a tendency for education in building society to forget and be dissolved by the current of secularization so that humans increasingly prioritize science and tend to ignore moral principles. School of Theology exists as a formal forum for the formation of superior human resources. The method used is a qualitative method with a library approach. It is concluded that the School of Theology has a strategic role to continue to strive to improve the quality of education in order to produce superior human resources to be sent to serve God's people, as follows: first is the need to prioritize the competence of expertise (professionality) and noble character (spirituality) of educators; second is adaptive to advances in technology and information so that the learning process is effective; the third is a balanced curriculum in both academic and practical aspects. These three things will improve intellectual abilities, skills and shape the character of students.
Integritas Daniel di Tengah Bangsa Kafir dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implikasinya bagi Tantangan Pemimpin Kristen di Abad Ke-21
Pandeirot, Ferri Melki;
Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.758
The world is currently experiencing an integrity crisis, whereas integrity is the quality and characteristic of humans that radiates the credibility of life. This paper is a biblical analysis of the integrity of Daniel, who became a leader amidst the Persian Media nation who did not believe in God. The purpose of this writing is to observe how Daniel's integrity lived among the unbelieving nation and how he faced the pressure from jealous individuals who sought to bring him down. This paper uses a narrative criticism of the Book of Daniel chapter 6:1-29. Through this research, it is concluded that Daniel has set an example for maintaining the integrity of his life by remaining faithful in worshiping God even though he faced the risk of losing his life. It poses a challenge and contemplation for present-day Christian leaders to dare to live rightly even in the face of various challenges and struggles.Dunia saat ini mengalami krisis integritas, padahal integritas adalah mutu dan sifat dari manusia yang memancarkan kewibawaan hidup. Tulisan ini merupakan analisa biblikal tentang integritas Daniel yang menjadi pemimpin di tengah-tengah kehidupan bangsa Media Persia yang tidak percaya pada Allah. Tujuan penulisan ini untuk melihat bagaimana integritas Daniel yang hidup bersama bangsa kafir serta bagaimana dia bersikap menghadapi tekanan orang-orang yang iri hati dan berusaha menjatuhkan dia. Tulisan ini menggunakan metode tafsir kritik naratif terhadap Kitab Daniel pasal 6:1-29. Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Daniel telah menunjukkan teladan untuk tetap menjaga integritas hidupnya yang benar dan setia beribadah kepada Allah meskipun dia harus menghadapi risiko kehilangan nyawa. Menjadi tantangan dan perenungan bagi para pemimpin Kristen masa kini untuk berani hidup dengan benar sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.
Kepemimpinan Kristen Berbasis Tim: Pelajaran dari Ajaran dan Praktik Kepemimpinan Yesus dalam Injil Sinoptik
Pranoto, Gangsar Sugio;
Banowati, Debby Sani;
Juniva, Estherina Andhi;
Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.823
This article focuses on the concept of team-based leadership based on the teachings and leadership practices of Jesus Christ recorded in the Synoptic Gospels using a qualitative approach, namely literature study and narrative study. This article explores how Jesus' approach to team-based leadership can be applied in the context of contemporary Christian leadership. The study results show that effective leadership does not only rely on individual strength, but also synergy and collaboration within the team to achieve the stated organizational vision. After selecting His disciples as members of His ministry team, Jesus conducted intensive training and coaching to prepare them to continue His mission. Next, He sent and evaluated and corrected the tasks of His team.Artikel ini memfokuskan konsep kepemimpinan berbasis tim berdasar dari ajaran dan praktik kepemimpinan Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Sinoptik dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu studi kepustakaan dan studi naratif. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pendekatan Yesus terhadap kepemimpinan berbasis tim dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan Kristen kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya mengandalkan kekuatan individu, tetapi juga sinergi dan kolaborasi dalam tim untuk mencapai visi organisasi yang telah ditetapkan. Setelah memilih para murid-Nya sebagai anggota tim pelayanan-Nya, Yesus melakukan pelatihan dan pembinaan yang intensif untuk mempersiapkan mereka melanjutkan misi-Nya. Selanjutnya Dia mengutus dan melakukan evaluasi serta koreksi atas tugas dari tim-Nya.
Integritas Daniel di Tengah Bangsa Kafir dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implikasinya bagi Tantangan Pemimpin Kristen di Abad Ke-21
Pandeirot, Ferri Melki;
Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.758
The world is currently experiencing an integrity crisis, whereas integrity is the quality and characteristic of humans that radiates the credibility of life. This paper is a biblical analysis of the integrity of Daniel, who became a leader amidst the Persian Media nation who did not believe in God. The purpose of this writing is to observe how Daniel's integrity lived among the unbelieving nation and how he faced the pressure from jealous individuals who sought to bring him down. This paper uses a narrative criticism of the Book of Daniel chapter 6:1-29. Through this research, it is concluded that Daniel has set an example for maintaining the integrity of his life by remaining faithful in worshiping God even though he faced the risk of losing his life. It poses a challenge and contemplation for present-day Christian leaders to dare to live rightly even in the face of various challenges and struggles.Dunia saat ini mengalami krisis integritas, padahal integritas adalah mutu dan sifat dari manusia yang memancarkan kewibawaan hidup. Tulisan ini merupakan analisa biblikal tentang integritas Daniel yang menjadi pemimpin di tengah-tengah kehidupan bangsa Media Persia yang tidak percaya pada Allah. Tujuan penulisan ini untuk melihat bagaimana integritas Daniel yang hidup bersama bangsa kafir serta bagaimana dia bersikap menghadapi tekanan orang-orang yang iri hati dan berusaha menjatuhkan dia. Tulisan ini menggunakan metode tafsir kritik naratif terhadap Kitab Daniel pasal 6:1-29. Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Daniel telah menunjukkan teladan untuk tetap menjaga integritas hidupnya yang benar dan setia beribadah kepada Allah meskipun dia harus menghadapi risiko kehilangan nyawa. Menjadi tantangan dan perenungan bagi para pemimpin Kristen masa kini untuk berani hidup dengan benar sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.
Kepemimpinan Kristen Berbasis Tim: Pelajaran dari Ajaran dan Praktik Kepemimpinan Yesus dalam Injil Sinoptik
Pranoto, Gangsar Sugio;
Banowati, Debby Sani;
Juniva, Estherina Andhi;
Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.823
This article focuses on the concept of team-based leadership based on the teachings and leadership practices of Jesus Christ recorded in the Synoptic Gospels using a qualitative approach, namely literature study and narrative study. This article explores how Jesus' approach to team-based leadership can be applied in the context of contemporary Christian leadership. The study results show that effective leadership does not only rely on individual strength, but also synergy and collaboration within the team to achieve the stated organizational vision. After selecting His disciples as members of His ministry team, Jesus conducted intensive training and coaching to prepare them to continue His mission. Next, He sent and evaluated and corrected the tasks of His team.Artikel ini memfokuskan konsep kepemimpinan berbasis tim berdasar dari ajaran dan praktik kepemimpinan Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Sinoptik dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu studi kepustakaan dan studi naratif. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pendekatan Yesus terhadap kepemimpinan berbasis tim dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan Kristen kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya mengandalkan kekuatan individu, tetapi juga sinergi dan kolaborasi dalam tim untuk mencapai visi organisasi yang telah ditetapkan. Setelah memilih para murid-Nya sebagai anggota tim pelayanan-Nya, Yesus melakukan pelatihan dan pembinaan yang intensif untuk mempersiapkan mereka melanjutkan misi-Nya. Selanjutnya Dia mengutus dan melakukan evaluasi serta koreksi atas tugas dari tim-Nya.
Implikasi Spiritualitas Yesus sebagai Dasar Integritas bagi Guru Pendidikan Agama Kristen
Muskita, Mesak;
Stevanus, Kalis
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 10, No 1 (2025): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2025
Publisher : STTI Harvest Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52104/harvester.v10i1.247
The focus of this article is to highlight the integrity of Jesus and his relationship with His spirituality, especially in the Gospel of Luke. The author will conduct a narrative study of the texts in the Gospel of Luke and combine it with a literature study to get a complete picture of the integrity and spirituality of Jesus. The findings obtained were that Jesus' integrity stemmed from his spirituality, which was demonstrated by his intense prayer activities. Meanwhile, His integrity is demonstrated by His daily life consistent with what He taught. What He taught, that is what He lived. It is hoped that through the results of this research, Christian Religious Educators will not only gain new insights but also be committed to implementing their implications in carrying out their calling as educators. AbstrakFokus tulisan ini adalah menyoroti integritas Yesus dan hubungannya dengan spiritualitas-Nya terutama di dalam Injil Lukas. Penulis akan melakukan kajian naratif terhadap teks-teks di dalam Injil Lukas dan menggabungkan dengan kajian pustaka untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang integritas dan spiritualitas Yesus. Temuan yang diperoleh bahwa integritas Yesus bersumber dari spiritualitas-Nya, yang ditunjukkan dengan aktivitas doanya yang intens. Sedangkan integritas-Nya ditunjukkan dengan kehidupan-Nya sehari-hari konsisten dengan apa Dia ajarkan. Apa yang diajarkan, itulah yang dihidupi-Nya. Guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan melalui hasil penelitian ini bukan sekadar memeroleh wawasan baru tetapi komitmen menerapkan implikasinya dalam menjalankan panggilannya sebagai seorang pendidik.
SEMBOYAN ADIL KA TALINO BACURAMIN KA SARUGA, BASENGAT KA JUBATA" SEBAGAI DASAR PELAYANAN GEREJAWI BAGI SUKU DAYAK KANAYATN
David, Andre Vinsensius;
Stevanus, Kalis
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47754/jaa.v21i1.672
Misi merupakan gagasan Allah sebagaimana diungkapkan Alkitab. Misi Allah adalah mengasihi dunia. Misi Allah tersebut dimandatkan kepada gereja, umat tebusan-Nya. Karena itu, gereja dipanggil terlibat aktif mewujudnyatakan misi Allah tersebut. Untuk mengimplementasikan misi Allah, dibutuhkan upaya kontekstualisasi ke dalam budaya penerima. Salah satu falsafah budaya local di Indonesia khususnya suku Dayak Kanayatn adalah “adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata”. Maksud penulis di sini adalah memaparkan keunikan budaya suku Dayak Kanayatn. Melalui pendekatan crosstextual, kajian ini menunjukkan bahwa semboyan tersebut dapat dijadikan pijakan untuk mewujudkan misi Allah yang lebih humanis melalui pelayanan gereja di tengah komunitas suku Dayak Kanayatn sehingga mereka dapat dimenangkan bagi Kerajaan Allah.
Kajian Teologis terhadap Kemampuan Indigo berdasarkan Perspektif Karunia Roh Kudus pada1 Korintus 12
Wungow, Jefri;
Kurniawan, Immanuel Sony;
Riyadi, Bambang;
Stevanus, Kalis;
Sihombing, Yusak Eka Putra
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54592/s3v3mn56
Tulisan ini mengkaji konsep kemampuan indigo dari perspektif teologis, terinspirasi oleh pandangan Paulus dalam 1 Korintus 12 mengenai karunia-karunia rohani. Pembahasan ini mengeksplorasi bagaimana kemampuan indigo, yang sering kali dikaitkan dengan sensitivitas spiritual dan pemahaman mendalam terhadap dunia metafisik. Untuk menjawab ini penelitian ialah menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis teks untuk menafsirkan bagaimana kemampuan indigo ditinjau dari perspektif karunia-karunia rohani. Hasil temuan menunjukkan bahwa kemampuan indigo yang peka terhadap dunia metafisik tidak dapat disejajarkan dengan karunia rohani sebab memiliki dasar dan tujuan yang sangat kontras. Sebab itu, seorang Kristen yang memiliki kemampuan indigo penting mendapatkan pelayanan pelepasan dan bimbingan rohani secara intens untuk dapat mengalami kemerdekaan di dalam Kristus.
Rekonseptualisasi Sakral dan Profan dalam Praktik Pentakostalisme: Respons Teologis terhadap Realitas Gereja Digital
Imanuel, Gusti Agung;
Stevanus, Kalis
Angelion Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jan.v6i1.954
Kemajuan teknologi digital yang masif dan canggih, terutama internet dan komunikasi, telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek sendi-sendi kehidupan, termasuk praktik keagamaan Kristen. Hal ini memengaruhi pemahaman dan praktik spiritualitas di kalangan gereja beraliran Pentakosta. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan teologis dalam bingkai gereja Pentakosta tentang gereja digital, antara menemukan iman sejati atau justru mengaburkan batas antara yang sakral dan yang profan. Penulis menggunakan pendekatan studi literatur yaitu menganalisis buku atau artikel yang relevan bagi penelitian ini. Harapannya temuan kajian ini dapat memberikan wawasan baru yaitu rekonseptualiasai gereja Pentakosta dalam praktik pelayanannya di era digital tanpa kehilangan inti dari imannya.