Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

CORRELATION BETWEEN ERITHROCYTES SEDIMENTATION RATE AND HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN LEVELS IN PATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE Sanaky, Marisca Jenice; Grace Orno, Theosobia
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 12, No 1 (2024): Meditory, Volume 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v12i1.2469

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is one of the diseases that currently threatens public health. One of the biggest triggers for CHD is atherosclerosis or narrowing of the arteries which begins with an inflammatory process. Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) and High Sensitivity C-reactive Protein (Hs-CRP) are acute phase proteins that will appear when an inflammatory process occurs. This study aims to assess the correlation between ESR and Hs-CRP as a marker of inflammation in CHD patients. The research method used was laboratory observation with a cross sectional design. The results of the normality test using shapiro-wilk show a value of p0.05, which means that the data is normally distributed. The average ESR value was 14.25 mm/hour in the male gender category and 26.45 mm/hour in the female gender category. The results of the Spearman-rho correlation test showed that there was a moderate correlation between LED and Hs-CRP (r=0.564). The conclusion of this study is that there is a correlation between ESR and Hs-CRP values in CHD patients. The conclusion of this study is that there is a correlation between ESR and Hs-CRP values in CHD patients.
SKRINING ANEMIA MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA MASYARAKAT PESISIR DESA MEKAR KECAMATAN SOROPIA Sari, Julianti Isma; Orno, Theosobia Grace; Hasan, Fonnie Esther
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.3.1.7-12

Abstract

Anemia was detected from laboratory tests with hemoglobin, hematocrit and erythrocyte levels below the reference value. Anemia can be detected with Point of Care Testing method using and is effective for conducting examinations in areas with a relatively small number of health facilities. The type of method used is analytic observation. This community service aims to screen for anemia by knowing hemoglobin and hematocrit levels. The results of the examination showed that from 50 respondents, the average hemoglobin level had a result below the reference value of 12.0 – 17.0 g/dl and the hematocrit value having a result below the reference value of 37-48%. The average hemoglobin value for men is 12.0 g/dl and for women is 11.9 g/dl. The average hematocrit value for both men and women is 35%. %. With anemia screening conducted, the public can find out hemoglobin and hematocrit levels as an effort to prevent anemia
LAYANAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM MEDIS DASAR SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI SINDROM METABOLIK WARGA TIAL BARU DESA SULI KECAMATAN SALAHUTU Orno, Theosobia Grace; Madiuw, Devita; Lenderts, Elita Stephanie
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.4.1.38-45

Abstract

Sindrom metabolik merupakan faktor predisposisi terjadinya diabetes melitus dan penyakit jantung yang ditandai dengan obesitas sentral, hipertensi, hiperglikemia, serta dislipidemia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan pemeriksaan laboratorium medis dasar untuk deteksi sindrom metabolik bagi warga Tial Baru Desa Suli Kecamatan Salahutu. Sesuai kriteria National Cholesterol Education Program- Adult Treatment Panel III Cholesterol disimpulkan bahwa sebanyak 59% warga mengalami sindrom metabolik berdasarkan pada hasil pengukuran lingkar perut, tekanan darah serta kadar glukosa darah puasa. Disarankan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola hidup dengan cara mengontrol asupan gizi, mengatur pola aktivitas fisik serta manajeman stres.
Pemeriksaan Sedimen Urine Sebagai Upaya Deteksi Dini Kejadian Batu Ginjal Masyarakat Desa Awila Kabupaten Konawe Utara Orno, Theosobia Grace; Fauzi, Ahmad Zil; Usman, Julianti Isma Sari; Atmaja, Ratih Feraritra Danu; Yuniarty, Tuty; Rosanty, Anita
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i2.209

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu utama masalah kesehatan ginjal di dunia termasuk Indonesia. Penegakan diagnosa batu ginjal secara laboratorium klinis dilakukan melalui pemeriksaan sedimen urine. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini kejadian batu ginjal masyarakat desa Awila kecamatan Molawe sesuai dengan keluhan masyarakat yang merujuk  pada gangguan fungsi ginjal. Hasil pemeriksaan sedimen urine menunjukkkan mayoritas masyarakat mengalami batu ginjal dengan variasi jenis batu kalsium oksalat, kalsium fosfat maupun kristal asam urat selain adanya sel epitel abnormal sebagai indikasi infeksi saluran kemih. Intervensi berupa edukasi person to person bagi masing-masing masyarakat sesuai hasil pemeriksaan. Diharapkan agar masyarakat lebih meningkatkan self awareness terhadap kesehatan ginjal. Peran pihak puskesmas diharapkan dapat membantu dalam penegakan diagnosa lebih lanjut disertai terapi sesuai gejala klinis  dan  hasil  pemeriksaan laboratorium medis.
Profil Bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., Dan Streptococcus sp., Yang Diisolasi Dari Penderita Ulkus Diabetikum Yuniarty, Tuty; Naningsih, Hasmia; Yunus, Reni; Orno, Theosobia Grace; Putra, Ahmat Rediansya; Citranti, Elvia
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1784

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang rentan terhadap infeksi polimikroba. Tujuan: Mengidentifikasi profil bakteri Proteus sp., Klebsiella sp., dan Streptococcus sp. dari penderita ulkus diabetikum. Metode: Desain deskriptif observasional, potong lintang, pada 20 sampel swab ulkus diabetikum di RSUD Bahteramas, Sulawesi Tenggara. Identifikasi bakteri melalui kultur Brain Heart Infusion Broth (BHIB), MacConkey Agar (MCA), Blood Agar Plate (BAP), uji biokimia (IMViC, TSIA, katalase) dan pewarnaan Gram. Hasil: Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan bakteri pada BHIB. Tiga genus yang berhasil diidentifikasi: Proteus sp. (30%, n=6), Klebsiella sp. (30%, n=6), dan Streptococcus sp. (40%, n=8). Bakteri Gram-negatif mendominasi 60% (13/20 isolat). Kesimpulan: Infeksi ulkus diabetikum bersifat polimikroba dengan dominasi Gram-negatif. Identifikasi bakteri akurat esensial untuk terapi antimikroba rasional dan pencegahan komplikasi Saran: Disarankan setiap laboratorium klinik melakukan kultur dan uji resistensi antibiotik secara rutin
Therapeutic Effect of Topical Ointment Ethanol Extract From Patiwala Leaves (Lantana camara) on Histological Profile of Incision Wounds in Diabetic Rat Models Theosobia Grace Orno; Anita Rosanty; Ratih Feraritra Danu Atmaja; Zulfikar Ali Hasan; Tuty Yuniarty; Ahmat Rediansya Putra
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1091-1097

Abstract

Diabetic wounds are one of the neurovascular complications of diabetes. Hyperglycemia complicates the healing of diabetic wounds, which are susceptible to infection and chronic inflammation. Topical treatment using herbal extracts aims to reduce the side effects of surrounding tissue damage. A topical ointment made from ethanol extract of Patiwala (Lantana camara) leaves, which has been tested for product quality, has antibacterial and anti-inflammatory effects that has been proven to help accelerate the healing of diabetic wounds in rats through parameters such as reduced wound diameter, changes in the number of fibroblast cells, and collagen fiber formation seen in the histological profile during 21 days of therapy with a concentration of 15% (p>0.05) compared to the positive control of 10% betadine.
Implementation of the RAMAI (Rutin Minum Air) Program as a Preventive and Promotive Effort to Improve Kidney Health Among Students Through Education and Urine Sediment Examination: Implementasi Program RAMAI (Rutin Minum Air) Sebagai Upaya Preventif dan Promotif Kesehatan Ginjal di Kalangan Mahasiswa Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Sedimen Urine Thesobia Grace Orno; Tuti Yuniarty; Ratih Feraritra Danu Atmaja; Ahmat Rediansya Putra; Aulia Rachma
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1921

Abstract

Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada penurunan fungsi fisiologis, metabolik, dan kognitif. Mahasiswa yang merupakan bagian dari kelompok remaja menuju dewasa muda merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami hipohidrasi, seiring dengan meningkatnya aktivitas akademik dan pergeseran lifestyle. Edukasi pentingnya perbaikan status hidrasi yang didukung dengan pemeriksaan sedimen urine merupakan Tindakan penting dalam upaya peningkatan pengetahuan sekaligus perbaikan parameter klinis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 150 peserta dalam kegiatan edukasi. Pengetahuan tentang hidrasi diukur menggunakan kuesioner, sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 31 peserta yang telah menjalani skrining awal pemeriksaan sedimen urine sebelumnya dengan hasil abnormal, menjalani terapi hidrasi selama dua pekan, dan dilakukan pemeriksaan sedimen post terapi hidrasi. Analisis menggunakan uji t-berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 69,23 menjadi 79,33 (p<0,001), setara dengan peningkatan sebesar 14, 6%. Pemeriksaan sedimen urine menunjukkan rerata temuan sel eritrosit (1,19 menjadi 0,19), sel leukosit (5,48 menjadi 1,00), sel epitel (9,58 menjadi 3,16) dan sel bakteri (1,29 menjadi 0,29). Penurunan juga terjadi pada kristal asam urat (1,48 menjadi 0,23), serta kristal oksalat dan kristal fosfat yang sebagian besar tidak ditemukan post terapi hidrasi. Disimpulkan bahwa terapi edukasi dan pemeriksaan sedimen urine terbukti meningkatkan pengetahuan dan animo peserta untuk memperbaiki status hidrasi. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai strategi promotif-preventif dalam menjaga kesehatan ginjal.