Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PRODUKTIVITAS KINERJA MESIN BOR DALAM PEMBUATAN LUBANG LEDAK DI QUARRY BATUGAMPING B6 KABUPATEN PANGKEP PROPINSI SULAWESI SELATAN Supratman Supratman; Anshariah Anshariah; Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.258 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i2.127

Abstract

Kelancaran operasi peledakan tergantung pada kegiatan pemboran yang dilakukan, sehingga perlu dilakukan suatu evaluasi kemampuan produksi alat bor untuk mengetahui apakah target produksi pemboran sudah dapat terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kinerja mesin bor dalam pembuatan lubang ledak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis data kuantitatif, dengan melakukan perhitungan dan analisis kinerja mesin bor dalam pembuatan lubang ledak. Adapun data yang digunakan yaitu data waktu pemboran, diameter pemboran, kedalaman pemboran, jenis alat bor, spesifikasi alat bor, target produksi lubang ledak dan data curah hujan. Setelah melakukan perhitungan produktivitas kinerja mesin bor dalam pembuatan lubang ledak, dapat diketahui jenis alat bor yang digunanakan yaitu alat bor Furukawa HCR 1500- ED menggunakan 3 steel dengan kemampuan pemboran yaitu 32 lubang ledak/hari dengan kecepatan pemboran 1,51 meter/menit, efisiensi kerja alat bor 76,73 %, ketersediaan alat (PA) 84,99 %, efisiensi mekanis (MA) 85,31 %, efisiensi pemakaian alat (UA) 90,23 %, dan efisiensi waktu kerja (EU) 76,73 %. Dari hasil tersebut belum memenuhi atau mendukung target produksi pemboran secara keseluruhan, dimana target produksinya yaitu 40-50 lubang ledal/hari. 
ANALISIS SISTEM KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS JENEBERANG Supratman Supratman; C Yudilastiantoro
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2005.2.4.323-331

Abstract

Penerapan otonomi daerah dalam pengelolaan sumberdaya hutan menyebabkan terjadinya perubahan sistem penyelenggaraan kehutanan dari sentralistik menjadi desentralistik. Perubahan tersebut berimplikasi kepada adanya kewenangan yang lebih besar kepada daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan kehutanan. Pada sisi yang lain, desentralisasi kehutanan dapat berdampak sosial-ekonomi negatif terhadap pengelolaan sumberdaya hutan. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, yaitu pada bulan Agustus sampai Desember 2003. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Di Kabupaten Gowa di pilih Kecamatan Tinggi Moncong (mewakili wilayah hulu DAS) dan Kecamatan Parangloe (mewakili wilayah tengah DAS). Pada kedua kecamatan tersebut dipilih lima desa untuk disurvei intensif, yaitu Desa Manimbahoi, Bulutana, Parigi, Manuju, dan Desa Borisallo. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer terdiri atas data kondisi bio-fisik dan sosial ekonomi masyarakat di wilayah DAS Jeneberang. Data sekunder diperoleh melalui survei, wawancara dengan masyarakat seternpat dan dinas-dinas yang terkait, serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion). analisis data yang digunakan adalah Qualitative - Descriptive Analysis dan Quantitative - Descriptive Analysis serta analisis tabulasi frekwensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian adalah perlunya dibangun suatu sistem kelembagaan perencanaan dan pengelolaan DAS yang terinterkoneksi antara hulu-hilir. Sistem kelembagaan perencanaan dan pengelolaan DAS Jenneberang yang terinterkoneksi mensyaratkan adanya peran yang jelas dan saling terkait antara kelembagaan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, masyarakatsetempat, dan lembaga penyangga seperti swasta, perguruan tinggi, dan LSM.
Model Pembelajaran Berbeda pada Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Biologi Sumbawa, Indonesia Supratman Supratman; Eryuni Ramdhayani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.224 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5834854

Abstract

Science process skills as one of the 21st century skills are important to be empowered. Empowerment of science process skills can be done by applying innovative learning models, namely POPBLSTAD, POBL and STAD. The purpose of this study was to determine the effect of different learning models on students' science process skills in learning biology. The design of this study used a quasi-experimental design with a Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design to examine the effect of the POPBLSTAD, POPBL, and STAD models on science process skills. Determining the sample in this study using the Random Sampling technique in classes that have gone through trials. The research instrument used a multiple choice test with indicators of science process skills, namely identifying variables, estimating data, formulating hypotheses, operationally defining, and conducting experiments. Data analysis in this study used statistical inferential analysis of covariance (ANACOVA) one way with a significance level of 5%. The results of this study indicate that there is an influence of the learning model on students' science process skills. The results of the BNT test show that the POPBLSTAD learning model has significant skills compared to the other three models.
Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SDN Leseng Moyo Hulu Wiwi Noviati; Eryuni Ramdhayani; Supratman Supratman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 10 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.792 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6819900

Abstract

The teacher centered learning causes students to be less active in learning so that students do not understand the material presented by the teacher. This causes low student learning outcomes. The discovery learning model is one alternative to overcome these problems. This study aims to determine the improvement of science learning outcomes of class VI SD LESENG MOYO HULU through the application of the discovery learning model. This research is a classroom action research. This classroom action research consists of stages of planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were students of class VI SD LESENG MOYO HULU, totaling 25 students. Data collection techniques using documentation, observation and test. The data analysis technique in this research is descriptive qualitative and quantitative. Based on the results of the analysis of the learning outcomes test, the classical mastery in the first cycle was 48% and increased to 92%. This shows that student learning outcomes increase after being taught with the discovery learning models
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru-Guru di Kecamatan Watubangga Supratman Supratman; La Ode Sirad; Fitriyani Hali; Gemi Susanti; Deti Sri Rahayu
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: Desember (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.179 KB)

Abstract

Pelatihan ini di latarbelakngi oleh banyaknya guru yang mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat/jabatan bagi guru-guru yang mempunyai golongan ruang IIIa ke atas. Pelatihan ini dberikan kepada 25 guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Watubangga yang bertempat di SMP N 2 Watubangga. Tujuan akhir dengan adanya pelatihan adalah 1) agar para guru memiliki kompetensi dalam menyusun karya ilmiah khususnya penelitian tindakan kelas, 2) dalam rangka meningkatkan profesional guru sehingga dapat memenuhi persyaratan dalam kenaikan pangkat, 3) mendampingi para guru dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas yang telah disiapkan oleh guru. Dalam pelaksanaan PKM ini dibagi beberapa tahapan : 1) Memberikan materi pelatihan, yaitu : pengenalan PTK, pembuatan pendahuluan, tinjauan pustaka dan metodologi penelitian , 2) Praktik pembuatan proposal PTK. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini, yaitu guru-guru dapat menyusun bab pendahuluan, tinjauan pustaka dan metodologi penelitian. Bahkan beberapa guru sudah mampu menyusun proposal PTK secara utuh.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN GURU INSAN BERKEMAMPUAN KHUSUS DALAM MENJALANI PROFESINYA DI RUMAH AUTIS CABANG DEPOK Fitria Ayuningtyas; Drina Intyaswati; Supratman Supratman; Harry Setiawan; Amelita Lusia
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v5i1.3377

Abstract

Motivasi dari penelitian ini adalah perhatian penulis terhadap insan berkemampuan khusus khususnya anak autis. Anak berkemampuan khusus sangat berbeda dengan anak normal pada umumnya. Insan Berkemampuan Khusus secara resmi diluncurkan pada 3 Desember 2019, dengan slogan "Kami peduli, mereka mandiri". Banyak anak autis mengalami kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan secara utuh makna dari pengalaman hidup berbagai orang yang pernah mengalami suatu fenomena tertentu. Dalam hal ini, inilah pengalaman guru manusia dengan kemampuan khusus dalam pekerjaan sehari-hari mereka di Cabang Rumah Autis Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode analisis fenomenologis eksplanatori. Fenomenologi sebagai metode penelitian disebut deskriptif, eksplanatori, tetapi juga sangat menarik, karena berusaha memperoleh esensi dari pengalaman pribadi atau seseorang. Menurut hasil penelitian dan temuan di lapangan, arti penting guru bagi anak autis sangat penting dan sulit untuk digantikan, karena jika ada orang baru, biasanya anak autis, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri. . Komunikasi anak autis terbagi menjadi dua jenis, ekspresif dan reseptif. Ekspresi adalah komunikasi verbal dan nonverbal. Sedangkan reseptif yaitu lebih pengertian/pemahaman. Dalam artian disini yaitu apa yang kita instruksikan atau perintahkan anak tersebut mengerti dan memahaminya dengan cukup baik.  
AKTIFITAS SELF-HEALING PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH Ajeng Triani Laksmi; Nabila Putri Nur Solikhah; Supratman Supratman
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.299 KB)

Abstract

Menderita penyakit kronis seperti diabetes melitus akanberdampak pada menurunnya kualitas hidup penderita.Penyakit yang diderita ditandai dengan gejala fisik, mental dansosial. Sehingga mengakibatkan penurunan hampir semuakemampuan diri pasien. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran tingkat kualitas hidup penderita diabetesmelitus yang sedang atau telah melakukan self-healing dirumah. Penelitian ini menggunakan survei deskriptif dandilakukan pada bulan Desember 2020. Besar sampel yangdigunakan adalah 96 responden. Teknik samplingmenggunakan consecutive karena pengumpulan datatergantung pada kehadiran pasien di pusat kesehatanmasyarakat. Alat ukur menggunakan kuesioner yang dirancangpeneliti dengan konstruk uji reliabilitas sangat baik. Hasilpenelitian menunjukkan 43,8% usia responden kategori 60-64tahun, 44,8% adalah responden perempuan, 84,4% telahmenikah. Aktifitas self-healing yang paling banyak dilakukan:shalat dan puasa (42,7%), terapi music (28,1%), aroma terapi(17,7%), konsumsi suplemen (7,3%), dan masase (4,2%).Kualitas hidup (77,1%) termasuk kategori rendah.
Analisis kompetensi strategis matematis matematis ditinjau dari kemandirian belajar peserta didik melalui blended learning berbantuan flipbook Anjas Akbar Raharjo; Supratman Supratman; Puji Lestari
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v11i2.4606

Abstract

Kompetensi strategis matematis matematis dibangun oleh tiga komponen, yaitu: merumuskan, merepresentasikan dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi strategis matematis ditinjau dari kemandirian belajar peserta didik serta mengukur peningkatan peserta didik melalui blended learning berbantuan flipbook. Jenis penelitian ini termasuk penelitian mixed method dengan desain penelitian concurrent embedded. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kompetensi strategis matematis, angket kemandirian belajar dan wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar angket kemandirian belajar dan soal tes kompetensi strategis matematis. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa yang diambil dari kelas X RPL 2 SMKN 3 Banjar yang berjumlah 36 siswa tahun ajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Peningkatan kompetensi strategis matematis peserta didik melalui pembelajaran blended learning berbantuan flipbook dikategorikan sedang yang ditunjukkan dengan indeks n-gain sebesar 0,40. (2) Subjek Kemandirian Belajar Tinggi (SKBT) secara umum dapat memenuhi semua indikator kompetensi strategis matematis, yaitu merumuskan masalah, merepresentasikan masalah, dan memecahkan masalah. (3) Subjek Kemandirian Belajar Sedang (SKBS) hanya dapat memenuhi maksimal 2 dari 3 indikator kompetensi strategis matematis. (4) Subjek Kemandirian Belajar Rendah  (SKBR) hanya dapat memenuhi maksimal 1 dari 3 indikator kompetensi strategis matematis, yaitu merumuskan masalah.
ANALISIS PROSES BERPIKIR KONVERGEN DAN HAMBATAN EPISTEMOLOGI DITINJAU DARI SELF-AWARENESS KATEGORI OBJEKTIF Syifa Fauziah Septiani; Supratman Supratman; Khomsatun Ni'mah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v7i2.4326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir konvergen dan hambatan epistemologi peserta didik dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari self-awareness. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif. Instrumen penelitian terdiri dari soal pemecahan masalah berpikir konvergen, angket self-awareness dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari dua orang peserta didik dari kelas XI SMA KHz Musthafa Sukamanah yang memiliki kategori self-awareness objektif (Oj). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses berpikir konvergen subjek kategori self-awareness objektif memenuhi semua tahapan berpikir konvergen pada masalah yang berkaitan dengan barisan aritmatika dimana subjek diminta untuk mencari banyaknya kursi pada baris tertentu jika diketahui banyaknya kursi dalam bentuk sistem persamaan linear satu variabel, sedangkan pada masalah yang berkaitan dengan deret aritmatika subjek diminta untuk menentukan penghasilan jika diketahui rata-rata produksinya ternyata masih ada subjek yang tidak memenuhi tahapan berpikir konvergen. 2) Subjek tidak mengalami hambatan epistemologi pada masalah barisan aritmatika. Sedangkan pada deret aritmatika subjek mengalami hambatan epistemologi yaitu hambatan teknik operasional dan secara umum mengalami hambatan konseptual, prosedural.
Efektivitas E-Modul Berbasis Problem Based Learningterhadapliterasi Sains Siswa Supratman Supratman; Wiwi Noviat; Nurul Hidayanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.281 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7635614

Abstract

This research was motivated by students' lack of scientific literacy, students still did not understand the material being taught, students' test scores on the reproductive system material were still low, learning still used lecture and discussion methods, and the e-modules used were not integrated. So the researchers developed an e-module based on Problem-Based Learning to solve this problem. The purpose of this study is to determine the effectiveness of Problem Based Learning e-modules on students' scientific literacy. This research was conducted in class XI SMAN 1 Alas. The research method was carried out using quasi-experimental research. Based on the results of data analysis using the Paired Sampled T-Test, it was found that the significance value was 0.000. Because the significance value is 0.000 <0.05, it can be concluded that the hypothesis (Ha) is accepted, which means that problem-based learning e-modules on reproductive system material are effective on students' scientific literacy.