Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Digibook Transformasi Geometri Berbantuan Geogebra untuk Mengoptimalkan Kemampuan Representasi Gambar Komara Komara; Supratman Supratman; Puji Lestari
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.2227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan digibook transformasi geometri berbantuan geogebra yang layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan representasi gambar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE melalui 5 tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon pengguna dan tes kemampuan representasi gambar. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan diperoleh hasil validasi dari ahli materi dan ahli media, digibook transformasi geometri berbantuan geogebra ini valid dengan kategori sangat layak digunakan. Respon pengguna terhadap digibook transformasi geometri berbantuan geogebra ini positif dengan kategori sangat baik. Hasil pengujian Effect Size (ES) diperoleh kategori Strong Effect. Sebanyak 75% peserta didik memenuhi indikator menyajikan kembali data atau informasi representasi ke representasi diagram, grafik atau tabel serta 88% peserta didik memenuhi indikator menggunakan representasi visual/gambar untuk menyelesaikan masalah. Dapat disimpulkan bahwa digibook transformasi geometri berbantuan geogebra layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan representasi gambar peserta didik.
Etika periklanan dan Komunikasi pemasaran Supratman Supratman
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pasar dalam era global yang semakin ketat telah mempengaruhi strategi pasar dalam menawarkan dan memasarkan produk, salah satu strategi yang dipilih melalui iklan. Walaupun banyak orang yang tidak menyukai selingan iklan namun iklan dapat menarik perhaitan dan cukup berpengaruh untuk perilaku konsumen sehingga dapat memengaruhi dalam keputusan pembeli. Keputusan konsumen dalam membeli akan dipengaruhi atas kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk ataupun jasa. Kesuksesan atau kelancaran suatu iklan dinilai buruk atau tidak sangat bergantung pada orang-orang yang melihat iklan tersebut.Sebuah iklan agar dapat menjangkau semua lapisan masyarakat membutuhkan media sebagai sarana yang tepat untuk menyebarkan informasi secara efektif agar iklan mencapai taget sasarannya. Televisi termasuk media massa elktronik yang paling digemari oleh masyarakat, apabila dibandingkan dengan media massa elektronik lainnya, seperti radio. Hal ini disebabkan televisi merupakan penggabungan dari dua bentuk media, yaitu audio (dengar), dan visual (lihat). Televisi temasuk dalam kategori media massa elektronik yang memilki karakteristik tersendiri dibandingkan media lain karena memiliki kesan realistik, jaringan kerja networking yang mengefektifkan jangkauan masyarakat dengan mencangkup daya jangkauan luas sehingga ideal bagi masyarkat luas.
Permasalahan dalam Komunikasi Sains Supratman Supratman; ahmad zakki abdullah
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3 No 2 (2020): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi Sains, adalah sebuah kajian komunikasi yang memfokuskan diri pada penyampaian pesan dari peneliti (expert) ke khalayak umum (non-Expert). Kajian bisa menjadi kajian yang penting di tengah perkembang teknologi yang semakin pesat. Sebuah cara penyampaian yang sesuai harapan komunikan tentu memiliki ragam cara. Kajian ini berusaha membuka sebuah wacana mengenai bagaimana perkembanngan teori yang mana beranggapan bahwa khalayak umum mengalami kekurangan (defisit) informasi sudah tidak relevan dan lebih mengandalkan cara penyampaian dialog. Akan tetapi melihat proses ini bekerja tentu diperlukan sebuah kajian yang empiris. Dalam kesempatan ini, kajain komunikasi sains mencoba melihat proses dialog pada komunikasi sains dalam sebuah grup Facebook yang memfokuskan diri pada sains astronomi. Penelitian ini dilakukan dengan paradigma kritis yang mencoba mengedepankan konsep konsep dialog dan juga mencoba menyelaraskan diri dengan konsep "world view" dimana diperlukan pembentukan definsisi partisipatif dalam komunikasi sains. Kajian hendak menyampaikan penemuan yang sangat menarik untuk dicermati karena dugaan mengenai dialogis dan partisipatif tidak hanya menjadi tuntutan kompetensi dan kredibiltas komunikan namun juga sangat dibutuhkan oleh khalayak umum. Kajian in tentu ingin juga memberikan model komunikasi yang dikhususkan pada konsep jaringan yg mana didasari oleh prilaku "network society" Kata kunci; Komunikasi Sains, Partisipasi, Masyarakat Jaringan
Narasi melalui Ikon dan Simbol dalam komunikasi sains Supratman Supratman
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4 No 2 (2021): Global Komunika
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi dan juga perkembangan zaman menuntu agar masyrakat mau Kembali ke sains dan salah satu tantangan dalam komunikasi adalah menggunakan sains dalam menjelaskan keseharian manusia. Dengan banyaknya misinformasi, maka penjelasan medasar tentang semua hal diharapkan dalam memberikan gambaran kepada khalayak bagaimana untuk mengandalkan pemahaman sains dalam menghadapai berbagai tantangan. Komunikasi sains adalah cara bagaimana berkomunikasi yang bertujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sainitifik kepada khalayak umum. Tantangannya adalah meneyederhanakan materi atau pesan yang kompleks untuk mudah dipahami. Semiotika yang dikritik oleh beberapa ahli bagaimana memiliki struktur yang kompleks, disangsikan dapat digunakan dalam menyampaikan sebuah gambaran yang benar. Inilah kemudian yang menjadi bahasan yang hendak diteliti yakni bagaimana ikon dan simbol, sebagai ilmu semiotika yang digunakan dalam komunikasi sains. Dalam penelitian ini, data didapatkan melalui observasi dari seri video “explaining one concept on 5 levels of dicciculty”. Video ditayangkan oleh Wired tentang tingkatan yang berbeda dalam menjelaskan sebuah kompleksitas. Penelitian ini menemukan bahwa ikon dan simbol dalam dialog sains dimaknai secara berbeda, namun bisa disepakati dengan menggunakan konsep naratif.
PEMBINAAN DAN PENGUATAN MANHAJ IDEOLOGI MUHAMMADIYAH GURU DAN PEGAWAI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Supratman Supratman; Isnaini Isnaini; Humaira Humaira
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 12: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service is carried out at Muhammadiyah Boarding School, Mataram. It is a new institution at Muhammadiyah University Mataram that requires special guidance and institutional strengthening, especially related to the development and reinforcement of the Muhammadiyah ideology towards teachers and staff. The purpose of this activity is to provide maximum benefit in developing the missionary activities of Muhammadiyah in Amal Usaha Muhammadiyah. The method is held out in several stages: Planning; (1) drafting a proposal for the activity; (2) discussing with partners, namely the Director of MBS UMMAT, to participate in the dedication activity; (3) creating a follow-up plan (RTL); and (4) creating the final dedication report. The results of this service show that the activity helps MBS UMMAT to build the commitment of teachers and staff in understanding the method and ideology as well as the principles of struggle of Muhammadiyah. Thus, the presence of teachers and staff at AUM is not only about working professionally but also carrying the message of missionary activities in accordance with the mission of Muhammadiyah.
Pengaruh Transparansi Pengelolaan Zakat Terhadap Minat Muzakki Desa Paluh Manis Kecamatan Gebang Membayar Zakat Pada Baznas Kabupaten Langkat Supratman Supratman; Rani Febriyanni; Asmawarna Sinaga
CiDEA Journal Vol. 2 No. 1 (2023): CiDEA Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cideajournal.v2i1.805

Abstract

The research aims to determine the effect, the magnitude of the influence, and the relationship between the transparency of zakat management on the interest of muzakki in Paluh Manis Village, Gebang District, to pay zakat at BAZNAS, Langkat Regency. The data source for this research was obtained from questionnaire answers given by research respondents, namely the people of Paluh Manis Village, Gebang District, who paid zakat at BAZNAS, Langkat Regency, as many as 56 respondents. Data analysis in this study used validity test, reliability test, classic assumption test, hypothesis test, and simple linear regression analysis. Based on this test, it is explained that there is a significant influence between the transparency of zakat management on the interest of the people of Paluh Manis Village, Gebang District, to pay zakat at BAZNAS, Langkat Regency. smaller than 0.05 or (0.000 <0.05) and tcount > ttable (4.382 > 2.00488) so there is an influence of variable X on variable Y. Transparency of zakat management affects the interest of the people of Paluh Manis Village, Gebang District, to pay zakat at BAZNAS, Langkat Regency by 24.9%. There is a positive or parallel relationship between the transparency of zakat management and the interest of the people of Paluh Manis Village, Gebang District, to pay zakat at BAZNAS, Langkat Regency.
COMPARATIVE STUDY OF THE STUDENTS’ MATH LEARNING OUTCOMES TAUGHT USING TYPE OF COOPERATIVE LEARNING METHOD NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT ) AND GAMES TEAM TOURNAMENT (TGT ) TO STUDENTS CLASS VII SMPN 1BAULA Supratman Supratman
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 1 No. 2 (2016): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v1i2.68

Abstract

The problems in this research are: (1) What is the result of learning mathematics in grade VII SMP Negeri 1 Baula taught by type of cooperative methods Numbered Heads Together (NHT)? (2) What is the result of learning mathematics in grade VII SMP Negeri 1 Baula taught by type of cooperative methods Team Games Tournament (TGT)? (3) Are the results of students' mathematics learning kelas VII SMP Negeri 1 Baula taught by cooperative methods with NHT is different with students who are taught bythe type cooperative method TGT? The hypothesis in this study are: the results of students' mathematics learning class VII SMP Negeri 1 Baula taught by cooperative methods NHT type is different with the students taught with methods TGT. Thepopulation in this study was all students of class VII SMP Negeri 1 Baula in the second semester of the 2011/2012 academic year. Samples taken as many as two classes, namely class VIIc and VIId class. The results showed: (1) The results of students'mathematics learning of class VIIc are taught using cooperative learning NHT type obtained an average value of student learning outcomes at 82.86 and the passing rate of 100%. (2) Results of mathematics learning of class VIId taught using methods TGT obtained average value result of 67.25 and the percentage of students passing rate at 80%. (3) The results of hypothesis test obtained tcount > ttable or equal to 3.997 > 2.02 with df = 39 at significance level ? = 0.05. Thus, it can be concluded that there were significant differences in the results of students' mathematics learning that are taught using NHT and IGT methods in the seventh grade students of SMP Negeri 1Baula.
COMPARISON OF LEARNING MATH LEARNING RESULT STUDENTS WITH SAVI MODEL AND NHT MODEL ON STUDENT SMKN 1 KOLAKA Supratman Supratman; Sri Wulandari Muhlis
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 3 No. 1 (2018): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v3i1.495

Abstract

The formulation of the problem in this research are: (1) How the result of learning mathematics of students after taught by SAVI learning model?, (2) How the result of learning mathematics of students after taught by NHT learning model?, (3) Is the result of learning mathematics of students who taught with SAVI learning model is higher than students taught by NHT learning model. The purpose of this study are: (1) To know how the results of learning mathematics students after teaching with SAVI learning model, (2) To find out how the results of learning mathematics students after being taught with NHT learning model, (3) To determine whether the results of learning mathematics students taught by SAVI learning models higher than students taught by NHT learning models. Type of research using experimental method. The population in this study is all students of class X spread in 11 parallel classes with the number of 310 people. Sampling was done by using cluster random sampling technique. In this research as a sample taken 2 classes from the entire population that is class X A3 as experiment class 1 using SAVI learning model and class X A1 as experiment class 2 using NHT learning model. From result of data analysis obtained that: (1) result of student learning taught by using SAVI learning model which consist of 25 students show minimum value 62, maximum value 96, mean (mean) 80,36, with standard deviation 9,10; (2) student learning outcomes taught using NHT learning model consisting of 25 students showing minimum score 62, maximum value 96, mean (mean) 79,62, with standard deviation 10,512; (3) result of ttest analysis using independent sample t-test obtained tcount = 0,302 at = 0,05 with degrees of freedom (dk) = 48 obtained t table = 2,011. Because t <t table then Ha is rejected and H0 is accepted. So it can be concluded that the mathematics learning outcomes of studentswho were taught with the SAVI model was not higher than the students taught by the NHT model.