Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFICATION OF POTENTIAL DIESEL OIL-DEGRADING BACTERIA ISOLATED FROM MANADO SEA PORT BASED ON 16S rRNA GENE Olivia H Abram; Trina E Tallei; Edwin de Queljoe; Beivy J Kolondam
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 14 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.928 KB) | DOI: 10.35799/jis.14.2.2014.5932

Abstract

ABSTRACT  Petroleum contamination and its derivate in ecosystem are considered as environmental threat all over the world. Some microorganisms exhibit potential to degrade hydrocarbon in contaminated environments. This study aims at identifying potential diesel oil-degrading bacteria grown on artificial media. Bacteria isolated from Manado Sea port were grown in nutrient agar containing artificial diesel oil plus salt water and diesel oil only, respectively. The growing bacteria were isolated and each of them was grown separately to obtain pure isolate. Three bacterial isolates namely AO2, OA3 and OA4 were identified using 16S rRNA gene as Pseudomonas aeroginosa, Klebsiella oxytoca, and Citrobacter sp, respectively. Keywords: diesel oil, diesel oil-degrading bacteria, Manado Sea Port, 16S rRNA gene IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENDEGRADASI MINYAK DIESEL DI ISOLASI DARI PELABUHAN LAUT MANADO   ABSTRAK   Kontaminasi minyak bumi dan turunannya dalam ekosistem dianggap sebagai ancaman lingkungan di seluruh dunia. Beberapa mikroorganisme menunjukkan potensi yang dapat menurunkan hidrokarbon dalam lingkungan yang terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berpotensi sebagai pendegradasi minyak yang tumbuh pada media buatan. Bakteri diisolasi dari pelabuhan laut Manado dan ditumbuhkan dalam media NA yang mengandung minyak diesel dengan penambahan air garam buatan dan minyak diesel tanpa air garam buatan. Bakteri yang tumbuh diisolasi dan masing-masing ditanam secara terpisah untuk mendapatkan isolat murni. Tiga isolat bakteri yaitu AO2, AO3 dan AO4 yang telah diidentifikasi menggunakan 16S rRNA gen secara berturut-turut adalah  Pseudomonas aeroginosa, Klebsiella oxytoca, dan Citrobacter sp. Kata kunci: minyak diesel, bakteri pendegradasi minyak diesel, Pelabuhan Laut Manado, gen 16S rRNA
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA PEGANGAN ESKALATOR DI SALAH SATU PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA MANADO Michelle V. Holderman; Edwin de Queljoe; Sendy B. Rondonuwu
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 1, April 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.07 KB) | DOI: 10.35799/jis.17.1.2017.14901

Abstract

ABSTRAK Pusat perbelanjaan banyak diminati masyarakat karena mempunyai daya tarik internal dan eksternal. Eskalator pada pusat perbelanjaan dilengkapi dengan pegangan tangan, dengan demikian eskalator dapat menjadi media untuk penjangkitan penyakit yang dapat dengan cepat menyebar karena bakteri pada tangan dapat berpindah ke tangan orang lain apabila memegang pegangan dari eskalator tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis-jenis bakteri yang terdapat pada pegangan escalator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu identifikasi bakteri meliputi pengamatan morfologi dan pewarnaan gram. Berdasarkan hasil penelitian jenis bakteri yang ditemukan yaitu Staphylococcus epidermidis, Stomatococcus sp, Bacillus subtilis. Kata-kata kunci: Pusat perbelanjaan, eskalator, bakteri IDENTIFICATION OF BACTERIA IN HANDRAIL ESCALATOR ON SHOPPING CENTER IN MANADO ABSTRACT Shopping center attracted many people because they have internal and external appeal. Escalators in shopping center equipped with handrails, thus escalator can be a medium for the outbreak of disease can quickly spread because bacteria on the hands can be transferred into other hands when holding the handle of the escalator that. The purpose of this study is to identify the types of bacteria present on escalator handrail. The method used in this research is the identification of bacteria includes observation of morphology and gram stain. Based on the results of the study found that the type of bacteria Staphylococcus epidermidis, Stomatococcus sp, Bacillus subtilis. Kata-kata kunci: Shopping center, escalator, bacteria
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KUMIS KUCING (Ortosiphon aristatus (Blume) Miq.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Mayang Marsina Nurfitri; Edwin de Queljoe; Olvie S. Datu
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37413

Abstract

ABSTRACTKumis kucing leaves (Ortosiphon aristatus (Blume) Miq) contain flavonoid compounds, namely sinensetin, eupatorine, 3'-hydroxy-5,6,7,4'-tetramethoxyflavone and rosmarinic acid which have analgetic effects. This study aims to determine the analgetic effect of the ethanol extract of kumis kucing leaves at different doses, such as at doses of 5 mg/200gBW rats, 10 mg/200gBW rats and 20 mg/200gBW rats. This study employed a laboratory experimental research design using Rattus norvegicus. Analgetic effect was tested using the heat stimulation method which utilized a hot plate with a temperature of 55℃. The response observed was in the form of licking the hind legs or jumping from before giving the test material to after giving the test material for 30, 60, 90 and 120 minutes, respectively. The results demonstrated that the ethanol extract of the kumis kucing leaves had better analgetic activity than the negative control at doses of 5 mg/200gBW rats, 10 mg/200gBW rats, and 20 mg/200gBW rats. According to the results of statistical data analysis with One Way Anova and followed by the LSD test with a 95% confidence level, it showed that the ethanol extract of the cat's whisker leaves had an analgetic effect. Where the best dose among the three doses was doses of 4.125 mg/165gBW rats. Keywords: Analgetic, Kumis Kucing Leaves (Ortosiphon aristatus (Blume) Miq), Rattus norvegicus  ABSTRAKDaun kumis kucing (Ortosiphon aristatus (Blume) Miq.) mengandung senyawa flavonoid yaitu sinensetin, eupatorine, 3’-hydroxy-5,6,7,4’-tetramethoxyflavone dan asam rosmarinik yang memiliki efek analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek analgetik pada ekstrak etanol daun kumis kucing dengan dosis berbeda-beda yaitu dengan dosis 5 mg/200gBB tikus, 10 mg/200gBB tikus dan 20 mg/200gBB tikus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan. Pengujian efek analgetik dilakukan dengan metode rangsangan panas menggunakan hot plate dengan suhu 55℃. Respon yang diamati berupa gerakan menjilat kaki belakang atau melompat dari sebelum pemberian bahan uji hingga sesudah pemberian bahan uji dengan waktu berturut-turut 30, 60, 90 dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing dengan dosis 5 mg/200gBB tikus, 10 mg/200gBB tikus dan 20 mg/200gBB tikus menunjukkan aktivitas analgetik lebih baik dibandingkan kontrol negatif. Dari hasil analisis data secara statistika dengan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing memiliki efek analgetik. Dimana dosis terbaik diantara ketiga dosis tersebut ialah dosis 5 mg/200gBB tikus. Kata kunci: Analgetik, Daun Kumis Kucing (Ortosiphon aristatus (Blume) Miq), Rattus norvegicus)
PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) (L.) Urb. TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Debby E. Galomat; Edwin de Queljoe; Olvie S. Datu
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37420

Abstract

ABSTRACTCentella asiatica is a plant used by the community to treat wounds, gotu kola contains active compounds of saponins, and triterpenoids that can heal wounds and as anti-inflammatory agents. This study aims to determine the effect of giving Centella asiatica leaf extract ointment on wound healing in male white rats (Rattus norvegicus). The test animals were divided into 5 groups, each group consisting of 3 rats (ointment base, povidone iodine ointment 10%,Centella asiatica leaf ointment 8%, 16% and 24%). All rats were injured on the back 2 cm long and 0.2 cm deep. The wound is smeared twice a day with Centella asiatica leaf ointment. Wound observation was carried out every day (days 1 to 14). The mean of wound healing in group I was 9.6 days, group II was 8.6 days, group III was 8.3 days, group IV was 7.6 days and group V was 11 days. The results of statistical analysis using the ANOVA method (α = <0.05) showed that there was no significant difference between each treatment group.Keywords : Centella asiatica leaves (Centella asiatica) (L.) Urb, Wound healing time, Ointment.   ABSTRAKPegagan merupakan tanaman yang digunakan masyarakat untuk mengobati luka, pegagan mengandung senyawa aktif saponin, dan triterpenoid yang dapat menyembuhkan luka dan sebagai agen antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian salep ekstrak daun pegagan terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing setiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus (basis salep, salep povidone iodine 10%, salep ekstrak daun pegagan 8%, 16% dan 24%). Semua tikus dilukai punggungnya sepanjang 2 cm dan kedalaman 0.2 cm. Luka diolesi dua kali sehari dengan salep ekstrak daun pegagan. Pengamatan luka dilakukan setiap hari (hari ke-1 sampai ke-14). Rerata penyembuhan luka sayat pada kelompok I 9,6 hari, kelompok II 8,6 hari, kelompok III  8,3 hari, kelompok IV 7,6 hari dan kelompok V 11 hari. Hasil analisa statistik dengan metode ANOVA (α = <0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara setiap kelompok perlakuan.. Kata kunci : Daun pegagan (Centella asiatica) (L.) Urb, Waktu penyembuhan luka, Salep.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricataL.) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Siska Sefrida Pandaleke; Edwin de Queljoe; Surya Sumantri Abdullah
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39144

Abstract

ABSTRACTSoursop leaves (Annona muricata L.) contain flavonoid compounds. Flavonoid compounds function as antidiabetic. The purpose of this study was to determine the effect of soursop leaf extract in reducing blood sugar levels in male white rats induced by alloxan. This study used 4 treatment groups, negative control was not given treatment, positive control was treated with 9 mg metformin, treated with the first dose of 7.2 mg and the last group was treated with the second dose of 14.4 mg. Before being given the treatment, the rats were fasted first and then checked for blood sugar, then the rats were induced by alloxan intraperitoneally (ip) then observed the development of the increase in blood sugar in the rats for 3 days and checked blood sugar levels once a day for 5 days. After that, it was continued with giving soursop leaf ethanol extract every day for 5 days. The results showed that soursop leaf extract can reduce blood sugar levels seen on days H4- H8 with a decrease of 6.67 mg/mL for the treatment group sample 1 and 5.66 mg/mL for the treatment sample 2. The test results using the Kruskal test -Wallis at 0.05 level showed that there was no significant difference using soursop leaf ethanol extract and metformin in lowering blood sugar levels.Keywords: Soursop leaves(Annona muricata L), Male White Rat, Flavonoids, Blood Glucose, AlloxanABSTRAKDaun Sirsak (Annona muricata L.) mempunyai kandungan senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid berfungsi sebagai antidiabetes. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak dalam penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan yang diinduksi oleh aloksan. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan yaitukontrol negatif tidak diberikan perlakuan, kontrol positif diberikan perlakuan dengan metformin 9 mg, perlakuan dengan dosis pertama 7,2 mg dan kelompok terakhir perlakuan dengan dosis kedua 14,4 mg. Tikus dipuasakan terlebih dahulusebelumdiberiperlakuan, kemudian diperiksa gula darah, selanjutnya tikus diinduksi aloksan secara intraperitonial (ip) kemudian dilihat perkembangan kenaikan gula darah pada tikus selama 3 hari dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sehari sekali selama 5 hari, kemudiandiberikan ekstrak etanol daun sirsak setiap hari selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirsak dapat menurunkan kadar gula darah dilihat pada hari H4-H8 dengan penurunan sebesar 6,67 mg/ml untuk kelompok perlakuan sampel 1 dan 5,66 mg/ml untuk perlakuan sampel 2. Hasil uji menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf 0,05 menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan menggunakan ekstrak etanol daun sirsak dan metformin dalam menurunkan kadar gula darah.Kata kunci: Daun sirsak (Annona muricata L), Tikus Putih Jantan, Flavonoid, Glukosa Darah, Aloksan
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SALEP EKSTRAK BUAH CENGKEH (Syzygium aromaticum L) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Firmansyah Bayu Putra Paputungan; Edwin de Queljoe; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41738

Abstract

ABSTRACTFruit Cloves (Syzygium aromaticum L) contain substances as an anti-inflammatory. Content oil essential fruit clove dominated by eugenol with composition eugenol (81.20 %), trans-β- caryophyllene (3.92%), - humulene (0.45%), eugenol acetate (12.43%), caryophyllene oxide (0.25%) and trimetoxy acetophenone (0.53%). Study this aim for knowing existence effect anti-inflammatory on ointment extract fruit clove with 3 concentrations different I.e 10%, 20%, and 40% views from measurement with use period digital shove reduction in edema diameter on back induced mice _ 3% carrageenan as much as 0.2 ml. from results study and observation show ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) can reduce the diameter of edema. Ointment fruit cloves (Syzygium aromaticum L) with concentrations of 10%, 20%, and 40% have difference no mean with Control positive because (ρ 0.05). The conclusion from the study this, ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) has proven its activity anti-inflammatory. ointment extract fruit clove (Syzygium aromaticum L) with the most optimal 40% concentration which is almost the same with ointment hydrocortisone 2.5% Keywords: Ointment, Clove Fruit (Syzygium aromaticum L), anti-inflammatory  ABSTRAKBuah Cengkeh (Syzygium aromaticumL) mengandung zat-zat sebagai antiinflamasi. Kandungan minyak atsiri buah cengkeh didominasi oleh eugenol dengan komposisi eugenol (81,20%), trans-β-kariofilen (3,92%), α-humulene(0,45%), eugenol asetat (12,43%), kariofilen oksida (0,25%) dan trimetoksi asetofenon (0,53%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antiinfalamasi pada salep ekstrak buah cengkeh dengan 3 konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20%, dan 40%dilihat dari penurunan diameter udem pada punggung tikus yang diinduksi karagenan 3% sebanyak 0,2 ml. dari hasil penelitian dan pengamatan menunjukkan salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dapat menurunkan diameter udem. Salep buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40% memilikiperbedaan tidak bermakna dengan Kontrol positif karena (ρ ≥ 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi. Salep ekstrak buah cengkeh (Syzygium aromaticum L) dengan konsentrasi 40% paling optimal yang hampir sama dengan salep hidrokortison 2,5% Kata Kunci: Salep, Buah Cengkeh (Syzygium aromaticum L), antiiflamasi 
Uji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam (Sygium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus) Meivita Alfriani Sahensolar; Edwin De Queljoe; Surya Sumantri Abdullah
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42183

Abstract

MEIVITA ALFRIANI SAHENSOLAR . Uji aktivitas antihiperusrisemia ekstrak etanol daun salam (Syzgium Polyanthum) pada tikus putih (Rattus Norvegicus)dibawah bimbingan EDWIN DE QUELJOE sebagai ketua dan SURYA SUMANTRI sebagai anggota.Daun salam memiliki kandungan kimia seperti minyak atsiri yang mengandung sitral, eugenol, tannin, dan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antihiperurisemia ekstrak etanol daun salam dengan 3 tingkatan dosis yaitu, 200mg, 400mg, dan 800mg. Perbandingan daun Salam sebanyak 5 kelompok yang terdiri dari 3 ekor tikus disetiap kelompok perlakuan, yaitu CMC 1% (kontrol negatif), Allopurinol 100mg (kontrol positif), ekstrak etanol daun salam dalam dosis 200mg, 400mg, dan 800 mg,yang diinduksi kalium oksonat. Pengamatan dilakukan selama 6 jam. Data diuji dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of Variant) ,uji HOMOGENITAS (Test of Homogenity of Variance) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil uji statistik menunjukan bahwa Dari ketiga dosis, penurunan kadar asam urat terbaik terdapat pada dosis 400 mg. Kata Kunci: Ekstrak Daun Salam (Syzgium Polyanthum) , Antihiperusemia