Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PENILAIAN KOMPOTENSI SIKAP SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMK NEGERI 1 ARAMO TAHUN PEMBELAJARAN 2020/2021 Duha, Apilianus; Sarumaha, Sesuaikan; Duha, Maria Magdalena
Civic Society Research and Education: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2022): CIVIC SOCIETY RESEARCH and EDUCATION: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganega
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpkn.v3i1.334

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti di SMK Negeri 1 Aramo, peneliti menemukan bahwa keberhasilan belajar peserta didik dalam kompetensi sikap dapat di kategorikan rendah. Hal ini diakibatkan karena pembelajaran yang dilaksanakan didalam kelas hanya memfokuskan pada bidang kemampuan dan sikap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penilaian kompetensi sikap siswa dalam pembelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 1 Aramo serta mengetahui bagaimana kompetensi sikap siswa dalam pembelajaran PPKn di kelas XI SMK Negeri 1 Aramo. Untuk menyikapi permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai Analisis Penilaian Kompetensi Sikap Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Kelas XI SMK Negeri 1 Aramo Tahun Pembelajaran 2020/2021.Pendekatan yang dillakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari 1 guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui tiga alur kegiatan (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti bahwa, guru PPKn yang ada di SMK Negeri 1 Aramo telah melaksanakan penilaian kompetensi sikap siswa dengan baik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. peneliti menyarankan bahwa : hendaknya guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memberikan penilaian kompetensi sikap siswa selama pelaksanaan pembelajaran didalam kelas, hendaknya guru Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan rutin untuk membina, memotivasi dan mengarahkan peserta didik dalam pembentukan sikap dan watak yang baik serta mampu menjadi peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hendaknya guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tetap menggunakan Kurikulum 13 pada saat pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, serta hendaknya guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan membina sikap siswa agar menjadi yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 ULUGAWO Zai, Eka Periaman; Duha, Maria Magdalena; Gee, Efrata; Laia, Bestari
Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 3 No 2 (2022): Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.493 KB) | DOI: 10.57094/jpe.v3i2.460

Abstract

Dewasa ini masalah peran kepala sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah bukanlah masalah baru lagi yang terjadi di setiap satuan pendidikan. Kepala sekolah adalah penentu maju dan mundurnya sebuah sekolah. Jika Kepala sekolah tidak menjalankan peran dan tugasnya sebagai pemimpin, maka sekolah itu dipastikan akan mengalami kemunduran dan kemerosotan baik dalam bidang kualitas maupun kualitaspendidikannya. Adapun rumusan masalah bagaimana profesionalisme kepala sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 1 Ulugawo Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan profesionalisme kepala sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Analisis data yang dilakukan melalui tiga alur kegiatan (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil temuan di lapangan, bahwa peran kepala sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah sudah profesional.Kepala sekolah menjadi teladan, motivator bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dan pengajuan proposal perbaikan rehap gedung serta pengadaan sarana prasarana pendidikan.Sehingga menjadi daya tarik masyarakat (peserta didik) sekitar untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Ulugawo. Peneliti simpulkan bahwa kepala sekolah sudah melaksanakan perannya di bidang kepemimpinan, memotivasi guru, dan perbaikan sarana prasarana pendidikan dengan baik dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Peneliti menyarankan hendaknya kepala sekolah terus meningkatkan profesionalismenya dalam menjalankan perannya supaya eksistensi lembaga pendidikan semakin diakui dan dipercaya oleh masyarakat.
ANALISIS POLA PEMBINAAN NILAI-NILAI BUDI PEKERTI DI PANTI ASUHAN Zai, Eka Periaman; Lase, Indah Wijaya; Mendrofa, Operianus; Duha, Maria Magdalena
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 12 No 1 (2024): Pedagogika : Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol12issue1page145-158

Abstract

Anak merupakan generasi penerus perjuangan yang akan menghadapi tantangan masa depan. Anak sejak dini membutuhkan pembinaan nilai-nilai budi pekerti agar kelak dapat bersikap dan berperilaku baik dan tidak terseret arus yang menyesatkan. Panti Asuhan turut membantu dalam upaya pembinaan nilai-nilai budi pekerti anak, baik anak yatim, piatu, yatim piatu atau anak yang benar-benar tidak mampu untuk sekolah. Tujuan adalah anak dapat meneruskan sekolah dan dapat melakukan fungsi sosialnya dengan baik dimasyarakat serta berguna bagi pembangunan bangsa dan negara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di beberapa Panti Asuhan yang ada di Kota Gunungsitoli. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan nilai-nilai budi pekerti di beberapa pantiasuhan yang ada di Kota Gunungsitoli meliputi pembinaan sikap terhadap Tuhan, sikap terhadap sesama manusia, sikap terhadap diri sendiri, dan sikap dalam hubungannya dengan alam sekitar. Semua pembinaan yang diajarkan di panti diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari oleh semua anak panti. Maka dapat disimpulkan bahwa semua anak panti mengimplementasikan nilai-nilai budi perkerti sesuai dengan pembinaan yang diberikan. Saran yang ditawarkan peneliti, hendaknya pembinaan nilai-nilai budi pekerti dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada anak-anak lain supaya dapat menjadi bekal dimasa yang akan datang dalam mencapai cita-cita.
PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS SELATAN Laia, Bestari; Zagoto, Sri Florina Laurence; Fau, Yohanna Theresia Venty; Duha, Agustinus; Telaumbanua, Kaminudin; Lase, ndah Permata Sari; Ziraluo, Merdina; Duha, Maria Magdalena; Laia, Baziduhu; Luahambowo, Baspuri; Fai, Sesilianus; Hulu, Fatolosa; Telaumbanua, Tatema; Harefa, Darmawan
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 5 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v5i1.1654

Abstract

The purpose of the study is to describe the academic procrastination of students and the factors that influence them. The type of research that qualitative research uses is a descriptive approach. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. Research informants are teachers and students. The results showed that the form of academic procrastination of students is late to collect tasks, delay to start doing tasks, and delay learning time and factors that affect academic procrastination of students are internal factors that are lazy, boredom of tasks, unable to manage study time and external factors, namely parental parenting style factors, community environment and weather or Covid-19 situation.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN HUKUMAN KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Nomor 1095/K/Pid/2014) Laia, Lakadodo; Laowo, Yonathan Sebastian; Halawa, Darius; Duha, Maria Magdalena
JURNAL PANAH KEADILAN Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Panah Keadilan
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpk.v4i1.3130

Abstract

Pencurian merupakan kejahatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa melihat status sosial pelaku, usia, latar belakang pendidikan, jenis kelamin dan lain-lain yang menimbulkan keresahan bagi warga masyarakat. Salah satu tindak pidana pencurian yang telah diperiksa dan diadili oleh Mahkamah Agung yaitu putusan nomor 1095/K/Pid/2014. Pada putusan tersebut, pelaku dijatuhi hukuman selama 20 (dua puluh) tahun penjara karena diduga melanggar Pasal 365 ayat (2) huruf (e) KUHP dan ayat (4) KUHP. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian tentang bagaimana pertimbangan hakim dalam penjatuhan hukuman kepada pelaku tindak pidana pencurian (studi putusan nomor 1095/k/pid/2014). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan masalah melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan perbandingan dan pendekatan analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif yang bersifat deksriptif dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan metode deduktif. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, maka pertimbangan hakim dalam penjatuhan hukuman kepada pelaku tindak pidana pencurian (studi putusan nomor 1095/K/Pid/2014) adalah tidak adil, dimana perbuatan terdakwa tidak sebanding dengan pidana yang diberikan kepada terdakwa selama 20 (dua puluh) tahun. Mestinya pelaku hanya dijerat Pasal 365 ayat (2) huruf (e) yang mana benar terdakwa bersama-sama dengan Wawan melakukan pencurian tetapi peran terdakwa hanya membantu dengan menunggu di atas sepeda motor dan yang membonceng. Dalam hal ini terdakwa tidak melanggar Pasal 365 ayat (4) karena bukan terdakwa yang melakukan pembacokkan terhadap korban dan seharusnya ancaman hukuman yang diberikan kepada terdakwa maksimalnya 12 tahun penjara. Penulis memberikan saran kepada pihak penegak hukum khususnya Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus suatu perkara pidana pencurian untuk lebih teliti menentukan perbuatan yang dilakukan dan supaya disesuaikan ancaman hukumannya dengan pasal peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS VIII SMP NEGERI LUAHAGUDRE MANIAMOLO TAHUN PELAJARAN 2025 Duha, Maria Magdalena
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat. Dalam mencapai mutu pendidikan yang baik, maka sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran secara optimal dalam mempersiapkan siswa yang berprestasi. Permasalahan penelitian ini adalah siswa kurang melibatkan diri secara aktif selama kegiatan pembelajaran, siswa kurang berani untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian bahwa persentase hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama 50% dan pertemuan kedua 63,1% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 76,9% dan pertemuan kedua 87,1%. Persentase aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama 52,8% dan pertemuan kedua 69,4% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 80,6% dan pertemuan kedua 88,9%. Hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata 59,3 dan meningkat pada siklus II 75,3 dengan persentase ketuntasan 90%. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran probing prompting mampu mengemukakan pendapat atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru (peneliti), berusaha merumuskan jawaban melalui diskusi kecil bersama dengan siswa lain. Saran yang diajukan peneliti adalah hendaknya guru menerapkan model pembelajaran probing prompting dalam kegiatan pembelajaran karena menuntut siswa untuk berani menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan hendaknya siswa berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam merumuskan jawaban sehingga memiliki pengetahuan, kemampuan serta keterampilan untuk membangun pengetahuannya secara mandiri.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar Zai, Eka Periaman; Lase, Indah Wijaya; Harefa, Edward; Gulo, Sumangeli; Duha, Maria Magdalena
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8643

Abstract

Implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar perlu dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn dapat dilakukan dengan mengembangkan isi pembelajaran PKn, memilih pendekatan, metode, atau strategi pembelajaran yang akan digunakan, serta proses pembelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan PKn dapat terwujud berdasarkan target yang ingin dicapai peneliti. Pendidikan karakter yang dibangun melalui pembelajaran ini adalah nilai-nilai yang diajarkan berdasarkan mata pelajaran seperti kedisiplinan, kemandirian, kerjasama, dan tanggung jawab. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa melalui proyek atau pemecahan masalah akan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PKn. Integrasi dilakukan dengan memadukan nilai-nilai karakter dalam RPP dan konsistensi siswa dalam menerapkan nilai-nilai tersebut di luar sekolah. Dalam mengukur hasil, guru memberikan buku penilaian kepada siswa.