Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat. Dalam mencapai mutu pendidikan yang baik, maka sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran secara optimal dalam mempersiapkan siswa yang berprestasi. Permasalahan penelitian ini adalah siswa kurang melibatkan diri secara aktif selama kegiatan pembelajaran, siswa kurang berani untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian bahwa persentase hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama 50% dan pertemuan kedua 63,1% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 76,9% dan pertemuan kedua 87,1%. Persentase aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama 52,8% dan pertemuan kedua 69,4% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama 80,6% dan pertemuan kedua 88,9%. Hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata 59,3 dan meningkat pada siklus II 75,3 dengan persentase ketuntasan 90%. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran probing prompting mampu mengemukakan pendapat atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru (peneliti), berusaha merumuskan jawaban melalui diskusi kecil bersama dengan siswa lain. Saran yang diajukan peneliti adalah hendaknya guru menerapkan model pembelajaran probing prompting dalam kegiatan pembelajaran karena menuntut siswa untuk berani menjawab pertanyaan yang diajukan guru dan hendaknya siswa berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam merumuskan jawaban sehingga memiliki pengetahuan, kemampuan serta keterampilan untuk membangun pengetahuannya secara mandiri.