Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Copyright as Fiduciary Security: Challenges and Prospects in the Digital Era Haspada, Deny
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 5 No. 2 (2023): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the digital era, intellectual property rights, particularly copyright, have gained significant importance as valuable assets. This study explores the utilization of copyright as a collateral for fiduciary guarantees, highlighting both the challenges and prospects in this evolving landscape. The research examines legal frameworks, regulatory developments, and judicial precedents pertinent to the use of copyright in fiduciary arrangements. Key challenges include the valuation of intangible assets, enforcement of fiduciary rights, and technological advancements that complicate copyright protection. Conversely, the prospects of leveraging copyright as fiduciary collateral are promising, offering new avenues for financing and investment. By analyzing these dynamics, the study provides insights into the potential for a more robust and adaptive legal infrastructure that accommodates the digital economy's needs. Recommendations for policymakers, legal practitioners, and stakeholders aim to enhance the practical application and legal certainty of using copyright as a fiduciary guarantee in Indonesia. This paper contributes to the broader discourse on intellectual property and financial innovation, addressing the intersection of law, technology, and commerce.
ANALISIS KOMPARATIF HUKUM PEMBUKTIAN DI BERBAGAI YURISDIKSI: MENUJU MODEL UNIFIKASI HUKUM ACARA PERDATA Haspada, Deny
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 7 No 1 (2024): KELOLA: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v7i1.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap hukum pembuktian perdata di berbagai yurisdiksi dengan harapan dapat menyumbang gagasan bagi upaya unifikasi hukum acara perdata. Menggunakan metodologi analisis komparatif, penelitian ini mengumpulkan dan membandingkan data dari sistem hukum di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Indonesia. Temuan utama menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam hal pendekatan hukum pembuktian yang bisa mempengaruhi efektivitas dan efisiensi proses peradilan perdata. Studi ini menyarankan bahwa integrasi beberapa norma pembuktian yang berhasil dari masing-masing sistem dapat membantu menciptakan kerangka kerja yang lebih harmonis dan efisien. Implikasinya terhadap teori dan praktek hukum adalah signifikan, memberikan dasar yang kuat untuk reformasi hukum acara perdata di tingkat nasional dan internasional.
Legal Protection of Coastal Community Rights in the Development of the Indah Kapuk 2 Beach Area: An Agrarian Law Perspective Haspada, Deny; Juli Asril; Ryan Faisal; Saputra, Ade Rizki; Herdiyanti, Siti Handayani; Gunati, Mira; Mardiansah, Songgi
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 5 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v5i1.13718

Abstract

Coastal development projects, such as Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), have createdsignificant legal and social challenges for long-established coastal communities.This study aims to analyze the legal protection of coastal communities' rights in thedevelopment of PIK 2 from the perspective of agrarian law. Using a normativejuridical method and qualitative analysis, the study reveals a gap between existingregulations and the implementation of coastal community rights protection. Landconflicts emerge as a major issue due to unclear land ownership status and weakcompensation mechanisms implemented by developers. Furthermore, the lack ofcommunity participation in planning processes exacerbates the socio-economicimpacts they experience. Compensation mechanisms tend to focus solely oneconomic value without considering the social and cultural aspects inherent incoastal communities. This study highlights the need for policy reforms in protectingcoastal community rights, including strengthening regulations, ensuringtransparency in compensation mechanisms, and increasing community involvementin decision-making processes. More equitable and sustainable policyimplementations are expected to create a balance between development interests andthe protection of coastal community rights
Peningkatan Pemahaman Bahasa Asing pada Perjanjian Akta Notaril Bagi Anggota Ikatan Notaris Indonesia Kabupaten Bandung Sidik, Jafar; Haspada, Deny; Priyanto, Imam Jahrudin
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/tribhakti.v3i1.1710

Abstract

Although now the contract is mandatory in Indonesian according to Law no. 24 of 2009, notaries still have to understand notary deeds in foreign languages. In fact, if necessary, be able to make notary deeds using foreign languages. This is necessary to improve the qualifications as a legal apparatus in the field of notarization and land affairs. Moreover, there are quite a lot of notaries in Bandung Regency. Based on data from the Bandung Regency Regional Revenue and Financial Management Service (Dispenda), as of June 2020, there were 418 PPAT (Land Deed Maker Officials) and based on the Notary Portal of Bandung Regency as of June 2020 there were 397 notaries. In accordance with Law no. 2 of 2014 concerning Amendments to Law no. 30 of 2004 concerning the Position of Notary (UUJN), the notary is authorized to make authentic deeds regarding all actions, agreements, and provisions required by laws and regulations and/or those desired by those with an interest to be stated in an authentic deed, guaranteeing the certainty of the date of making the deed, keep the deed, provide a copy and an excerpt of the deed. From the inventory of problems, many notaries do not understand the legal consequences when a notary makes a contract or agreement in the form of a notary deed in a foreign language. It should be noted that a contract or agreement made in the form of a notary deed in a foreign language has certain legal consequences, namely the notary deed is not an authentic deed, but as an underhand deed. In addition, the notary deed has the potential to be filed for cancellation or declared null and void through the state judiciary. The solution is, socialization or legal counseling has been held to notaries regarding the legal umbrella or legal basis for the mandatory use of the Indonesian language in contracts or agreements, either under hand or in the form of a notary deed.
Analisis Hukum Gugatan Ganti Rugi Dalam Kasus Pembatalan Perkawinan Haspada, Deny
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 11, No 1 (2025): Vol 11, No 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5177

Abstract

Pembatalan perkawinan dapat menimbulkan dampak hukum yang signifikan bagi pihak yang terlibat, terutama dalam hal kerugian materiil dan immateriil yang dialami oleh pihak yang dirugikan. Artikel ini membahas analisis hukum terkait gugatan ganti rugi dalam kasus pembatalan perkawinan menurut sistem hukum Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah dasar hukum yang mendasari gugatan ganti rugi, pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan, serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada pihak yang dirugikan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normative. Pengumpulan data menggunakan Bahan hukum pimer, sekunder dan tersier yang dilakukan melalui studi kepustakaan. Kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia memberikan ruang bagi pihak yang dirugikan untuk mengajukan gugatan ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Selain itu, pengadilan mempertimbangkan berbagai faktor hukum, sosial, dan moral dalam membuat keputusan yang adil bagi pihak yang dirugikan.
Dinamika Politik dan Hukum dalam Mempengaruhi Penegakan Hukum di Indonesia Ramdhany, Deny M.; Budiono, Budiono; Junaedi, Dedi; Ariyanti , Jeny Mellysa; Wiradirja, Imas Rosidawati; Haspada, Deny
Themis : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/themis.v3i1.1402

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana dinamika politik melalui perubahan konfigurasi kekuasaan, desain kelembagaan, dan proses legislasi mempengaruhi penegakan hukum di Indonesia, serta bagaimana opini publik dan kepentingan politik membentuk prioritas, tempo, dan arah penanganan perkara. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus; analisis bersifat kualitatif-interpretatif dengan triangulasi sumber regulasi, putusan, dan publikasi ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa politik berdampak pada struktur (independensi, pengawasan, koordinasi), substansi (kejernihan rumusan, ruang diskresi), dan budaya hukum (patronase, praktik diskresi), yang memunculkan pola selective enforcement, under/over-enforcement, dan kegagalan koordinasi. Opini public dimediasi media arus utama dan media social dapat memperkuat akuntabilitas, tetapi juga memicu populisme penal dan lawfare ketika tidak dibatasi pagar prosedural yang memadai. Kebaruan artikel ini terletak pada kerangka integratif structure–substance–legal culture yang dioperasionalkan untuk menjembatani indikator makro (indeks rule of law, kebebasan sipil) dengan studi kasus mikro, sehingga menghasilkan rekomendasi operasional. Rekomendasi utama mencakup publikasi pedoman diskresi penuntutan, open data perkara, protokol komunikasi peradilan, harmonisasi kewenangan antarlembaga, dan program integritas berkelanjutan.
Evaluasi dan Revisi Hukum Nasional Pasca-Intervensi Eksekutif: Analisis Urgensi Berdasarkan Prolegnas dan Implikasinya terhadap Moralitas Judikatif Gandana, Aan Tirta; Hendrayana, Agus; Dainsyah; Amalia Dewi, Dian; Permana Sidiq, Yuda; Rosidawati Wiradirja, Imas; Haspada, Deny
SIYASI: Jurnal Trias Politica Vol. 2 No. 2 (2024): Siyasi : Jurnal Trias Politica
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/sjtp.v2i2.49407

Abstract

This study examines two critical dimensions of Indonesia’s national legal reform: the urgency of overhauling the National Legislation Program (Prolegnas) following executive interventions during President Joko Widodo’s administration, and the implications of such interventions on judicial morality. Employing a qualitative comparative methodology, the research integrates document analysis of Prolegnas, draft laws, and government regulations, regulatory audits, and in-depth interviews with legislative and judicial stakeholders. Findings reveal that fragmented authority and the omnibus law approach without thorough audits generate legal uncertainty, while abrupt statutory revisions cause ethical dilemmas for judges and inconsistencies in legal interpretation. The study recommends embedding systematic regulatory audits, early involvement of the judicial council, establishing an independent ethics oversight body, and incorporating explicit judicial morality clauses in every legislative amendment. This integrated framework aims to ensure Prolegnas produces laws that are responsive, accountable, and substantively just.  
Perjanjian Pengelolaan Limbah B3 Dalam Perspektif Kepastian Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Irawan, Feri; Kurniati, Yeti; Haspada, Deny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18902

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek vital dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Karawang. Dalam konteks ini, perjanjian antara pelaku usaha dengan pengelola limbah B3 harus memenuhi prinsip kepastian hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana asas kepastian hukum ditegakkan dalam praktik perjanjian pengelolaan limbah B3 serta menggali upaya yuridis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan hukum dalam pengelolaan limbah industri. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis terhadap ketentuan hukum positif seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, PP Nomor 22 Tahun 2021, Permen LHK Nomor 6 Tahun 2021 serta dikaitkan dengan teori kepastian hukum Gustav Radbruch dan praktik hukum kontrak di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip kepastian hukum dalam perjanjian pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Karawang masih belum optimal dan menimbulkan sejumlah persoalan hukum. Penelitian ini memberikan saran untuk Pemerintah daerah yang perlu memperketat pengawasan dan verifikasi legalitas pihak yang terlibat dalam perjanjian pengelolaan limbah B3 untuk memastikan kesesuaian dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Selain itu, pelaku usaha harus diberikan pelatihan dan pendampingan dalam hal regulasi lingkungan agar setiap perjanjian disusun berdasarkan prinsip kehati-hatian dan menghindari risiko hukum.
Implementation of the Maximum Increase Policy on the Sales Value of Taxable Object (NJOP) from the Perspective of Legal Certainty Based on Law Number 01 of 2022 Concerning the Financial Relationship Between the Central Government and Regional Governments Gunawan, Verawati; Durahman, Dani; Haspada, Deny
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19474

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the policy on the maximum limit of the increase in the Sales Value of Taxable Objects (NJOP) from the perspective of legal certainty with a specific focus based on Law Number 01 of 2022 concerning the Financial Relationship between the Central Government and Regional Governments (HKPD Law), with case study in Labuan Bajo, West Manggarai Regency. The background of this research arises from a drastic increase in NJOP, exceeding 100%, which has caused significant public concern and the potential for violations of the principles of justice and legal certainty. This study uses a normative juridical method with a descriptive qualitative approach. This research collects data through literature study, documentation, and interviews with government officials, tax law experts and affected citizens. The focus of the analysis is on legal certainty, regional government authority and legal protection for the public regarding the policy. The results show that the NJOP increase the policy in Labuan Bajo is not fully aligned with the principles of legal certainty. The absence of clear regulation on maximum limit of NJOP increase provides wide interpretive space for local governments (risking arbitrary decisions and weakened legal protection for taxpayers). This opens the potential for inequality, abuse of authority, and minimal legal protection for the public. Furthermore, the policy, which does not take into account the economic capacity of the community, has social implications such as anxiety, objections and potential legal conflict. The lack of public participation and insufficient dissemination of information further exacerbates social and economic distress among residents and local businesses. This study recommends revising regulations to provide explicit limits on NJOP increases by local governments (for the establishment of national standards and maximum thresholds for NJOP increases), as well as strengthening public objection mechanisms to be faster and more effective, and enhanced legal education and transparency within fiscal policy-making processes.
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITOR DALAM KEBANGKRUTAN: STUDI KOMPARATIF ANTARA INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA ASEAN Haspada, Deny
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 5 No 1 (2023): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v5i1.1016

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi perlindungan hukum terhadap kreditor dalam situasi kebangkrutan di Indonesia dan beberapa negara ASEAN, termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand. Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam kerangka hukum dan regulasi yang mengatur hak-hak kreditor dalam proses kebangkrutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif, yang melibatkan analisis hukum positif dan dokumen hukum lainnya, serta wawancara dengan praktisi hukum dan akademisi di bidang hukum kebangkrutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kesamaan dalam prinsip dasar perlindungan kreditor, terdapat perbedaan signifikan dalam implementasi praktis dan efektivitas perlindungan hukum tersebut. Studi ini menemukan bahwa Singapura memiliki kerangka hukum yang paling komprehensif dan kreditor lebih terlindungi dibandingkan dengan negara-negara lain yang diteliti. Sebaliknya, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam implementasi hukum kebangkrutan yang efektif, termasuk kurangnya transparansi dan kepastian hukum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk reformasi hukum di Indonesia guna meningkatkan perlindungan kreditor dan memperkuat sistem hukum kebangkrutan yang ada. Rekomendasi ini termasuk penyelarasan regulasi dengan standar internasional, peningkatan kapasitas lembaga pengadilan, dan pembaruan prosedur administrasi kebangkrutan.