Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemenuhan Kesejahteraan Psikologis Wanita dengan Peran Ganda Berdasarkan Amsal 31:10-31 Merisa Dilang; Yanto Paulus Hermanto
APOSTOLOS Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v2i2.161

Abstract

Women with dual roles as full-time housewives and career women have time management and work pressures that leave less time for themselves which affects women's physical, emotional and social well-being. Women with multiple roles tend to be easily stressed and depressed. The purpose of this study is to provide an overview of the fulfillment of women's psychological well-being with multiple roles from the perspective of Proverbs 30:11-31. The research method uses a qualitative approach with a descriptive method. The qualitative method is carried out by studying literature on references and scientific literature related to the fulfillment of the psychological well-being of women with dual roles based on Proverbs 31:10-31 studied from the aspect of psychological well-being. The fulfillment of psychological well-being consists of aspects of self-acceptance, positive relationships with others, independence, environmental mastery, life goals and personal growth. This aspect is described in the criteria of a capable wife who is a double role woman in Proverbs 31:10-31. These criteria include being trustworthy, generous, diligent workers, good housekeepers, thinking about the future, and having inner beauty.
Konseling Pastoral dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Jemaat Milenial Penderita Anxiety Disorders Ruth Caroline Mengga; Yanto Paulus Hermanto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.231

Abstract

Everyone is no exception to feeling anxious about something. Anxiety can be caused by biological factors. Millennials with anxiety disorder, which continues to increase in number from year to year with various triggering factors, are often cornered due to stigma and cynical views about lack of faith. Scientific studies have shown that genes and nervous system disorders also contribute to anxiety disorders. Through a literature study that explores anxiety as a health disorder, a pastoral counseling approach that focuses on psychological well-being, and an analysis of the characteristics of the millennial generation, a concept is obtained that can help pastoral counselor services in dealing with millennial congregations suffering from anxiety disorder. Pastoral counseling as a companion to medical treatment and psychotherapy is effective because it is based on the word of God. Gradual and holistic recovery can be achieved through pastoral counseling methods that prioritize the psychological well-being of anxiety sufferers. Setiap orang tidak terkecuali pernah merasa cemas karena sesuatu hal. Kecemasan bisa saja disebabkan karena faktor biologis. Jemaat milenial penderita anxiety disorder yang terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun dengan berbagai faktor pemicu, sering kali tersudut karena stigma dan pandangan sinis tentang kurangnya iman. Padahal penelitian-penelitian ilmiah menunjukkan gangguan faktor gen maupun sistem syaraf juga memiliki andil dalam gangguan kecemasan seseorang. Melalui studi literatur yang mengupas tentang anxiety sebagai sebuah gangguan kesehatan, pendekatan konseling pastoral yang berfokus pada kesejahteraan psikologis, serta analisa karakteristik generasi milenial, didapat sebuah konsep yang dapat membantu pelayanan konselor pastoral dalam menangani jemaat milenial yang menderita anxiety disorder. Konseling pastoral sebagai pendamping pengobatan medis dan psikoterapi menjadi efektif karena berlandaskan firman Tuhan. Pemulihan bertahap dan holistik dapat tercapai melalui metode konseling pastoral yang mengutamakan kesejahteraan psikologis penderita anxiety.
Strategi Penggembalaan Terhadap Jemaat Yang Memiliki Perilaku Homoseksual Yanto Paulus Hermanto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.517

Abstract

The increase in the number of homosexuals in various countries should make the church more ready to help them. The church cannot just sit around and do nothing. It is precisely the church whose function is in pastoral care that must begin to think about what strategies can help the congregation who has homosexual behavior. The purpose of this research is to help pastors understand what to do when dealing with a congregation that behaves in this way. The research method used is research with a qualitative approach through literature study. And the results of this study show positive results and can be implemented by churches around the world. There is some knowledge that must be possessed by a shepherd related to theology that must be understood, and the process and strategies of shepherding that must be carried out. Therefore, the results of this research will be used for pastoral ministry in churches.Peningkatan jumlah kaum homosek di berbagai Negara seharusnya membuat gereja semakin siap untuk menolong mereka. Gereja tidak bisa hanya berdiam saja dan tidak melakukan apa-apa. Justru gereja yang fungsinya dalam penggembalaan harus mulai memikirkan strategi apa yang bisa menolong jemaat yang memiliki perilaku homoseksual tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menolong para gembala memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi jemaat yang berperilaku demikian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  melalui studi pustaka. Dan hasil penelitian ini positif dan dapat dilaksanakan oleh gereja-gereja di dunia. Ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki oleh gembala berkaitan dengan teologi yang harus dipahami, proses dan strategi penggembalaan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini akan dapat dimanfaatkan untuk pelayanan penggembalaan di gereja-gereja.
Konseling Pastoral dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Jemaat Milenial Penderita Anxiety Disorders Ruth Caroline Mengga; Yanto Paulus Hermanto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 6 No. 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.231

Abstract

Everyone is no exception to feeling anxious about something. Anxiety can be caused by biological factors. Millennials with anxiety disorder, which continues to increase in number from year to year with various triggering factors, are often cornered due to stigma and cynical views about lack of faith. Scientific studies have shown that genes and nervous system disorders also contribute to anxiety disorders. Through a literature study that explores anxiety as a health disorder, a pastoral counseling approach that focuses on psychological well-being, and an analysis of the characteristics of the millennial generation, a concept is obtained that can help pastoral counselor services in dealing with millennial congregations suffering from anxiety disorder. Pastoral counseling as a companion to medical treatment and psychotherapy is effective because it is based on the word of God. Gradual and holistic recovery can be achieved through pastoral counseling methods that prioritize the psychological well-being of anxiety sufferers. Setiap orang tidak terkecuali pernah merasa cemas karena sesuatu hal. Kecemasan bisa saja disebabkan karena faktor biologis. Jemaat milenial penderita anxiety disorder yang terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun dengan berbagai faktor pemicu, sering kali tersudut karena stigma dan pandangan sinis tentang kurangnya iman. Padahal penelitian-penelitian ilmiah menunjukkan gangguan faktor gen maupun sistem syaraf juga memiliki andil dalam gangguan kecemasan seseorang. Melalui studi literatur yang mengupas tentang anxiety sebagai sebuah gangguan kesehatan, pendekatan konseling pastoral yang berfokus pada kesejahteraan psikologis, serta analisa karakteristik generasi milenial, didapat sebuah konsep yang dapat membantu pelayanan konselor pastoral dalam menangani jemaat milenial yang menderita anxiety disorder. Konseling pastoral sebagai pendamping pengobatan medis dan psikoterapi menjadi efektif karena berlandaskan firman Tuhan. Pemulihan bertahap dan holistik dapat tercapai melalui metode konseling pastoral yang mengutamakan kesejahteraan psikologis penderita anxiety.
Menjadi Ibu Bahagia Dan Bebas Burnout berdasarkan Amsal 31:10-31 Novie Santoso; Yanto Paulus Hermanto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 1: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v7i1.267

Abstract

The role of a housewife with endless routines and activities makes a mother unhappy and can experience burnout. The purpose of this study is to find the secret in Proverbs 31:10-31 and find practical ways that can be applied by today's mothers to be happy and free from burnout. The research method used by the author is a qualitative approach through literature review and exposition of Proverbs 31:10-31. The results of the study indicate that a mother is happy and free from burnout if her life is in accordance with the principles and practical ways contained in Proverbs 31:10-31. The results of this study are very important and will help housewives have a meaningful, happy and burnout-free life.Peran seorang ibu rumah tangga dengan rutinitas dan kesibukan yang tidak habis-habisnya menjadikan seorang ibu tidak bahagia dan bisa mengalami burnout. Tujuan penelitian ini untuk menemukan rahasia dalam Amsal 31:10-31 dan menemukan cara praktis yang dapat diterapkan oleh ibu masa kini agar menjadi bahagia dan bebas burnout. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dan eksposisi Amsal 31:10-31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang ibu yang berbahagia dan bebas burnout jika hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan cara-cara praktis yang termuat dalam Amsal 31:10-31.  Hasil penelitian ini sangat penting dan akan menolong para ibu rumah tangga memiliki hidup yang bermakna, bahagia dan bebas dari burnout.
Strategi Pastoral dalam Menumbuhkan Gaya Hidup Doa dan Puasa Bagi Pelayan Tuhan di Gereja Bahtera Indonesia Vicia Manuela Tanjung; Yanto Paulus Hermanto
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pastoral untuk menumbuhkan doa dan puasa sebagai gaya hidup pelayan Tuhan di Gereja Bahtera Indonesia. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi pelayan dalam doa dan puasa bulanan meskipun aktif dalam pelayanan Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara dengan gembala dan pelayan, observasi, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga hambatan utama, yaitu anggapan doa dan puasa sebagai aktivitas opsional, kesibukan pribadi, dan kurangnya pembinaan rohani yang sistematis. Partisipasi meningkat ketika disiplin ini dipahami sebagai bagian integral dari pelayanan. Empat strategi utama yang ditemukan adalah mentoring rohani, pembinaan kelompok kecil, integrasi dalam liturgi, dan keteladanan pemimpin. Penelitian ini menawarkan model pastoral kontekstual yang mengintegrasikan formasi spiritual, motivasi, dan komunitas sebagai kontribusi bagi teologi pastoral dan praktik gereja lokal.
CITY LIGHT COMMUNITY CHURCH’S COMMITMENT TO DEVELOPING CAREER READINESS FOR 11TH GRADE STUDENTS AT TERANG NUSANTARA HIGH SCHOOL Fandy Mulya Latif; Alvin Hartanto; Inggrid Mose; Jimmy Leonardo; Samuel Herman; Yanto Paulus Hermanto
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Abdi Wina Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aimed to develop the career readiness of 11th grade students at SMA Terang Nusantara through structured internship and career counseling activities. The program was implemented in June 2025 under the coordination of the CLCC Marketplace Team, involving 23 students and partner companies operating in footwear, property, and paint industries. The applied method integrated community education, training, and consultation approaches, with stages including planning and coordination, socialization, nine day internships, one day career counseling, and evaluation and reflection. The program materials covered practical work in company operational units, work ethics training, and career planning discussions. The results indicated that students gained real work experience, basic skills in relevant fields, and internship certificates that boosted their confidence. Moreover, positive behavioral changes were observed, such as improved time discipline, professional communication, and increased awareness of the importance of career planning. The program also fostered new networks between the school, CLCC, and business partners, which have the potential to become a new institution supporting student career development, and revealed early signs of local leadership initiatives among participants. The conclusion drawn is that collaborative internships involving schools and business partners proved effective in enhancing student career readiness, and it is recommended to expand the program through cross field rotation and continuous cooperation with business partners.
Pemahaman Makna Kematian Alkitabiah dan Implikasi Bagi Iman Kristen Mega Fergie Bagensa; Yanto Paulus Hermanto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 7, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v7i1.390

Abstract

Abstract The secular view of death leads people to misunderstand death as merely the end of existence, it leads people to have lack of appreciation of their lives or the lives of others, resulting in acts of suicide or murder others, which is disrespect God's sovereignty. This study used a qualitative method with a multidisciplinary integrated literature review approach and historical-grammatical hermeneutic exegesis with a narrative based on the analysis of 16 Bible verses from the Old and New Testaments about the meaning of death, as well as practical theological implications for Christian faith in everyday life. Awareness of death helps Christians understand that death is not merely a biological end, but part of God's plan that leads to the fulfillment of eternal life and transforms Christians to live meaningfully and be better prepared to face death with firm faith and eschatological hope of eternal life with God. This study contributes to deepening understanding and enriching theological reflection on the nature of life, death, and resurrection in the light of Christ's work of salvation, also serves as a pastoral basis for serving congregations who are grieving or facing death by reaffirming the value of life as a gift from God and rejecting all forms of violence or murder that demean human dignity. Abstrak Pandangan sekuler tentang kematian sebagai akhir eksistensi mengakibatkan manusia tidak sungguh-sungguh memaknai kehidupannya ataupun kehidupan orang lain, sehingga terjadi tindakan bunuh diri ataupun tindakan membunuh orang lain yang tidak menghormati kedaulatan Allah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka integrasi multidisipliner dan eksegesis hermeneutik historis-gramatikal dengan narasi berbasis analisis 16 ayat Alkitab dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang makna kematian, serta implikasi teologis praktis terhadap iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan kematian menolong orang Kristen memahami bahwa kematian bukan sekadar akhir biologis, melainkan bagian dari rencana Allah yang menuntun pada penggenapan hidup kekal dan mentransformasi orang Kristen untuk hidup dengan penuh makna dan lebih siap menghadapi kematian dengan iman yang teguh serta pengharapan eskatologis akan kehidupan kekal bersama Tuhan. Penelitian ini berkontribusi memperdalam pemahaman dan memperkaya refleksi teologis tentang hakikat hidup, kematian, dan kebangkitan dalam terang karya keselamatan Kristus, juga menjadi dasar pastoral dalam pelayanan kepada jemaat yang berduka atau menghadapi kematian dengan menegaskan kembali nilai kehidupan sebagai anugerah Allah dan menolak segala bentuk kekerasan maupun pembunuhan yang merendahkan martabat manusia.
Makna Teologis dan Implementasi Perintah “Menjauhkan Diri dari Percabulan’’ Eksegesis 1 Korintus 6:18 dalam Kehidupan Kristen Kontemporer Durmia Sinta Tarihoran; Yanto Paulus Hermanto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 7, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v7i1.403

Abstract

Abstract This study examines the theological meaning and implementation of the command to “flee from sexual immorality” based on the exegesis of 1 Corinthians 6:18 in contemporary Christian life. The study is grounded in the growing normalization of sexual immorality, digital pornography, and permissive culture, which weaken the witness of Christian faith. This research employs a qualitative method through literature review using historical-grammatical and theological-contextual approaches. The findings show that the command to flee from sexual immorality is absolute, immediate, and continuous because the believer’s body is the temple of the Holy Spirit and belongs to Christ. Its implementation involves three dimensions: personal, by guarding the mind, heart, and body; communal, through Christian sexuality education, discipleship, and spiritual discipline; and social, through holy living as a witness amid permissive culture. This study affirms that bodily holiness is an expression of obedience, worship, and contemporary Christian witness. Abstrak Penelitian ini membahas makna teologis dan implementasi perintah “menjauhkan diri dari percabulan” berdasarkan eksegesis 1 Korintus 6:18 dalam kehidupan Kristen kontemporer. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya normalisasi perilaku seksual menyimpang, pornografi digital, dan budaya permisif yang melemahkan kesaksian iman orang percaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan pendekatan historis-gramatikal dan teologis-kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa perintah “larilah dari percabulan” bersifat mutlak, segera, dan berkelanjutan karena tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus dan milik Kristus. Implementasinya mencakup tiga dimensi: pribadi, melalui penjagaan pikiran, hati, dan tubuh; komunal, melalui pendidikan seksualitas Kristen, pemuridan, dan disiplin rohani; serta sosial, melalui kesaksian hidup kudus di tengah budaya permisif. Penelitian ini menegaskan bahwa kekudusan tubuh merupakan bentuk ketaatan, ibadah, dan kesaksian iman Kristen masa kini.