Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur pada Perempuan Menopause menggunakan Media Audio Visual di Lingkungan Desa Kolot RW 023 Kelurahan Ciamis Rahma Fauziah, Syifa; Nurherliyany, Metty; Srinayanti, Yanti; Purwati, Ayu Endang
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.460

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh relaksasi otot progresif menggunakan media audio visual dalam meningkatkan kualitas tidur pada perempuan menopause di Lingkungan Desa Kolot RW 023 Kelurahan Ciamis. Metode: Penelitian kuantitatif dengan Quasi eksperiment menggunakan pendekatan Two Group pre-test, post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah perempuan menopause yang berusia 45-54 tahun di lingkungan Desa Kolot RW 023 Kelurahan Ciamis yang berjumlah 76 responden dan sampel 30 responden dengan 15 kelompok intervensi, 15 kelompok kontrol. Hasil: Setelah membandingan hasil observasi sebelum dan sesudah dilakukan implementasi, dan telah dianalisis dengan metode pengujian data Wilcoxon maka hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukan nilai signifikan, yaitu p = 0,001 atau p < 0,05. Artinya, pada penelitian ini Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum diberikan implementasi dengan sesudah diberikan implementasi. Sedangkan hasil penelitian pada kelompok kontrol p = 0,051 atau p > 0,05. Artinya, tidak terdapat pengaruh relaksasi otot progresif dalam meningkatkan kualitas tidur. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa otot progresif menggunakan media audio visual dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada perempuan menopause.
The Use of the Picture Exchange Communication System to Improve Expressive Language Skills in Non-Verbal Children with Autism: A Systematic Literature Review Fahliza, Aqshal Ilham; Pradiansyah, Kevin Septia; Rhousnaka, Dika; Purwati, Ayu Endang; Firmansyah, Andan; Irpan Ali Rahman; Setiawan, Henri
Genius Journal Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i1.824

Abstract

Introduction: Children with non-verbal autism often experience barriers in developing expressive language skills, which impact their ability to communicate and engage in social interactions. The Picture Exchange Communication System (PECS) has been developed as an alternative intervention strategy aimed at enhancing functional communication in individuals with verbal limitations, including children with autism. Objective: Children with non-verbal autism often experience barriers in developing expressive language skills, which impact their ability to communicate and engage in social interactions. The PECS has been developed as an alternative intervention strategy aimed at enhancing functional communication in individuals with verbal limitations, including children with autism. Method: This study is a systematic review that explored seven journal databases, PubMed, ProQuest, JSTOR, Garuda, ScienceDirect, CNKI, and Wiley, from 2010 to 2024, with a population of non-verbal children with autism aged 3–12 years who received PECS intervention. The measured parameters included the number of spoken words, picture exchange ability, and functional communication. Three independent reviewers conducted screening using the PRISMA flowchart, quality assessment with the CASP Checklist, and data extraction based on author, intervention, facilitator, setting, sessions, methods, and research topics. Result: Based on 12 articles involving 158 participants, PECS was found to be effective in enhancing expressive communication in children with non-verbal autism and contributed to improvements in the use of short phrases, comprehension of instructions, as well as the reduction of non-adaptive and aggressive behaviors. PECS therapy with a duration of 30–60 minutes across 129 sessions over 23 weeks proved to be optimal, supported by RCT studies demonstrating its effectiveness in improving individuals’ expressive language abilities. Conclusion: PECS is an effective intervention for improving expressive language skills in children with non-verbal autism. This study emphasizes the importance of assessing a child’s developmental progress prior to implementing PECS, in order to tailor the intervention to individual needs. Furthermore, the active involvement of parents and educators is essential to ensure that PECS is implemented consistently and effectively across various settings.
Dampak Media Sosial Terhadap Body Image Remaja Putri Purwati, Ayu Endang
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Volume 14 No. 3 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i3.998

Abstract

Media sosial merupakan salah satu bentuk teknologi informasi dalam berkomunikasi, media sosial mempermudah informasi menyebar dan sampai kepada sasaran. Perkembangan jejaring sosial sangat luar biasa terjadi baik dikalangan usia anak-anak, remaja dan usia tua, hal ini terjadi karena media sosial mudah diakses dengan jejaring pertemanan yang tanpa batas. Media sosial mempunyai banyak manfaat jika digunakan dengan bijak, Remaja putri lebih detail dan memiliki standar dalam menilai bentuk tubuhnya dibandingkan dengan remaja laki-laki, informasi lain bahwa body image pada siswa laki-laki lebih baik dibandingkan body image siswa perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari media sosial terhadap body image remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional research. Sampel penelitian sebanyak 100 remaja putri yang diambil menggunakan purposive sampling . Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala Multidimensional Body-self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS). Data dianalisis secara statistik deskriptif.. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden paling banyak berusia 18-20 tahun (43%), sebanyak 30 orang (30%) responden pengguna media sosial Instagram dengan konten yang paling banyak dilihat adalah kecantikan 48 orang (48%) serta sebanyak 89 orang (89%) menggunakan media sosial selama 2 jam dalam satu kali melihat. Body image (Citra Tubuh) pada remaja putri di Kabupaten Ciamis usia 11-20 tahun berada dalam kategori sedang sebanyak 70 orang (70 %). Dampak penggunaan media sosial pada remaja putri adalah timbulnya body image positif dan body image negatif. Edukasi tentang body image melalui media sosial diperlukan untuk mengarahkan remaja putri pada body image postif.