Muhammad Rafiek
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM PREMAN PENSIUN: POLITENESS AND NOT POLITNESS SPEAK IN PREMAN PENSIUN MOVIES Akmal Hadi; Jumadi Jumadi; Muhammad Rafiek
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.95

Abstract

Kesantunan adalah tata cara atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Ketidaksantunan merupakan bentuk kebahasaan tidak baik dan melanggar tata krama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pematuhan dan pelanggaran maksim dalam tuturan film preman pensiun. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan teknik simak dalam pengumpulan data. Sumber data pada penelitian ini adalah film Preman Pensiun yang ditulis Aris Nugraha. Data dalam penelitian ini adalah dialog para tokoh yang mengandung kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam film preman pensiun. Dari hasil penelitian disimpulkan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam film tersebut terdapat 52 data meliputi, 8 maksim kearifan, 4 maksim kedermawanan, 3 maksim pujian, 2 maksim kerendahan hati, 18 maksim kesepakatan, 7 maksim simpati. Kemudian data yang terkait dengan ketidaksantunan berbahasa terdapat 3 maksim kearifan, 2 maksim kesepakatan, 1 maksim pujian, 1 maksim kerendahan hati, 2 maksim kesepakatan, dan 1 maksim simpati. Politeness is a procedure or habit that applies in society. Immodesty is a form of bad language and violates etiquette. This study aims to describe the observance and violation of maxims in the utterances of the film's preman pension. Researchers used descriptive research methods and qualitative research types. The researcher used the listening technique in collecting data. The data source in this research is the film Preman Pensiun written by Aris Nugraha. The data in this study are the dialogues of the characters that contain politeness and politeness in language in the film of retired thugs. From the results of the study, it was concluded that politeness and impoliteness in language in the film contained 52 data including, 8 maxim wisdom, 4 maxim generosity, 3 maxim praise, 2 maxim humility, 18 maxim agreement, 7 sympathy maxim. Then the data related to language impoliteness there are 3 maxim wisdom, 2 maxim agreement, 1 maxim praise, 1 maxim humility, 2 maxim agreement, and 1 maxim sympathy.
HUBUNGAN ANTARA PERISTIWA DAN PERUBAHAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA: RELATIONSHIP BETWEEN EVENTS AND CHARACTER CHANGES IN THE NOVEL OF THE SUNNING OF THE VAN DER WIJCK SHIP HAMKA'S WORK Jordi Nanda Heriady; Muhammad Rafiek; Sainul Hermawan
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara peristiwa dan perubahan karakter tokoh dalam novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif tersebut bertujuan untuk menjabarkan, menggambarkan, menguraikan, dan memaparkan suatu objek yang diteliti dengan kompleks. Fokus penelitian meliputi unsur intrinsik. Sumber data adalah novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka. Instrumen penelitian yaitu penulis selaku peneliti dan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis isi dan penyajian hasil data. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya hubungan antara peristiwa dan perubahan karakter dalam novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka meliputi unsur intrinsik dari kategori peristiwa percintaan, adat istiadat, diskriminasi dan lain-lain. The purpose of this study is to describe the relationship between events and changes in the character of the characters in Tenggelamnya Kapal van Der Wijck Hamka. The method used in this research is descriptive qualitative. The qualitative descriptive method aims to describe, describe, describe, and describe an object being studied in a complex manner. The research focus includes intrinsic elements. The data source is the novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck by Hamka. The research instrument is the writer as the researcher and the data recording card. Data collection techniques in the form of listening and note-taking techniques. Content analysis techniques and presentation of data results. From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between events and character changes in Hamka's Tenggelamnya Kapal van Der Wijck novel which includes intrinsic elements from the categories of love events, customs, discrimination and others.
STRUKTURALISME DALAM CERPEN “PENIPU YANG KEEMPAT” DAN “HARTA GANTUNGAN” KARYA AHMAD TOHARI: STRUCTURALISM IN THE STORY “PENIPU YANG KEEMPAT” AND “HARTA GANTUNGAN” BY AHMAD TOHARI Resma Indah Parwati; Muhammad Rafiek; Sabhan Sabhan
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra menggunakan strukturalisme menurut Robert Stanton dalam cerpen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra sebagai berikut. Pertama, tema pada cerpen Penipu yang Keempat, yaitu penipuan. Kedua, fakta-fakta cerita terdiri atas alur, karakter, dan latar. Alur yang ditemukan adalah alur campuran. Karakter tokoh “aku” merasa serba tahu, terlalu percaya diri, dan tidak ikhlas. Latar cerita yaitu, rumah halaman depan, kamar, dan pasar. Ketiga, sarana-sarana sastra meliputi judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi. Judul cerpen sesuai dengan isi jalan cerita yang mengisahkan tokoh “aku” sebagai penipu keempat. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama-utama. Gaya yang digunakan pengarang sederhana, lugas, dan tidak terlalu sulit dipahami dan tone pengarang memperlihatkan sikap sarkasme. Simbolisme yang ditemukan adalah simbol penipu. Ironi yang ditemukan ialah ironi dramatis. This study aims to describe the theme, story facts, and literary means using structuralism according to Robert Stanton in short stories. This study used qualitative research methods. The results showed that the themes, story facts, and literary means were as follows. First, the theme in the fourth short story of the Fraudster, namely fraud. Second, the facts of the story consist of plot, characters, and setting. The grooves found are mixed grooves. The character “I” feels all knowing, too confident, and not sincere. The setting of the story is, the front yard house, the room, and the market. Third, literary tools include title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. The title of the short story is in accordance with the content of the storyline which tells the character “I” as the fourth con artist. The point of view used is first-person point of view. The style used by the author is simple, straightforward, and not too difficult to understand and the author’s tone shows an attitude of sarcasm. The symbolism found is that of a fraudster. The irony found is dramatic irony.
A semantic analysis of the fishery vocabulary of the Hulu dialect of Banjarese Muhammad Rafiek; H. Rustam Effendi
Studies in English Language and Education Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.868 KB) | DOI: 10.24815/siele.v9i3.24750

Abstract

This study aimed to examine the fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese (upper river dialect) at the Central and North Hulu Sungai Regencies, Kalimantan, Indonesia. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and recording with 23 native speakers of the Banjarese language. They were permanent residents in the study locations, male and female residents aged 25-70, and they knew about their traditional fishing activities. Semantic analysis was used in scrutinizing the data. The initial vocabulary data from the informants was first identified and described. Each lexeme of the fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese was analyzed based on its lexical meaning, grammatical meaning, and semantic function. The words were then explained, paraphrased, and further categorized based on their types of meaning and function. The results showed that the fishery vocabulary of the Hulu dialect of Banjarese has 30 lexical meanings, comprising 28 nouns and two verbs. They are categorized into five types: (1) fishing gear, traps, and net, (2) fish containers, (3) fishing bait, (4) fish species, and (5) fishing activities. The fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese depicts the cultural wealth of these people. These lexemes can be maintained if the people continue to preserve the use of environment-friendly fishing gear that depicts their environmental and local wisdom.
PEMEROLEHAN PERTANYAAN MANA? (STUDI KASUS PADA MZ, ANAK LAKI-LAKI USIA 2 TAHUN 8 BULAN SAMPAI 3 TAHUN) (THE ACQUISITION OF WHERE QUESTION? (CASE STUDY ON MZ, BOYS AGED 2 YEARS 8 MONTHS TO 3 YEARS)) Muhammad Rafiek
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.13737

Abstract

AbstractThe Acquisition of Where Question? (Case Study on MZ, Boys Aged 2 Years 8 Months To 3 Years. Research on where question by boys has not been done much by researchers. Therefore, this study is a study of where question to obtain in boys. This study aims to describe and explain where question was obtained by MZ from the age of 2 years 8 months to 3 years. This study uses the theory of the early speech stage of children from Steinberg et al. (2001) and the theory of question words where Hoff (2009), Klima & Bellugi (1966), Lust (2006), Lightbown & Spada (2006), and Yule (2015). This research method is a qualitative descriptive method with a longitudinal approach. The result of this study was that a pattern of obtaining which question was found in boys named MZ aged 2 years 8 months to 3 years. Which question pattern is which question word + subject + where + ? and which question word + subject +?. The findings of the question pattern in this MZ turned out to be in accordance with the theory of the initial utterances of the children of Steinberg et al. (2001), namely at the telegraphic stage. Telegraphic utterances are two- and three-word utterances. In addition, in this study it was also found that MZ could only pronounce his suffix eloquently at the age of 3 years.Keywords: question, where, speech patterns, telegraphic utterances, boysAbstrakPemerolehan Kalimat Tanya Mana? (Studi Kasus pada MZ, Anak Laki-Laki Usia 2 Tahun 8 Bulan sampai 3 Tahun). Penelitian mengenai pertanyaan mana oleh anak laki-laki belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian pemerolehan pertanyaan mana pada anak laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang pemerolehan pertanyaan mana oleh MZ dari usia 2 tahun 8 bulan sampai 3 tahun. Penelitian ini menggunakan teori tahap tuturan awal anak dari Steinberg et al. (2001) dan teori kata tanya mana Hoff (2009), Klima & Bellugi (1966), Lust (2006), Lightbown & Spada (2006), dan Yule (2015). Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan longitudinal. Hasil penelitian ini adalah ditemukan pola pemerolehan pertanyaan mana pada anak laki-laki bernama MZ berusia 2 tahun 8 bulan sampai 3 tahun. Pola pertanyaan mana adalah kata tanya mana + subjek + mana + ? dan kata tanya mana + subjek +?. Temuan pola pertanyaan pada MZ ini ternyata sesuai dengan teori tuturan awal anak dari Steinberg et al. (2001), yaitu pada tahap telegrafik. Tuturan telegrafik adalah tuturan-tuturan dua dan tiga kata. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa MZ baru bisa mengucapkan akhiran -nya secara fasih pada usia 3 tahun.Kata-kata kunci: pertanyaan, mana, pola, tuturan telegrafik, anak laki-laki
Pelatihan Daring Open Journal System bagi Calon Penulis Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ULM Muhammad Rafiek; Rusma Noortyani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7936

Abstract

Mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia belum semua mengetahui cara register dan login untuk submit artikel di laman Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP). Oleh karena itu, pelatihan daring pengenalan sistem jurnal terbuka (Open Journal System) ini sangat penting untuk memperkenalkan cara register dan login hingga submit (mengirim) artikel. Pengetahuan ini sangat penting untuk menunjang kemampuannya dalam menulis artikel dan mengirim artikel ke jurnal terakreditasi minimal SINTA peringkat 4. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan cara register dan login untuk submit artikel ke laman jurnal nasional terakreditasi SINTA peringkat 4 bernama JBSP. Peserta pengabdian ini adalah 8 orang mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2022/2023. Metode pengabdian ini adalah pemaparan materi dan praktik langsung register sebagai calon penulis dan pembaca JBSP melalui google meet dengan dipandu dua orang narasumber. Google meet dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 11 Maret 2023 dan Sabtu, 18 Maret 2023. Hasil pengabdian ini adalah 8 orang mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2022/2023 berhasil melakukan register dan login sebagai calon penulis dan pembaca di laman JBSP. Simpulannya adalah semua peserta pelatihan daring dapat melakukan register dan login di jurnal terakreditasi SINTA peringkat 4, yaitu JBSP.New students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program do not all know how to register and log in to submit articles on the Language, Literature, and Learning Journal (JBSP) page. Therefore, this online training on the introduction of the open journal system (Open Journal System) is very important to introduce how to register and login to submit (send) articles. This knowledge is very important to support his ability to write articles and send articles to accredited journals at least SINTA rank 4. This training aims to introduce and implement how to register and login to submit articles to the 4th rank SINTA accredited national journal page called JBSP. The participants of this service are 8 new students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program for the 2022/2023 academic year. This method of service is the presentation of material and direct practice of registering as prospective JBSP writers and readers through Google Meet guided by two speakers. Google meet will be held on Saturday, March 11, 2023 and Saturday, March 18, 2023. The result of this service is that 8 new students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program for the 2022/2023 academic year have successfully registered and logged in as prospective writers and readers on the JBSP page. The conclusion is that all online training participants can register and log in to the 4th rank SINTA accredited journal, namely JBSP.
A semantic analysis of the fishery vocabulary of the Hulu dialect of Banjarese Muhammad Rafiek; H. Rustam Effendi
Studies in English Language and Education Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v9i3.24750

Abstract

This study aimed to examine the fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese (upper river dialect) at the Central and North Hulu Sungai Regencies, Kalimantan, Indonesia. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and recording with 23 native speakers of the Banjarese language. They were permanent residents in the study locations, male and female residents aged 25-70, and they knew about their traditional fishing activities. Semantic analysis was used in scrutinizing the data. The initial vocabulary data from the informants was first identified and described. Each lexeme of the fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese was analyzed based on its lexical meaning, grammatical meaning, and semantic function. The words were then explained, paraphrased, and further categorized based on their types of meaning and function. The results showed that the fishery vocabulary of the Hulu dialect of Banjarese has 30 lexical meanings, comprising 28 nouns and two verbs. They are categorized into five types: (1) fishing gear, traps, and net, (2) fish containers, (3) fishing bait, (4) fish species, and (5) fishing activities. The fishery vocabulary in the Hulu dialect of Banjarese depicts the cultural wealth of these people. These lexemes can be maintained if the people continue to preserve the use of environment-friendly fishing gear that depicts their environmental and local wisdom.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN MENYIMAK BERITA KELAS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN: IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES USING AUDIO VISUAL MEDIA LEARNING TO LISTEN TO NEWS CLASS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN Nabilla; Muhammad Rafiek; Mohammad Fatah Yasin
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menyimak berita dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual pada pembelajaran menyimak berita siswa kelas VIII-B SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas, dengan empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan tes/ujian. Data yang terkumpul berupa lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan menyimak dan hasil belajar siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan rumus persentase dan hasil belajar siswa minimal mencapai nilai 75 dengan nilai persentase 75%-100% siswa yang tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menyimak berita menggunakan media audio visual terlaksana dengan baik. Pada siklus I hasil belajar siswa memperoleh hasil 72,27% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Siklus II hasil belajar siswa memperoleh hasil 88,00% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Sehingga, peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual berhasil mencapai indikator keberhasilan. Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, dan media audio visual The study is intended to describe the practice of listening to the news and describe the increased results of students' learning using visual audio media on the VIII-B Junior High School 10 Banjarmasin. The study is conducted using class action research methods, with the four stages of execution of planning, action, observation and reflection. Research is done with observation techniques and tests. The data collected is a teacher activity observation sheet, a student activity, the ability to pay attention and the student's learning results. The data collected is analyzed using the percentage formula and students' learning achieves a minimum of 75 with a 75%-100% student completed. Studies indicate that the practice of listening to the news using visual media is well accomplished. On the I cycle the results of student study earn 72.27% of the students who get the grade. The class ii cycle results from student study results from 88.00% of students who get a complete score. Thus, the increased results of students' learning using audio visual media have succeeded in reaching success indicators. Keyword: improvement, learning outcomes, and audio visual media
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FILM KAPAL GOYANG KAPTEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG: THE EFFECTIVENESS OF USE OF THE FILM "KAPAL GOYANG KAPTEN" ON THE ABILITY TO WRITE ANECDOTE TEXTS IN STUDENTS CLASS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG Rizkiyah Aulia Rahma; Muhammad Rafiek; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.201

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang dengan menilai berdasarkan aspek struktur dan kebahasaan. Menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian kuasi eksperimen. Sumber data, yaitu kelas 10-2 dan kelas 10-3, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 3 siswa berkategori tuntas (19%) dan 13 siswa berkategori tidak tuntas (81%), sedangkan setelah menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 14 siswa berkategori tuntas (93%) dan 1 siswa berkategori tidak tuntas dengan (7%). Hasil uji paired sample t test diketahui nilai Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hasil uji independent sample t test diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05. Tingkat efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang berkategori cukup efektif dengan nilai rata-rata N Gain (%) 73,40. Kata kunci: efektivitas, film, dan teks anekdot This study was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang by assessing based on structural and linguistic aspects. Using quantitative methods of quasi experimental research type. Data sources, namely class 10-2 and class 10-3, data obtained from pretest and posttest results. The results showed that before using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 3 students categorized as complete (19%) and 13 students categorized as incomplete (81%), while after using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 14 students categorized as complete (93%) and 1 student categorized as incomplete with (7%). The paired sample t test results show that the Sig. (2-tailed) experimental class of 0.000 <0.05. The independent sample t test results show that the Sig. (2-tailed) is 0.001 <0.05. The level of effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang students is categorized as quite effective with an average N-Gain (%) value of 73.40. Keywords: effectiveness, film, and anecdote text
FENOMENA SOSIAL BUDAYA DALAM KAJIAN TIGA CERITA RAKYAT KALIMANTAN SELATAN (SOCIO-CULTURAL PHENOMENA IN THE STUDY OF THREE FOLK STORIES SOUTH KALIMANTAN) Kalsum, Ummi; Rafiek, Muhammad; Cahaya, Noor
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.18774

Abstract

AbstractSocio-Cultural Phenomena in The Study of Three Folk Stories South Kalimantan. Folklore in South Kalimantan is a form of literature that is passed down from generation to generation by word of mouth. This research aims to describe the socio-cultural reality of South Kalimantan folklore with a sociological study of three folktales, namely: Rajang Waki in Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah and Beramban, and Andaru. The research method used is descriptive qualitative. The findings reveal that the folk tales packaged in books published by the South Kalimantan Provincial Language Center, Banjarbaru are entitled, Rajang Waki in Batu Tunggal, The Origin of Tajau Pecah and Beramban, and Andaru, each of which has a storyline depicted in each the title of the folk tale. The folklore of Rajang Waki in Batu Tunggal, a social and cultural phenomenon is summarized in the name Rajang Waki in Batu Tunggal. The second folk tale of the origin of Tajau Pecah and Beramban, the social phenomenon lies in the brothers who took part in a competition and the characters who stand out. The cultural phenomenon is related to the origin of the name "Tajau Pecah". Andaru's third story, the social phenomenon lies in a natural disaster that resulted in gold nuggets falling to Datu Langkat and his grandson who then used it as a means of payment to Martapura traders. The cultural phenomenon is related to the origins of the names Taluk Pinyangat, Taluk Basar, Taluk Bintang, Taluk Nyiur, Taluk Manggarukut, and Taluk Tajan.Keywords: culture, folklore, phenomena, socialAbstrakFenomena Sosial Budaya dalam Kajian Tiga Cerita Rakyat Kalimantan Selatan. Cerita rakyat di Kalimantan Selatan termasuk dalam bentuk sastra dengan dituturkannya lewat turun temurun melalui perbincangan orang-orang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena sosial budaya pada cerita rakyat Kalimantan Selatan dengan kajian sosiologi sastra pada tiga cerita rakyat yaitu: Rajang Waki di Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, dan Andaru. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif deskriptif. Hasil temuan memaparkan bahwa cerita rakyat yang dikemas di dalam buku diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru yang berjudul, Rajang Waki di Batu Tunggal, Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, dan Andaru memiliki alur cerita yang tergambar dari masing-masing judul cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat Rajang Waki di Batu Tunggal, fenomena sosial dan budayanya terangkum pada penamaan Rajang Waki di Batu Tunggal. Cerita rakyat kedua Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, fenomena sosialnya terletak pada kakak beradik yang mengikuti sayembara dan karakter tokoh yang menonjol. Fenomena budaya berkaitan dengan asal-usul nama “Tajau Pecah”. Cerita ketiga Andaru, fenomena sosialnya terletak pada adanya bencana alam yang berakibat pada jatuhnya bongkahan emas kepada datu lungkat dan cucunya yang kemudian dijadikan alat pembayaran kepada pedagang Martapura. Fenomena budaya berkaitan dengan asal-usul nama Taluk Pinyangat, Taluk Basar, Taluk Bintang, Taluk Nyiur, Taluk Manggarukut, dan Taluk Tajan.Kata kunci: budaya, cerita rakyat, fenomena, sosial