Muhammad Rafiek
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KAJIAN PRAGMATIK TERHADAP KRITIK SOSIAL MELALUI HUMOR DARK JOKES TRETAN COKI PADA AKUN “TIKTOK” KOMEDI.GELAPP (PRAGMATIC STUDY OF SOCIAL CRITICISM THROUGH HUMOR DARK JOKES TRETAN COKI ON THE KOMEDI.GELAPP “TIKTOK” ACCOUNT) Akbari, Achmad; Noortyani, Rusma; Rafiek, Muhammad
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.20485

Abstract

AbstractPragmatic Study of Social Criticism Through Humor Dark Jokes Tretan Coki on The Komedi.Gelapp “Tiktok” Account. This study aims to analyze the use of Tretan Coki's dark jokes humor on the TikTok account @komedi.gelapp. The @komedi.gelapp account was chosen as the object because it contains and many uploads about dark jokes by Tretan Coki. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The research data is in the form of Tretan Coki's dark jokes videos on the @komedi.gelapp account. The findings of this study indicate that Tretan Coki's dark jokes humor has several functions, namely a) Satirizing social reality: Tretan Coki uses dark jokes comedy to satirize various social problems that occur in Indonesia, such as injustice and discrimination. b) Make people laugh: Tretan Coki's witty and intelligent dark jokes comedy is able to entertain and make people laugh. c) Provoke critical thinking: Tretan Coki's dark jokes can provoke critical thinking in the audience by addressing government policies or political issues. This humor influences the way audiences view social criticism. Many respond with deeper reflection on the issues presented, while some see it as mere entertainment without delving further into the meaning. The impact of this humor is not only entertainment but also triggers audience engagement in deeper discussions about social issues presented through dark jokes. This research makes an important contribution in understanding Tretan Coki's dark jokes humor on the TikTok account @komedi.gelapp. The findings of this study can be used to understand how dark jokes are used to criticize social reality, make people laugh, and provoke critical thinking. Tretan Coki's dark jokes humor is an interesting phenomenon that deserves to be studied. His dark jokes are not only entertaining, but also have important social and intellectual functions.Keywords: dark jokes, humor, pragmatics, tiktok AbstrakKajian Pragmatik Terhadap Kritik Sosial Melalui Humor Dark Jokes Tretan Coki pada Akun “Tiktok” Komedi.Gelapp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dari humor dark jokes Tretan Coki pada akun TikTok @komedi.gelapp. Akun @komedi.gelapp dipilih sebagai objek karena memuat dan banyak unggahan mengenai dark jokes oleh Tretan Coki. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa video-video dark jokes Tretan Coki pada akun @komedi.gelapp. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa humor dark jokes Tretan Coki memiliki beberapa fungsi, yaitu a) Menyindir realitas sosial: Tretan Coki menggunakan komedi dark jokes untuk menyindir berbagai permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia, seperti ketidakadilan, dan diskriminasi. b) Membuat orang tertawa: Komedi dark jokes Tretan Coki yang jenaka dan cerdas mampu menghibur dan membuat orang tertawa. c) Memprovokasi pemikiran kritis: Komedi dark jokes Tretan Coki dapat memicu pemikiran kritis penontonnya dengan cara menyinggung kebijakan pemerintah atau permasalahan politik. Humor ini memengaruhi cara audiens melihat kritik sosial. Banyak yang merespon dengan refleksi lebih dalam tentang masalah yang disampaikan, sementara sebagian melihatnya sebagai hiburan semata tanpa menggali makna lebih jauh. Dampak humor ini tidak hanya bersifat hiburan tetapi juga memicu keterlibatan audiens dalam diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu sosial yang dihadirkan melalui dark jokes. Penelitian ini memberikan kontribusi yang penting dalam memahami humor dark jokes Tretan Coki pada akun TikTok @komedi.gelapp. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana dark jokes digunakan untuk mengkritik realitas sosial, membuat orang tertawa, dan memprovokasi pemikiran kritis. Humor dark jokes Tretan Coki merupakan fenomena menarik yang patut untuk dikaji. Dark jokes-nya tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan intelektual yang penting.Kata Kunci: dark jokes, humor, pragmatik, tiktok
CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI “SERGIUS MENCARI BACCHUS” KARYA NORMAN ERIKSON PASARIBU: IMAGERY IN THE POETRY COLLECTION "SERGIUS SEARCHES FOR BACCHUS" BY NORMAN ERIKSON PASARIBU Masitah Ahma; Muhammad Rafiek
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.225

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis citraan dan makna citraan pada puisi yang dianalisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian ditemukan ada lima jenis citraan, yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan pengecapan, dan citraan gerak. Sedangkan, citraan penciuman tidak ditemukan. Citraan yang banyak ditemukan yaitu citraan penglihatan sebanyak 18 kutipan, citraan pendengaran 17 kutipan, citraan peraba 9 kutipan, citraan pengecapan 3 kutipan, dan citraan gerak 4 kutipan. Total ada 51 kutipan. Makna citraan pada puisi “Sergius Mencari Bacchus” karya Norman Erikson Pasaribu banyak memuat mengenai kesendirian, kesepian, dan kesedihan. Kata Kunci : citraan, puisi, dan Sergius Mencari Bacchus Abstract This research aims to describe the types of imagery and meaning of imagery in the poetry being analyzed. The method used in this research uses a qualitative descriptive approach. This research uses library study techniques. The data analysis technique used is heuristic reading and hermeneutics reading. The research results found that there were five types of imagery, namely visual imagery, auditory imagery, tactile imagery, taste imagery and movement imagery. Meanwhile, no olfactory imagery was found. The images that were frequently found were 18 visual images, 17 auditory images, 9 tactile images, 3 gustatory images, and 4 motion images. There are a total of 51 quotes. The meaning of the imagery in the poem "Sergius Looking for Bacchus" by Norman Erikson Pasaribu contains a lot about solitude, loneliness and sadness. Keywords: imagery, poetry, Sergius Searching for Bacchus
Workshop on the Writing of Scientific Articles and Grant Proposals for Lecturers to Increase Opportunities for Research Funding and the Publication of Scientific Work Hamidah, Jamiatul; Ariyani, Herda; Rafiek, Muhammad
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i1.12710

Abstract

A workshop was conducted on research grant proposals and community service to enhance the quality of research and publications by lecturers at Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. The primary objective of this workshop is to provide novice lecturers with the opportunity to acquire grants and increase the number of national and international publications. Service Learning is implemented in this workshop through both online and offline workshops. During the offline workshop, participants were provided with explanations regarding strategies for obtaining research and community service grants. Online participants received assistance in the composition of reputable journal articles, which included the following steps: writing according to templates, submitting, and revising. Twenty individuals participated in this workshop. The workshop conclusion is the impact and benefits for lecturers at Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, specifically the enhanced skill of all participants in the composition of journal articles and grant proposals. The results showed that five participants completed the standard NLR grant, and one completed the community service grant organized by the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology (DGHERT).
Introduction to Writing Citations and Reference Lists Using APA Style 7th Edition for Publishing in SINTA-Accredited National Journals Rafiek, Muhammad
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i1.11865

Abstract

The introduction of reference writing and reference lists in the APA style 7th edition was motivated by changes in the rules for writing reference lists in scientific papers. The change from the rules for writing APA style 6th edition to APA style 7th edition requires the speed of S2 students in updating their information about APA style 7th edition.  Students must also update their knowledge by writing references and reference lists in APA style 7th edition. Introduction to reference writing and reference list APA style 7th edition is very necessary, especially in writing a reference list of thesis reports and writing scientific articles. This introduction aims to enable 20 S2 students of the Indonesian Language and Literature Education Postgraduate Program of Universitas Lambung Mangkurat (ULM) for 2023/2024 to write a list of references according to the APA style 7th edition rules. This service method uses Service Learning (SL) in the form of an online introduction with Google Meet. The participants of this introduction amounted to 20 S2 students of the Indonesian Language and Literature Education Postgraduate Program of ULM for the academic year 2023/2024. The implementation technique is carried out by delivering material, providing direct examples, and observing the direct practice of participants in Google Meet impressions. This introduction activity will be held on Saturday, February 3, 2024, through Google Meet. The result of the introduction was that 20 participants successfully mastered writing references and reference lists in APA style 7th edition. This service concludes that 20 S2 students of the Indonesian Language and Literature Education Postgraduate Program of ULM for 2023/2024 can understand and apply reference writing and reference lists in APA style 7th edition.
Penerapan Dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Grice Dalam Tindak Tutur Penjual Dan Pembeli  Di Siring Kota Banjarmasin Arina Fitriana; Muhammad Rafiek; Rusma Noortyani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1200

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh dan menemukan maksim-maksim dalam teori Grice, baik berupa penerapan maupun pelanggaran prinsp kerja sama sama teori Grice pada saat interaksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli di Siring, Kota Banjarmasin. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif.  Metode analisis deskriptif dalam penelotian ini juga diperkuat dengan menggunakan pendekatan teori Grice. Cara kerja teori Grice menerapkan kerja maksim yang meliputi: maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim cara. Sumber data dalam penelitian ini ialah 4 orang penjual di Siring, Banjarmasin. Pengumpulan data dilakakukan dengan dua teknik, yakni teknik dokumentasi dan teknik catat. Proses penganalisisan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis yang di sesuaikan dengan kajian analisis wacana oleh teori Grice. Dari hasil penelitian ditemukan penerapan dan pelanggaran dari maksim dalam kerja sama Grice. Data tersebut beruapa 10 bentuk penerapan dari maksim Grice  dan 3 pelanggaran maksim Grice.
KRITIK SOSIAL DALAM FILM BADRUN & LOUNDRI DISUTRADARAI OLEH GARIN NUGROHO Auliya, Beby; Dewi, Dwi Wahyu Candra; Rafiek, Muhammad
MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya) Vol 3 No 1 (2025): MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film "Badrun & Loundri" karya Garin Nugroho merupakan karya sinema yang kaya akan kritik sosial, menyentuh berbagai isu yang relevan dengan masyarakat modern Indonesia. Dalam film ini, penonton diajak mengikuti perjalanan Badrun, seorang pria berusia 55 tahun yang hidup sederhana dan terjebak dalam situasi yang tidak terduga setelah menemukan tas laundry berisi pakaian. Melalui karakter dan dialog yang kuat, film ini menggambarkan ketimpangan sosial, manipulasi citra, dan relasi kekuasaan yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis sosiologi sastra untuk menafsirkan film sebagai representasi kehidupan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa dialog antar karakter tidak hanya menggambarkan situasi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang kompleks, seperti kemiskinan, marginalisasi, dan tekanan sosial yang dialami oleh kelas bawah. Melalui penggambaran yang mendalam, film ini mengajak penonton untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial di sekitarnya dan mendorong mereka untuk mengembangkan sikap kritis. Dengan pendekatan ini, "Badrun & Loundri" berhasil menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan sosial yang adil dan berkelanjutan. Kata-kata kunci: Kritik Sosial, Film, Badrun & Loundri
Representasi Kekuasaan dalam Tindak Tutur antara Penjual dan Pembeli Di Pasar Kalindo Banjarmasin: Representation of Power in Speech Acts between Sellers and Buyers at the Kalindo Market in Banjarmasin Muhammad Sani; Muhammad Rafiek; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.251

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan atas pengamatan terhadap istilah yang berkembang di masyarakat bahwa penjual sebagai singa dan pembeli sebagai raja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi kekuasaan dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli di pasar Kalindo Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif berjenis deskriptif. Data penelitian mencakup tuturan yang diucapkan penjual dan pembeli. Data penelitian kemudian dianalisis dan dikelompokkan dalam lima tindak tutur yaitu asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Berdasarkan hasil analisis representasi kekuasaan seperti kekuasaan legitimasi, kekuasaan jabatan, kekuasaan penghargaan, kekuasaan ahli, dan kekuasaan paksaan terdapat dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli. Peneliti lain diharapkan memahami lebih dalam telaah representasi kekuasaan dalam tindak tutur pada fenomena-fenomena kebahasaan lain yang beragam sehingga menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pembelajaran. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain untuk mengembangkan tindak tutur agar terkhusus pada satu tindak tutur sehinga mendapatkan temuan representasi kekuasaan yang lebih dalam.Kata kunci: representasi kekuasaan, tindak tutur, penjual dan pembeli Abstract This research was conducted based on observations of the term that has developed in society that the seller is the lion and the buyer is the king. This research aims to look at the representation of power in speech acts between sellers and buyers at the Kalindo market in Banjarmasin. The method used in this research is descriptive qualitative type. Research data includes speech spoken by sellers and buyers. The research data was then analyzed and grouped into five speech acts, namely assertive, directive, commissive, declarative and expressive. Based on the results of the analysis, representations of power such as legitimacy power, position power, reward power, expert power and coercive power are found in speech acts between sellers and buyers. Other researchers are expected to understand more deeply the study of the representation of power in speech acts in various other linguistic phenomena so as to produce findings that are useful for learning. This research can also be a reference for other researchers to develop speech acts to be specific to one speech act so as to obtain deeper findings on the representation of power.Keywords: representation of power, speech acts, sellers and buyers
NILAI SOSIAL DALAM PROSESI UPACARA ADAT “NAHUNAN” SUKU DAYAK NGAJU DI KABUPATEN KAPUAS Eddra, Edelweis Gardena; Rafiek, Muhammad; Nilawati, Sri Candra
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v5i1.995

Abstract

Salah satu rujukan tradisi suku Dayak Ngaju adalah tradisi “Awal Kehidupan hingga Kematian”. Upacara adat “Nahunan” merupakan salah satu bagian dari fase tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mendesripsikan (1) Makna dan syarat upacara adat Nahunan bagi suku Dayak Ngaju (2) Rangkaian/susunan pelaksanaan upacara adat Nahunan di Kabupaten Kapuas, (3) Nilai sosial dalam prosesi upacara adat Nahunan di Kabupaten Kapuas. Peneliti merasa perlu untuk menggali nilai-nilai khususnya nilai sosial dalam upacara adat Nahunan agar dapat dideskripsikan dan menjadi acuan berpikir serta bertingkah laku dalam masyarakat. Peneliti juga ingin mengangkat tentang upacara adat Nahunan agar dapat dikenal lebih luas dan dilestarikan karena upacara adat ini jarang dipublikasikan ke masyarakat umum khususnya di luar Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang dapat mendeskripsikan hasil dari data yang dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen serta wawancara dengan narasumber. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa 18 tahapan prosesi upacara adat Nahunan di Kabupaten Kapuas dan perwujudan nilai sosial didalamnya yaitu nilai tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, tanggung jawab, toleransi, demokrasi dan kerja sama.
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL ``GURU AINI`` KARYA ANDREA HIRATA: SOCIAL INTERACTION IN THE NOVEL ``GURU AINI`` BY ANDREA HIRATA Noor Imamah; Muhammad Rafiek; Rusma Noortyani
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.352

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial yang tersaji pada novel Guru Aini karangan Andrea Hirata. Metode pendekatan yang diaplikasikan pada penelitian ini ialah deskriptif-kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf mengenai penggambaran interaksi sosial. Pengumpulan data dilaksanakan dengan mengaplikasikan teknik dokumentasi. Analisis data dikerjakan dengan menerapkan teknik deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial yang termuat pada novel Guru Aini karangan Andrea Hirata dikelompokkan menjadi dua bentuk, yakni interaksi asosiatif dan interaksi disosiatif. Interaksi sosial yang berbentuk asosiatif terwujud melalui tindakan kerja sama (saling membantu) dan akomodasi (kompromi, mediasi, konsiliasi, dan toleransi). Adapun interaksi sosial yang berbentuk disosiatif tercermin melalui tindakan persaingan (kompetisi), pertikaian (perkelahian), dan kontravensi (unjuk rasa, mengejek, menghina, membentak, mengolok-olok, ketidaksetujuan, keraguan, dan ketidaksukaan terhadap orang lain).
PEMEROLEHAN FONOLOGIS ANAK USIA 3 TAHUN 3 BULAN SAMPAI 3 TAHUN 5 BULAN MELALUI LAGU (STUDI KASUS PADA MUHAMMAD ZAINI) [The Phonological Acquisition of Children Aged Three Years and Three Months to Three Years and Five Months through Songs (Case Study on Muhammad Zaini)] Muhammad Rafiek
SAWERIGADING Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i2.600

Abstract

AbstractThis research aims to find out the phonological acquisition in the form of vowels and consonants on Muhammad Zaini from three years and three months to three years and five months. The theory used in this research is the universal structural theory of Jakobson and the theory of phonological acquisition from Moskowitz. The second theory also supported by findings of Dardjowidjojo (2000 and 2003). Analytical techniques used in the research were a longitudinal approach with engineering watch and note. The findings of this research were: (1) Muhammad Zaini acquired syllables in pronouncing a syllable /po/song delicious noodle advertisements on television. (2) Muhammad Zaini acquired phoneme /n/, /a/, /p/, /u/, /i/, /m/ in pronouncing the song of Nona Manis. (3)Muhammad Zaini obtained the letters A /a/, B /b/, C /c/, D /d/, E /e/, H /h/, J /j/, and O /o/. Muhammad Zaini was already able to pronounce the letter /u/, /p/, /q/, /v/, /w/ and /z/ in the alphabet. (4) Muhammad Zaini acquired phonological acquisition in the form of the letter get/p//a/,,/d/,/i/, u,/l/,/n/,/h/,/y/,/t/,/m/,/e/,/c/,/j/,/k/, in pronouncing the song of Pergi Pagi Pulang Pagi. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan pemerolehan fonologis berupa huruf vokal dan konsonan pada Muhammad Zaini dari usia 3 tahun 3 bulan sampai 3 tahun 5 bulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktural universal dari Jakobson dan teori pemerolehan fonologis dari Moskowitz. Kedua teori ini juga didukung dengan temuan Dardjowidjojo (2000 dan 2003). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan longitudinal dengan teknik simak dan catat. Temuan penelitian ini adalah (1) Muhammad Zaini memperoleh suku kata /po/ dalam melafalkan lagu iklan mie sedap di televisi. (2) Muhammad Zaini memperoleh fonem /n/, /a/, /p/, /u/, /i/, /m/ dalam melafalkan lagu Nona Manis. (3) Muhammad Zaini memperoleh huruf A /a/, B /b/, C /c/, D /d/, E /e/, H /h/, J /j/, dan O /o/. Muhammad Zaini sudah mampu melafalkan huruf /u/, /p/, /q/, /v/, /w/, dan /z/ dalam abjad yang dilagukannya, dan (4) Muhammad Zaini mendapatkan pemerolehan fonologis berupa huruf /p/, /a/, /d/, /i/, /u/, /l/, /n/, /h/, /y/, /t/, /m/, /e/, /c/, /j/, /k/ dalam melafalkan lagu pergi pagi pulang pagi.