Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PEMBANGUNAN PERUMAHAN TANJUNG RESIDENCE 73 KOTA PEKANBARU Lubis, Fadrizal; Irdhan, Irdhan; Yanti, Gusneli
JURNAL TEKNIK Vol. 17 No. 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v17i2.16310

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, investasi perumahan memiliki prospek bisnis yang menguntungkan. Pemilihan perumahan Tanjung Residence 73 ini sebagai objek penelitian karena perusahaan ini belum melakukan analisis kelayakan investasi pada pembangunan perumahan tersebut, usaha pembangunan perumahan memerlukan biaya awal yang besar dan waktu yang lama. Oleh karena itu diperlukan perhitungan yang dapat memberi gambaran terhadap biaya dan manfaat pada konsep aliran dana. Mengacu pada latar belakang maka penulisan tugas akhir ini membahas tek investasi kelayakan ekonomi teknik pada perumahan Tanjung Residence 73 sebanyak 236 Unit yang terdiri dari 3 tipe rumah yaitu tipe 36, tipe 38 dan tipe 42. Dengan menggunakan metode discount cash flow dengan indicator Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Retrun (IRR) dan Payback Priod (PP). Dari hasil penelitian bahwa proyek pembangunan perumahan Tanjung Residence layak untuk dilaksanankan dengan nilai (NPV) Net Present Value sebesar 435.589.926 yang bernilai positif, (BCR) Benefit Cost Ratio sebesar1.10 yang bernilai > 1, (IRR) Internal Rate of Retrun didapat 21.74 % tingkat suku bunga aman dan (PP) Break Payback Priod diperoleh bulan ke-10. Maka dapat disimpulakan bahwa berdasarkan investasi tersebut layak telah memenuhi indikator layak melakukan investasi.
Damages and Repairs of Voided Concrete Precast Slab Bridge Girder Abrar, Aidil Abrar; Halimatusadiyah; Yanti, Gusneli
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.13070

Abstract

Tulisan ini mencakup analisis kerusakan retakan pada slab gelagar jembatan. Kerusakan diperkirakan terjadi pada sewaktu penanganan di transportasi, yaitu dengan menggunakan angkutan laut (kapal), dan/atau darat (trailer). Kerusakan tersebut berupa retakan pada bagian tengah bentang mulai dari serat-serat di atasnya. Seperti diketahui, komponen pada beton prategang menggunakan sistem di mana area komponen yang ditarik disusun berdasarkan dengan memberikan tegangan tekan kepada kawat atau tendon, kemudian ditarik kembali ke bentuk semula. Artinya, tegangan tekan yang disebabkan oleh kawat atau tendon adalah gaya tekan yang aktif, berlawanan dengan beton bertulang. Tulangan bekerja secara pasif, karena hanya bekerja setelah beton ditarik dan retak. Desain beton prategang didasarkan pada kondisi elastis, dimana tegangan akibat gaya prategang, beban mati dan beban hidup dapat dijumlahkan secara matematis/aljabar. Artinya, kondisi tegangan dapat dipantau dengan pasti berdasarkan prinsip elastisitas. Hanya di beberapa area kritis kapasitas penampang perlu diperiksa; misalnya kapasitas momen pada pusat bentang dan kapasitas geser pada tumupuan/penempatan. Dengan demikian, komponen balok beton prategang merupakan komponen yang “hidup”, dalam arti distribusi tegangan sangat bergantung pada urutan pembebanan. Termasuk pada saat mengangkat, memindahkan dan membawanya dengan transportasi. Dari analisis yang diperoleh hasil total momen kawatnya pada saat transfer = 723,23 kN-m. Dengan demikian tegangan pada serat bagian atas adalah ftt = -1,94 MPa, Tegangan tarik ijin pada saat transfer (f)tt= -1,37 MPa , tegangan tarik pada serat bagian atas lebih kecil dari tegangan tarik yang diijinkan, keretakan terjadi dari serat bagian atas ke bawah secara vertikal. Perbaikan girder ini dapat dilakukan dengan material atau component utama setelah di lakukan perhitungan analisa beban. Menggunakan epoxy Sikadur – 752 yang memiliki kualitas dan kekuatan prima, retakan yang terjadi kurang dari 2,0 mm dapat di epoksi dengan material ini. Dengan meggunakan perbaikan girder seperti ini, kekuatan kabel pratekan tidak berkurang secara signifikan.
Analisis Stabilitas Lereng Sungai Kampar Terhadap Gelincir di Desa Simpang Kubu dengan Metode Simplified Bishop Zainuri, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni; Yanti, Gusneli
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.033 KB)

Abstract

Desa Simpang Kubu merupakan salah satu desa yang berada di daerah kawasan bantaran sungai Kampar yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kondisi tebing sungai, ada yang sudah diberi perkuatan dan ada yang masih alami. Kondisi tebing sungai yang masih alami mengalami pengikisan secara terus-menerus, sehingga makin lama jarak tebing sungai dengan daerah permukiman dan fasilitas umum semakin dekat. Jika hal ini tidak menjadi perhatian dan dibiarkan terus-menerus oleh pengambil kebijakan maka daerah permukiman masyarakat dan fasilitas umum tersebut akan hilang, ikut terkikis dan terbawa oleh longsor. Karena itu perlu dipertimbangkan untuk membangun pengaman tebing. Masalah penelitian adalah analisis stabilitas lereng sungai Kampar di desa Simpang Kubu dengan metode Simplified Bishop sehingga bidang gelincir dapat ditentukan secara akurat. Tempat penelitian adalah bantaran sungai Kampar yang berada di desa Simpang Kubu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus 2015, berakhir pada bulan Januari 2016. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan kemudian dianalisis dengan memakai formulasi yang digunakan pada metode Simplified Bishop maka diperoleh kesimpulan bahwa bidang gelincir untuk lereng sungai Kampar yang berada di Desa Simpang Kubu berberntuk busur dengan jari-jari (R) 10 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,78 mendekati nilai yang diisyaratkan.
Analisis Daya Dukung Pondasi Bored Pile pada Proyek Pembangunan Menara Listrik Transmisi 500 KV Peranap-Perawang Chandra, Andre; Yanti, Gusneli; Wahyuni Megasari, Shanti
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i2.1732

Abstract

Pondasi bored pile berinteraksi dengan tanah untuk menghasilkan daya dukung yang mampu memikul dan memberikan keamanan pada struktur atas, dimana terjadi perubahan jenis pondasi dalam proyek pembangunan menara transmisi 500 kV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile menara transmisi 500 kV. Metode yang digunakan adalah metode Aoki dan de Alencar, metode Schmertmann dan Nottingham, metode Meyerhoff, dan metode Guy Sangrelatt. Selanjutnya, dikarenakan bored pile-nya adalah kelompok tiang, maka digunakan pula dua jenis metode efisiensi kelompok tiang, yaitu metode Converse-Labarre dan metode Los Angeles Group. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa untuk pondasi bored pile dengan jumlah 16 tiang, kedalaman 6 meter dan diameter tiang sebesar 40 cm, diperoleh nilai daya dukung pondasi ultimit bored pile yang paling minimum adalah sebesar 1487,845 kN untuk menahan beban compression terfaktor menara sebesar 644,072 kN kondisi normal. Sementara untuk daya dukung ijin tarik pondasi bored pile, diperoleh nilai sebesar 240,562 kN, tidak mencukupi untuk menahan beban uplift terfaktor menara sebesar 479,497 kN. Untuk mengatasinya, maka diperlukan penambahan jumlah tiang menjadi 25 buah dan menambah kedalaman menjadi 7,6 meter, sehingga diperoleh nilai daya dukung ijin tarik sebesar 490,399 kN, yang dapat menambah daya dukung pondasi bored pile.
Pengaruh Variasi Penambahan Bahan Aditif Consol SG Terhadap Kuat Tekan Beton Fauzia, Ira; Yanti, Gusneli; Wahyuni Megasari, Shanti
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i2.1808

Abstract

Beton yang telah diaduk dengan waktu yang berlebihan dilokasi dan dibawa dengan mobil ready mix terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembongkaran sehingga akan membuat mutu beton berkurang. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan bahan aditif Consol SG terhadap kuat tekan beton. Consol SG berfungsi untuk mengurangi jumlah air dan memperlambat proses pengeringan. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm. Pada penelitian digunakan variasi penambahan Consol SG sebanyak 0%, 0,10%, 0,30%, 0,50%, 0,80%, 1,00%, dan 1,20%. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dengan dan tanpa penambahan Consol SG, maka diperoleh hasil pengujian kuat tekan beton pada seluruh benda uji lebih tinggi dari pada kuat tekan beton rencana yaitu K-225. Nilai kuat tekan rata-rata paling tinggi diperoleh pada persentase penambahan Consol SG 1,00%, yaitu 361,37 Kg/cm2. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik dan analisis regresi. Berdasarkan pengujian ANAVA didapatkan Fhitung= 6,1267 dimana lebih besar dari F0,05= 2,85 dan F0,01= 4,46 ini memperjelas bahwa terdapat interaksi atau perlakuan sangat nyata antara kuat tekan beton dengan penambahan bahan aditif Consol SG. Model regresi yang dihasilkan berbentuk regresi polinomial derajat 2 persamaannya adalah y= -116,27x2 + 202,44x + 244 dengan nilai R2= 0,5663.
Pengaruh Variasi Campuran Gula Pasir terhadap Kuat Tekan Mortar Semen alfazar, yudira; Yanti, Gusneli; Wahyuni Megasari, Shanti
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i2.1837

Abstract

Mortar semen digunakan sebagai bahan pengisi dalam pekerjaan konstruksi. Namun permasalahan di lapangan mortar semen cepat mengeras akibat proses hidrasi sehingga pekerjaannya menjadi lebih sulit sehingga mempengaruhi kualitas yaitu kuat tekannya. Untuk itu digunakan bahan tambah sebagai penunda waktu ikat awal semen agar memudahkan pekerjaannya namun tidak mengurangi kualitas mortar semen. Bahan tambah yang mampu menunda waktu ikat awal semen adalah gula. sehingga dilakukan penelitian adanya pengaruh variasi campuran gula pasir terhadap kuat tekan mortar semen. Penelitian ini menggunakan gula merek Value plus, Berlian jaya, Gulaku, dan Lokal dengan penambahan 0%, 0,05%, 0,1%, 0,15% 0,2% dari berat semen. Pembuatan benda uji sesuai dengan job mix menggunakan perbandingan campuran 1:5 (semen : pasir) dan FAS 0,5. Berdasarkan hasil pengujian bahwa nilai kuat tekan yang tertinggi pada merek gulaku sebesar 16,35 MPa pada campuran 0,15% nilai kuat tekan terendah pada gula merek Lokal sebesar 13,20 MPa pada campuran 0,2%. Hasil analisis statistik didapatkan FHitung gula Merek Value plus = 40,7, Berlian jaya = 25,28, Gulaku = 16,37, dan Lokal = 15. Sedangkan Ftabel untuk F0,05 = 3,48 dan F0,01 = 6,55. Dari hasil penelitian diperoleh Fhitung > Ftabel sehingga didapat kesimpulan bahwa penambahan gula pasir berpengaruh terhadap kuat tekan mortar semen.
Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Berpori Nasrul, Samsul; Yanti, Gusneli; Megasari, Shanti Wahyuni
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1122

Abstract

Beton berpori merupakan beton yang mempunyai rongga sehingga dapat mengalirkan air dari atas permukaan kedalam tanah. Riset bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur pada beton berpori. Penelitian ini berdasarkan pada metode ACI-522R-10 dengan menggunakan ukuran gradasi agregat kasar sebesar 9.5-19.5 mm, perbandingan  semen dan agregat kasar sebesar 1:4 dan faktor air semen sebesar 0.3. Zat aditif yang digunakan berupa MasterGlenium ACE 8595 Concrete Additive dengan penambahan aditif sebanyak 0%, 1% dan 2% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder untuk pengujian kuat tekan dan berbentuk balok untuk pengujian kuat lentur. Hasil pengujian  terdapat hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur. Nilai kuat tekan mengalami penurunan  seiring dengan nilai kuat lenturnya.  Hal ini terlihat dari nilai kuat tekan rata-rata dan kuat lentur rata rata tertinggi ada pada campuran I dengan nilai kuat tekan rata-rata 5.4 MPa, dan nilai kuat lentur rata-rata  sebesar 1.96 MPa. Penggunaan Masterglenium pada penelitian tidak menaikan kuat tekan maupun kuat lentur beton.
Pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate Pada Beton Porous Zen, Hidayat; Yanti, Gusneli; Megasari, Shanti Wahyuni
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i2.1363

Abstract

Recycled Concrete Aggregate (RCA) adalah agregat kasar yang didapatkan dari limbah beton yang tidak terpakai kemudian dihancurkan kembali dan digunakan sebagai agregat kasar pada campuran beton. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton porous. Penelitian ini berdasarkan pada metode ACI-522R-10 dengan memvariasikan perbandingan Recycled Concrete Aggregate (RCA) dengan Normal Concrete Aggregate (NCA) yaitu 100% : 0%, 75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%, 0% : 100%. Ukuran gradasi agregat kasar sebesar 9,5-19,5 mm, perbandingan  semen dan agregat kasar sebesar 1:5 serta faktor air semen sebesar 0,3. Zat aditif yang digunakan berupa Sikacim Concrete Additive dengan penambahan aditif sebanyak 0,7%. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan dimensi 150x150x150 mm untuk pengujian kuat tekan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata tertinggi benda uji beton porous pada variasi campuran 25% Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan 75% Normal Concrete Aggregate (NCA) yaitu sebesar 5,93 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata benda uji memenuhi ke dalam persyaratan kuat tekan beton porous sesuai dengan ACI-522R-10 yaitu berada diantara 2,8 – 28 MPa.
Studi Beton Geopolimer Dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton Ilyas, Yussy Afrilia; Yanti, Gusneli; Putri, Lusi Dwi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v5i2.2096

Abstract

Fly ash memiliki potensi sebagai bahan pengganti semen Portland, dikarenakan termasuk bahan pozzolan yaitu bahan yang memiliki kandungan silika (Si) dan alumina (Al). Bahan pozzolan tidak mempunyai kemampuan pengikat seperti semen pada umumnya, tetapi dikarenakan bentuknya yang halus, dan dapat bereaksi dengan cairan alkali activator NaOH dan Na2SiO3 yang memiliki kemampuan mengikat layaknya semen Portland, campuran ini disebut dengan campuran geopolimer. Penelitian ini menggunakan bahan pengikat campuran beton geopolymer menggunakan fly ash dan cairan alkali activator berupa NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan sebesar 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5 yang menggunakan metode ekperimental. Metode dalam perancangan campuran beton menggunakan cara DOE di Indonesia dikenal sebagai standar perencanaan oleh Departemen Pekerjaan Umm dan dimuat dalam Standar SNI 03-2834-2000, "Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Secara berurut nilai kuat tekan beton (rata-rata) yang di dapat adalah 3,40 MPa (SS/SH = 1,5) ; 7,11 MPa (SS/SH = 2,0); 10,13 MPa (SS/SH = 2,5); 9,07 MPa (SS/SH = 3,0) dan 8,05 MPa (SS/SH = 3,5). Beton yang menghasilkan kuat tekan beton maksimal ada pada variasi perbandingan SS/SH sebesar 2,5 dengan nilai kuat tekan sebesar 10,13 MPa.
Penyuluhan Pondasi Bangunan Pada Lahan Gambut Yanti, Gusneli; Megasari, Shanti Wahyuni; Zainuri, Zainuri
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/nr192n73

Abstract

Tujuan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuan mitra tentang karakteristik lahan gambut yang merupakan tanah dasar tempat mereka berdomisili dan meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang pondasi bangunan yang sesuai untuk lahan gambut agar bangunan yang mereka bangun terhindar dari penurunan yang dapat mengakibatkan retak. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kegiatan penyuluhan adalah metode ceramah dan diskusi. Pengetahuan peserta sebelum melakukan penyuluhan mendapatkan nilai rata-rata 47,33 atau secara persentase yang mendapatkan kategori kurang 24,44% , kategori cukup 37,78 dan kategori baik 2,22%. Setelah dilaksanakan penyuluhan, pemahaman peserta penyuluhan mengalami peningkatan, secara keseluruhan nilai rata-rata pemahaman terhadap materi yang disampaikan adalah sebesar 75,33. Secara persentase yang mendapatkan kategori kurang 8,89%, kategori cukup 40%, kategori baik 26,67% dan baik sekali 24,44%.