Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Optimasi Proses Pengolahan Serat Batang Kunyit (Curcuma Longa) Menggunakan Alat Dekortikator untuk Bahan Baku Tekstil Wijaya, Olvie Zahroh; Dewi, Erwana; Yuniar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23855

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber serat alami yang ramah lingkungan, salah satunya batang kunyit (Curcuma longa). Serat batang kunyit mengandung selulosa yang cukup tinggi, sehingga berpeluang menggantikan serat sintetis dalam industri tekstil. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses pengolahan serat batang kunyit menggunakan alat dekortikator dan perendaman larutan NaOH (Natrium Hidroksida) dengan variasi konsentrasi dan waktu perendaman. Proses meliputi pengambilan serat, perendaman kimia (alkalisasi), bleaching, pengeringan, dan pemintalan serat menjadi benang dengan menggunakan alat pintal tradisional charkha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi NaOH 5% dengan waktu perendaman 4 jam. Kondisi tersebut menghasilkan serat dengan kadar selulosa tertinggi sebesar 36,04%, kadar hemiselulosa terendah 10,46%, kekuatan tarik mencapai 1,56 MPa, dan tingkat kehalusan serat sebesar 9,81 tex. Proses ini terbukti dapat meningkatkan kualitas serat batang kunyit, sehingga layak digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan.
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI GAS METANA (CH4) MELALUI PROSES THERMAL CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS NI/NAOH Pebriana, Maha Rani; Muhammad Yerizam; Erwana Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23845

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonversi minyak jelantah menjadi gas metana (CH₄) menggunakan proses thermal catalytic cracking dengan katalis Ni/NaOH. Metode yang digunakan melibatkan variasi konsentrasi katalis (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) serta suhu reaksi (200°C, 250°C, dan 300°C), dan hasilnya dianalisis menggunakan Gas Analyzer dan Gas Detector Analyzer. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalis dan suhu reaksi berpengaruh signifikan terhadap kandungan CH₄ dalam syngas. Konsentrasi optimum dicapai pada 10% katalis dan suhu 300°C dengan kadar CH₄ sebesar 19,10%. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus penghasil energi terbarukan yang ramah lingkungan.
PENGOLAHAN SERAT KULIT JAGUNG (ZEA MAYS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL Samosir, Martin Josep; Dewi, Erwana; Yuniar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23901

Abstract

Serat kulit jagung (Zea Mays) merupakan material alam yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil karena mengandung selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi larutan KOH dan durasi perendaman terhadap karakteristik serat kulit jagung. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan KOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan H₂O₂. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan KOH 6% selama 300 menit, yang menghasilkan serat dengan kandungan selulosa tertinggi sebesar 43,94%, lignin 12,39%, dan hemiselulosa 24,47%. Nilai kekuatan tarik maksimum mencapai 136 MPa dengan panjang serat rata-rata 14 cm. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan mekanik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat kulit jagung berpotensi sebagai bahan tekstil ramah lingkungan.
PENGOLAHAN SERAT PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL Selvia; Dewi, Erwana; Nugroho, Didiek Hari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24039

Abstract

Industri tekstil di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun tetap bergantung pada bahan baku sintetis berbasis impor yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif bahan baku yang ramah lingkungan dan tersedia secara lokal. Pelepah nipah ( Nypa Fruticans ), yang merupakan limbah pertanian di daerah pesisir Indonesia, mengandung senyawa lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin, sehingga berpotensi diolah menjadi serat tekstil alami. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan NaClO. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta . Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan NaOH 6% dengan waktu perendaman 300 menit, yang menghasilkan kandungan selulosa sebesar 49,73%, hemiselulosa 17,84%, dan lignin 8,71%. Nilai kekuatan tarik mencapai 171,03 MPa. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan tarik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat pelepah nipah berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan.
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN METODE KALSINASI DAN EKSTRAKSI PADAT CAIR Anggraini, Sartika; Ramayanti, Cindi; Dewi, Erwana
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24478

Abstract

Fly ash adalah produk sampingan dari pembangkit listrik termal yang dihasilkan dari pembakaran termal batu bara. Partikel fly ash yang ringan dapat berkontribusi terhadap polusi udara saat terkena angin di kolam abu. Karena adanya logam berat dalam fly ash, kontak dengan sumber air dapat merusak kehidupan air dan kebasaannya dapat mempengaruhi karakteristik fisio-kimia tanah. Karena adanya aluminium dan oksida besi dalam fly ash, dapat digunakan sebagai koagulan untuk digunakan dalam pengolahan air limbah. Konversi fly ash menjadi koagulan tidak hanya akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang disebutkan namun juga akan membantu mengurangi penggunaan koagulan kimia. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data limbah fly ash batu bara dan data kebutuhan koagulan yang berasala dari data produksi. Dengan menggunakan metode kalsinasi dan ekstraksi padat cair. Sampel fly ash yang telah dicampur dengan Na2CO3 kemudian dikalsinasi kemudian diekstraksi menggunkan HCl dan H2SO4. Hasil penelitian untuk mengetahui persentase nilai senyawa aluminium dan besi yang di ekstrak. Penelitian ini yaitu pemanfaataan limbah fly ash batu bara sebagai koagulan untuk menghasilkan air bersih, pengujian koagulan fly ash menggunakan metode jar test yang bertujuan untuk mengetahui nilai parameter air.