Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Internalisasi Kearifan Lokal Melayu Bangka Melalui Pengembangan Cerita Anak Tingkat B2-B3 Berbantuan Augmented Reality Feri Ardiansah; Nurjanah Nurjanah; Yurdayanti Yurdayanti
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Vol 13 No 1 (2025): Edutainment: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v13i1.1009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menginternalisasi Kearifan lokal masyarakat Melayu Bangka melalui Pengembangan Cerita Anak dengan memanfaatkan Teknologi Augmented Reality sebagai Penguatan Literasi Siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil penelitian dari pengembangan cerita anak dengan menginternalisasi kearifan lokal masyarakat Melayu menunjukkan bahwa hasil persentase validasi media 87% kategori sangat layak, persentase ahli materi 86% dengan kategori sangat praktis, ahli bahasa 87% kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas menunjukkan angka 84, 62% dengan kategori sangat layak, dan pada uji coba luas data efektivitas menujukkan angka 91%, terjadi peningkatan yang mengonfirmasi konsistensi efektivitas buku cerita di berbagai konteks penggunaan yang lebih luas. Pengujian terbatas dan luas menunjukkan kepraktisan sebesar 84,62% dan 91%, hal ini berarti buku cerita tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan literasi pada anak-anak dalam jenjang pendidikan B2-B3 tetapi juga berhasil memperkenalkan dan menginternalisasi kearifan lokal Bangka dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa buku cerita anak dengan internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Melayu Bangka ini sangat layak untuk diterapkan secara luas sebagai media penguatan literasi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Cerita Anak, Augmented Reality
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI GEOMETRI UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 52 PANGKALPINANG Warisa; Maulina Hendrik; Nurjanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8044

Abstract

Mathematical critical thinking ability refers to the way students think in order toanalyze problems systematically and clearly, distinguish problems carefully, andidentify and understand the necessary information to plan appropriate strategies forsolving them. The study aimed to look at how well students can use their criticalthinking skills when solving math word problems related to geometry in the fifthgrade of SD Negeri 52 Pangkalpinang. This study used a qualitative descriptivemethod. Information was gathered using interviews, watching what happened,giving tests, and keeping records. The data were analyzed using a qualitativedescriptive approach proposed by Miles and Huberman, which involves three steps:data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. Tostrengthen the credibility of the results, triangulation of methods and data sourceswas applied. The findings indicate that students' ability to think critically inmathematics reached 71.43%. A total of 71.43% of students were able to interpretproblems correctly, 53.57% could construct mathematical models, 35.71% wereable to apply calculation strategies and solve problems accurately, and only 21.43%could draw correct conclusions. Therefore, it can be concluded that most studentsare still in the low category in mathematical critical thinking skills.
PENGARUH MODEL BERCERITA BERPASANGAN DENGAN MEDIA POP UP BOOK TERHADAP HASIL BELAJAR CERITA FIKSI SISWA KELAS IV SD Dora Silviana; Asyraf Suryadin; Nurjanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8153

Abstract

Studi ini bermaksud guna menemukan keberpengaruhan penggunaan model bercerita berpasangan beserta media Pop Up Book pada hasil belajar siswa pada materi bercerita di kelas IV SD Negeri 14 Toboali. Studi mempergunakan desain kuantitatif beserta Quasi-Eksperimental (Nonequivalent Control Group Design). Sekitar 60 siswa menjadi subjek studi, yang dibagi menjadi dua kelas. Grup eksperimen memanfaatkan paradigma belajar bergaya Pop Up Book, grup kelas kontrol memanfaatkan belajar kelas tradisional. Instrumen studi berupa hasil belajar berlandaskan data singkat yang telah diverifikasi validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui tes prasyarat (normalitas serta homogenitas) serta tes hipotesis beserta tes-t sampel independen. Rerata skor posttest grup eksperimen ialah 85,83, > kelompok kontrol mendapat 66,83. Temuan tes-t menggambarkan thitung 11,010 > ttabel 2,001 beserta skor signifikansi 0,001 < 0,05, jadi bisa diambil simpulan ada perbedaan signifikan kedua kelompok. Temuan studi menggambarkan pemanfaatan model bercerita berpasangan beserta bantuan media Pop Up Book bisa menaikkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KREATIVITAS ANAK PESISIR DESA BATU BERIGA MELALUI INTERAKSI EDUKATIF BERBASIS LITERASI Fitri Apriani; Nurjanah Nurjanah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.500-507

Abstract

Permasalahan pendidikan di Desa Batu Beriga adalah rendahnya minat pendidikan di Desa Batu Beriga seperti permasalahan pergaulan bebas, melimpahnya hasil laut yang menyebabkan anak-anak memilih untuk bekerja, faktor tambang inkonvensional, maupun faktor pandemic covid 19. Mengingat permasalahan ini tentu menjadi tanggungjawab bersama dan diperlukan upaya-upaya yang komprehensif agar motivasi pendidikan masyarakat khusunya anak-anak desa Batu Beriga tetap terjaga dan tidak adanya lagi anak-anak yang putus sekolah ataupun tidak mengenyam pendidikan, maka dilaksanakan lah pengabdian bidang pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir Batu Beriga khsusunya kepada anak-anak dan orang tua tentang bagaimana pentinya pendidikan. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan ini adalah metode bersifat Partisipatori dengan Talk Show Inspiratif Penguatan Motivasi Pendidikan Kepada Orang Tua, Character Building Training (CBT) Kepada Siswa Desa Batu Beriga, dan Penerapan Interaksi Edukatif Berbasis Literasi. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dan anak pesisir desa Batu Beriga yang akan dilibatkan dari awal legiatan sampai akhir kegiatan. Hasil kepuasan peserta terhadap kegiatan CBT-Pentingnya Pendidikan 77% sangat puas dan Permainan Interaktif edukatif berbasis literasi 65% sangat puas.
Articulate Storyline 3 Untuk Mengembangkan Media Interaktif Cerita Rakyat Bangka Belitung Sebagai Penguatan Nilai Local Wisdom Nurjanah; Yurdayanti
CENDEKIAWAN Vol 7 No 2 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i2.595

Abstract

Hasil dari wawancara dan analisis kebutuhan yang dilaksanakan kepada guru menunjukkan kurangnya variasi media dalam kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran cerita rakyat serta masih menggunakan metode konvensional, sehinggaa mengakibatkan pemahaman terhadap nilai kearifan lokal masih rendah. Jika melihat analisis kebutuhan, peserta didik cendrung menyenangi pembelajaran yang praktis dan interaktif dengan media bergambar, bersuara, dan memiliki tampilan menarik. Penelitian bertujuan mengembangkan media interaktif cerita rakyat Bangka Belitung menggunakan Articulate Storyline 3 untuk penguatan nilai local wisdom. Jenis Penelitian yakni R&D (Research and Development), dikembangkan mengacu pada model ADDIE dengan 5 langkah meliputi tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari validator materi dengan persentase 84% (sangat layak), validator media 1 dengan persentase 81% (sangat layak), validator media 2 dengan persentase 80% (sangat layak). Kepraktisan media dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar diperoleh hasil 97% dan 94% (sangat praktis), dan penguatan local wisdom dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar siswa diperoleh hasil 96% dan 93%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan media interaktif cerita rakyat Bangka Belitung menggunakan Articulate Storyline 3 untuk penguatan nilai local wisdom peserta didik sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran.
KONSEPTUALISASI INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL BANGKA BELITUNG DALAM PEMBELAJARAN DONGENG SASTRA ANAK MELALUI PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF ANIMATION 3D Yorenza Meifinda; Silvio Juliana Nabela; Nurjanah
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Vol 13 No 2 (2025): Edutainment: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v13i2.1047

Abstract

Bangka Belitung is a province rich in local wisdom that forms an integral part of Indonesia’s cultural identity, one of which is folklore. However, in educational practice, folklore is often neglected in elementary school learning, resulting in a declining appreciation of local literary heritage among students. Therefore, innovative learning approaches are needed to integrate local folklore into the learning process so that it remains relevant and appealing to future generations. This study aims to develop interactive multimedia based on 3D animation as a learning medium to introduce and preserve local folklore from Bangka Belitung. The use of 3D animation is considered effective because it presents animated visuals accompanied by audio, creating an engaging and meaningful learning experience for students. This research employs the Research and Development (R&D) method using the Four-D model, which consists of the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires, while data analysis focused on assessing the validity and practicality of the developed product. The study was conducted in Indonesian language learning for fourth-grade elementary school students, particularly on folklore material. The results indicate that the developed 3D animated multimedia is valid and practical, and effectively represents the local wisdom of Bangka Belitung through the folklore entitled Putri Tajuk Malam. This study highlights the importance of integrating local cultural values into education through digital innovation.
ANALISIS KEBUTUHAN SDM DAN SARANA PRASARANA SEKOLAH JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PERTAMA DI KOTA PANGKALPINANG Nurwasya; Marlina Safitri; Nurjanah; Vika Martahayu
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Vol 13 No 2 (2025): Edutainment: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v13i2.1071

Abstract

This study aims to analyze the suitability and fulfillment of infrastructure and human resource needs at the elementary and junior high school levels in Pangkalpinang City as a basis for regional education policy planning. The study used a qualitative approach with descriptive analytical methods. Data were collected through observation, surveys, structured interviews, and documentation. Data validity was ensured through triangulation of techniques and sources to verify findings in the field. The results showed that the condition of elementary and junior high school classrooms varied from decent to severely damaged. The needs analysis revealed the urgency of rehabilitation for classrooms with moderate to severe damage and the need to standardize supporting facilities such as lighting, prayer rooms, health facilities, and counseling rooms, which currently do not meet ideal criteria. In terms of human resources, an equitable distribution of teaching staff was identified to address the disparity in academic background and employment status, although teacher competency was generally categorized as good to excellent. The study concluded that fulfilling the gap between actual conditions and standard facility needs and the redistribution of human resources must be a top priority to improve the quality of education services in Pangkalpinang City.
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Dalam Memberikan Layanan Untuk Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di SLB YPAC Pangkalpinang Diah Rina Miftakhi; Nurjanah Nurjanah
Sustainable Vol. 2 No. 2 (2019): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v2i2.992

Abstract

describe the implementation of an integrated quality management component consisting of the quality of services provided by the school, human resources in teaching, the school environment, and learning process in SLB YPAC Pangkalpinang. The method used in this study, namely by using a naturalistic qualitative approach. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study include the principal, teachers, employees, and students. The validity of the data is done by triangulation, and deeper observation. Analysis of the data used is the interactive analysis model of Miles and Huberman through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that: (a) the quality of services to students in SLB YPAC Pangkalpinang had met good service standards. This can be seen from the services in the form of facilities and infrastructure which are quite complete in schools; (b) the quality of human resources in the education process shows good teacher resources. This can be seen from the teacher data which shows that the teaching staff at SLB YPAC Pangkalpinang 95% of educators with S1 qualifications in the field of education; (c) the quality of the environment in SLB YPAC Pangkalpinang is already good. This can be seen from the very strategic location of the school because the location of the school is in the middle of the city so that it is easily accessible by the community; (d) the quality of the learning process carried out by teachers at Pangkal Pinang YPAC SLB is good. This can be seen from the realization of the form of activities through learning planning by preparing lesson plans for each subject, then implementing learning, which includes strategies and methods used by teachers in delivering learning material, and evaluation of learning. Keywords: Integrated quality management, student achievement ABSTRAK Tujuan dalam melaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat pelaksanaan serta mendeskripsikan implementasi komponen Manajemen Mutu Terpadu yang terdiri dari kualitas layanan yang diberikan sekolah, sumber daya manusia dalam mengajar, lingkungan sekolah, dan proses pembelajaran di SLB YPAC Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini antara lain kepala sekolah, guru, pegawai, dan peserta didik. keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, dan pengamatan yang lebih mendalam. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) mutu layanan terhadap peserta didik di SLB YPAC Pangkalpinang sudah memenuhi standar layanan yang baik. Hal ini dilihat dari layanan yang berupa fasilitas sarana dan prasarana yang sudah cukup lengkap di sekolah; (b) mutu sumber daya manusia dalam proses pendidikan menunjukkan sumber daya guru yang baik. Hal ini dapat dilihat dari data guru yang menunjukkan bahwa tenaga pengajar di SLB YPAC Pangkalpinang 95% pendidik berkualifikasi S1 bidang kependidikan; (c) mutu lingkungan yang ada di SLB YPAC Pangkalpinang sudah baik. Hal ini terlihat dari letak sekolah yang sangat strategis karena lokasi sekolah yang berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat; (d) mutu proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di SLB YPAC Pangkalpinang sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari realisasi bentuk kegiatan melalui perencanaan pembelajaran dengan menyusun RPP setiap mata pelajaran, kemudian pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi strategi dan metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
PELATIHAN PACKAGING DAN PEMBUATAN LOGO BAGI PELAKU UMKM UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS PRODUK Erick Prayogo Walton; Haiyudi Haiyudi; Ratno Purnamasari; Yudistira Bagus Pratama; Nurjanah Nurjanah; Yurdayanti Yurdayanti; Rajab Vebrian; Silvio Juliana Nabela
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23313

Abstract

Abstrak: Kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya identitas dan cara pengemasan produk menjadi permasalahan utama yang ada di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Bangka Belitung. Oleh karena itu, tujuan program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya kedua aspek diatas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dengan tahapan pemaparan dan praktikum. Mitra dalam pelatihan ini adalah sebanyak 15 pelaku UMKM di Desa Batu Beriga. Pre dan Post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah dilakukan pemaparan dan praktik. Ditemukan sebanyak 30% peningkatan pemahaman terhadap aspek penting dalam perancangan logo produk dan 10% dalam aspek pengemasan dengan prosentase akhir sangat baik.Abstract: The lack of understanding among Micro, Small and Medium Enterprise (MSME) entrepreneurs about the importance of branding and product packaging is a major issue in the village of Batu Beriga, Lubuk Besar District, Central Bangka, Bangka Belitung. Therefore, the goal of this community engagement program is to improve the understanding of MSME entrepreneurs regarding the significance of these two aspects. The method used in this program is training, which includes presentations and practical sessions. The partners in this training are 15 MSME entrepreneurs in Batu Beriga village. Pre- and post-tests were conducted to measure the improvement in understanding after the presentations and practical sessions. It was found that there was a 30% increase in understanding of the key aspects of product logo design and a 10% increase in product packaging, with the final percentage of understanding being rated as excellent.
Pengaruh Media Kartu Kata Berbasis Video Animasi Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 12 Toboali Sasi Mardita; Vika Martahayu; Nurjanah
JBES (Journal Basic Education Skills) Vol 4 No 1 (2026): JBES (Journal Basic Education Skills)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/jbes.v4i1.384

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ beginning reading skills. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of animated video-based word card media on the beginning reading skills of Grade I students at SD Negeri 12 Toboali. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental method, using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of one class of 25 students selected through a saturated sampling technique. Students were given an oral test consisting of five questions as the data collection technique. Data were analyzed using the normality test (Shapiro-Wilk) and hypothesis testing (Paired Sample t-test). The results of the normality test showed that the pretest data had a significance value of 0.105, which is greater than 0.05, and the posttest data had a value of 0.133, which is also greater than 0.05, indicating that the data were normally distributed. The results of the paired sample t-test showed a significant difference between the pretest and posttest scores (0.000 < 0.05), with posttest scores significantly higher than pretest scores. Therefore, Ho was rejected and Ha was accepted. It means that using animated video-based word card media significantly affects the beginning reading skills of Grade I students at SD Negeri 12 Toboali.