Claim Missing Document
Check
Articles

PELVIC ROCKING EXERCISE PADA IBU BERSALIN TERHADAP LAMA WAKTU PERSALINAN Ratna Ariesta Dwi Andriani; Ika Mardiyanti; Rizki Amalia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i1.838

Abstract

The results of Riskesdas (2018) in Central Java Province, the number of cases of complications of prolonged labor occupies the second highest number after complications of premature rupture of membranes, which is 5.2%. Given the high incidence of prolonged labor, it is necessary to do proper handling from a midwife. One of the efforts that can be done by midwives is to do pelvic rocking exercises for mothers in labor. The purpose of this study was to determine the effect of pelvic rocking exercise on the length of labor time. The research design used is an observational research type, with a Quasi Experiment design with a nonequivalent control group design. Then the data obtained were analyzed using the Mann Whitney test. The results of the study stated that the P-value was 0.000 <0.05, this means that there is a significant difference between the groups that do pelvic rocking exercise and those who do not do the length of time of delivery. The conclusion in this study is that there is an effect of pelvic rocking exercise on mothers giving birth to the length of time of delivery. This proves that pelvic rocking exercise is an activity that is quite effective in helping to accelerate the cervical opening process so that the labor process runs quickly. 
Hubungan Anemia pada Kehamilan Dengan Inpartu Kala II Lama di BPM Ny. Suhariyati Surabaya Ratna Ariesta; Dwi Andriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.324 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v9i1.185

Abstract

Relations of Anemia in Pregnancy With Inpartu Kala II Lama in BPM Ny. Suhariyati Surabaya. Anemia in pregnancy in Indonesia is still high, with a national rate of 65% which each region has different variations, anemia is one of the causes of prolonged labor. BPM Ny. Suhariyati Surabaya in December 2014 of 18 people inpartu obtained 6 (33.33%) who have anemia, of the 6 3 occurred prolonged second stage and 12 persons (66.7%) were not anemic, of the 12 people 3 people experiencing prolonged second stage. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal anemia during long inpartu the second stage in the BPM Ny. Suhariyati Surabaya. This study uses an observational analytic study design and by the time the study was cross sectional study with a research population is all women berslin in BPM Ny. Suhariyati a total of 90 people for 2 months. Selection of the sample by simple random sampling with a large sample studied was 40. The variables in this study are anemic pregnant women and old stage II. At the time of data collection procedures inpartu using primary data and the processing of data by cross tables and chi square test. Based on the results of the study of 40 people found 14 (35.00%) had anemia which consists of 4 people (28.57%) had stage II normal and 10 (71.42%) experienced a prolonged second stage. The conclusions of this study is almost half inpartu mothers have anemia, mostly mothers inpartu experiencing prolonged second stage and there is a relationship between maternal anemia during inpartu with prolonged second stage. Advice for pregnant women should undergo hemoglobin levels every 3 months and taking 90 tablets Fe to pregnant women during pregnancy.
Pengaruh Penatalaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Onset Pengeluaran Kolostrum Di Surabaya Nur Masruroh; Ratna Ariesta Dwi Andriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.464 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v13i01.650

Abstract

Inisisasi menyusui dini (IMD) adalah memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan,biasanya dalam waktu 30 - 60 menit setelah bayi dilahirkan. Inisiasi Menyusu Dini juga dengan jelas telah tercantum dalam Buku Acuan Asuhan Persalinan (APN) dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia sehingga harus dilaksanakan oleh seluruh bidan. Kolostrum mulai diproduksi oleh tubuh saat kehamilan, dan keluar pada awal seorang ibu akan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui pengaruh penatalaksanaan inisiasi menyusu dini terhadap onset pengeluaran kolostrum ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel ibu bersalin primipara yang melahirkan di BPM Istiqomah dan BPM Bashori selama bulan Maret-Juli 2018 berjumlah 60 orang. Analisis data menggunakan t tes mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan inisiasi menyusu dini berpengaruh terhadap onset pengeluaran kolostrum dengan p= 0,03 (<0,05). Lama pelaksanaan inisiasi menyusu dini berpengaruh terhadap onset pengeluaran kolostrum dengan p= 0,01 (<0,05). Bidan sebagai ujung tombak kesehatan ibu dan anak meningkatkan sosialisasi pentingnya inisiasi menyusu dini sejak periode kehamilan Kata kunci : IMD, onset, kolostrum
PENGARUH STATUS NUTRISI IBU HAMIL TERHADAP JENIS PERSALINAN Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriyani
Menara Medika Vol 3, No 1 (2020): Vol 3 No 1 September 2020
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v3i1.2191

Abstract

Pendahuluan : Status gizi ibu sebelum hamil merupakan tolak ukur untuk menentukan asuhan yang akan diberikan kepada ibu selama kehamilan. Status nutrisi tersebut dapat dilihat berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang diukur melalui tinggi badan dan berat badan, serta ukuran Lingkar Lengan Atas (LLA). Status nutrisi ibu sebelum hamil dan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin, proses persalinan, serta komplikasi yang dapat menyertai kehamilan baik pada ibu dan janin. Sehingga status nutrisi harus diperhatikan jangan sampai berlebih atau kurang, karena kondisi tersebut dapat mengakibatkan perslainan premature, bayi lahir dengan berat badan rendah, atau apabila berlebih dapat juga berakibat pada diabetes gestasional serta makrosomia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status nutrisi ibu hamil yang meliputi Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) dengan jenis persalinan. Metodologi : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan studi cross sectional. Populasi adalah ibu bersalin di Puskesmas Jagir Surabaya pada bulan Mei – Juni. Tehnik pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sample yang memenuhi kriteria peneliti yaitu ibu bersedia menjadi responden, tidak terdapat kegawatdaruratan selama kehamilan dan proses perslainan serta bayi baru lahir. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar lengan Atas (LLA) dengan jenis persalinan dengan nilai p value 0.171 dan 1.547. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara IMT dan LLA tidak berhubungan dengan jenis persalinan.
Sosialisasi Pentingnya Afirmasi Positif Guna Mempersiapkan Proses Lancar Laktasi Sejak Dini Melalui Media E-Konseling Ratna Ariesta Dwi Andriani; Rizki Amalia; Ika Mardiyanti; Mohammad Nasir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5369

Abstract

ABSTRAK Rendahnya prosentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Pemalang yaitu sebesar 36,4%. Kurangnya dukungan untuk menyusui menjadi salah satu faktor penyebab tidak tercapainaya angka cakupan pemberian ASI Eksklusif. Untuk itu perlu adanya usaha bagi ibu untuk menciptakan suatu kondisi yang positif sedini mungkin didalam diri ibu pribadi guna mendukung terlaksananya proses laktasi sejak dini yang nyaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna membantu meningkatkan pengetahuan para kader yang nantinya akan membantu Bidan dalam melakukan pendidikan kesehatan kepada para ibu hamil khusunya di masa pandemi ini untuk tetap bisa mendapatkan informasi kesehatan seputar persiapan proses laktasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk pendidikan kesehatan kepada kader dengan tetap mematuhi protokol kesehtan di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan pemberian e-konseling. Sosialisasi dilakukan kepada para kader kesehatan yang ada di paguyuban posyandu Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Hasil yang diperoleh dari sosialisasi ini adanya peningkatan pengetahuan kader tentang pemberian afirmasi positif guna mempersiapkan proses lancer laktasi sejak dini, dimana sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebesar 87,5%. Saran bagi para kader agar bisa memberikan pengetahuan yang didapat dalam sosialisasi ini kepada kader lain dan ibu hamil. Kata Kunci: Afirmasi positif, Hipnolaktasi, Hypnobreastfeeding, Menyusui  ABSTRACT The low percentage of exclusive breastfeeding in Pemalang Regency is 36.4%. The lack of support for breastfeeding is one of the factors causing the non-achievement of exclusive breastfeeding coverage. For this reason, it is necessary for mothers to create a positive condition as early as in the mother personally to support the implementation of a comfortable early lactation process. This community service activity is carried out to help increase the knowledge of cadres who will later assist midwives in conducting health education to pregnant women, especially during this pandemic so that they can still get health information about preparing for the lactation process. The method used is socialization in the form of health education to cadres by complying with health protocols during the Covid-19 pandemic, namely by offering e-counseling. The socialization was carried out to health cadres in the community posyandu, Randudongkal District, Pemalang Regency. The results obtained from this socialization were an increase in the knowledge of cadres about giving positive affirmations to prepare for a smooth lactation process from an early age, where most of the cadres had good knowledge of 87.5%. Suggestions for cadres to be able to provide the knowledge gained in this socialization to other cadres and pregnant women. Keywords: Positive Affirmations, Hypnolactation, Hypnobreastfeeding, Breastfeeding
Weight Gain During Pregnancy To Childbirth uli laili; Ratna Ariesta dwi Andriani
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 16 No. 1 (2020): Juni
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.648 KB) | DOI: 10.29238/jtk.v16i1.573

Abstract

Increased energy and nutrients are needed for fetal growth and development, increase in the size of the uterine organs, as well as changes in the composition and metabolism of the mother's body. The nutritional status of pregnant women can be seen through several factors including the adjusted body mass index (BMI) of the mother before pregnancy which will affect how much the ideal increase in pregnancy during pregnancy, including the size of the LLA (Upper Arm Circumference) to achieve an ideal state. It aims to prevent weight gain that is too much or too little for pregnant women who will also affect the birth process and the condition of the fetus being born. The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal weight gain during pregnancy and childbirth. The research method used is quantitative, with cross sectional approach. The study was conducted at the Jagir Community Health Center in Surabaya, with a sample of 80 people. Data obtained using SPSS with chi square test. The results showed there was a relationship between maternal weight gain during pregnancy which was seen based on body mass index (BMI) with the labor process that took place. In the implementation of midwifery care for pregnant women nutritional status monitoring and weight gain are monitored since the beginning of pregnancy so that labor takes place smoothly
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program tersebut adalah pemcegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dialakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita di RW 2 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai propram pencegahan stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang program pencegahan stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.Kata Kunci: stunting, balita, pemberdayaan
Tetap Aktif Saat Menstruasi Dengan Akupresure Yasi Anggasari; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Fauziyatun Nisa'; Warda El Maida Rusdi
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.221 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.67

Abstract

Abstrak Dismenorhea merupakan keluhan yang sering dialami tiap wanita ketika memasuki siklus menstruasi. Dalam menangani dismenorea, pada umumnya masyarakat masih menggunakan obat-obat analgesic untuk meringankan rasa nyeri pada saat menstruasi. Padahal penggunaan analgesik dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya apabila digunakan dalam jangka waktu Panjang. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan serta ketrampilan WUS tentang dismenore dan cara penanganan nyeri menstruasi melalui teknik akupresure. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di PMB Nanik Cholid Sidoarjo dengan melibatkan Wanita Usia Subur sebanyak 18 orang yang dilakukan selama 1 bulan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi dalam bentuk video tentang dismenore dan cara penanganannya dengan teknik akupresure dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab. Sebelum pemberian edukasi, peserta diberikan pretest dan setelah pemberian edukasi, diberikan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Wanita usia subur mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang dismenore dan penanganannya dengan Teknik akupresure, dengan rata-rata skor pre test 33,3% sedangkan hasil post test nilai rata-rata peserta adalah 83,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan WUS tentang cara mengurangi dismenore dengan menggunakan Teknik akupresure. Sehingga diharapkan Wanita Usia Subur dapat melaksanakan akupresure secara mandiri apabila sedang mengalami nyeri haid. Kata kunci : Dismenorea, Akupresure, WUS Abtract Dysmenorrhea is a condition experienced by every woman when entering the menstrual cycle. In dealing with dysmenorrhea, most Indonesian people still use analgesic drugs to relieve pain during menstruation. Though these drugs can cause dangerous side effects when used in the long term. The purpose of implementing this community service activity is to increase the knowledge, understanding and skills of WUS about dysmenorrhea and how to handle menstrual pain with acupressure techniques. This community service was carried out at PMB Nanik Cholid Sidoarjo by involving 18 women of childbearing age for 1 month. This community service activity is carried out by providing education in the form of videos about dysmenorrhea and how to treat it with acupressure techniques using the lecture method, question and answer. Before giving education, participants were given a pretest and after giving education, they were given a posttest for measure their level of knowledge. The results of this activity indicate that women of childbearing age have a good level of knowledge after being given education about dysmenorrhea and its treatment with acupressure techniques, with an average pre-test 33.3% while the post-test have an average score of 83.3%. so that there is an increase in WUS knowledge and skills on how to reduce dysmenorrhea by using acupressure techniques. So it is hoped that women of childbearing age can carry out acupressure independently when they are experiencing menstrual pain. Keywords : Dysmenorrhea, Acupressure, WUS
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENGISIAN BUKU KIA ANAK Ratna Ariesta Dwi Andriani; Yasi Anggasari Anggasari; Ika Mardiyanti; Firdaus; Yati Isnaini Safitri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.135 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3111

Abstract

Peran aktif kader besifat penting karena kader mempengaruhi keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Rendahnya pengetahuan, kemampuan kader dan kurangnya pemberdayaan menjadi penyebab berkurangnya fungsi Posyandu, sehingga minat masyarakat menjadi lebih rendah untuk menggunakan Posyandu sebagai pelayanan Kesehatan. Kader Posyandu Kelurahan Pacar Kembang kurang lebih berjumlah 30 orang, terdiri dari mayoritas adalah kader baru dan muda. Sebanyak 66% kader masih kurang paham mengenai cara pengisian buku KIA edisi terbaru 2020. Solusi dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada para kader Kesehatan tentang pengisian buku KIA anak edisi 2020. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam mengisi buku KIA anak edisi 2020. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan dengan metode ceramah menggunakan slide powerpoint dan penjelasan langsung menggunakan buku KIA edisi 2020 versi cetak. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pre tes dan post tes dengan menggunakan lembar kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang pengisian buku KIA edisi 2020.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN ANAK DBD Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Annif Munjidah; Mery Susanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.179

Abstract

Demam berdarah dapat menyerang semua golongan umur. Proporsi kasus ini berdasarkan umur di Indonesia menunjukkan bahwa DBD paling banyak terjadi pada anak usia sekolah yaitu pada usia 5-14 tahun. Keberhasilan penatalaksanaan DBD terletak pada kemampuan mendeteksi secara dini fase kritis dan penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan terhadap pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti serta penanganan secara cepat dan tepat bagi penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluhan pencegahan penyebaran nyamuk dan infeksi virus dengue serta demontrasi 3M (menutup, menguras, mengubur) dan proses pembutan spray anti nyamuk dari batang serai. Tingkat pengetahuan dari peserta dilihat dari hasil post test dan pre test penyebaran kuesioner. Hasil pre test pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah dengue pada anak-anak didapatkan sebagian kecil (26,64%) kader memiliki pengetahuan sangat kurang dan kurang serta hampir setengahnya (46,62%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi didapatkan hasil post test pengetahuan kader kesehatan seluruhnya (100%) memiliki pengetahuan sangat baik. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan terkait penceghaan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kasus demam berdarah dengue yang banyak menimpa anak-anak.