Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENGISIAN BUKU KIA ANAK Ratna Ariesta Dwi Andriani; Yasi Anggasari Anggasari; Ika Mardiyanti; Firdaus; Yati Isnaini Safitri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.135 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3111

Abstract

Peran aktif kader besifat penting karena kader mempengaruhi keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Rendahnya pengetahuan, kemampuan kader dan kurangnya pemberdayaan menjadi penyebab berkurangnya fungsi Posyandu, sehingga minat masyarakat menjadi lebih rendah untuk menggunakan Posyandu sebagai pelayanan Kesehatan. Kader Posyandu Kelurahan Pacar Kembang kurang lebih berjumlah 30 orang, terdiri dari mayoritas adalah kader baru dan muda. Sebanyak 66% kader masih kurang paham mengenai cara pengisian buku KIA edisi terbaru 2020. Solusi dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada para kader Kesehatan tentang pengisian buku KIA anak edisi 2020. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam mengisi buku KIA anak edisi 2020. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan dengan metode ceramah menggunakan slide powerpoint dan penjelasan langsung menggunakan buku KIA edisi 2020 versi cetak. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pre tes dan post tes dengan menggunakan lembar kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang pengisian buku KIA edisi 2020.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN ANAK DBD Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Annif Munjidah; Mery Susanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.179

Abstract

Demam berdarah dapat menyerang semua golongan umur. Proporsi kasus ini berdasarkan umur di Indonesia menunjukkan bahwa DBD paling banyak terjadi pada anak usia sekolah yaitu pada usia 5-14 tahun. Keberhasilan penatalaksanaan DBD terletak pada kemampuan mendeteksi secara dini fase kritis dan penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan terhadap pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti serta penanganan secara cepat dan tepat bagi penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluhan pencegahan penyebaran nyamuk dan infeksi virus dengue serta demontrasi 3M (menutup, menguras, mengubur) dan proses pembutan spray anti nyamuk dari batang serai. Tingkat pengetahuan dari peserta dilihat dari hasil post test dan pre test penyebaran kuesioner. Hasil pre test pengetahuan kader kesehatan tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah dengue pada anak-anak didapatkan sebagian kecil (26,64%) kader memiliki pengetahuan sangat kurang dan kurang serta hampir setengahnya (46,62%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi didapatkan hasil post test pengetahuan kader kesehatan seluruhnya (100%) memiliki pengetahuan sangat baik. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan terkait penceghaan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kasus demam berdarah dengue yang banyak menimpa anak-anak.
Sosialisasi herbal Medicine Sebagai Pemberdayaan Potensi Kesehatan Berbasis Ponpes di Ponpes Al Hikam Bangkalan M. Dwinanda Djunaedi; M. Nasir, Farida Umamah; Ratna Ariesta; Noer Farakhin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.691 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.857

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama yang sedang berkembang saat ini, yakni Corona Virus Disease 2019, atau COVID-19. Salah satu potensi Pondok Pesantren yang bisa dimanfaatkan terkait dengan adanya sumber daya dan potensi pembelajaran adalah pemberdayaan potensi kesehatan, utamanya tentang herbal medicine. Maka dari itu peneliti melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Ponpes tentang herbal medicine sebagai pemberdayaan potensi kesehatan berbasis pondok pesantren di Ponpes Al Hikam Bangkalan. pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juni 2021 ini dihadiri oleh 30 peserta dari Ponpes Al Hikam Bangkalan. Kegiatan yang dilakukan berupa webinar sosialisasi tentang herbal medicine sebagai pemberdayaan potensi kesehatan berbasis pondok pesantren di Ponpes Al Hikam Bangkalan. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat respon peserta dengan dilihat dari antusiasme dan pemahaman yang ditangkap peserta. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan bahwa peserta sangat aktif untuk berinteraksi dengan pemateri, dari 30 peserta saat sesi tanya jawab muncul beberapa pertanyaan dari 9 peserta, mulai dari hal sederhana sampai dengan hal-hal yang lebih mendetail mengenai materi. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme dan respon peserta mengenai materi sangat tinggi sebanyak 30%. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Ponpes tentang herbal medicine sebagai pemberdayaan potensi kesehatan berbasis pondok pesantren di Ponpes Al Hikam Bangkalan yang dapat dilihat dari tingginya antusiasme peserta selama acara berlangsung. Diharapkan hal ini dapat menjadi bekal para santri untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat di sekitar.
PEMODELAN RUMAH ASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PHILIPINA DAN MALAYSIA Uke Maharani Dewi; Esty Puji Rahayu; Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12518

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo yang terletak di Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur Keberhasilan. Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara-negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Philipina dan Malaysia. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya masing-masing sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik pijat oksitosin. Kegiatan bertempat di Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 5 (31,25%) mahasiswa dari Universitas Malaysia Perlis, 6 (37,5%) mahasiswa dari University of Northern Philippines, 5 (31,25%) mahasiswa dari Universiti Technology Malaysia. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional pijat oksitosin setelah simulasi diberikan. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang konsep manajemen dan pelayanan Rumah ASI yaitu sebesar 87,5% mahasiswa mempunyai pengetahuan baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 75% mahasiswa terampil dalam memberikan pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI. Selain itu mahasiswa asing juga mempunyai keterampilan yang baik dalam melakukan pijat oksitosin yaitu sebesar 81,25%. Abstract: In 2015 Wonokromo village located in Surabaya was selected as the best active standby village at the East Java success provincial level. This ASI village was developed again with the Rumah ASI Program. With the success of Rumah ASI, the community service team provided socialization related to the management of Rumah ASI for students from countries with a lower prevalence of exclusive breastfeeding from Indonesia, namely the Philippines and Malaysia. The sustainability of this activity is expected that students can initiate supporting programs such as Rumah ASI in their respective countries so that they can increase exclusive breastfeeding. The method used in this activity is socialization about the management of the breast milk house and oxytocin massage practicum. The activity took place in the Wonokromo Village, and was attended by 5 (31.25%) students from Perlis Malaysia University, 6 (37.5%) students from the University of Northern Philippines, 5 (31.25%) students from Universiti Technology Malaysia. Evaluation to measure knowledge is assessed using pretest questionnaires which are distributed before the material is given and posttest questionnaires which are distributed after the material is given. Skills were assessed using a checklist of standard operating procedures for service and use of Rumah ASI facilities and a checklist of standard operating procedures for oxytocin massage after the simulation was given. The result of this activity was that there was an increase in knowledge about the concept of management and services for Rumah ASI, namely 87.5% of students had good knowledge after being given materials for managing ASI houses and 75% of students were skilled in providing services and using the facilities of Rumah ASI. In addition, foreign students also have good skills in doing oxytocin massage, which is 81.25%.  
RUMAH ASI DAN PENERAPAN BACK MASSAGE TREATMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Hinda Novianti; Annif Munjidah; Rizki Amalia; Yunik Windarti; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Nadya Gebrina; Evi tasya azaroh; Nur Azmiel; Yulida Revitasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5945

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia saat ini sudah cukup baik. WHO mencatat 74,5% ibu di Indonesia telah memberikan ASI eksklusif. Pada tahun 2015 kelurahan Wonokromo, Surabaya terpilih sebagai kelurahan siaga aktif terbaik di tingkat propinsi Jawa Timur. Keberhasilan Kampung ASI ini dikembangkan lagi dengan Program Rumah ASI. Dengan keberhasilan Rumah ASI tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi terkait manajemen Rumah ASI bagi mahasiswa dari negara dengan prevalensi ASI eksklusif yang lebih rendah dari Indonesia yaitu Thailand.Menurut WHO, data pencapaian ASI Eksklusif di Thailand hanya 14% pada 2020, ditargetkan mencapai 50% pada 2025 mendatang. Keberlanjutan dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dari Naresuan University Thailand dapat menginisiasi adanya program penunjang seperti Rumah ASI di negaranya sehingga dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini adalah sosialisasi tentang manajemen Rumah ASI dan praktik back massage treatment untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menysusui. Kegiatan bertempat di RW 3 Kelurahan Wonokromo, dan diikuti oleh 13 orang mahasiswa dan 3 orang dosen Naresuan University Thailand dan 10 kader kelurahan Wonokromo. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan dinilai dengan menggunakan kuesioner pretest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan kuesioner posttest yang dibagikan setelah materi diberikan. Keterampilan dinilai dengan menggunakan checklist standar prosedur operasional pelayanan dan penggunaan fasilitas Rumah ASI dan checklist standar prosedur operasional back massage treatment setelah simulasi diberikan.  Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang manajemen Rumah ASI yaitu sebesar 84,25% mahasiswa  mempunyai pengetahuan yang baik sesudah diberikan materi manajemen rumah ASI dan 87,5% mahasiswa Thailand ini memiliki ketrampilan yang baik dalam melakukan back massage treatment
I LOVE YOU (ILY) MASSAGE TERHADAP KEJADIAN KONSTIPASI PADA BALITA Ratna Ariesta Dwi Andriani; Yasi Anggasari; Ika Mardiyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i2.1583

Abstract

Konstipasi atau sembelit merupakan kondisi dimana anak mengalami kesulitan atau keterlambatan buang air besar selama dua minggu atau lebih, dan dapat menyebabkan stres pada pasien Penyebab tersering sembelit pada anak yaitu fungsional sekitar 95%, dan hanya 5% karena penyebab organik. Konstipasi yang parah atau cukup parah jika tidak ditangani dengan baik bisa menjadi obstipasi. Pijat dapat menjadi salah satu terapi alternatif untuk konstipasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari i love you (ily) massage terhadap frekuensi buang air besar pada balita dengan konstipasi. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan non equivalent control group design. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok responden yaitu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan i love you (ily) massage dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Kemudian dilakukan observasi frekuensi buang air besar pada balita dengan konstipasi untuk mendapatkan data. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menyatakan nilai Pvalue yaitu 0,000 < 0,05 ini artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi perlakuan berupa i love you massage dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah i love you massage terbukti efektif dalam mengatasi masalah konstipasi pada balita.
Implementasi Terapi Komplementer Dalam Mengatasi Emisis Gravidarum Yasi Anggasari; Ika Mardiyanti; Nanik Handayani; Ratna Ariesta; Renny Novi Puspitasari
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v5i2.122

Abstract

Pada Trimester 1 hampir 50 % Wanita hamil akan mengalami mual muntah atau disebut dengan emisis gravidarum, ketidaknyaman ini juga dialami oleh hampir sebagian besar ibu hamil di Wilayah Posyandu RW 2 Kelurahan Pacar Kembang. Apabila tidak segera ditangani ketidaknyaman tersebut dapat menyebabkan dampak yang serius bagi ibu dan janin. Emisis gravidarum ini dapat ditangani dengan cara berkomunikasi, memberi informasi serta memberikan obat atau vitamin B kompleks ataupun vitamin B6 dan beberapa tindakan non farmakologis juga dapat digunakan dalam penanganan emisis gravidarum tersebut diantaranya yaitu pemberian aroma terapi, hypnosis, akupresure dan yoga. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan ibu hamil tentang emisis gravidarum dan cara penanganannya dengan menggunakan teknik self hypnosis dan prenatal yoga. Kegiatan PKM ini dilakukan di Wilayah Posyandu RW 2 Kelurahan Pacar Kembang dengan melibatkan ibu hamil dan kader  sebanyak 30 orang , selama 1 bulan. Metode yang digunakan pada Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab serta memberikan edukasi dalam bentuk video tentang self hypnosis dan prenatal yoga. Tingkat pengetahuan ibu hamil dan kader diukur Prepost pemberian edukasi dengan  menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu hamil dan kader mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang emisis gravidarum dan penanganannya dengan self hypnosis dan prenatal yoga, hal ini dapat terlihat dari skor rata-rata pre test sebesar 33,3% dan skor rata-rata post test sebesar 73,3% sehingga diharapkan Ibu hamil dapat melaksanakan teknik self hypnosis dan prenatal yoga secara mandiri untuk mengurangi emesis gravidarum
Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil Dengan Loving Pregnancy Massage Ratna Ariesta Dwi Andriani; Ika Mardiyanti; Nanik Handayani; Yasi Anggasari; Paramita Sari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6429

Abstract

Pada periode kehamilan trimester ketiga ini membutuhkan perhatian khusus, karena pada masa ini terjadi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan janin. Tulang belakang terdorong ke arah belakang membentuk postur tubuh lordosis sebagai upaya penyesuaian beban tubuh yang berlebih. Kondisi ini menyebabkan ibu merasakan nyeri pada bagian punggung. Survey pendahuluan dari 10 ibu hamil trimester ketiga di Rw.02 Kelurahan Pacar Kembang Surabaya, semuanya mengalami nyeri punggung dan 7 diantaranya tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Selain itu, dari 30 kader kesehatan yang ada, hanya 9 orang yang tau tentang pijat ibu hamil, namun mereka tidak bisa mempraktikannya. Solusi dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan juga demontrasi kepada kader dan ibu hamil tentang Loving Pregnancy Massage dalam mengatasi ketidaknyamanan nyeri punggung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan ibu hamil. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan Penyuluhan Kesehatan dengan metode ceramah dibantu dengan media leaflet. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pre tes dan post tes dengan menggunakan lembar kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader dan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan Penyuluhan Kesehatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dan ibu hamil setelah diberikan Penyuluhan kesehatan Kesehatan tentang Loving Pregnancy Massage.
UPAYA PENINGKATAN SELF EFFICACY IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RESIKO TINGGI KEHAMILAN MELALUI PRENATAL CLASS Nanik Handayani; Yasi Anggraini; Ika Mardiyanti; Ratna Ariesta Dwi A.; Hotimah Masdan Salim; Jessica Puspa Kencana; Erfina Miftakhul Zannah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19475

Abstract

Tingginya angka kematian ibu (AKI) harus menjadi perhatian khusus terutama pada ibu hamil. Pentingnya ibu hamil dalam mengikuti prenatal class selama kehamilan dalam upaya untuk meningkatkan perawatan yang optimal terutama mendeteksi dini resiko tinggi kehamilan merupakan upaya menurunkan dan mecegah terjadinya komplikasi sampai kematian pada ibu hamil. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini resiko tinggi kehamilan melalui prenatal class sebagai upaya untuk meningkatkan self efficacy pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya deteksi dini resiko kehamilan pada ibu hamil sebanyak 30 orang di tempat Praktek Bidan Mandiri (BPM) Taman Sidoarjo. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan ibu hamil dalam kategori kurang sebesar 83,4%, sedangkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu hamil dalam kategori baik sebesar 93,3%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di tempat Praktek Bidan Mandiri (BPM) Taman Sidoarjo sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Diharapkan dengan adanya pengabdian Masyarakat ini, ibu hamil bertambah pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini resiko kehamilan dan meningkatnya self efficacy ibu hamil selama kehamilan sampai persalinan. Selain itu, diharapkan keluarga dan tenaga kesehatan memberikan dukungan dalam meningkatkan self efficacy pada ibu hamil.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FREQUENCY OF BREASTFEEDING AND NEWBORN WEIGHT LOSS Ratna Ariesta Dwi Andriani; Uliyatul Laili
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i01.1747

Abstract

Breast milk contains many nutrients, an ideal composition for the baby's needs in the growth stage. In the first ten days, the newborn's weight will decrease by less than 10% of birth weight. Adequacy of breastfeeding for newborns can increase the baby's weight significantly. Mostly, weight is used to determine the baby's growth. To increase the baby's weight, the baby needs proper nutrition, and breastmilk is the primary nutrition for babies less than six months old. One of the factors that influence breast milk production is the frequency of breastfeeding. It helps to stimulate breast milk production. This research aims to analyze the relationship between the frequency of breastfeeding and newborn weight loss. This research used purposive sampling, and the collected data were analyzed using chi-square. The analysis showed that the p-value is 0.003, which means a significant relationship between breastfeeding frequency and newborn weight loss. Keywords: Frequency of breastfeeding, Baby weight