Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BULU BABI (Diadema setosum) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DI PERAIRAN DESA PELAUW Aulia Debby Pelu; Risman Tunny; Bilkis Latuconsina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2020): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.701 KB)

Abstract

Sea urchin (Diadema setosum) is an aquatic biota that has high nutritional value. Bioactive compounds produced by sea urchins have the potential to be used as natural antibacterial compounds. This study aims to identify chemical compounds and determine the antibacterial activity of ethanol extract of sea urchins (Diadema setosum) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The research method used is the agar diffusion method. The results of phytochemical screening of sea urchin extract (Diadema setosum) showed the presence of alkaloids and saponins. By using variations in the concentration of ethanol extract of sea urchin (Diadema setosum) at a concentration of 80% it had an inhibitory power of 18 mm, a concentration of 90% had an inhibitory power of 23 mm, a concentration of 100% had an inhibitory power of 28 mm and for a concentration of 110% had an inhibitory power of 35 mm. The positive control has a resistance of 30 mm and the negative control is 0 mm. The results showed that the ethanol extract of sea urchins (Diadema setosum) had a strong bacterial inhibitory activity against Staphylococcus aureus bacteria.
Studi Farmakognostik Tanaman Inai (Lawsonia inermis Linn) asal Maluku Jayanti Djarami; Risman Tunny
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v8i1.12600

Abstract

Plants are a source of chemical compounds, both chemical compounds resulting from primary metabolism or  called primary metabolites such as carbohydrates, proteins and fats which are used by the plant itself for its growth, as well as a source of secondary metabolites such as alkaloids, flavanoids, steroids/terpenoids, saponins and tannins. The design of this study was a experimental  laboratory, in which morphological, anatomical, organoleptic examinations were carried out, and identification of the presence of chemical compounds in the Henna plant (Lawsonia inermis Linn) from Maluku. Morphological collation showed that the henna plant (Lawsonia inermis Linn) has single leaves facing each other. The stem is woody and thorny stems, has a taproot system. On anatomical examination, there are stomata in cross-sections and longitudinal leaves and also have vascular bundles (both xylem and phloem) in plants. In the organoleptic test, the leaves have a bitter taste and a distinctive odor at leave, while the stems and roots are tasteless and odorless. Test results Identification of the chemical content of the henna plant extract (Lawsornia inermis Linn) contains phenols, flavonoids, tannins (catechols and pyrogalotanins), saponins, steroids, and glycosides. Be observed from the chemical content of the henna plant, it can be concluded that the henna plant has medicinal properties, one of which is that it can heal cuts which the community can use for traditional medicine. It is recommended that further research be carried out to carry out pharmacological tests of henna plants on experimental animals. Keywords: Pharmacognostic Study, Henna, Chemical Content, Traditional Medicine
PENYULUHAN MENGENAI TEKNIK PENGOLAHAN TANAMAN OBAT DI DESA TIAL Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1399

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Pemanfaatan tumbuhan obat sebagai bagian dari sistem pengobatan mandiri di kalangan masyarakat sudah lazim terutama di daerah pedesaan dan wilayah – wilayah terpencil. Tumbuhan herbal merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Pengertian berkhasiat obat adalah karena mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu atau jika tidak mengandung zat aktif tertentu tapi mengandung efek resultan/sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat tradisional dan meningkatkan kepedulian serta mengetahui cara pemilihan obat tradisional yang tepat agar aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat tetap terjamin sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan pemberian materi, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang Teknik Pengolahan Tanaman Obatl pada masyarakat di Desa Negeri Tial, Kabupaten Maluku Tengah.
PENYULUHAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA SEPA Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1402

Abstract

Antibiotik adalah zat-zat kimia oleh yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik secara umum diartikan sebagai obat yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik bekerja dengan menyerang langsung infeksi bakteri di dalam tubuh kita lalu melemahkannya sehingga dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. Jika antibiotik tidak digunakan secara tepat akan menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik itu sendiri sehingga akan dibutuhkan antibiotik lain yang berdosis tinggi dan dapat menimbulkan efek samping. PENYULUHAN adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan atau keuntungan dan perbaikan kesejahteraannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Sepa tentang penggunaan antibiotik melalui PENYULUHAN. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Seram Bagian Barat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi Dengan pendekatan crosssectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelaksanaan pretest, edukasi, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal masyarakat yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi terlihat dari post test. Kesimpulan kegiatan ini adalah Berdasarkan hasil dari Pengabdian masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang penggunaan antibiotik dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Sepa.
Penyuluhan Obat Tradisional Biota Laut Di Desa Kairatu Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v1i3.1406

Abstract

Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Masyarakat menyatakan bahwa mereka mengetahui tentang obat tradisional, namun ketika ditanya lebih spesifik mengenai pengembangan obat tradisional sebagai obat herbal, mayoritas masyarakat 88,2% hanya mengenal jamu sedangkan yang mengetahui jenis obat herbal terstandar 29,4% dan yang mengenal Fitofarmaka 3%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat tradisional dan meningkatkan kepedulian serta mengetahui cara pemilihan obat tradisional yang tepat agar aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat tetap terjamin sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memnyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan ceramah, pemberian materi, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang Obat Tradisional pada masyarakat di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Uji Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Batang Gaharu (Aquilaria Malaccensis L). Asal Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Menggunakan Metode Difusi Sumuran Risman Tunny; Wiwi Rumaolat; Mitha Soumena
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2021): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.533 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v1i2.603

Abstract

Batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri yang diperlukan tubuh untuk melawan bakteri patogen. Potensi antibakteri yang dimiliki batang gaharu disebabkan adanya kandungan senyawa kimia didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) serta mengetahui zona hambat dari antibakteri ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) yang dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi batang gaharu dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Hasil uji efektifitas antibakteri ekstrak etanol batang gaharu (Aquilaria malaccensis L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus diperoleh konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 11 mm, konsentrasi 30% dengan diameter 13 mm, dan konsentrasi 60% dengan diameter 14 mm.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Pelepah Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var.Sapientum) Terhadap Pertumbuhan Staphylococus Aureus Dengan Metode Difusi Sumuran Risman Tunny; Cut Bidara Panita Umar; Sari Siompu
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v2i1.1440

Abstract

Pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) seringkali hanya di buang, padahal pelepah pisang ambon memiliki antibakteri yang tinggi. Staphylococus aureus adalah salah satu gram positif berbentuk kokus dan merupakan bakteri patogen bagi manusia. Staphylococus aureus termasud bakteri yang banyak resistensi terhadap antibiotik. Tujuan. Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder Tanin, Saponin, Flavanoid, Fenol, dan Alkaloid pada pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum). Untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak pelepah pisang ambon terhadap pertumbuhan Staphylococus aureus. Untuk mengetahui konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% ekstrak etanol pelepah pisang ambon yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus. Metodologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan empat varian konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 100% . Kontrol positif yang digunakan adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatif yang digunakan adalah Aquades. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung. Hasil penelitian. Skrining fitokimia menunjukan ekstrak pelepah pisang ambon mengandung tanin, saponin, flavonoid, alkaloid dan fenol. Pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% pelepah pisang ambon terhadap Staphylococus aureus di tandai dengan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 20% zona hambat 13 mm, konsentrasi 40% zona hambat 16 mm, konsentrasi 60% zona hambat 18 mm dan konsentrasi 100% zona hambat 20 mm. Kesimpulan. Pelepah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococus aureus dengan konsentrasi yang efektif yaitu 100% degan zona hambat 20 mm dengan kategori sangat kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RUMUT LAUT HIJAU (EUCHEUMA COTTONII) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ” STAPHYLOCOCCUS AUREUS” Risman Tunny; Aulia Debby Pelu; Sultina Syari
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 1 No. 1 (2022): April :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.101 KB) | DOI: 10.55606/jurrike.v1i1.478

Abstract

Rumput laut atau alga (euceuma cottanii) telah dimanfaatkan penduduk pantai di Indonesia untuk bahan pangan dan obat-obatan. Negara kepulauan, Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya perairan dengan maksimal untuk di jadi suatu produk farmasi. ,mengandung senyawa biokimia sebagai metabolik sekunder salah satunya sebagai aktivitas antibakti, Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada Eucheuma Cottonii dapat menghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Metode yang di gunakan yaitu difusi sumuran dan metode in nova. Pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstraksi rumput laut hijau (euceuma cottanii) dilakukan dengan menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm. Maka dapat di Simpulkan bahwa Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol 70% rumput laut hijau (euceuma cottanii) memiliki kandungan metabolit sekunder seperti : flavonoid dan steroid. Ekstrak rumput laut hijau (euceuma cottanii) mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dengan diameter zona hambat terbesar yaitu pada kosentrasi 30% sebesar 19 mm, dan diameter yang terkecil pada kosentrasi 10% sebesar 15 mm.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea decumana) Asal Desa Waisala Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Risman Tunny; Epi Dusra; Sahril Sillehu; Maritje S.J Malisngorar; Anisa Muges
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v3i1.2216

Abstract

Introduction: Itch Leaves (Laportea decumana) is a medicinal plant that grows widely in eastern Indonesia, especially Maluku. This plant usually grows in humid areas, surrounded by or adjacent to sago trees, and near rivers. Local people usually use the leaves to treat various complaints such as pain, fatigue and joint and muscle pain, or as a muscle relaxant. Objective: of this research is to determine the secondary metabolite content of the ethanol extract of itchy leaves (Laportea decumana) and test the antibacterial activity of the ethanol extract of itchy leaves (Laportea decumana) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Method: Used in this research was the Agar diffusion method with itchy leaf test material using concentrations of 60%, 65%, 70% and 75%, chloramphenicol as a positive control and distilled water as a negative control. Results: research shows that itchy leaf extract (Laportea decumana) at a concentration of 60% has an inhibition zone diameter of 15.5 mm, at a concentration of 65% the diameter of the inhibition zone is 20.5 mm, at a concentration of 70% it has 25 mm, while at a concentration of 75% it has The highest area of inhibition against Staphylococcus aureus is 29 mm. Itchy leaf extract (Laportea decumana) at a concentration of 75% has a strong inhibitory level against Staphylococcus aureus bacteria, namely with an inhibitory zone diameter of 29 mm. Conclusion: There are secondary metabolite compounds in the ethanol extract of itchy leaves (Laportea decumana) and antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
Analisis Perbandingan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus Dengan Menggunakan Metode Sumuran Risman Tunny; Epi Dusra; Annisatul Khoiriyah Kaplale; Jayanti Djarami; Maritje.S.J. Malisngorar
Medical Laboratory Journal Vol. 1 No. 4 (2023): December : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v1i4.48

Abstract

Acne is a disease on the surface of the skin of the face, neck, chest, and back that appears when the oil glands in the skin are too active so that the skin pores will be clogged by excessive fat deposits. Guava leaves contain secondary metabolites, consisting of tannins, alkaloids, flavonoids, saponins. This study aims to identify the content of secondary metabolites in guava leaf extract (Psidium guajava L.), test the antibacterial activity of ethanol extract of guava leaves (Psidium guajava L.) against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus bacteria, and analyze the comparison of the effectiveness of guava leaf extract (Psidium guajava L.) against the growth of the two test bacteria. This type of research is laboratory experimental. The methods used for this study: preparation of materials, extraction of samples by maceration method, phytochemical screening test, testing antibacterial activity using the pitting method and analyzing data. The screening test results of guava leaf extract (Psidium guajava L.) showed the presence of alkaloid, flavonoid, tannin and saponin compounds. The results of the inhibition test on guava leaf extract with a high concentration of 115% have the largest diameter of 17.5 mm against Staphylococcus aureus compared to Propionibacterium acnes bacteria with an inhibition diameter of 16 mm. The results of the Mann-Whitney statistical test showed a p-value of 0.077 so it can be concluded that there is no comparison of the effectiveness of guava leaf extract (Psidium guajava L.) against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus aures bacteria.