Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pohon Pulai (Alstonia Scholaris L. R. BR) Asal Desa Tulehu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Dengan Metode Difusi Sumuran Risman Tunny; Anatje J. Pattipeilohy; Nursaripa A. Rahayaan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1153

Abstract

Salah satu tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman pohon pulai atau (Alstonia scholaris L. R. Br) tanaman ini digunakan sebagai obat antidiabetes mellitus, antikanker, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ekstrak kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 70%, 80%, 90%, dan 100%. Kontrol positif (+) antibiotik cotrimoxazole, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) asal Desa Tulehu memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, terpenoid, flavanoid, alkaloid, tanin, saponin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri pada variasi konsentrasi 70% memiliki diameter zona hambat 20 mm (sensitiv), kosentrasi 80% memiliki diameter zona hambat 23 mm (sangat sensitiv), 90% memiliki diameter zona hambat 24 mm (sangat sensitiv), 100% memiliki diameter zona hambat 25 mm (sangat sensitiv). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
A Literature Review: Antimicrobial Phenolic Compounds in Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Ipaenin, Jahiria; Chabib, Lutfi; Hasnaeni, Hasnaeni; Tunny, Risman
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 13, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i1.14583

Abstract

In various countries, testing of phenolic compounds in plants is always carried out because these compounds have various health benefits such as antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial activities. The types of medicinal plants in Indonesia are known to be very diverse where those included in the medicinal plant group reach more than 1000 species, one of which is nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) itself is native to the Maluku Islands, Indonesia. However, besides the Moluccas, nutmeg is also cultivated in several other tropical countries. The main objective of this literature review is to critically examine the antimicrobial properties and identify the specific antimicrobial components of phenolic compounds contained in nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) The methodology used in this study involved a comprehensive literature review by utilizing reputable academic databases such as Google Scholar, PubMed, and Science Direct related to articles published between 2019 and 2024. The results of this study were obtained through a thorough search process, resulting in eight articles that were considered to meet the established inclusion criteria. A number of articles showed the effectiveness of nutmeg as an antimicrobial because nutmeg contains phenolic compounds that have antibacterial and antifungal properties, which make it effective as an antimicrobial agent. Therefore, with a more comprehensive understanding of the content of phenolic compounds and their mechanism of action, nutmeg can be a further basis for study in the health sector and the pharmaceutical industry.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pohon Pulai (Alstonia Scholaris L. R. BR) Asal Desa Tulehu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Dengan Metode Difusi Sumuran Risman Tunny; Anatje J. Pattipeilohy; Nursaripa A. Rahayaan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1153

Abstract

Salah satu tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman pohon pulai atau (Alstonia scholaris L. R. Br) tanaman ini digunakan sebagai obat antidiabetes mellitus, antikanker, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ekstrak kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 70%, 80%, 90%, dan 100%. Kontrol positif (+) antibiotik cotrimoxazole, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) asal Desa Tulehu memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, terpenoid, flavanoid, alkaloid, tanin, saponin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri pada variasi konsentrasi 70% memiliki diameter zona hambat 20 mm (sensitiv), kosentrasi 80% memiliki diameter zona hambat 23 mm (sangat sensitiv), 90% memiliki diameter zona hambat 24 mm (sangat sensitiv), 100% memiliki diameter zona hambat 25 mm (sangat sensitiv). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit pohon pulai (Alstonia scholaris L. R. Br) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MENTIMUN (Cucumis sativus L) ASAL DESA WAIMITAL TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Lukman La Bassy; Risman Tunny; Sri Wulandari Sahari
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1326

Abstract

Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional yaitu buah mentimun. Buah mentimun (Cucumis sativus L) merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan senyawa kimia yang dimiliki buah tersebut seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid memiliki sifat antimikroba. Maka diperlukan suatu terapi alternatif alami sebagai antibiotik dengan menggunakan ekstrak mentimun. Senyawa antimikroba yang terkandung didalam buah mentimun dapat menghambat pertumbuhan jerawat yang disebabkan oleh bakteri propionibacterium acnes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat senyawa antimikroba dalam ektrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L) yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi 55%, 70%, 90% dan 100%, dengan Eritromisin sebagai control positif dan aquades sebagai control negatif. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak mentimun (Cucumis sativus L) memiliki aktivitas antibakteri dengan adanya daya hambat sekitar sumuran dari masing-masing konsentrasi ekstrak. Kesimpulan pada konsentrasi ekstrak 55% memiliki diameter daya hambat 19 mm, 70% diameter daya hambat 22 mm, 90% diameter daya hambat 24 mm dan 100% memiliki diameter daya hambat 29 mm, dan control positif eritromisin diameter daya hambat 23 mm sedangkan control negatif tidak memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri propionibakterium acnes sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak mentimun (Cucumis sativus L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri propionibacterium acnes.
A Literature Review: Antimicrobial Phenolic Compounds in Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Ipaenin, Jahiria; Chabib, Lutfi; Hasnaeni, Hasnaeni; Tunny, Risman
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i1.14583

Abstract

In various countries, testing of phenolic compounds in plants is always carried out because these compounds have various health benefits such as antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial activities. The types of medicinal plants in Indonesia are known to be very diverse where those included in the medicinal plant group reach more than 1000 species, one of which is nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) itself is native to the Maluku Islands, Indonesia. However, besides the Moluccas, nutmeg is also cultivated in several other tropical countries. The main objective of this literature review is to critically examine the antimicrobial properties and identify the specific antimicrobial components of phenolic compounds contained in nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) The methodology used in this study involved a comprehensive literature review by utilizing reputable academic databases such as Google Scholar, PubMed, and Science Direct related to articles published between 2019 and 2024. The results of this study were obtained through a thorough search process, resulting in eight articles that were considered to meet the established inclusion criteria. A number of articles showed the effectiveness of nutmeg as an antimicrobial because nutmeg contains phenolic compounds that have antibacterial and antifungal properties, which make it effective as an antimicrobial agent. Therefore, with a more comprehensive understanding of the content of phenolic compounds and their mechanism of action, nutmeg can be a further basis for study in the health sector and the pharmaceutical industry.
PENYULUHAN MENGENAI TEKNIK PENGOLAHAN TANAMAN OBAT DI DESA TIAL Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1399

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Pemanfaatan tumbuhan obat sebagai bagian dari sistem pengobatan mandiri di kalangan masyarakat sudah lazim terutama di daerah pedesaan dan wilayah – wilayah terpencil. Tumbuhan herbal merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Pengertian berkhasiat obat adalah karena mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu atau jika tidak mengandung zat aktif tertentu tapi mengandung efek resultan/sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat tradisional dan meningkatkan kepedulian serta mengetahui cara pemilihan obat tradisional yang tepat agar aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat tetap terjamin sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan pemberian materi, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang Teknik Pengolahan Tanaman Obatl pada masyarakat di Desa Negeri Tial, Kabupaten Maluku Tengah.
PENYULUHAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA SEPA Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1402

Abstract

Antibiotik adalah zat-zat kimia oleh yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik secara umum diartikan sebagai obat yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik bekerja dengan menyerang langsung infeksi bakteri di dalam tubuh kita lalu melemahkannya sehingga dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. Jika antibiotik tidak digunakan secara tepat akan menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik itu sendiri sehingga akan dibutuhkan antibiotik lain yang berdosis tinggi dan dapat menimbulkan efek samping. PENYULUHAN adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan atau keuntungan dan perbaikan kesejahteraannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Sepa tentang penggunaan antibiotik melalui PENYULUHAN. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Seram Bagian Barat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi Dengan pendekatan crosssectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelaksanaan pretest, edukasi, dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal masyarakat yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi terlihat dari post test. Kesimpulan kegiatan ini adalah Berdasarkan hasil dari Pengabdian masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang penggunaan antibiotik dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Sepa.
Penyuluhan Obat Tradisional Biota Laut Di Desa Kairatu Risman Tunny
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v1i3.1406

Abstract

Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan yang berupa tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Masyarakat menyatakan bahwa mereka mengetahui tentang obat tradisional, namun ketika ditanya lebih spesifik mengenai pengembangan obat tradisional sebagai obat herbal, mayoritas masyarakat 88,2% hanya mengenal jamu sedangkan yang mengetahui jenis obat herbal terstandar 29,4% dan yang mengenal Fitofarmaka 3%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat tradisional dan meningkatkan kepedulian serta mengetahui cara pemilihan obat tradisional yang tepat agar aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat tetap terjamin sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memnyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan ceramah, pemberian materi, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang Obat Tradisional pada masyarakat di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.