Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Model Pemberdayaan Gender dalam Budaya Partilinealistik: Implementasi Sekolah GALUH Berbasis Betty Neuman System Model Aridamayanti, Bernadetta Germia; Septiany, Maulidya; Noor, Ihya Hazairin
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.670

Abstract

Budaya partilinealistik yang mengakar kuat di wilayah pedesaan Kalimantan Selatan menyebabkan perempuan terpinggirkan dalam pendidikan, ekonomi, dan pengambilan keputusan. Program Sekolah Perempuan GALUH berbasis Betty Neuman System Model diinisiasi sebagai bentuk intervensi edukatif dan transformatif untuk meningkatkan kesadaran gender, keterampilan kewirausahaan, dan literasi kesehatan perempuan. Program dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan komunitas dengan 16 sesi pembelajaran teori dan praktik, yang mencakup kesetaraan gender, pengelolaan limbah, kewirausahaan, serta pemasaran digital. Evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test serta FGD. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada enam aspek kompetensi, termasuk pemahaman gender (dari 45% menjadi 85%), hak perempuan (40% menjadi 80%), hingga manajemen keuangan keluarga (32% menjadi 73%). Intervensi ini juga mendorong pembentukan kelompok perempuan produktif dan komunitas alumni sebagai wadah keberlanjutan. Integrasi teknologi tepat guna seperti Mesin Wood Crusher memperkuat aspek ekonomi dan lingkungan. Penerapan Betty Neuman System Model terbukti efektif dalam memperkuat sistem pertahanan perempuan terhadap stresor budaya patriarki. Program ini tidak hanya membentuk personal agency tetapi juga struktur sosial baru yang mendukung transformasi budaya dan kesetaraan berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah serupa dengan pendekatan kontekstual.
MODEL KEPERAWATAN KOMUNITAS UNTUK PEREMPUAN DESA DALAM EKONOMI SIRKULAR GALUH Aridamayanti, Bernadetta Germia; Septiany, Maulidya; Noor, Ihya Hazairin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10477

Abstract

Program Sekolah Perempuan GALUH merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Antasan Senor Ilir, Kabupaten Banjar, sebagai upaya penguatan kapasitas perempuan desa dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi rendahnya pengetahuan terkait kesetaraan gender, keterampilan kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi lokal berupa limbah kayu dan sekam yang belum bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kewirausahaan, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan komunitas, serta mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular berbasis keperawatan komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan landasan Health Care System Model Betty Neuman melalui 16 kali pertemuan yang mencakup teori (kesetaraan gender, kewirausahaan dasar, pengelolaan limbah, manajemen keuangan, dan pemasaran digital) serta praktik (pembuatan pupuk organik, kerajinan limbah, dan promosi digital). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 41%, dengan capaian tertinggi pada aspek pemasaran digital (+45%). Produk uji coba berupa pupuk organik dan kerajinan berbasis limbah berhasil dihasilkan, serta terbentuk empat kader perempuan sebagai fasilitator lokal. Program ini terbukti efektif memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan ekologis perempuan desa, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs 1, 4, 5, 8, 12, 13 serta mendukung visi Indonesia Emas 2045. The GALUH Women’s School program represents a form of community service implemented in Antasan Senor Ilir Village, Banjar Regency, aimed at strengthening the capacity of rural women in addressing social, economic, and environmental challenges. The main issues identified include low knowledge of gender equality, limited entrepreneurial skills, and underutilization of local resources such as wood waste and rice husks that hold potential economic value. The objectives of this activity are to enhance entrepreneurial literacy, strengthen women’s roles in community development, and promote the application of circular economy principles grounded in community nursing practice. The method employed was a participatory approach based on Betty Neuman’s Health Care System Model, conducted over 16 sessions comprising both theoretical (gender equality, basic entrepreneurship, waste management, financial management, and digital marketing) and practical components (organic fertilizer production, waste-based crafts, and digital promotion). The results indicated an average increase of 41% in participants’ knowledge, with the highest improvement observed in digital marketing (+45%). Pilot products, including organic fertilizers and waste-based crafts, were successfully developed, and four women facilitators were trained as local cadres. This program has proven effective in enhancing the social, economic, and ecological capacities of rural women while contributing to the achievement of SDGs 1, 4, 5, 8, 12, and 13, and supporting the vision of Golden Indonesia 2045.