Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa pterygosperma Gaertn) terhadap Ekspansi Kumulus Oosit dalam Medium Maturasi In Vitro Nur Anindya Syamsudi; Widjiati Widjiati; Hendy Hendarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11109

Abstract

Background: Cumulus cells are mediators providing energy transport, micronutrients, and carrier molecules for oocyte development, and mediate the influence of hormones on the oocyte cumulus complex. Cumulus cells play a role during oocyte growth and maturation which shows the quality of oocyte maturation. The use of basic maturation medium with the addition of various substances and compounds has been extensively studied to study oocyte maturation in vitro. Utilization of drugs from natural ingredients has unique advantages because in general cheap prices, have lower toxicity and side effects, and good therapeutic potential. One of the plants that can be used as a source of natural antioxidants, namely Moringa leaves. Objective: Determine the effect of supplementation Moringa pterygosperm Gaertn extract on the expansion of oocyte cumulus in in vitro maturation medium. Method: This research was true experimental with Post Test Only Control Group Design approach. Divided into 4 groups, namely K: control group, P1: treatment of 10 mg / mL Moringa leaf extract, P2: treatment of 15 mg / mL Moringa leaf extract, and P3: treatment of 20 mg / mL Moringa leaf extract. Furthermore oocytes are matured for 24 hours. Cumulus expansion was evaluated according to the level of expansion achieved where the minimum response (+), medium response (++), and maximum response (+++). Statistical analysis used the One Way Anova test and continued post HoC LSD. Results: There was an influence of supplementation Moringa pterygosperm Gaertn extract on the expansion of moderate response cumulus (++) (p = 0.007) and maximum response (+++) (p = 0.000), but there was no effect on the expansion of cumulus minimal response (+) (0.065 ). Doses of 20 mg / mL are effective for cumulus expansion (+++), but not effective for cumulus expansion (+), (++), and control. Conclusion: Supplementation Moringa pterygosperm Gaertn extract affected the expansion of moderate response (++) and maximum response (+++) oocytes in in vitro maturation medium. Keywords: moringa leaf extract, cumulus expansion, in vitro maturation. ABSTRAK Latar Belakang: Sel kumulus merupakan mediator penyedia transpor energi, mikronutrisi, dan atau molekul pembawa untuk perkembangan oosit, dan menjadi mediasi pengaruh hormon pada kompleks kumulus oosit. Sel kumulus berperan selama pertumbuhan dan maturasi oosit yang menunjukkan kualitas maturasi oosit. Penggunaan medium maturasi dasar dengan penambahan berbagai zat dan senyawa banyak diteliti untuk mempelajari maturasi oosit secara in vitro. Pemanfaatan obat dari bahan alam memiliki kelebihan unik karena pada umumnya harga murah, memiliki toksisitas dan efek samping lebih rendah, serta potensi terapeutik baik. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami, yaitu daun kelor. Tujuan: mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak daun kelor (Moringa pterygosperma Gaertn) terhadap ekspansi kumulus oosit dalam medium maturasi in vitro. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni dengan dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu K: kelompok kontrol, P1: perlakuan 10 mg/mL ekstrak daun kelor, P2 : perlakuan 15 mg/mL ekstrak daun kelor, dan P3 : perlakuan 20 mg/mL ekstrak daun kelor. Selanjutnya oosit di maturasi selama 24 jam. Ekspansi kumulus di evaluasi sesuai dengan tingkat ekspansi yang dicapai dimana respon minimal (+), respon sedang (++), dan respon maksimum (+++). Analisa statistik menggunakan uji one way Anova dan dilanjutkan post HoC LSD. Hasil: Terdapat pengaruh suplementasi ekstrak daun kelor terhadap ekspansi kumulus respon sedang (++) (p=0.007) dan respon maksimal (+++) (p=0.000), namun tidak terdapat pengaruh terhadap ekspansi kumulus respon minimal (+) (p=0.065). Kesimpulan : Suplementasi ekstrak daun kelor (Moringa pterygosperma Gaertn) berpengaruh terhadap ekspansi kumulus oosit respon sedang (++) dan respon maksimal (+++) dalam medium maturasi in vitro. Kata kunci: ekstrak daun kelor, ekspansi kumulus, maturasi in vitro.
Tingkat Pengetahuan Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi Pada Ibu Hamil di Desa Gisik Cemandi, Kabupaten Sidoarjo Hanifiya Samha Wardhani; Dyah Hariani; Nur Ducha; Nur Anindya Syamsudi
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i02.a6624

Abstract

Kehamilan adalah salah satu momentum yang sangat didambakan oleh pasangan suami istri.  Sebagai seorang ibu yang sedang hamil seharusnya mengetahui mengenai kondisi saat hamil, bagaimana menjaganya selama kehamilan sampai melahirkan dan memberi asupan makanan yang sehat dengan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhannya. Tak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan reproduksinya baik saat kehamilan sampai dengan masa nifas. Permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya para ibu hamil yaitu masih kurang memahami tentang pengetahuan kehamilan dan kesehatan reproduksi di Desa Gisik Cemandi, Kabupaten Sidoarjo.  Hal ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit terkait dengan reproduksinya di saat hamil dan saat setelah nifas. Untuk itu perlu adanya upaya yang dilakukan   melalui   program kemitraan masyarakat agar ibu hamil selama kehamilan dalam kondisi prima melalui edukasi penyuluhan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan pendampingan tentang peningkatan pengetahuan kehamilan dan kesehatan reproduksi.  Kegiatan ini melibatkan seluruh ibu hamil di Desa Gisik Cemandi, Sidoarjo pada bulan Agustus yaitu sebanyak lima belas ibu hamil. Pemberian materi yang dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, pretest-posttest dan pengisian angket. Hasil pelatihan dan pendampingan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan kehamilan dan kesehatan reproduksi pada ibu hamil. Didapatkan hasil sebagai berikut, terdapat 13 responden (86,67%) dengan peningkatan pengetahuan yang baik, dan 2 responden (13,3%) dengan peningkatan pengetahuan kurang.
PELATIHAN KONSELING SEBAYA PADA SISWA SMA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI, SEKS BEBAS DAN PERNIKAHAN DINI Wardhani, Hanifiya Samha; Hariani, Dyah; Ducha, Nur; Syamsudi, Nur Anindya
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v8.i01.a8742

Abstract

Masa Remaja merupakan masa yang rentan akan berbagai permasalahan, baik permasalahan pribadi, sosial, pendidikan hingga karir. Beberapa permasalahan yang sering terjadi pada remaja yaitu dampak seks dini, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual dan pernikahan dini. Salah satu yang menjadi fokus dari seks bebas dan pernikahan dini adalah dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi. Konseling sebaya dianggap dapat menanggulangi kasus tersebut dengan pendekatan pertemanan. Konseling sebaya penting karena pada kenyataanya remaja lebih terbuka terhadap teman sebayanya dibandingkan dengan orang tuanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMAN 15 Surabaya. Tujuan program pelatihan konselor teman sebaya adalah memberdayakan siswa agar dapat menjadi perpanjangan tangan pihak sekolah sekaligus diharapkan dapat menjadi sarana pertolongan pertama bagi siswa yang memiliki masalah dan membantu memecahkan permasalahan teman sebaya untuk mengusung isu seks bebas, pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi melalui kegiatan konseling. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan menggunakan lembar angket. Berdasarkan hasil angket dapat diketahui bahwa kegiatan yang telah dilakukan membantu meningkatkan pengetahuan (54,17%) remaja. Pelatihan dan penayangan video membantu meningkatkan pengetahuan remaja mengenai seks bebas, pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi melalui konseling sebaya.
STRESS, PHYSICAL ACTIVITY, AND DIETARY INTAKE ARE ASSOCIATED WITH DYSMENORRHEA AMONG FEMALE STUDENTS Syamsudi, Nur Anindya; Mayasari, Noor Rohmah; Solihah , Lini Anisfatus
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 8 No. 3 (2024): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, July 2024
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v8i3.2024.289-299

Abstract

Background: The estimated prevalence of dysmenorrhea ranges from 45% to 93% of women of reproductive age. Approximately 10–15% of women complain about severe pain, resulting in a negative impact on their daily activities. Factors that cause dysmenorrhea are physical activity, nutritional status, dietary intake, stress, and body mass index. This study explores the prevalence of dysmenorrhea and investigates its correlation with physical activity, stress, and Dietary Intake among female students studying nutrition in Universitas Negeri Surabaya, Indonesia. Method: This research was cross sectional analytic descriptive study with minimum sample size of 114 female students. Primary data was collected using a set of questionnaires. Dysmenorrhea pain was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS). Stress  levels were measured by employing  the Depression  Anxiety  Stress  Scales 42 (DASS 42). Physical activity using The International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Dietary data including intakes of energy, iron, folate, and B12 was assessed using non-consecutive 3x24 hours food records, representing 2 weekdays and a weekend. The data were analyzed using chi-square for category data and one-way anova for continuous data. Result: Dietary intake especially vitamin B12 (p=0.02) were associated to the level of dysmenorrhea, whereas stress (p=0.36) and physical activity (p=0.82) was not associated of dysmenorrhea. Conclusion: This study emphasized the high prevalence of dysmenorrhea among female college students studying Nutrition, revealing important connections between stress, physical activity and dietary intake. Additionally, the research revealed a significant relationship between dietary intake (vitamin B12) and dysmenorrhea.
EDUTEEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERSIAPAN PRAKONSEPSI PADA REMAJA PUTRI Syamsudi, Nur Anindya; Fitriana Nugraheni; Choirul Anna Nur Afifah; Rahayu Dewi
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4631

Abstract

Latar belakang: Fase remaja merupakan fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa, dari usia 10 hingga 19 tahun. Fase ini memasuki tahap perkembangan manusia yang unik dan waktu yang penting untuk meletakkan dasar kesehatan yang baik. Remaja juga bisa dikategorikan masuk dalam masa prakonsepsi. Usia remaja termasuk dalam kategori rentan gizi. Masalah nutrisi yang sering terjadi selama periode prakonsepsi termasuk kekurangan energi kronis dan anemia. Kecukupan gizi selama periode prakonsepsi penting untuk menjaga kondisi gizi tubuh sehingga dapat menunjang fungsi alat reproduksi secara optimal dan berperan penting dalam penyediaan cadangan gizi untuk tumbuh kembang janin. Fondasi gizi yang kuat bagi remaja sangat diperlukan sehingga tim memiliki inovasi perbaikan gizi remaja diciptakan melalui program NutriTeen. Tujuan: untuk memberdayakan remaja dan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Metode: Program NutriTeen menggunakan penyuluhan dalam 2 tahap yang diikuti oleh remaja putri berjumlah 39 orang. Program ini menggunakan instrumen berupa pretest, video, buku EduTeen, postest, dan kuesioner evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kelas XII SMA Labschool UNESA mengalami kenaikan, rata-rata nilai pretest sebesar 65,1% menjadi rata-rata nilai postest sebesar 68,5%. Presentase total yang mengalami peningkatan skor sebesar 60%. Kesimpulan: Program NutriTeen yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri.
Hubungan Asupan Makan dan Kebugaran Fisik dengan Anemia pada Mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya, Indonesia: Dietary Intakes and Physical Fitness in Relation to Anaemia among Female Students Studying Nutrition at Universitas Negeri Surabaya, Indonesia Sholihah, Lini Anisfatus; Rohmah, Noor; Syamsudi, Nur Anindya
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.620-628

Abstract

Background: Anaemia affects approximately 31.2% of Indonesian women of reproductive age and has been linked to inadequate dietary intake and lifestyle behaviours. Objectives: The present study aimed to determine the proportion of anaemia among female undergraduates in the Nutrition programme and to investigate its associations with dietary intake, anthropometric measures and physical activity levels. Methods: In this cross‐sectional study, 113 first- and second-year female Nutrition students completed three non-consecutive 24-hour food records to estimate daily intakes of energy, iron, folate, vitamin B₁₂ and vitamin C. Dietary diversity was quantified using the Dietary Diversity Score (DDS). Physical fitness was assessed via the Harvard Step Test, and anthropometric measurements body mass index, mid-upper arm circumference and body-fat percentage were recorded. Capillary haemoglobin concentrations determined anaemia status. Independent t-tests or Mann-Whitney U tests compared anaemic and non-anaemic groups, and logistic regression models estimated odds ratios for associations with anaemia. Results: 39% of participants were classified as anaemic. Fitness scores differed significantly between groups (anaemic: 43.7±2.1 vs non-anaemic: 51.4±2.5; p-value=0.03). In unadjusted analyses, higher folate intake corresponded to reduced odds of anaemia (p-value=0.02), but the association was no longer significant after adjustment for covariates. Conclusions: A high proportion of female Nutrition undergraduates remain anaemic. Public health initiatives should promote diets rich in iron and folate, encourage greater dietary diversity, and support regular physical activity to mitigate anaemia risk. Further research should evaluate targeted nutritional interventions and fitness programmes for this demographic.
Pengaruh Posisi Persalinan Terhadap Lamanya Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Primigravid Wahyuni, Sri; Syamsudi, Nur Anindya
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i1.25190

Abstract

Persalinan Kala I fase aktif dimulai saat pembukaan serviks mencapai 4 cm dan berlanjut hingga mencapai 10 cm. Selama proses persalinan, dapat terjadi kelambatan atau kesulitan yang dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan bayi. Upaya tenaga kesehatan dalam menurunkan ketidaknyamanan diantaranya memeilih posisi bersalin. Posisi bersalin yang dipilih oleh ibu adalah recumbent position dan upright position. Menempatkan ibu yang akan melahirkan dalam posisi yang rileks sangat penting untuk memfasilitasi persalinan normal dan memengaruhi kemajuan persalinan. Meskipun terdapat studi ilmiah yang membahas pengaruh posisi ibu dalam persalinan tetapi bukti yang signifikan masih sedikit. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam pengaruh posisi ibu selama persalinan pada fase aktif kala I pada primigravida. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan metode kohort. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini melibatkan 30 ibu bersalin di Kota Malang. Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan durasi persalinan kala I fase aktif sebesar 16 menit antara posisi upright dan recumbent. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa posisi upright tidak terbukti memiliki durasi persalinan yang lebih cepat secara signifikan dibandingkan posisi recumbent, dengan nilai p = 0,404 (p > 0,05)Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan jumlah responden yang lebih besar.
Empowering high school students as peer counselors to prevent free sex and early marriage Hanifiya Samha Wardhani; Dyah Hariani; Nur Ducha; Nur Anindya Syamsudi; Yusfita Kurniawati
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v5i2.32017

Abstract

counseling in schools can be the right choice in an effort to fortify adolescents from negative environmental influences and play a role in promoting the issues of free sex, early marriage, and reproductive health through counseling activities. The activity was carried out using the training method, in August 2023. The location of the activity was SMA Negeri 15 Surabaya, with the target participants being 2 representatives of class X and XI students, totaling 48 students. The instruments used in this activity are pre-test and post-test, with the main material of counseling on free sex, early marriage, reproductive health, and skills to become peer counselors. The success indicator of this activity, where >50% of participants get a minimum point increase of 5%. Community service activities through peer counseling training were successful in fulfilling activity success indicators. >50% of participants got an increase in points of at least 5% after training; namely, a total of 26 (54.17%) participants experienced an increase in knowledge scores of more than 5%. The training activities that have been carried out are effective in increasing the knowledge of participants.
Edukasi Gizi Atlet Kabaddi KONI Provinsi Jawa Timur Dini, Cleonara Yanuar; Pratama, Satwika Arya; Sholihah, Desty Muzarofatus; Nurwati, Yuni; Sholikhah, Anindya Maratus; Dewi, Ratna Candra; Syamsudi, Nur Anindya; Muhammad, Rafly Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1197

Abstract

Kecukupan gizi pada atlet masih rendah terutama pada atlet wanita. Penelitian menunjukkan bahwa atlet masih dapat mengalami defisiensi gizi baik zat gizi makro maupun mikro. Dengan edukasi gizi olahraga, diharapkan atlet dapat sadar tentang pemenuhan gizi yang meningkat pada atlet dan dapat menunjang performa fisik atlet. Kegiatan PKM ini bertujuan secara umum untuk meningkatkan pengetahuan gizi olahraga pada atlet Kabaddi KONI Jawa Timur. Solusi yang diupayakan melalui kegiatan PKM ini adalah memberikan Edukasi Gizi Olahraga dan Pola Makan Bergizi Seimbang pada Atlet Kabaddi. Metode pelaksanaan kegiatan adalah edukasi gizi olahraga dengan media edukasi interaktif dan pendampingan konseling gizi pada atlet kabaddi. Hasil edukasi menunjukkan 27 responden (87,1%) mengalami peningkatan skor dan uji wilcoxong menunjukkan nilai p=0,000 yang menandakan bahwa kegiatan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan gizi secara signfikan.
Hubungan antara Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Anemia Remaja Putri Kelas VIII di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Adellia Sahbira; Choirul Anna Nur Afifah; Yuni Nurwati; Nur Anindya Syamsudi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yh39zs87

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data Puskesmas Buduran menunjukkan bahwa SMP Sepuluh Nopember, merupakan sekolah dengan prevalensi anemia tertinggi pada tingkat SMP sebesar 31%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pola menstruasi dengan anemia pada remaja putri di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain cohort prospektifdengan jumlah responden 50 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner recall24 jam, SQ-FFQ, dan kuisioner pola menstruasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis keragaman pangan dengan anemia remaja putri (p=0,342), tidak terdapat hubungan antara jumlah asupan energi (p=0,320), protein (p=0,750), lemak (p=0,831), karbohidrat (p=0,052), zat besi (p=0,923), dan vitamin C (p=0,850) dengan anemia, dan tidak terdapat hubungan frekuensi konsumsi sumber zat besi besi dan vitamin C dengan anemia (p=1,000). Hasil penelitian pola menstruasi juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak terdapat hubungan dengan anemia (p=0,919). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola makan dan pola menstruasi dengan anemia remaja putri di SMP Sepuluh Nopember.