Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Kader Posyandu Dalam Penimbangan Balita Selama Pandemi Covid-19 Di Jakarta Timur Paramita Boni Lestari; Dian Ayubi
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.154

Abstract

Perilaku kader dalam melakukan penimbangan balita selama masa pandemi COVID-19 sangat penting. Perilaku kader dalam menjalankan tugas dapat membantu mendeteksi kelainan pertumbuhan balita dan mencegah penularan COVID-19 pada pengunjung posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu dalam melakukan penimbangan balita di posyandu pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah kader posyandu balita yang melakukan penimbangan balita di posyandu pada bulan Agustus 2020 yang berjumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat (tabel distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (uji chi square). Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa 89% kader posyandu balita memiliki tingkat pengetahuan baik, 69% memiliki sikap yang positif dan 77% berperilaku baik dalam melakukan penimbangan balita pada masa pandemi COVID-19. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader, namun kader memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif serta perilaku yang baik dalam melakukan penimbangan balita.
A Systematic Review Dukungan Pemberian ASI Eksklusif Selama Pandemi COVID-19: Pesan untuk Promosi Kesehatan : Systematic Review of Exclusive Breastfeeding Support During the COVID-19 Pandemic: Message for Health Promotion Khairunnisaa -; Dian Ayubi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4: NOVEMBER 2021 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.564 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1665

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) menjadi kekhawatiran mengenai potensi kegagalan menyusui eksklusif. Studi ini meninjau penelitian sebelumnya yang menggambarkan upaya dan dukungan menyusui eksklusif baik pada pada ibu dengan COVID-19 maupun tidak. Pencarian literatur secara sistematis dilakukan pada bulan April-Agustus 2021 menggunakan database yaitu Pubmed dan Scopus dengan rentang waktu publikasi artikel yaitu 2020-2021 serta memenuhi syarat dengan kriteria inklusi. 462 artikel yang selanjutnya masuk dalam tahap eliminasi hingga hasil akhir 30 artikel memenuhi syarat untuk full text review. Studi kualitas dinilai dengan menggunakan Skala Newcastle-Ottawa (NOS). Kami mengidentifikasi 30 studi. Upaya melindungi praktik menyusui eksklusif dilakukan melalui kontak kulit dan rooming-in. Praktik ini menyertakan penerapan pencegahan yang ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan serta payudara. Semua bayi yang lahir dari ibu dengan COVID-19 yang menerapkan protokol kesehatan tidak terinfeksi COVID-19. Dukungan menyusui dari petugas kesehatan, keluarga, komunitas dan manajemen layanan kesehatan tidak dapat diabaikan dalam memastikan menyusui tetap berlanjut selama pandemi dan tindakan pencegahan tetap dipatuhi. Protokol kesehatan perlu dipantau untuk keberlanjutan menyusui yang aman melalui kontak kulit dan rawat gabung. Dukungan sosial tidak dapat diabaikan untuk melindungi praktik menyusui eksklusif dan memastikan bahwa tindakan pencegahan COVID-19 tetap dipatuhi.
Gambaran Ketahanan Keluarga Disabilitas di Masa Pandemi COVID-19 : An Overview of the Resilience of Families with Disabilities During the COVID-19 Pandemic Ineu Isnaeni; Dian Ayubi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4: NOVEMBER 2021 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.577 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1758

Abstract

Menghadapi pandemi COVID-19 diperlukan kekompakan semua aspek kehidupan baik bernegara maupun unit terkecil yaitu keluarga. Keluarga merupakan pondasi kuat dalam menghadapi keterpaparan virus COVID-19. Keluarga disabilitas adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas atau kepala keluarganya sebagai penyandang disabilitas. Keluarga disabilitas adalah keluarga yang rentan dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19. Respon yang tidak tepat dalam menghadapi situasi pandemi ini, akan memperburuk kondisi kerentanan yang sudah ada. Misalnya penyandang disabilitas yang memerlukan terapi untuk mengurangi derajat kecacatannya, terpaksa harus berhenti sementara karena akses ke Rumah Sakit lebih mengutamakan penanganan pasien COVID-19, kemudian terjadinya pemutusan hubungan kerja besar-besaran yang dapat mengakibatkan kondisi ekonomi keluarga terganggu sehingga pengobatan penyandang disabilitas tertunda karena keluarga lebih mengutamakan kebutuhan pangan untuk keberlanjutan kehidupan keluarganya tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan instrumen. Ketahanan Keluarga dengan penyebaran kuesioner melalui Google Form yang disebarkan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas sebanyak 94. Tujuan penelitian untuk mengetahui potret ketahanan keluarga disabilitas. Keluarga disabilitas memiliki tekanan ekonomi yang cukup besar di masa pandemi COVID-19 dengan pendapatan lebih kecil dibandingkan pengeluaran yang mereka butuhkan. Adanya gejala stress dirasakan keluarga disabilitas menjadi hal yang harus segera ditangani. Keluarga disabilitas dengan segala masalah tetapi masih memberikan pertolongan terhadap sesama dengan memberikan sumbangan. Dalam ketahanan pangan, mereka mengatur dengan baik walaupun beberapa kecemasan melanda berkaitan dengan diri dan anggota keluarga di masa pandemic COVID-19. Pemerintah diharapkan memberikan ruang perlindungan sosial dan kemudahan akses keluarga dalam menjaga keberlangsungan hidup anggota keluarganya.
Hubungan Pengetahuan dengan Status Vaksinasi COVID-19 pada Ibu Hamil di Wilayah DKI Jakarta: Knowledge and COVID-19 Vaccination Status of Pregnant Women in DKI Jakarta Reza Dara Pertiwi; Dian Ayubi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.95 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2208

Abstract

Latar Belakang: Vaksinasi dibutuhkan untuk menekan angka kejadian COVID-19 terutama pada populasi rentan seperti ibu hamil. Ibu hamil biasanya memiliki keinginan yang lebih rendah dan kekhawatiran yang lebih tinggi mengenai vaksin dibanding populasi umum, hal ini karena kurangnya pengetahuan mengenai vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan status vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di DKI Jakarta setelah mengendalikan variable lain (usia, pekerjaan, penghasilan, pendidikan, usia kehamilan, status gravida, penyakit penyerta, dan pengalaman imunisasi TT). Status vaksinasi dipilih sebagai indikator perilaku terbuka dari perilaku vaksinasi. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional pada ibu hamil yang berdomisili di DKI Jakarta dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Penelitian ini diikuti oleh 149 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Analisis data menggunakan SPSS 22 secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis multivariate dilakukan menggunakan regresi logistic ganda model faktor risiko. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan 65,8% ibu hamil telah melakukan vaksinasi dan 64 orang (65,3%) diantaranya sudah tervaksinasi lengkap dua dosis. Pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan status vaksinasi (pValue = 0,001). Kesimpulan: Ibu hamil yang memiliki pengetahuan rendah, memiliki risiko untuk tidak melakukan vaksinasi sebesar 7,062 kali dibandingkan ibu hamil yang memiliki pengetahuan tinggi setelah dikontrol variable penghasilan. Meningkatkan pengetahuan mengenai vaksin COVID-19 dapat menjawab keraguan ibu hamil untuk melakukan vaksinasi.
Determinan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut oleh Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok: Determinants of the Utilization of Dental and Oral Health Care Services by Pregnant Women in Pancoran Mas Health Center Depok City Miranda Adriani; Danang Wahansa Sugiarto; Dian Ayubi; Evi Martha
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.273 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2227

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut memiliki hubungan dengan kondisi kehamilan dan risiko kelahiran yang merugikan, seperti BBLR dan kelahiran prematur. Pemeriksaan gigi dan mulut saat kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayinya, tetapi angka pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari beberapa penelitian sebelumnya di Indonesia masih rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut oleh ibu hamil di wilayah Puskesmas Pancoran Mas, Kota Depok. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel minimal 162 responden dari Mei-Juni 2018. Penarikan sampel menggunakan teknik multistage random sampling yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak berusia sampai dengan satu tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas, Kota Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 25,9% responden yang melakukan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Berdasarkan hasil analisis multivariat, perceived need merupakan variabel yang paling dominan berhubungan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan (nilai p=0,013; OR=3,295), setelah dikontrol oleh variabel kepemilikan asuransi dan keterpaparan informasi. Kesimpulan: Proporsi ibu hamil yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan masih sangat rendah dan perceived need merupakan faktor yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.
Indonesian health professions students’ perceptions toward an interprofessional education program: Findings after five years of implementation Sari, Santi Purna; Soemantri, Diantha; Ayubi, Dian; Martha, Evi; Handiyani, Hanny; Findyartini, Ardi
Makara Journal of Health Research Vol. 24, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The Interprofessional Education (IPE) program is important for preparing health professions students to provide future interprofessional collaborative practice. The Universitas Indonesia Health Sciences Cluster has been implementing the IPE program since 2013. A comprehensive evaluation is required following the implementation of the IPE program. The aim of the study was to evaluate the IPE course based on perceptions of undergraduate students at the Universitas Indonesia from 2013 to 2017. Methods: A mixed-methods study utilizing a semi-structured questionnaire was conducted with first year students following the completion of the first stage of the IPE course. A total of 2355 students (56.35%) from the 2013–2017 academic years completed the questionnaire. Results: The results showed that students’ perceptions of the IPE course improved each year on the domains of clear and relevant learning objectives, student-centered teaching methods, staff support, and supporting infrastructures. However, some room for improvement was identified, such as the need for tutors to have a more neutral attitude toward every student despite their background differences. Conclusion: The IPE course has been well perceived by students because of its comprehensive instructional design and principles of IPE that are implemented in the curriculum. The continuous cycles of improvement to maintain the quality of the IPE program will remain a challenge.
Determinan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor: Determinants of Exclusive Breastfeeding Success in the Work Area of Puskesmas Ciangsana, Bogor District Tsalitsa Putri; Dian Ayubi; Tri Krianto Karjoso
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2485

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) dan United Nation International Children’s Emergency Fund (UNICEF) merekomendasikan bayi baru lahir diberikan ASI secara eksklusif sampai usia 6 bulan. Akan tetapi banyak faktor yang membatasi pemberian ASI Ekslusif yaitu kebiasaan atau pun kepercayaan yang telah menjadi tata aturan kehidupan dalam suatu wilayah. Penghambat lainnya faktor sosial budaya mempunyai kecenderungan mengarahkan perilaku ibu untuk tidak mampu memberikan ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor Tahun 2022. Metode: Penelitian dengan desain potong lintang (cross-sectional) di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdapat di tiga desa yaitu Desa Nagrak, Ciangsana dan Bojongkulur. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 6-12 bulan dengan pengambilan sampel Sistem Random Sampling (SRS) sebanyak 114 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan link kuesioner dengan kabo tool box. Data dianalisis dengan regresi logistik ganda agar mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Hasil: Faktor dominan dalam keberhasilan pemberian ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana adalah dukungan dari petugas kesehatan yang berisiko 4,25 kali lebih tinggi dalam pemberian ASI Ekslusif (OR= 4,25; CI 95%: 1,63 - 11,12; P value = 0,003) setelah dikontrol oleh pengetahuan ibu, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga, dan tradisi. Selain itu, diikuti oleh sikap positif ibu (OR= 3,85; CI 95%: 1,51 - 9,85; P value = 0,005) dan tradisi yang mendukung (OR= 3,08; CI 95%: 0,63-14,99; P value = 0,164). Kesimpulan:Dukungan tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana. Dukungan dalam pemberian informasi dari tenaga kesehatan mampu merubah perilaku dan sosial budaya yang berlaku kearah yang lebih baik sehingga diharapkan dapat memaksimal masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan keuntungan dalam pemberian ASI Ekslusif pada anaknya.
Pengaruh Senam Terhadap Fungsi Kognitif Lansia : Literature Review : The influence of elderly gymnastics on cognitive function : Literature Review Fadilla Rizky Prameshwari; Dian Ayubi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2749

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia membawa konsekuensi meningkat pula gangguan kesehatan yang dialami, salah satunya yaitu penurunan fungsi kognitif. Fungsi Kognitif adalah respon maladaptif yang ditandai oleh terganggunya daya ingat, disorientasi, inkoheren, dan suka berpikir logis. Upaya untuk menghindari terjadinya penurunan fungsi kognitif dapat dengan cara meningkatkan aktivitas fisik seperti senam pada lansia Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas senam lansia terhadap fungsi kognitif Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah tinjauan literatur menggunakan situs Google Sholar dan EBSCO menggunakan kata kunci “senam lansia” DAN “fungsi kognitif”’ dan keyword dalam Bahasa inggris “elderly exercise” AND “cognitive”. Pencarian tersebut menghasilkan sejumlah 16 artikel yang sesuai dengan tujuan dan tema penelitian Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh artikel menyatakan ada pengaruh antara senam dengan perubahan fungsi kognitif pada lansia. Kesimpulan: Melakukan ativitas fisik seperti senam otak, aerobic, maupun latihan ketahanan pada lansia setidaknya minimal 1 kali seminggu selama 15 menit selama 6 minggu atau lebih akan melancarkan aliran dan volume pasokan darah yang membawa oksigen ke organ-organ tubuh terutama ke organ otak sehingga terjadi peningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan memori fungsi kognitif.
Factors Affecting Patient Safety Incident Reporting Galuh Meifika Fathiyani; Dian Ayubi
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 8 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3563.479 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i8.67

Abstract

Patient safety incident reporting is one of the steps taken needed to improve patient safety. Reporting can provide a broad picture of the incident and how it happened. This can be used as basic data for policy making and making patient safety programs in hospitals. The subjects in this study were health workers. This research method uses a systematic review, from various sources of research that has been done previously. The databases used in this study are Science Direct, Scopus and SpringerLink, journals published from January 2011 to December 2021 which were then extracted using PRISMA 2009 flowcharts. So that the final results were 11 journals that were reviewed. This study resulted in reporting patient safety incidents influenced by individual factors, group/unit factors and organizational factors. The conclusion of this study is that incident reporting can be improved by evaluating and improving individual factors, group/unit factors and organizational factors
Knowledge, Attitude and Prevention Practice Among the Volunteers (HCPS) in Implementing 5M Julia Christy Labetubun; Dian Ayubi; Tri Krianto
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 11 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.255 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i11.211

Abstract

Health care providers (HCP) are a group that has a high risk of being exposed to COVID-19. Due to the large number of personnel needed to handle COVID-19, in several hospitals, health volunteers were involved to assist in the treatment process. As workers who deal directly with COVID-19 patients, volunteers are the targets in this study. HCP's health behavior can influence the escalation of prevention and control cases at their level. Therefore, this study aims to examine the practice of knowledge, attitudes, prevention (KAP) and factors related to the application of 5M on volunteers (HCP) at Hospital "X", Jakarta, Indonesia. This type of research is a quantitative study, with a cross-sectional research design. A cross-sectional study, with multiple logistic regression analysis conducted on 232 volunteers (HCP) in 2021. The instrument used was a modified questionnaire from 7 previous studies, both regional and international, which have been tested for validity and reliability in the same study. group (30 volunteers) and the same hospital. Based on the results, it was found that the implementation of 5M volunteers were categorized as "poor prevention practices" (67.7%), "inadequate knowledge" (58.2%) and "negative attitudes" (55.2%), with R square through multivariate test of 0.630 which means that the influence of the independent variable on the dependent variable is 63% and the variables related to 5M behavior (p-value <0.05) are knowledge and attitudes. Attitude is known as the most dominant variable with a p-value of 0.014.