Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nurses' Knowledge Of Nursing Care Standards In Inpatient Care Rooms In Health Services In The Work Area Of Community Health Center Nasution, Nurhafizah; Andani, Nur; Peluw, Zulfikar; Djunaedi, Djunaedi
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i2.641

Abstract

The Health Center is a Technical Implementation Unit of the District/City Health Service which is responsible for organizing health development in a work area (Kepmenkes RI, 2006). The Health Center is an effort to protect, maintain, and improve the health of the community so as not to interfere with human health and its surroundings. The objectives of nursing care standards are: improving the quality of nursing care, reducing care costs, protecting nurses from negligence in carrying out their duties and protecting patients from non-therapeutic actions. The research method that the researcher used cross-sectional with independent and dependent variables conducted at the same time. This study used instruments in the form of checklist and closed questionnaire. The results showed that 0 respondents' knowledge of nursing care standards was classified as low, 5 (16%) were classified as moderate, and 30 (94%) were classified as high. The conclusion is that the majority of nurses' knowledge of Nursing Care Standards in the inpatient ward of Tanjung Buntung Health Center is in the high category, which is 94%.
PELATIHAN TEHNIK SIRKUMSISI MODERN DALAM UPAYA MENCEGAH PENYAKIT INFEKSI KELAMIN Dunggio , Abdul Rivai Saleh; Peluw, Zulfikar; Suharni, Suharni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38074

Abstract

Lulusan D3 Keperawatan, khususnya dari Poltekkes Kemenkes Maluku, menghadapi tantangan rendahnya peluang kerja sesuai bidang, dengan banyak yang beralih ke pekerjaan non-keperawatan. Untuk mengatasi hal ini, pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan melatih mahasiswa dan alumni dalam perawatan luka sirkumsisi modern untuk mencegah infeksi kelamin pada anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan persiapan seperti penyusunan modul pelatihan, perekrutan peserta, serta penyiapan logistik dan infrastruktur. Pelatihan dibagi menjadi sesi teori dan praktik, diikuti dengan evaluasi pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan pelatihan dilakukan pada 19-20 Oktober 2024 di Waiheru, dan pelayanan langsung di Dusun Ujung Batu pada 26 Oktober 2024. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 60% peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sangat baik. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta, khususnya mahasiswa dan alumni keperawatan, dalam perawatan sirkumsisi modern. Saran untuk program ini adalah melibatkan lebih banyak peserta, termasuk praktisi kesehatan dari luar Poltekkes, serta memperluas jangkauan program ke daerah lain dengan kebutuhan serupa untuk meningkatkan dampak positifnya.
PEMANFAATAN AIR LAUT HANGAT DAN SERAI DALAM MENCEGAH POTENSI STROKE Peluw, Zulfikar; Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Suharni, Suharni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38467

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya stroke. Masyarakat Pulau Osi yang menderita hipertensi sebanyak 49 orang dari 149 penduduk usia >50 tahun. Sulitnya akses kesehatan mendorong perlunya intervensi berbasis kearifan lokal, seperti pemanfaatan air laut hangat dan serai, serta program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan pencegahan penyakit seperti hipertensi dan stroke. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, deteksi dini hipertensi, serta mengajarkan pemanfaatan air laut hangat dan serai untuk menurunkan tekanan darah. Program pelaksanaan dimulai dengan tahap persiapan meliputi koordinasi dengan Pemerintah Dusun Pulau Osi dan Puskesmas Pembantu. Tahap pelaksanaan berlangsung pada 13-15 September 2024, dimulai penyuluhan, diikuti dengan demonstrasi pengukuran tekanan darah dan pemanfaatan air laut hangat dengan serai. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta dievaluasi baik pengetahui maupun ketrampilan untuk mengukur tekanan darah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada peserta yang mencapai kategori "Sangat Baik" (dari 0% pada pretest menjadi 60% pada posttest), sementara peserta dalam kategori "Baik" menurun dari 70% menjadi 40%, dan tidak ada peserta dalam kategori "Cukup", menandakan perbaikan signifikan setelah penyuluhan. Tabel 2 menunjukkan perbaikan signifikan dalam keterampilan pengukuran tekanan darah, di mana semua peserta berhasil mencapai kompetensi yang diharapkan setelah penilaian ulang, dibandingkan dengan hanya 9 peserta yang kompeten sebelum penilaian ulang. Pelatihan yang diberikan berhasil menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan masyarakat.
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Menular Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Di Lingkungan Padat Penduduk Nasela, Sitti Johri; Sahalessy, Yona; Peluw, Zulfikar; Claartje, Masrikat Maya Diana; Rizki, Zuriani
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.929

Abstract

Densely populated areas are at high risk for the spread of infectious diseases, such as diarrhea, acute respiratory infections (ARI), tuberculosis, and other environmentally related diseases. Low levels of community knowledge regarding Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), coupled with limited sanitation facilities, contribute to the high incidence of infectious diseases in these areas. This Community Service activity aims to increase community knowledge through intensive outreach on infectious disease prevention and PHBS implementation. The activity was conducted among 85 residents of RW 05, Kelurahan X, and included 85 participants. The methods used included outreach, handwashing demonstrations, leaflet distribution, and training on making homemade disinfectants. Evaluation used pre- and post-tests to determine improvements in community understanding. Results showed an average increase in knowledge from 56.7 to 87.4 after the activity. Ninety-three percent of participants considered the activity beneficial, and 78% stated they were ready to implement PHBS routinely. This activity has proven effective in increasing community understanding and skills in preventing infectious diseases. Continued mentoring is needed to ensure sustainable behavior change.
Pengaruh Smart Monitoring System Terhadap Pencegahan Pressure Ulcer Pada Pasien Bed Rest Nur Asmah; Mechi Silvia Dora; Zulfikar Peluw; Arnes Yuli Vandika; Satria Eureka Nurseskasatmata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7220

Abstract

Pasien dengan kondisi bed rest memiliki risiko tinggi mengalami pressure ulcer (dekubitus) akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu. Teknologi Smart Monitoring System (SMS) hadir sebagai inovasi dalam pemantauan posisi tubuh dan kondisi kulit pasien secara real-time untuk mencegah terjadinya luka tekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Smart Monitoring System terhadap pencegahan pressure ulcer pada pasien bed rest. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Populasi adalah pasien bed rest di ruang perawatan penyakit dalam RSUD X sebanyak 40 orang, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi dengan Smart Monitoring System dan kelompok kontrol dengan perawatan konvensional. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kejadian pressure ulcer antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Penggunaan Smart Monitoring System mampu menurunkan tingkat risiko luka tekan hingga 70% dibandingkan metode konvensional. Smart Monitoring System terbukti efektif dalam mencegah pressure ulcer pada pasien bed rest melalui pemantauan posisi tubuh dan deteksi dini area berisiko.
Implementation Of Sbar Communication In Nursing Practice To Improve Patient Safety Ardianto, Ardianto; Yuniyanti, Tri Ayu; Kaluku, Suratno; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Peluw, Zulfikar
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1115

Abstract

Patient safety (patient Patient safety is a top priority in healthcare. One contributing factor to patient safety incidents is ineffective communication between healthcare workers. The SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication method was developed as a structured communication tool to improve the clarity and accuracy of clinical information. This study aims to analyze the implementation of SBAR communication in nursing practice and its impact on improving patient safety. safety. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 60 nurses working in the inpatient ward of Hospital X, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using an SBAR implementation questionnaire and a patient safety incident observation sheet. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi- Square test. The results showed that good SBAR communication implementation was significantly associated with increased patient safety (p < 0.05). It was concluded that SBAR communication is effective in supporting safe and quality nursing practices.
Edukasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma: Manajemen Serangan Akut Di Tingkat Rumah Tangga Zulfikar Peluw; Maria Kurni Menga; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1134

Abstract

ABSTRACT Asthma is a chronic respiratory disease characterized by inflammation and narrowing of the airways, causing shortness of breath, coughing, and wheezing. Asthma attacks can occur suddenly and require prompt and appropriate treatment to prevent more serious complications. Families' lack of knowledge about how to manage asthma attacks at home often leads to delays in initial treatment. This community service activity aims to improve families' knowledge and skills in managing acute asthma attacks at the household level through nursing care education. Implementation methods included health education, inhaler demonstrations, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. The results of the activity showed an increase in families' knowledge and skills in recognizing the signs of an asthma attack and administering initial treatment at home. Nursing care education has been proven effective in improving families' ability to manage asthma attacks independently at home. Keywords: Asthma, Nursing Care, Health Education, Attack Management ABSTRAK Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai cara menangani serangan asma di rumah seringkali menyebabkan keterlambatan dalam penanganan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan manajemen serangan asma akut di tingkat rumah tangga melalui edukasi asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan inhaler, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengenali tanda serangan asma serta melakukan penanganan awal di rumah. Edukasi asuhan keperawatan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani serangan asma secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Asma, Asuhan Keperawatan, Edukasi Kesehatan, Manajemen Serangan