Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : 'ADALAH

Legislatif Kuat, Demokrasi Stabil? Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 2 (2020): Keadilan Sosial & Politik
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1895.392 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v4i2.15265

Abstract

Abstract:The concept of people's sovereignty truly lies in the representation of the people's representatives or legislators. The strong legislative control over the executive makes the allocation of natural and human resources well controlled. The power granted by the people to the executive can be limited constitutionally by the legislature. In this article the author wants to discuss the urgency of strengthening the legislature to strengthen a country's democratic system. Without a strong legislature, it is certain that a country's democratic system is weak, and vice versa.Keywords: Legislature, Democracy, State Abstrak:Konsep kedaulatan rakyat sejatinya berada pada representasi perwakilan rakyat atau legislator. Kuatnya kontrol legislatif terhadap eksekutif maka alokasi sumber daya alam dan manusia dapat terkontrol dengan baik. Kekuasaan yang diberikan rakyat kepada eksekutif dapat dibatasi secara konstitusional oleh legislatif. Dalam artikel ini penulis ingin membahas urgensi penguatan legislatif  untuk menguatkan sistem Demokrasi suatu negara. Tanpa adanya legislatif yang kuat, maka dipastikan system demokrasi suatu negara menjadi lemah, begitu pula sebaliknya.Kata Kunci: Legislatif, Demokrasi, Negara  
Perkembangan Digital Media di Dunia Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i4.17931

Abstract

Every day, the amount of traffic on the internet grows. This is due to the fact that internet network backbone providers are becoming more promising as ISPs pursue backbones that are directly connected to countries whose network access goes directly to various countries. This paper investigates the rapid growth of digital developments in today's modern era. As a result of this need, other underground cable facilities that cross the ocean and connect regions have been built.Keywords: Internet; Media; Digital 
Teknologi Media Baru: Perubahan Analog Menuju Digital Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i2.17932

Abstract

The current of globalization that flows rapidly to all corners of the world is caused by the development of information and communication technology (ICT), thereby erasing boundaries between countries including distance and time. This paper wants to discuss the change from analog to digital, which of course has a significant impact on human life.Keywords: Analog; Digital; Technology
Cyberpolitik Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 2 (2020): Keadilan Sosial & Politik
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i2.17927

Abstract

Abstract:The internet developed for the first time in Indonesia in the early 1990s. Starting from the pagayuban network, it is now expanding without boundaries anywhere. A survey conducted by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) said that the number of internet users in Indonesia in 2012 reached 63 million people or 24.23 percent of the country's total population. Next year, that figure is predicted to increase by close to 30 percent to 82 million users and continue to grow to 107 million in 2014 and 139 million or 50 percent of the total population in 2015. million people. This matter also results in political communication with the internet media, or is often said to be cyber politics. Cyber politics in Indonesia has faced growth in recent years. There are many facilities that support the growth of cyber politics, such as Facebook, Twitter, mailing list, YouTube, and others.Keywords: Cyberpolitik, Internet  Abstrak:Internet berkembang pertama kali di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Diawali dari pagayuban network kini berkembang luas tanpa batas dimanapun juga. Suatu survei yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan kalau jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2012 menggapai 63 juta orang ataupun 24,23 persen dari total populasi negeri ini. Tahun depan, angka itu diprediksi naik dekat 30 persen jadi 82 juta pengguna serta terus berkembang jadi 107 juta pada 2014 serta 139 juta ataupun 50 persen total populasi pada 2015. juta orang. Perihal ini pula berakibat pada komunikasi politik dengan media internet, ataupun kerap diucap dengan cyber politic. Cyber politic di Indonesia hadapi pertumbuhan sebagian tahun terakhir. Banyaknya fasilitas yang menunjang pertumbuhan cyber politic semacam terdapatnya facebook, Twitter, mailing list, youtobe, serta lain-lain.Kata Kunci: Cyberpolitik, Internet 
Tantangan Baru Jurnalisme dalam Pandemi Covid-19 Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 1 (2020): Spesial Issue Covid-19
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i1.17273

Abstract

Abstrak Pandemik Coronavirus Disease atau Covid-19 telah mengubah pola interaksi dan manusia, terutama dalam komunikasi. Rekomendasi physical distancing atau penjagaan jarak fisik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus. Sampai bulan September 2020, Covid-19 sudah menginfeksi lebih dari 27 juta orang di dunia dan menyebabkan krisis kesehatan global dan krisis lainnya. Tahun, 2020 menjadi tahun kelam umat manusia modern. dunia sedang menghadapi krisis kesehatan global di ikut oleh krisis multidimensi lain, kita membutuhkan pelaporan berita yang berkualitas dan bertanggung jawab, tidak hanya untuk mengidentifikasi informasi yang salah, tetapi juga untuk memberikan saran kesehatan masyarakat yang sehat dan membangun solidaritas masyarakat. Tidak kecil juga tantangan para pekerja industri ini, tekanan, kebebasan meliput menjadi tantangan tersendiri di masa-masa ini.Keyword: Pandemik Covid-19, Fake news, Jurnalisme
Pemuda, Globalisasi dan Perubahan Sosial Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 3, No 4 (2019): Keadilan Sosial & Politik
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v3i4.17925

Abstract

Abstrak Pemuda adalah sosok individu yang mempunyai karakter khas yang spesifik, yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju dan memiliki moralitas dan sifat lainnya yang disadari dan dilakukan dengan semangat muda untuk mengarahkan bangsa kearah yang lebih baik. Betapa pentingnya peran pemuda dalam suatu bangsa. Dalam catatan sejarah perjalanan bangsa ini menempatkan peran pemuda senantiasa menjadi pilar dan motor untuk mencapai kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Globalisasi dan pasar bebas bisa menjadi hambatan sekaligus tantangan pemuda zaman now. Rasa nasionalisme bisa luntur tergerus dampak. Persaingan bukan antar bangsa sendiri tetapi cross border antar bangsa bisa meluntukan idealisme kebangsaan yang seharusnya tetap dipertahankan. Perubahan dalam bidang teknologi dan kebudayaan makin cepat, perubahan social budaya disebabkan faktor-faktor yang datang baik dari luar maupun dari dalam.Keyword: Pemuda, Globalisasi, Perubahan Sosial
IPM dan Cita-Cita Pemerataan Pendidikan Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 4 (2020): Keadilan Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i4.17490

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu variable ukuran kemajuan suatu bangsa. Kini, Pendidikan menjadi tolak ukur keadaban seorang manusia dan suatu negara. Amarty Sen pemenang nobel asal India memperkenalkan konsep ukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Konsep ini kemudian di adopsi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai tolak ukur program Human Development Index (HDI) berbagai negara. Konsep pemerataan aktif yang dikemukakan seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah membuat kebijakan ataupun mensingkronisasi kebijakan sebagai upaya mengoptimalkan salah satu kinerja pemerintah mengatasi rendahnya rata-rata pendidikan orang Indonesia yang saat ini kondisinya masih terjadi ketimpangan yang sangat jauh di antar propinsi.  Keyword: IPM, Pemerataan, Pendidikan
Framework Media di Dunia Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i2.17929

Abstract

The intellectual struggle that is presented in various print and electronic mass media is the impact of the freedom to obtain and disseminate information. The mass media that used to be only in the form of print media has now turned into online media which makes it easier for anyone to access it. No wonder most people say that technology has become the prima donna for modern human civilization in the 21st century. Keywords: Framework; Media; Technology
UU Omnibus law yang Kontroversial Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 3 (2020): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i3.17926

Abstract

Abstract:In the midst of concern in dealing with the 2019 Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic, the Indonesian House of Representatives (DPR) passed the Omnibus Law on the Job Creation Bill (Ciptaker) at the plenary session of the closing session of the trial period I for the 2020-2021 Session Year on October 5, 2020. Two of the nine Party factions rejected the ratification, namely the Prosperous Kedilan Party (PKS) and the Democrat Party (PD). Since it was passed by the DPR, currently, the hot ball is with the President. The President has 30 days to suppress or not press in accordance with Article 73 of Law No. 12 of 2011 on the formation of legislation. Of course, the public is anxiously awaiting the President's choice.Keyword: Omnibus law, Controversy  Abstrak:Di tengah keprihatinan dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) pada Rapat paripurna sidang penutupan masa persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 pada 5 Oktober 2020. Dua dari sembilan fraksi Partai menolak pengesahan yakni Fraksi Partai Kedilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Demokrat (PD). Sejak di sahkan DPR, saat ini, bola panas ada di Presiden. Presiden punya waktu selama 30 hari untuk menekan atau tidak menekan sesuai Pasal 73 UU No 12 Tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan. Tentunya publik harap-harap cemas menunggu pilihan Presiden.Kata Kunci: Omnibus Law, Controversial 
Meredefinisikan Penyiaran Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 3, No 1 (2019): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v3i1.17930

Abstract

Dunia penyiaran ke depan akan terus berubah seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi. Sifat-sifat teknologi telekomunikasi konvensional yang bersifat massif sekarang sudah mampu digabungkan dengan teknologi komputer yang bersifat interaktif. Sistem analog yang telah bertahan sekian puluh tahun akan segera tergantikan oleh sistem digital, dan implementasinya segera memunculkan fenomena baru: konvergensi. Sederhananya, konvergensi adalah bergabungnya media telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Bersamaan dengan berlangsungnya konvergensi dibidang telematika, akan terjadi peralihan sistem penyiaran analog ke sistem penyiaran digital. Televisi digital (DTV / Digital Television) menggunakan modulasi digital dan kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Begitu juga halnya dengan Radio Streaming, yang dampak penyebarannya akan lebih luas lagi dan batasan frekuensinya pun tidak terbatas.
Co-Authors Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Akbar, Rais Al Hamzah, Zaky Amalia, Winda Amiruddin Saleh Ana Kuswanti Anna Gustina Zainal Anter Venus Aryshinta, Aura Aditra Ayuningsih, Fitriya Barek Hossain Charisma Dina Wulandari Dedy Putra Widi Utama Dian Tri Hapsari Dwi Fajar Saputra Efendi, Muklis Elmira Avzalova Fahmi Azhari Siregar Fatima, Mobassera Jahan Firmansyah Fitria Ayuningtyas Fitria Ayuningtyas Ghozali Moenawar , Mohamad Gine Putri Pertiwi Gun Gun Heryanto Herien Puspitawati Hermina Simanihuruk Heryana, Ade Hossain, Barek Ida Ayu Shinta Indah Permata Ilham Sukmono Islam, Amaliyah Izzul Mobassera Jahan Fatima Mohamad Fikri Sulthan Mohamad Fikri Sulthan Muzykant, Valerii L Muzykant, Valerii L. Muzykant, Valerii Leodonovic Muzykant, Valerii Leonidovich Muzzamil, Zafira Andini Nugraha, Mohd Yudhistira Septian Nuril Ashivah Misbah Nurkhalila Fajrini Pratiwi, Aprilianti Pratomo, Rizky Ridho Putra Pratama Pratama Putri Ramadaniar Radita Gora Radita Gora Tayibnafis Radita Gora Tayibnapis Radita Gora Tayibnapis ramadaniar, putri Ramdani Bur Refly Setiawan Refly Setiawan Refly Setiawan Rheswary, Adienda Ridwan , Ridwan Ridwan Ridwan Rizky Ridho Pratomo Rizky Ridho Pratomo S Bekti Istiyanto Satriyani Komariyah, Fadjrin Selly Oktarina Sembada, Windhiadi Yoga Setiawan, Refly Sinaga, Saidun Siti Indarini Nur Faizah Stanislav Vladimirov Mladenov sulis, sulis sulis Tarsani, Oni Taufik Muharfan Tayibnapis, Radita Gora Tayinapis, Radita Gora Tri Dian Hapsari Tripa Ramadhan Tsabdany Tzarauliarany Anagusti Utama, Dedy Putra Widi Valerii L Muzykant Valerii L Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Valerii Leonidovich Muzykant Vladimirov Mladenov, Stanislav Waluyo, Lukman Saleh Wulandari, Charisma Dina Yulia, Irla Yumiyanti*, Iin